Belajar tentang balok dan pelat beton bertulang ( untuk pemula)
Yah, kita ketemu lagi, sekarang saya akan membahas tentang Balok beton bertulang, ni tulisan saya bersumber dari buku Balok dan pelat beton bertulang oleh Ali Asroni penerbit graha ilmu bagi yang mau beli bukunya silahkan, bagi yang mau belajar dari sini juga bisa.maaf untuk simbol2 ada yang tidak dapat dimasukkan karena keterbatasan fitur ini. Lets start . . . . .
Balok tanpa tulangan
Kita tau sifat beton yaitu kuat terhadap gaya tekan tetapi lemah terhadap gaya tarik.Oleh karena itu, beton dapat mengalami retak jika beban yang dipikulnya menimbulkan tegangan tarik yang melebihi kuat tariknya.
Jika sebuah balok beton (tanpa tulangan) ditumpu oleh tumpuan sederhana (sendi dan rol), dan di atas balok tersebut bekerja beban terpusat P serta beban merata q, maka akan timbul momen luar sehingga balok akan melengkung ke bawah.
Pada balok yang melengkung ke bawah akibat beban luar ini pada dasarnya ditahan oleh kopel gaya-gaya dalam yang berupa tegangan tekan dan tarik. Jadi pada serat-serat balok bagian tepi atas akan menahan tegangan tekan, dan semakin ke bawah tegangan tersebut akan semakin kecil. Sebaliknya, pada serat-serat bagian tepi bawah akan menahan tegangan tarik, dan semakin ke atas tegangan tariknya akan semakin kecil pula.
Pada tengah bentang (garis netral) , serat-serat beton tidak mengalami tegangan sama sekali (tegangan tekan dan tarik = 0).
Jika beban diatas balok terlalu besar maka garis netral bagian bawah akan mengalami tegangan tarik cukup besar yang dapat mengakibatkan retak pada beton pada bagian bawah.Keadaan ini terjadi terutama pada daerah beton yang momennya besar, yaitu pada lapangan/tengah bentang.
Balok Beton dengan tulangan
Untuk menahan gaya tarik yang cukup besar pada serat-serat balok bagian tepi bawah, maka perlu diberi baja tulangan sehingga disebut dengan “beton bertulang”. Pada balok beton bertulang ini, tulangan ditanam sedemikian rupa, sehingga gaya tarik yang dibutuhkan untuk menahan momen pada penampang retak dapat ditahan oleh baja tulangan.
Karena sifat beton yang tidak kuat tehadap tarik, maka pada gambar di atas, tampak bahwa balok yang menahan tarik (di bawah garis netral) akan ditahan tulangan, sedangkan bagian menahan tekan (di bagian atas garis netral) tetap ditahan oleh beton.
Fungsi utama beton dan tulangan
Dari uraian di atas dapat dipahami, bahwa baik beton maupun baja-tulangan pada struktur beton bertulang tersebut mempunyai fungsi atau tugas pokok yang berbeda sesuai dengan sifat bahan yang bersangkutan.Fungsi utama beton yaitu untuk
Fungsi utama beton
- Menahan beban/gaya tekan
- Menutup baja tulangan agar tidak berkarat
Fungsi utama baja tulangan
- Menahan gaya tarik (meskipun kuat juga terhadap gaya tekan)
- Mencegah retak beton agar tidak melebar
Faktor keamanan
Agar dapat terjamin bahwa suatu struktur yang direncankan mampu menahan beban yang bekerja, maka pada perencanaan struktur digunakan faktor keamanan tertentu.Faktor keamanan ini tersdiri dari 2 jenis , yaitu :
- Faktor keamanan yang bekerja pada beban luar yang bekerja pada struktur, disebut faktor beban.
- Faktor keamanan yang berkaitan dengan kekuatan struktur (gaya dalam), disebut faktor reduksi kekuatan.
Faktor beban luar/faktor beban
Besar faktor beban yang diberikan untuk masing-masing beban yang bekerja pada suatu penampang struktur akan berbeda-beda tergantung dari kombinasi beban yang bersangkutan. Menurut pasal 11.2 SNI 03-2847-2002, agar supaya struktur dan komponen struktur memenuhi syarat dan layak pakai terhadap bermacam-macam kombinasi beban, maka harus dipenuhi ketentuan kombinasi-kombinasi beban berfaktor sbb :
- Jika struktur atau komponen hanya menahan beban mati D (dead) saja maka dirumuskan : U = 1,4*D
- Jika berupa kombinasi beban mati D dan beban hidup L (live), maka dirumuskan : U = 1,2*D + 1,6*L + 0,5 ( A atau R )
- Jika berupa kombinasi beban mati D,beban hidup L, dan beban angin W, maka diambil pengaruh yang besar dari 2 macam rumus berikut : U = 1,2*D + 1,0*L + 1,6*W + 0,5 ( A atau R ) dan rumus satunya : U = 0,9*D + 1,6*W
- Jika pengaruh beban gempa E diperhitungkan, maka diambil yang besar dari dua macam rumus berikut : U = 0,9*D + 1*E
Keterangan :
U = Kombinasi beban terfaktor, kN, kN/m’ atau kNm
D = Beban mati (Dead load), kN, kN/m’ atau kNm
L = Beban hidup (Life load), kN, kN/m’ atau kNm
A = Beban hidup atap kN, kN/m’ atau kNm
R = Beban air hujan, kN, kN/m’ atau kNm
W = Beban angin (Wind load) ,kN, kN/m’ atau kNm
E = Beban gempa (Earth quake load), kN, kN/m’ atau kNm, ditetapkan berdasarkan ketentuan SNI 03-1726-1989-F, Tatacara Perencanaan Ketahanan Gempa untuk Rumah dan Gedung, atau penggantinya.
Untuk kombinasi beban terfaktor lainnya pada pasal berikut :
- Pasal 11.2.4 SNI 03-2847-2002, untuk kombinasi dengan tanah lateral
- Pasal 11.2.5 SNI 03-2847-2002, untuk kombinasi dengan tekanan hidraulik
- Pasal 11.2.6 SNI 03-2847-2002, untuk pengaruh beban kejut
- Pasal 11.2.7 SNI 03-2847-2002, untuk pengaruh suhu (Delta T), rangkak, susut, settlement.
Faktor reduksi kekuatan
Ketidakpastian kekuatan bahan terhadap pembebanan pada komponen struktur dianggap sebagai faktor reduksi kekuatan, yang nilainya ditentukan menurut pasal 11.3 SNI 03-2847-2002 sebagai berikut :
- Struktur lentur tanpa beban aksial (misalnya : balok), faktor reduksi = 0,8
- Beban aksial dan beban aksial lentur
- aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur : 0,8
- aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur
- komponen struktur dengan tulangan spiral atau sengkang ikat : 0,7
- Komponen struktur dengan tulangan sengkang biasa : 0,65
3. Geser dan torsi : 0,75
4. Tumpuan pada beton, : 0,65
akhirnya selesai juga, males betul nulis yang begituan tapi aku gak papa untuk kalian semua.ntar malah gak tau dasarnya malah repot. . .wkwkwkwk. Lanjut . . . . .
Kekuatan beton bertulang
- Jenis kekuatan
Menurut SNI 03-2847-2002, pada perhitungan struktur beton bertulang, ada beberapa istilah untuk menyatakan kekuatan suatu penampang sebagai berikut
- Kuat nominal (pasal 3.28)
- Kuat rencana (pasal 3.30)
- Kuat perlu (pasal 3.29)
Kuat nominal (Rn) diartikan sebagai kekuatan suatu komponen struktur penampang yang dihitung berdasarkan ketentuan dan asumsi metode perencanaan sebelum dikalikan dengan nilai faktor reduksi kekuatan yang sesuai.Pada penampang beton bertulang , nilai kuat nominal bergantung pada:
- dimensi penampang,
- jumlah dan letak tulangan
- letak tulangan
- mutu beton dan baja tulangan
Jadi pada dasarnya kuat nominal ini adalah hasil hitungan kekuatan yang sebenarnya dari keadaan struktur beton bertulang pada keadaan normal.Kuat nominal ini biasanya ditulis dengan simbol-simbol Mn, Vn, Tn, dan Pn dengan subscript n menunjukkan bahwa nilai-nilai
M = Momen
V = Gaya geser
T = Torsi (momen puntir)
P = Gaya aksial (diperoleh dari beban nominal suatu struktur atau komponen struktur)
Kuat rencana (Rr), diartikan sebagai kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperoleh dari hasil perkalian antara kuat nominal Rn dan faktor reduksi kekuatan.Kuat rencana ini juga dapat ditulis dengan simbol Mr, Vr, Tr, dan Pr( keterangan sama seperti diatas kecuali P = diperoleh dari beban rencana yang boleh bekerja pada suatu struktur atau komponen struktur.
Kuat perlu (Ru), diartikan sebagai kekuatan suatu komponen struktur atau penampang yang diperlukan untuk menahan beban terfaktor atau momen dan gaya dalam yang berkaitan dengan beban tersebut dalam kombinasi beban U.Kuat perlu juga bisa ditulis dengan simbol-simbol Mu, Vu, Tu, dan Pu.
Karena pada dasarnya kuat rencana Rr, merupakan kekuatan gaya dalam (berada di dalam struktur), sedangkan kuat perlu Ru merupakan kekuatan gaya luar (di luar struktur) yang bekerja pada struktur, maka agar perencanaan struktur dapat dijamin keamanannya harus dipenuhi syarat berikut :
Kuat rencanaRr harus > kuat perlu Ru
Prinsip hitungan beton bertulang
Hitungan struktur beton bertulang pada dasarnya meliputi 2 buah hitungan, yaitu hitungan yang berkaitan dengan gaya luar dan hitungan yang berkaitan dengan gaya dalam.
Pada hitungan dari gaya luar, maka harus disertai dengan faktor keamanan yang disebut faktor beban sehingga diperoleh kuat perlu Ru.Sedangkan pada hitungan dari gaya dalam, maka disertai dengan faktor aman yang disebut faktor reduksi kekuatan sehingga diperoleh kuat rencana Rr = Rn * faktor reduksi, selanjutnya agar struktur dapat memikul beban dari luar yang bekerja pada struktur tersebut, maka harus dipenuhi syarat bahwa kuat rencana Rr minimal harus sama dengan kuat perlu Ru.
Prinsip hitungan struktur beton bertulang yang menyangkut gaya luar dan gaya dalam tersebut secara jelas dapat dilukiskan dalam bentuk skematis, seperti gambar berikut :
Posted on 30/07/2010, in pelat lantai, perhitungan balok. Bookmark the permalink. 47 Komentar.









.jpg)



.jpg)



Mantap tulisannya pak….
Saya mahasiswa Teknik Sipil dari Univ. Muhammadiyah Parepare sementara melakukan penelitian ttg balok beton….
Penelitian saya mmfokuskn pada balok beton yg daerah tariknya dihilangkan…
jadi praktis pada daerah tarik yang ada hanya tulangan saja (tulangannya terekspose)…
bagaimana pendapat bapak ttg penelitian saya??
bgaimana cara mensimulasikan keruntuhan lentur n gesernya (software apa yg tepat digunakan).
terima kasih mas . . .
mas maksud tulangan tunggal?, yaitu tulangan pada daerah tarik balok saja ???untuk tulangan tekan mas hilangkan gitu ?
Maaf mas saya juga masih belajar.Saya sarankan mas dapat bertanya kepada pak Wiryanto dosen dari UPH, yang mana beliau juga mungkin dapat merekomendasikan software yang mas butuhkan untuk menganalisis tulangan tunggal. Salam
keren blog nya ngebantu banget
mudah”an bermanfat bagi yg punya n yg baca
slm kenal civil unila (Universitas Lampung)
oke mas Agung . . .
Salam kenal juga
Pak, saya salah satu mahasiswa teknik sipil yang lagi ngerjakan tugas akhir…
Tugas akhirnya tentang pondasi, cuma ada sedikit pekerjaan strukturnya..
Yang mau saya tanyakan
1. apa perlu tulangan geser untuk plat yang tanpa balok yang telah di cek berdasarkan SNI (plat 2 arah biasa) harus pake balok?
2. gimanacara desain geser plat tersebut? bukannya rumit ya?
makasih ya pas atas bantuangnya
Maaf mbak Rahmie, untuk saat ini saya belum bisa menjawab pertanyaan mbak Rahmie. . .
pak saya mau tanya,dalam pelaksanaan dilapangan.tumpuan pelat dan balok itu sebaiknya /yang benar diikat bendrat ato tidak.
Setahu saya tidak perlu di bendrat . cukup stek tulangan pelat yang dibengkokan pada badan balok
Kalau retaknya terjadi di daerah tarik, bisa tidak retaknya menjalar juga ke daerah tekan? Terimakasih atas penjelasannya
mas trimah kasih<salut dengan mas
mas tolong bantu sy untuk mengetahui ilmu keteknisipilan
krn slama ini sy hax menghabiskan waktu sy dengn prcuma
sy ingin mengulang dari dasar mas
apa@ yg perlu sy ketahui sbgai dasar dan pegangan buat pengetahun sy mas
smga dengan bertahap sy bs lbh mengerti
trima kasih sblmx
wah, gitu mas. Tapi saya kan juga tidak tahu mas kemampuannya . Coba minta sama Allah dulu, biar diberikan jalan.
Buat mas adhien maaf mas saya bingung juga harus ngmg apa mas. Нεнε ¨☺¨ нεнε ¨☺¨ нεнε.
Mas.. Cara menghitung pembebanan dinding ke pelat (dibawah pelat tidak ada balok) bagaimana ya?
bukankah itu akan mempengaruhi penulangan lantai?
Saya sebar beban dindingnya dengan cara: beban dinding x panjang x tinggi, kemudian saya bagi dengan luasan pelat lantai yang menerima dibawahnya. Tapi saya merasa tidak sreg dengan cara tersebut. Beban dinding kan hanya bertumpu pada sebagian kecil luas lantai.
Adakah cara yang lebih tepat?
Dan adakah peraturan yang bisa saya gunakan dalam kasus ini?
Terimakasih
owh ya ya, saya tangkap. menurut saya beban dinding itu termasuk kecil untuk disangga oleh pelat lantai. Menurut saya, apalagi letaknya di pinggir ya ? kita tahu kan momen terbesar itu di tengah bentang. Kalo kasus ini berarti ditengah pelat lantainya. akan lebih rentan dengan beban. Okok saja lah kalau di pinggir. Kemarin barusan juga bikin pelat lantai untuk tandon 1000 liter ditengah bentangnya, pembesiannya juga biasa aja dengan besi delapan, dan tulangan tunggal tp ukurannya cukp kecil 2 x1,5.
Terikasih mas sudah ditanggapi..iya sih mas, dinding ini letaknya dipinggir berfungsi sebagai pembatas ruangan, dan ada berberapa sebagai kamar mandi..saya cari di SNI, nampaknya belom ada aturan untuk beban dinding yang dilimpahkan ke pelat lantai.
iya, saya pikir juga sama saja ada baloknya atau tidak ada baloknya beban dinding terlal kecil pengaruhnya untuk pelat lantai. hehe
bagus,sangat bermanfaat.kami anak-anak STM sangat membutuhkan materi untuk dipelajari sebagai bekal praktek industri.
mas..sya habis ngecor plat dak,minggu siang senin paginya ko bagian atas permukaannya kok ad retak2 apa hal ini biasa?? plat beton dengan besi 8 – 17,5 rangkap..tks
bentangan berapa pelat lantainya ? retaknya sampai bagian bawah nya gak apa hanya permukaan atasnya ? emang gak di curing mas, di genangi air untuk mencegah dehidrasi pada saat proses pengerasan beton ? dehidrasi dapat menyebabkan retak2 karena beton kekurangan air
wah bgus bgt nich mas pembahasan’a…
oia mas sy mw tnya, klo balok tanpa tulangan itu gmn ngitung Mn-nya, yg sy tw yg Mn=0,85.f’c.a.b
tp klo pke rumus itu bngung nyari nilai a nya….
mhon pnjelasannya
mas, sebagai seorang pengawasan lapangan saya mengalami perubahan-perubahan dilapangan yang menyulitkan, seperti pengecoran gelagar jembatan yang volumenya lebih kecil dari plat lantai, bagaimana cara mengatasi ini dan bagaimana cara perhitungan pembesian seperti ini??
@gusti : Maaf mas Gusti Bagus saya belum ada pengalaman dalam hal tersebut , harap maklum.
halo pa minta judul TUGAS AKHIR yg bgus untu D3 teknik sipil gedung,.,.
mencerahkan bgd gan..
sukses sllu bwt blognya..
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Mas Sangga.
Saya ingin sekali menghitung kekuatan balok beton, yang besar balok nya
25×20 cm, tulang utama 4dia16, sengkang dia10-200, panjang balok 5m, dan
di tengah balok ada beban 1 ton, kuat kah balok tersebut menopang beratnya, bagaimana cara menghitungnya Mas Sangga. Mohon di beritahu cara menghitungnya,syukron
pak, kenapa jumlah tulangan untuk balok di daerah tumpuan lebih banyak di bagian atas balok sedangkan bagian tengah bentang lebih banyak di bagian bawahnya???mohon penjelasan dari bapak
@supazrin : karena momen nya pak, pada saat ditumpuan momen yang bekerja adalah negatif alias memerlukan tulangan atas, kalo di tengah bentang momen nya positif sehingga butuh tulangan di bagian bawah
sip,,,,trimaksih telah membantu saya
semoga aq nanti bisa mengerjakan UNASnya…amin
dewi : UNAS apa mbak ?
saya pingin tau max berapa luasan plat lantai/atap harus dpakai balok?
Iwan : > 20m2 harus diberi balok anak
itu berdasarkan apa pak peraturanya, SNI, PBI atau gimana, mohon petunjuknya trims ^^
Sangat membantu pak,…bisa minta tolong dong pak, untuk perhitungan balok gantung atau balok yang di bawahnya tidak ada dindingnya tetapi atasnya ada dindingnya. Misal tinggi dinding diatas balok setinggi 3.5m dengan jarak bentang balok 4m. terima kasih sebelumnya…
Mohon Batuan…Pak.. bisa minta tlg pak.. untuk rumus perhitungan besi baja ringan canal C/cnp tampa benda timbangan dengan ukuran 100x30x20 x1.5mmx600mm dan kesulitan saya dalam pelaksana lapangan ukuran tabel adalah 100x50x20x1.6x600mmm dengan berat ditabel =17,5kg… tlg pak cara untuk memperoleh berat benda tampa timbangan terutama canal c/cnp..terimakasih…
assalamualaikum. wr.wb pak bisa minta tolong diberi contoh perhitungan plat dengan mengunakan beton bertulang dengan pembesian diameter 10 dan luas 4 m x 4 m tebal plat 10 cm dan perhtungan plat dengan mengunakan ceiling brick (deck keraton) dengan luas nya sama dengan plat beton 4 m x 4m
pak bisa minta tolong gak saya lagi merencanakan plat lantai untuk kolam renang kira-kira cara menghitung beban tanah dari bawah gimana pak?trus kan ada beban air dari atas dan beban tanah dari bawah….beban mana yang digunakan untuk menghitung penulangan….
pak, berapa syarat luasan plat untuk diberi balok anak, mohon petunjuknya trims ^^
dan apa dasar peraturanya pak makasih, trims ^^…
Pak,,saya mau tnya.
Tlong jelaskan apa yg dimksud dngn pelat lantai ?
kalau bentangan 8 meter, kontruksinya bagaimana pak
kalau ingin bikin lantai 2 untuk di masjid dengan ukuran 8×8 meter tanpa sekat, bagaimana kontrusi beton penopangnya pak , terima kasih atas bantuanya
@fauzan : pakai balok anak mas
Maaf pak mw numpang tanya “kalau perencanaan balok T persegi dan T murni dengan tulangan rangkap” gmana menganalisanya pak..!
Terimakasih untuk bantuan nya…!
sy bikin balok gantung bentangan 6m utk gapura tinggi 4m, bagaimana pembesiannya pak?trmksh
mau tanya pak ?
saya sudah bikin masjid tanpa tiang tengah dengan ukuran 7×7 balok peyangga sebanyak 16. beban atas kurang lebih 10 ton.mampu atau tidak ?
apa perlu ditambah balok gantung atau balok peyangga perlu ditambah ?
sebelumnya makasih atas jawabannya.
terimakasih pak atas materi tambahan bapak..
saya pelajar di SMK NEGERI 2 KRAKSAAN – PROBOLINGGO – JAWA TIMUR
(pemula atas pembelajaran balok dan plat beton)..
saya ingin bertanya, apakah teras yang memiliki panjang 3 meter, di tompang oleh 2 tiang penyangga, saya ingin bertanya apakah plat beton untuk teras ini harus menggunakan one way (plat 1 arah)
mohon bantuan mas,saya mau buat rangka atap beton bertulang dengan 3 gunungan. gunungan 1 panjang 6 m, gunungan 2 panjang 5 m, gunungan 3 panjang 7m. kira cara ukurnya gimana pak. lebih spesifiknya mungkin jenis dan ukuran besi yang aman untuk saya gunakan. Terima kasih