Kerusakan Jalan Aspal


Faktor kerusakan jalan sangat beragam, seperti faktor kerusakan konstruksi lain pada umunya. Secara teori jalan rusak karena beban. Kerusakan jalan agak berbeda dengan kerusakan bangunan sipil lainnya, seperti jembatan. Pada  jembatan, misalnya, jika dibebankan dengan beban yang lebih besar dari batas maksimum, maka jembatan akan langsung ambruk. Pada jalan, kerusakan disebabkan repetisi atau pengulangan beban. Artinya beban kendaraan berat sekali lewat mungkin tidak akan menyebabkan kerusakan jalan. Tetapi jika terus menerus jalan akan mengalami kerusakan. Artinya kerusakan jalan adalah di sebabkan “kelelahan” akibat beban berulang.

Hampir semua jalan menggunakan campuran agregat batu pecah dan aspal. Musuh utama aspal adalah air, karena air bisa melonggarkan ikatan antara agregat dengan aspal. Kerusakan yang umum terjadi di jalan-jalan kota  adalah adanya air yang menggenangi permukaan jalan. Pada saat ikatan aspal dan agregat longgar karena air, kendaraan yang lewat akan memberi beban yang akan merusak ikatan tersebut dan permukaan jalan pada akhirnya.

Tipikal kerusakan karena pengaruh air adalah lubang. Sekali lubang terbentuk maka air akan tertampung di dalamnya sehingga dalam hitungan minggu lubang yang semula akan membesar dengan cepat. Itulah sebabnya kerusakan jalan sering dikatakan bersifat eksponensial.

Ketika ikatannya longgarpun, sebenarnya tidak masalah kalau tidak ada beban. Namun, ketika ikatannya lunggar lalu ada kendaraan lewat, inilah yang mengawali kerusakan. Awalnya muncul lubang kecil, kecil tadi semakin membesar. Hubungan kerusakan jalan terhadap waktu terjadi secara eksponensial. Sebenarnya, ketika jalan didesain, ia harus kuat terhadap beban lalu lintas. Umur rencana 5 tahun umumnya diterapkan untuk jalan baru. Jalan yang rusak karena beban biasanya bercirikan retak dan kadang disertai dengan amblas.

diambil dari :

Alvian Dahmur, Techno Konstruksi.

About these ads

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 24/08/2010, in Jalan Raya. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. Yudi siswa grafika

    saya mau tanya,jika kerusakan jalan karena lubang yang semakin lama semakin membesar,jadi untuk mencegah terjadinya lubang harus di tanggulangi dengan apa? saya sering berfikir kenapa jalanan selalu rusak kembali padahal sudah di perbaiki, adakah solusi untuk ini? lalu bahan apa yang paling baik untuk konstruksi bangunan jalan raya? mohon bantuanya

  2. sanggapramana

    begini mas jadi untuk jalan aspal kita tahu, sangat rentan terhadap air. Jadi saat pelaksanaan fisiknya harus benar2 lajur jalan itu harus miring sehingga air yang jatuh di lajur jalan langsung mengalir ke drainase di samping jalan. Tapi kadang2 memang ada sedikit masalah di jalan aspal kita, misalnya tanah dibawah jalan yang bergerak, sehingga menyebabkan jalan aspal di atasnya mengalami perubahan bentuk sehingga pada saat hujan dapat menggenangi jalan yang berubah bentuk tersebut. Yang kedua, beban kendaraan, berat kendaraan yang berlebihan dan berhenti pada satu titik di atas jalan aspal dapat mengakibatkan aspal jalan tersebut ambles sehingga dapat menjadi genangan pada saat hujan. mungkin cuman itu pendapat saya. makasih

  3. aslkum
    saya mau tanya mas, ciri sifat tanah yang manakah yang dapat menyebabkan jalan menjadi rusak? tanah apa saja yang dimaksudkan?
    trimakasih.

    • Wa’alaikumsalam. Jenis tanah yang menyebabkan jalan rusak itu tanah yang kembang-susut, yang mengembang apabila terkena air dan pecah2 kalau kering. bayangkan saja kalau ada tanah seperti dibawah jalan. Dan tanah yang dilewati patahan lempeng bumi.

  4. Tanah yg mmpunyai kembang susut tinggi disebut juga tanah ekspansif dengan pengembangan potensial lebih dari 2,5% yang nilai aktifnya lebih besar dari 1,25 (nilai aktif adlah perbandingan Indeks Plastisitas dgn persentase kadar lempung).
    Makanya sebelum pelaksanaan pekerjaan jalan, dilakukan dulu investigasi tanah dasar utk mengetahui kondisi tanah dasarnya.
    Jika dalam penyelidikan tanah dasar ditemukan titik2 yg memiliki CBR rawan maka perlu dilakukan penggantian tanah dasar dengan menggali pada kedelaman tertentu, stabilisasi, pemadatan,

  5. Tanah yg mmpunyai kembang susut tinggi disebut juga tanah ekspansif dengan pengembangan potensial lebih dari 2,5% yang nilai aktifnya lebih besar dari 1,25 (nilai aktif adlah perbandingan Indeks Plastisitas dgn persentase kadar lempung).
    Makanya sebelum pelaksanaan pekerjaan jalan, dilakukan dulu investigasi tanah dasar utk mengetahui kondisi tanah dasarnya.
    Jika dalam penyelidikan tanah dasar ditemukan titik2 yg memiliki CBR rawan maka perlu dilakukan penggantian tanah dasar dengan menggali pada kedelaman tertentu, stabilisasi, pemadatan,
    Untuk lebih jelasnya lihat di Spesifikasi Umum 2010 Bina Marga di Divisi 3 Pekerjaan Tanah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya.

%d bloggers like this: