Mencari Gaya Batang Rangka Kuda-Kuda Sederhana dengan SAP 2000


Assalamualaikum,

Ini kali pertama saya menuliskan tentang SAP 2000. Disini saya akan menerangkan tentang penggunan SAP 2000 untuk mencari gaya dalam (gaya batang) pada rangka kuda-kuda sederhana, saya menggunakan SAP versi 9.Dengan fasilitas berupa gambar saja, karena belum bisa nampilin yang mousenya bisa bergerak-gerak .hehe

Terima kasih. . . . Semoga bermanfaat!

Langkah 1

Masuk program SAP 2000 V.9 seperti dilihat tampilan awalnya

Langkah 2

Masuk program SAP dan akan muncuk Tip of the day apabila mau di baca klik Next tip, kalau tidak langsung OK!!

Langkah 3

Untuk memulai pemodelan klik File > New model di pojok kiri atas layar.

Langkah 4

Setelah masuk New model saya akan mengubah satuan menjadi Ton-Meter.

Langkah 5

Karena akan membuat rangka kuda-kuda maka saya pilih 2D Trusses.

Langkah 6

Karena kuda-kuda sederhana maka saya pilih Pratt Truss.

Langkah 7

Untuk memudahkan mengisi form di sebelah kanan, ada baiknya kita melihat Parametic Definition, agar tidak kebingungan saat mengisi form.

Langkah 8

Setelah melihat Parametic Definition, saya akan mengisikan L1 dan L2 = 5 meter, H1 dan H3 = o meter, N1 dan N2 = 2 buah, H2 = 3 meter.Lalu klik OK!!

CATATAN ** : untuk restraint dan gridlines serta tipe penampang biarkan default.

Langkah 9

Akan muncul 2 jendela seperti dibawah ada baiknya kita tutup salah satu agar penampang kuda-kuda terlihat jauh lebih besar.

Langkah 10

Nah gambar sudah jadi besar sekarang !!hehe, Tapi Division yang saya mau kan gak kayak gini, jadi kita klik 2 frame seperti dibawah hingga garis yang tadinya lurus jadi putus-putus (tandanya frame sudah di klik).Setelah itu kita delete manual dari keyboard kita.

Langkah 11

Setelah dihapus kemudian klik Draw Frame lalu akan muncul kotak properties, untuk kita mengatur jenis frame yang akan kita gambar.Kita akan gunakan default, jadi klik tanda silang untuk menutup kotak properties.

Langkah 12

Sekarang kita akan menggambar frame dari joint (titik buhul) A, ke joint B lalu ke joint C.

Langkah 13

Setelah frame tergambar selanjutnya klik tombol Set Select Mode, untuk menghilangkan Draw frame yang masih menyala.

Langkah 15

Setelah meng-klik Set Select Mode, sekarang klik letak joint seperti gambar di bawah sampai bergambar silang (artinya joint sudah aktif) untuk merencanakan pembebanan pada joint tersebut.

Langkah 16

Saya akan memberikan beban terpusat pada semua joint yang sudah saya aktifkan, caranya : klik ASSIGN > JOINT LOADS > FORCES

Langkah 17

Karena Local axes (Sumbu lokal) pada arah vertikal adalah Z, maka saya akan memberikan beban sebesar 3 ton pada kolom Force Global Z, dan saya menambahkan tanda negatif (-) karena arahn gayanya ke bawah.

Langkah 18

Terlihat beban terpusat sudah aktif, sesuai dengan perencanaan kita.

Langkah 19

Karena kita akan mencari gaya dalam (batang),tanpa menghiraukan apakah penampang dari beton,baja,dll. Maka elemen frame yang kita gambar yaitu W18x35 tidak boleh terhitung oleh SAP, karena akan mempengaruhi reaksi dan gaya dalamnya.Maka dari itu kita akan meniadakan berat sendiri struktur, sebenarnya ada 2 cara : yaitu dengan mengganti material menjadi other dan mass weight nya di jadikan 0, serta menggunakan momen release. Sedangkan cara ke-2 adalah dengan mengubah dead loadnya menjadi 0, artinya beban mati/berat sendiri struktur juga 0. Kita akan memakai cara ke-2 karena lebih mudah daripada cara 1.Caranya : klik DEFINE > LOAD CASES

Langkah 20

Setelah masuk Load Cases lalu kita ganti SWP (Self Weight Multipler) nya jadi 0 (artinya berat sendiri struktur = 0) , lalu klik Modify Load dan OK!!!

Langkah 21

Sekarang kita akan mengatur analysis , klik ANALYZE > SET ANAYSIS OPTION
Langkah 22

Pilih XZ Plane kemudian klik OK!!

Langkah 23

Setelah mengatur Analyze, klik ANAYZE > RUN ANALYSIS atau langsung tekan F5. (Maaf langkah 25 ini tidak disertai gambar)


Langkah 24

Klik Modal karena kita tidak perlu menganalisis nya, lalu klik Do Not Run agar modal tidak aktif. Setelah itu klik Run Now !!

Langkah 25

Sebelum memulai menganalisis kita akan diminta untuk menyimpan data seperti dibawah.Maka kita masukkan “Latihan di sangga Pramana Blog” lalu klik SAVE


Langkah 26

SAP akan menganalisis data yang telah kita buat tadi. Setelah selesai ,klik OK!!

Langkah 27

Terlihar Deformasi struktur setelah di Analisis.

Langkah 28

Untuk melihat Reaksi Tumpuan dari Sendi-Rol dapat dilakukan dengan klik DISPLAY > SHOW FORCES/STRESSED > JOINT

Langkah 29

Tandai Reaction dan Show Arrows, kemudian klik OK !!!


Langkah 30

Dapat dilihat hasil perhitungan reaksi perletakan sebesar 7,5 ton ke atas pada kedua restraint (tumpuan) sendi dan rol. Perhitungan benar, karena sama dengan jumlah beban luar dari rangka kuda-kuda.

Langkah 31

Untuk melihat gaya batang yang bekerja pada rangka kuda-kuda, caranya : klik DISPLAY > SHOW FORCES/STRESSED > FRAMES/CABLE

Langkah 32

Biarkan semua default kecuali, Show Value on diagram di aktifkan, kemudian klik OK!!!

Langkah 33

Dapat dilihat gaya batang yang bekerja karena pengaruh beban luar dari rangka kuda-kuda.


About these ads

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 06/08/2010, in SAP 2000. Bookmark the permalink. 17 Komentar.

  1. keren bro…
    untuk betonya gmana?
    boleh gak minta diajarin

    minta alamat kantornya donk
    emailku: hardee.105@gmail.com

  2. joko suprianto

    sangat bagus sekali mas,,,,
    saya boleh minta dikirimin tutorial2 yang lainnya ngga mas ?
    seperti menghitung angin kiri dan angin kanannuya … soalnya saya sekarang lagi butuh banget nih mas buat ngerjain tugas besar matakuliah struktur baja saya …

    email saya : josun_umb@yahoo.com

    terimakasih sebelumnya mas …

  3. ass mas saya sedang menyeesaikan tugas akhir tentang jembatan rangka baja saya kurang memahami sa 3D, ada gk tutrial nya maksih banget ws
    ini email saya cziee@ymai.com

  4. maaf mas…..klo mau export hasil besarnya gaya2 yg bekerja ke excell…gimana y?….thnx….archy-chox@yahoo.com…….

  5. bleh g aq mtk ajri buat gmr bapk???

  6. Assalamualaikum… keren Mas…. aku boleh minta diajarin ngak mas..

  7. assalamualaikum wr wb
    pak, gimana caranya untuk pembebanan pada batang atas(miring), jika ada beban merata dan beban titik pada batang tersebut
    makasih :)

    • sanggapramana

      @dan : bisa saja mas, tinggal klik framenya dan input bebannya mas

      • terimakasih infonya,
        mau nnya lagi. kenapa nilai2 pada gaya batang akibat beban yg sy peroleh sedikit berbeda dgn hasil perhitungan d atas
        pdhl reaksi perletakan yg sy peroleh sama spt pnya anda= 7,5 t (positif)

        *nb:sy menggunakan sap2000 ver 15
        makasih :)

      • sanggapramana

        iya karena semakin baru seri atau versi dari SAP, mungkin pembuatnya/pengembangnya juga melakukan revisi2 pada rumus2 yang digunakan pada versi sebelumnya agar lebih mendekati dengan perhitungan yang sebenarnya., sampai sekarang saya belum pernah membandingkan sih, tapi untuk kebutuhan tulangan beton antara SAP dan perhitungan manual memang SAP terlihat lebih sedikit memberikan tulangan (luas tulangan lebih kecil), sudah saya coba berkali2 untuk balok dan kolom beton., tapi selisihnya sedikit saja, tidak signifikan.

  8. terimakasih banyak atas infonya :)
    oia, menghitung batang tarik/tekan pada rangka pada sap2000, gmna caranya ?
    terimakasih :D

  9. Assalamualaikum. Wrb.., terima kasih ats tulisannya mas.., mau nanya gimana carax mendisain profil baja apa yang efektif klo nilai aksialnya dah diketahui seperti di atas..,mohon pencerahannya mas..Trims..

  10. sanggapramana

    Waalaikumsalam all, maaf tidak balas semua komentar di atas, karena memang tidak sadar kalau ada komentar. Mungkin sekarang bisa saya jawab semua,
    untuk mas@dan : dari gambar terakhir itu mas kalau mau ngecek batang tarik dan tekan , pada pilihan show forces stress pilih aja yang fill diagram, nanti yang warna merah itu tekan dan warna kuning itu tarik. untuk melihat nilai atau besaran gaya tekan/tarik bisa diganti dengan show value seperti di atas.

    Mas@wawan : untuk pendisainan kan sudah ada materi kuliahnya mas, dilakukan dengan coba2 dengan nilai gaya tarik/tekan tertentu sampai ketemu profil yang paling efektiv, bisa di cek tugas kuliah saya semester 5 https://sanggapramana.wordpress.com/2011/10/31/tugas-baja-1-portofolio/
    . untuk batang tekan pada kaki kuda2 gambar di atas itu biasanya disamakan profilnya mas walaupun gaya tekan yang bekerja memang berbeda, untuk kemudahan dalam pelaksanaan dan penyambungan antara profilnya

  11. itu udah kamu cek momen nya belum ?
    untuk truss prinsip nya itu momen sama dengan 0,
    trus udah di joint release belum ?

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 216 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: