Monthly Archives: September 2010

Perencanaan Pengendalian Proyek Konstruksi (Part 1)


Mengapa diperlukan teknik scheduling ?????

  • Semua pekerjaan memerlukan perencanaan untuk dapat dilaksanakan dengan baik
  • Metode kerja beserta tahapannya harus dituangkan sehingga dapat dibaca dengan baik oleh pelaksana pekerjaan
  • Pekerjaan dalam bidang konstruksi mempunyai batas waktu tertentu
  • Semakin kompleks suatu proyek, kebutuhan menggunakan network planning semakin besar karena ketergantungan satu pekerjaan terhadap pekerjaan lainnya.

Sejarah singkat teknik scheduling

  1. 1917 Henry Gantt memperkenalkan Barchart
  2. 1956 CPM dikembangkan oleh Du Pont Co
  3. 1957 Charles Clark memperkenalkan CHART
  4. 1961 Prof. John Fondahl memperkenalkan PDM

BAGAN BALOK ( BAR CHART )

Keuntungan

Sederhana dan mudah dipahami

Kerugian

  • Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya
  • Sukar untuk mengadakan perbaikan
  • Untuk proyek berukuran besar dan bersifat  kompleks, penggunaan bagan balok tidak efektif

Gambar Bar Chart

JARINGAN KERJA ( NETWORK )

Pemakaian Jaringan Kerja :

  1. Metode Jalur Kritis ( Critical Path Method )
  2. Metode PERT ( Project Evaluation and Review Technique )
  3. Metode Presenden Diagram ( Presendence Diagram Method )

Jaringan Kerja merupakan langkah penyempurnaan metode bagan balok dengan kegunaan sebagai berikut :

  • Menyusun urutan kegiatan proyek yang memiliki sejumlah besar komponen dengan hubungan ketergantungan yang kompleks
  • Membuat perkirakan jadwal proyek yang paling ekonomis
  • Mengusahakan fluktuasi minimal penggunaan sumber daya

Langkah awal membuat jaringan kerja adalah mengkaji lingkup proyek , kemudian menguraikannya menjadi komponen-komponennya untuk meningkatkan akurasi perkiraan kurun waktu kegiatan & logika ketergantungan diantara kegiatan-kegiatan tersebut.

Membuat jaringan kerja didasarkan atas logika ketergantungan :

1.  Ketergantungan Alamiah :

Sebagian besar ketergantungan disebabkan oleh kegiatan itu sendiri

2.  Ketergantungan Sumber Daya :

Ketergantungan diakibatkan oleh terbatasnya dana atau sumber daya

Pengaruh Cuaca

Dikenal ada 2 pendekatan untuk pengaruh cuaca, yaitu :

  1. Memasukkan faktor cuaca ke dalam masing-masing kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut dikaji sejauh mana kepekaannya terhadap pengaruh cuaca selama proyek berlangsung
  2. Tidak memasukkan faktor cuaca ke dalam perkiraan waktu masing-masing kegiatan tetapi memperhitungkan kurun waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.

Menggambar Jaringan Kerja

Usaha menyusun urutan kegiatan yang mengikuti logika ketergantungan dapat dipermudah dengan pertanyaan sebagai berikut :

  • Kegiatan apa yang dimulai terlebih dahulu
  • Mana kegiatan berikutnya yang akan dikerjakan
  • Adakah kegiatan-kegiatan yang dapat berlangsung sejajar
  • Perlukah mulainya kegiatan tertentu menunggu yang lain

Arrow Diagram

METODE LINTASAN KRITIS (DIAGRAM PANAH/ARROW DIAGRAM)

  • Kegiatan pada diagram panah diwakili oleh panah
  • Lingkaran yang ditempatkan pada awal dan akhir kegiatan menandakan kejadian (event) awal dan akhir (starting and finishing)


  • Kegiatan-kegiatan dihubungkan satu dengan lainnya sesuai cara yang logis untuk menunjukkan urutan konstruksi
  • Untuk menghindari jumlah kejadian yang terlalu banyak dalam jaringan, kejadian akhir dari kegiatan pendahulu adalah juga kejadian awal dari kegiatan pengikut

  • Diagram panah kadang memerlukan Dummy Activities untuk melengkapi logika jaringan, penambahan dummy bukan untuk menciptakan tambahan ketergantungan yang tidak perlu.

WAKTU KEJADIAN / EVENT TIME dan LINTASAN KRITIS (Penjadwalan Waktu)

Empat waktu kejadian untuk tiap kegiatan :

  1. Waktu mulai paling awal / earliest start date (ESD)
  2. Waktu selesai paling awal / earliest finish date (EFD)
  3. Waktu mulai paling lambat / latest start date (LSD)
  4. Waktu selesai paling lambat / latest finish date (LFD)

ESD dan EFD dihitung pertama melalui sepanjang jaringan dari awal hingga akhir (langkah ke depan / forward pass)

  • Diasumsikan bahwa proyek dimulai dari waktu yang ke 0
  • EFD dari kegiatan paling awal sama dengan ESD-nya ditambah durasinya
  • EFD dari kegiatan yang mendahuluinya kemudian menjadi ESD dari kegiatan yang mengikuti
  • EFD dari kegiatan paling akhir menunjukkan durasi total dari proyek
  • Jika dua atau lebih kegiatan pendahulu l1, l2, . . . . . . . . . , ln bertemu pada nodal awal dari kegiatan pengikut J, ESD dari kegiatan J sama dengan nilai maksimal dari EFD dari kegiatan-kegiatan pendahulu l

LFD dan LSD dihitung untuk tiap kegiatan dalam jaringan dihitung kemudian melalui sepanjang jaringan dari akhir hingga awal (langkah ke belakang / backward pass)

  • LSD dari kegiatan pengikut J menjadi LFD dari kegiatan pendahulu i
  • LSD dari kegiatan l sama dengan LFD-nya dikurangi durasinya
  • Jika dua arah atau lebih kegiatan pengikut J1, J2 . . . . . . . . Jn berasal dari nodal akhir kegiatan pendahulu l, LFD dari kegiatan l sama dengan nilai minimal dari LSD kegiatan pengikut J

Kegiatan-kegiatan dengan ESD sama dengan LSD dan EFD sama dengan LFD adalah kegiatan-kegiatan kritis.

Free Float and Total Float

  1. Kegiatan non kritis pada jaringan ditandai dengan tersedianya sejumlah tenggang waktu yang besarnya bervariasi
  2. Kegiatan tersebut tidak harus dimulai pada ESD-nya asalkan tidak terlambat hingga melebihi tenggang waktu yang tersedia atau waktu selesainya tidak melebihi LFD-nya.
  3. Tenggang waktu yang tersedia disebut sebagai Float :
    • Free Float (FF) adalah sejumlah waktudimana sepanjang itu kegiatan pada jaringan dimungkinkan mengalami penundaan tanpa menunda EFD dari kegiatan pengikut.

  • Total Float (TF) adalah sejumlah waktu dimana sepanjang itu kegiatan pada jaringan dimungkinkan mengalami penundaan tanpa menunda EFD dari seluruh proyek

 

Sumber : Kuliah Perencanaan dan pengendalian Proyek Konstruksi (Dosen:Dr.Henny Pratiwi Adi, ST, MT)

Struktur Pelindung dari Gempa (Steel Braced-Frame)


Sebagian besar bangunan saat ini telah  didesain sedemekian rupa sehingga saat terjadi gempa bumi dengan intensitas besar, maka bangunan tersebut dikorbankan untuk menyelamatkan penghuninya. Walaupun dalam bencana gempa bangunan tersebut tidak roboh, tetapi mengalami kerusakan berat, sehingga strukturnya mengalami deformasi dan tidak layak dari segi struktur. Sehingga mau tidak mau bangunan tersebut harus dirobohkan.

Pengertian

Steel Brached Frame adalah suatu  inovasi baru yang telah diteliti oleh para peneliti dari Stanford University of Lullinos. Dimana Steel Brached Frame merupakan struktur rangka baja yang mendukung  bangunan utama, letaknya berada di luar bangunan (eksterior). Rangka baja ini didesain dapat bergoyang ke atas dan ke bawah (akibat elastisitas urat (tendon) baja) saat terjadi goncangan gempa sampai dengan 7 Skala Righter (SR).

Dalam aplikasinya, sistem ini dapat dipasang sebagai bagian awal dari desain awal bangunan, atau bisa juga dipasang pada bangunan yang sudah berdiri. Sistem ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan dan tentunya memberikan keselamatan bagi penghuninya. Jadi sistem ini diyakini lebih ekonomis dan lebih aman.

Komponen Steel Brached Frame

Setelah melihat gambar di atas, maka bagian -bagian Steel Brached Frame adalah :

  1. Struktur bangunan berwarna putih pada gambar di atas adalah gedung 3 lantai yang akan dilindungi Steel Brached Frame dari bahaya gempa.
  2. Warna merah adalah rangka baja utama dari Steel Brached Frame
  3. Warna hijau adalah pondasi baja untuk mendukung rangka baja Steel Brached Fram.
  4. Warna kuning adalah fuses (sekering) yang berfungsi untuk melenturkan, membuang induksi energi dari gempa, dan memperkecil kerusakan, serta membatasi kerusakan bangunan hanya pada area tertentu.
  5. Kabel berwarna putih yang berada di depan dan di belakang fuses (sekering) adalah tendon (urat baja) yang terdiri dari kawat-kawat baja pilinan. Tendon ini didesain elastis ketika gedung sedang digoncang gempa. Namun ketika goncangan berakhir, tendon yang terbuat dari material baja berkekuatan tinggi akan menyesuaikan pada panjang semula dan menarik gedung pada posisi semula.

Uji Coba Rangka Steel Brached Frame

Untuk mendapatkan hasil kinerja dari sistem struktur tahan gempa tersebut, telah dilakukan beberapa pengujian goncangan sistem struktur Steel Brached Frame di Hygo Earthquake Engineering, Miki City, Jepang.

Mereka menggunakan model gempa di Kobe, Jepang, yang berkekuatan 6,9 SR (tahun 1995) dan gempa Northbridge yang berkekuatan 6,7 SR (tahun 1994). Hasil pengujian, ternyata struktur Steel Brached Frame tersebut mampu menahan daya rusak gempa. Kerusakan yang terjadi pada bangunan gedung, hanya di sekitar fuses (sekering) saja sehingga dapat dengan mudah diganti. Padahal, di akhir pengujian para peneliti meningkatkan kekuatan gempa buatan 1,75 kali lebih besar dari gempa Northbridge.

Pustaka :

Techno konstruksi ,september 2010

google (untuk gambar)

Rembesan Air Dalam Tanah


Rembesan air dimaksudkan untuk mengukur kemampuan tanah dilewati oleh air melalui pori-porinya.

Menurut hukum Darcy, debit air (Q) yang melalui penampang massa tanah (A) adalah :

Q = k i A

Keterangan

k = koefisien rembesan (coefficient of permeability)

i = gradien hidrolik

Satuan yang biasa dipakai adalah cm/det, dalam sistim cgs dan ft/day dalam satuan f.p.s

Koefisien Rembesan (k) dalam laboraturium dapat ditentukan sebagai berikut :

a) Pengukuran dalam “Tegangan Tetap” (Constant Head)

b) Pengukuran dalam “Tegangan Berubah” (Variable/Falling Head)

Pengukuran Dalam “Tegangan Tetap”

Sejumlah air di alirkan melalui kumpulan tanah yang akan di selidiki. Debit (Q) dapat ditentukan dengan isi air yang keluar dibagi jumlah waktu yang digunakan.

Pengukuran dalam “Tegangan Berubah”

Penurunan air dalam jangka waktu dt dan dh.

Dengan hukum Darcy, banyaknya air dalam jangka waktu dt adalah :

dQ = k * h/L * A * dt

dQ = adh  ;  a = luas pipa

- a*dk  =  k * h/L * A * dt

- a * dh/h = k * A/L * dt

Integrasi antara batas h1  sampai dengan h2 dan O  sampai dengan t

Aliran air yang melalui pori tanah di anggap laminer dan debitnya dapat dinyatakan sebagai berikut :

Dimana :

Ck = adalah konstanta

D = tergantung pada ukuran butir tanah

µ, w, dan e mempunyai nilai seperti biasanya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi koefisien rembesan :

a) Ukuran butiran tanah

Menurut Allen azen, koefisien rembesan pasir dapat dinyatakan sebagai berikut :

D10 dalam cm dan k dalam cm/det

b) Sifat dan pori cairan

Dinyatakan dengan w

c) Kadar pori

Sesuai dengan persamaan barusan d atas, k adalah perbandingan langsung dari

Ck adalah faktor yang tergantung pada ketelitian pemasangan pipa pada tanah.

d) Susunan struktur parikel

Daya Rembesan Dari Tanah yang Berlapis-lapis

Susunan lapisan tanah pada gambar dalam II – 3, masing-masing lapis dari tanah adalah homogen tersendiri.

a) Aliran sejajar lapisan

Q = V1h1 + V2h2 + V3h3 + . . . . . . . . . . . . . . .

Kecepatan rata-rata



Pipa Dengan Turbin


Seperti dilihat pada gambar di atas, garis tenaga (EL) turun secara teratur berhimpit dengan garis tekanan (HGL). Di bagian curat, garis tenaga menurun sedikit, sedang garis tekanan memisah turun dengan tajam menuju ujung hilir curat dimana tekanannya adalah tekanan atmosfer.

Dengan mengabaikan tenaga sekunder, maka tinggi tekanan efektif (H) adalah :

Daya yang tersedia pada curat :

P  =  Q H γ


dengan,

P = daya pada curat (kgf m/det)

Q = debit aliran (m3/det)

H = tinggi tekanan efektif (m)

γ = berat jenis zat cair (kgf/cm3)

Pustaka :

Modul ajar Mekanika Fluida dan Hidraulika 2, Unissula. Ir. M. Faiqun Ni’am, MT dan Ir . H. Wahono Busro, MS

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir

Pompa Dalam Sistem Perpiapaan


Pompa dapat dipandang sebagai alat untuk menaikkan tekanan atau energi potensial air. Dengan pompa maka tinggi tekanan yang telah berkurang, dapat dinaikkan kembali sehingga sistem dapat mengalirkan air.

Pompa mengalirkan air ke satu arah dengan menaikkan tinggi tekanan di sebelah hilir dan menurunkan tekanan di sebelah hulu.

Karakteristik pompa tidak ditunjukkan oleh diameter pompa & kecepatan putarnya, tetapi oleh debit yang dapat dihasilkannya untuk berbagai variasi tinggi tenaga yang harus ditambahkan. Semakin tinggi, head yang harus ditambahkan, semakin kecil debit yang dapat diproduksi (lihat grafik).

Pompa dapat dipasang seri maupun pararel. Pada pompa yang serupa karakteristiknya, dan dipasang SERI, tinggi tekanan naik dua kali lipat tetapi debit pompa tetap,

Pada pompa PARAREL, tinggi tekanan tetap, tetapi debit pompa menjadi 2 kali lipat.

Dalam praktek, pemasangan pompa secara seri kadang menyulitkan operasional. Misalnya ada 2 pompa, emudian salah satunya macet dan berhenti bekerja, maka pompa yang lain juga harus segera dimatikan agar bebannya tidak berat.

Dalam sistem pipa, selain digunakan pompa untuk menaikkan zat cair dari elevasi berbeda, zat cair itu sendiri dapat dimanfaatkan tenaganya untuk memutar turbin pembangkit tenaga listrik. Untuk mendapat kecepatan yang besar, pada ujung diberi curat.

Pustaka :

Modul ajar Mekanika Fluida dan Hidraulika 2, Unissula. Ir. M. Faiqun Ni’am, MT dan Ir . H. Wahono Busro, MS

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir

Reverse Osmosis Membrane


Reverse Osmosis Membrane adalah suatu alat untuk mengolah air asin dari laut, air gambut dan air limbah perumahan atau industri menjadi air bersih yang layak minum.

Pada pengolahan air laut, air asin yang jumlah garamnya 3 – 4,5 % harus dipisahkan dengan menggunakan teknologi desalinasi, antara lain dengan proses distilasi (penguapan), proses elektrodialisis, dan proses dengan menggunakan membran seperti teknik Reverse Osmosis (R/O).

Reverse Osmosis adalah istilah teknologi yang berasal dari osmosis sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul solvent (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah berkonsentrasi tinggi melalui membran supermeable. Membran ini menunjuk ke membran sel atau membran apapun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari itu. Gerakan dari solvent berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai pada 2 sisi membran.

Disini terjadi suatu proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, ia mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap solute dari 1 sisi dan membiarkan pendapatan solvent murni dari sisi satunya.

Reverse Osmosis merupakan tingkat penyaringan yang ke-5 atau teknologi penyaringan yang tertinggi pada saat ini. Dalam proses ini terjadi penyerapan air melalui membran (filter), sekaligus memblok kandungan partikel dan molekul lainnya, yang terkandung di dalam air. Dengan hyperfiltration, R/O memaksa air beserta molekulnya, menembus membran. Sebagaian besar air yang tidak dapat menembus membran ini, akan berbalik arah untuk diproses kembali dengan menambahkan tekanan pada larutan yang lebih padat (air terpolusi) melalui membran semi-permiabel, sehingga menghasilkan air bersih yang bebas dari polutan.

Membran R/O berteknologi tinggi ini mempunyai pori-pori yang sangat kecil, yaitu hanya 0,0001 mikron (500.000 kali lebih kecil dibandingkan sehelai rambut manusia). Dengan membran ini maka dapat menyingkirkan berbagai mikroorganisme, logam berat, bakteri, virus, bahan anorganik dan bahan berbahaya lainnya yang terlarut dalam air.

Dengan demikian hanya molekul air saja yang dapat menembus membran sehingga dapat menghasilkan air 99,99% . Karena air yang dihasilkan sedemikian murni maka sering disebut air murni R/O.

Pustaka :

Danial/fadjar.P, Majalah Tren Konstruksi edisi Agustus 2010

Kehilangan Tenaga Pada Pipa


A. Mayor Losses/Kehilangan Energi Primer ; yi :

Kehilangan energi akibat gesekan dengan dinding pipa sebelah dalam.

B. Minor Losses/Kehilangan Energi Sekunder ; yi :

Kehilangan energi setempat akibat dari pembesaran penampang, pengecilan penampang, diafragma, dan belokan pipa.

MAYOR LOSSES

EL = Energy Line (Garis Tenaga)

HGL = Hydrolic Gradien Line (Garis Tekanan)

Rumus Darcy-Weisbach

MINOR LOSSES

a) Perbesaran Penampang

Dari gambar, tampak : (dipandang titik 1 dan 2)

dengan rumus bernoulli

Dengan :

D = Diameter Pipa

V = Kecepatan Aliran

Q = A1 . V1 = A2 . V2

Dari titik 1 ke titik 2, aliran adalah “steady non uniform”. Persamaan Impuls Momentum adalah :

Dari persamaan 1 dan  2 maka di dapatkan :

ada beberapa alternatif lain untuk mencari kehilangan tenaga (hf) dengan mengotak atik rumus di atas :

KEADAAN KHUSUS

(1) Kejadian khusus bila pipa masuk reservoir, dalam hal ini :

(2) Kejadian khusus dalam hal ini apabila perbesaran penampang dibuat secara berangsur-angsur, maka :


dan masih banyak lagi kejadian khusus seperti pengecilan pipa, pembelokan penampang dll.

Pustaka :

Modul ajar Mekanika Fluida dan Hidraulika 2, Unissula. Ir. M. Faiqun Ni’am, MT dan Ir . H. Wahono Busro, MS

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir



Peta Zonasi Gempa Baru Juli 2010


Menteri Pekerjaan Umum baru-baru ini telah meluncurkan peta zonasi gempa Indonesia yang baru. Menurut Ketua Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010, Prof. Ir. Mahsyur Irsam, MSE.,PhD, berdasarkan peta sebelumnya gempa di batuan dasar di wilayah Jakarta berada dalam zona kerawanan sebesar 0,15 g, sedangkan sekarang masuk 0,3 g. “Tetapi dengan perhitungan sampai permukaan tanah hasilnya tidak jauh berbeda, ada peningkatan tetapi tidak ekstrim”, ujar Mahsyur Irsam.

Gambar Tim Revisi Peta Gempa 2010 menghadap Mentri PU

Peta gempa yang baru-baru ini direvisi bertujuan agar perhitungan konstruksi terhadap beban gempa lebih akurat sehingga mengurangi resiko korban jiwa dan kerugian material.

Perbedaan Peta Terbaru dan Lama

Secara umum terdapat perbedaan mendasar antara peta zonasi gempa indonesia sebelumnya dan yang terbaru. Ketua Tim Revisi gempa Indonesia, Prof. Ir. Mahsyur Irsam, MSE.,PhD menjelaskan bahwa peta tahun 2010 ini memiliki periode ulang gempa mencakup 2500 tahun. Tetapi periode periode gempa 500 tahun dan 1000 tahun juga ada, tinggal tergantung kebutuhan penggunaan peta. Kalau jembatan bentang ada yang didesain hingga periode ulang gempa 1000 tahun. Sedangkan peta yang lama (tahun 2002) hanya mencakup periode ulang gempa 500 tahun.

Kalau dulu hanya percepatan maksimum di batuan dasar tetapi sekarang percepatan maksimum dan respon spektra di batuan dasar. Respon spektra hubungannya dengan kandungan frekuensi, jadi dengan adanya respon spektra sudah mencerminkan kandungan frekuensi goyangan gelombang gempa di batuan dasar. “ini terutama dibutuhkan untuk perencanaan gedung”, jelas Mahsyur Irsam yang merupakan staf pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sekarang untuk satu periode ulang yang sama peta bisa digunakan untuk semua jenis bangunan seperti gedung / infrastruktur jalan, bendungan dan jembatan. Sedangkan peta terdahulu hanya memiliki 1 jenis periode ulang saja yaitu 500 tahun, tetapi petanya dibeda-bedakan berdasarkan jenis bangunan yaitu untuk gedung dan infrastruktur.

Peta terbaru yang dihasilkan ada 9 buah, yaitu masing-masing 3 peta untuk periode ulang 500, 1000, dan 2500 tahun. Masing-masing 3 itu terdiri dari percepatan maksimum, respon spektra 0,2 detik dan respon spektra 1 detik. Akibatnya cara perhitungan struktur bangunan untuk menghadapi gempa juga turut berubah. Sama seperti sistem sebelumnya, peta terbaru ini hanya memberikan zonasi gempa di batuan dasar, sedangkan bangunan ada di atas permukaan tanah. Karenanya kedalaman batuan dasar dan jenis tanah yang berlapis-lapis mempengaruhi kekuatan gempa yang mengguncang suatu bangunan pada suatu wilayah. Untuk keperluan perhitungan dikeluarkan faktor koreksi tanah untuk mendapatkan nilai besaran gempa di permukaan tanah. Segera setelah diluncurkan peta zonasi gempa ini akan ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) yang juga termasuk di dalamnya penetapan faktor koreksi tadi dan juga terkait material bangunan tahan gempa. Rencananya di penghujung tahun 2010 ini SNI sudah bisa ditetapkan.

Arti Warna Pada Peta

Di dalam peta zonasi gempa ini, ada wilayah yang diberi warna biru, kuning, serta merah hingga warna gelap keunguan. Biru dan kuning menandakan kalau wilayah tersebut memiliki tingkat respon spektra atau bahaya gempa yang relativ sangat rendah.

Sedangkan wilayah dengan warna merah menunjukkan kalau daerah tersebut struktur batuan dasar dan tanahnya lebih sensitif terhadap getaran. Kondisi ini dapat menimbulkan gempa dengan daya rusak lebih besar jika terjadi pergeseran atau getaran di perut bumi. Warna gelap keunguan menandakan tingkat kerusakan akibat gempa yang mungkin terjadi paling tinggi.

Untuk pembuatan peta gempa 2010 ini Kementrian Pekerjaan Umum membentuk tim kerja yang terdiri dari para pakar di bidangnya, yang berasal dari Institut Teknologi Bandung(ITB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Anggota Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010 antara lain:

  1. Prof. Masyhur Irsyam – (Ketua – Geoteknik Kegempaan – ITB),
  2. Dr. I Wayan Sengara – (Wakil Ketua – Geoteknik Kegempaan – ITB),
  3. Fahmi Aldiamar, ST., MT. (Sekertaris – Geoteknik Kegempaan – PU),
  4. Ir. M. Ridwan Dpl.E.Eng (Geologi – PU),
  5. Ir. Engkon K. Kertapati (Geologi – Badan Geologi),
  6. Danny H. Natawidjaja, PhD (Geologi – LIPI),
  7. Prof. Sri Widiyantoro (Seismologi – ITB),
  8. Wahyu Triyoso, PhD (Seismologi – ITB),
  9. Drs. Suhardjono (Seismologi – BMKG),
  10. Dr. Irwan Meilano (Crustal Deformation – ITB),
  11. Ir. M. Asrurifak, MT (Geoteknik Kegempaan – ITB).

Pustaka :

Rahmat HT, Majalah Tren Konstruksi edisi Agustus

Peresapan


Setiap gedung harus memenuhi syarat-syarat teknik penyehatan terutama syarat yang menyangkut kesehatan lingkungan hidup dan pencegahan pengotoran alam lingkungan itu. Untuk itu gedung dilengkapi dengan fasilitas penyediaan air bersih untuk keperluan rumah tangga (makan, minum, mandi, cuci, dll). Untuk mencegah pengotoran lingkungan gedung atau rumah harus dilengkapi dengan fasilitas sanitasi, seperti saluran tata riol, untuk pembuangan air hujan dan air limbah, untuk pembuangan sampah.

Air hujan umumnya tidak begitu kotor dan tidak terlalu membahayakan lingkungan selama dialirkan dengan baik, karena itu pembuangan air hujan boleh dilakukan melalui saluran-saluran terbuka, dibuat dari pasangan batu, ke saluran pembuangan yang ada.

Kotoran air limbah dari WC  harus dibuang melalui saluran tertutup dan dibuang melalui pipa ke suatu tempat pengendapan kotoran, tempat pengendapan ini bisa berupa septic tank atau berupa sumur kotoran.

Di dalam septic tank atau sumur kotoran, bahwa kotoran mengendap, sedang airnya dibuang ke dalam riol air limbah yang ada. Kalau tidak ada riol ini, air kotor dari septic tank atau sumur kotoran dialirkan ke suatu sumur peresapan melalui pipa yang berlubang-lubang, berdiameter kira-kira 10 cm. Isi sumur peresapan terdiri atas 3 lapis, tiap lapis 0,5 m tebalnya. Lapis terbawah adalah pasir, di atasnya adalah selapis kerikil halus dan lapis teratasnya adalah kerikil kasar, supaya tidak lekas menjadi rapat terisi butir-butir tanah. Dinding sumur peresapan dilapisi ijuk. Peresapan dibuat dengan jarak paling sedikit 2 meter dari septic tank. Air dari kamar mandi dan bak cuci boleh dialirkan masuk ke dalam sumur peresapan.

Pustaka :

Kumpulan Gambar Teknik Bangunan, Drs.Daryanto

Kekasaran Bidang Alir Zat Cair


Tinggi kekasaran (k) adalah tinggi efektif ketidakteraturan permukaan bidang batas yang membentuk kekasaran.

Kekasaran Relatif adalah perbandingan antara kekasaran & jari-jari hidraulis atau perbandingan kekasaran dan diameter pipa.

Pada gambar (a) diatas k<SL ; maka kekasaran tidak punya pengaruh terhadap aliran. Alirannya disebut : HIDRAULIS LICIN

Untuk gambar (b) di atas SL < k < ST ; sehingga kekasaran berada di daerah transisi. Alirannya disebut : ALIRAN TRANSISI

Untuk gambar diatas (c) dimana, k > ST dan k>SL ; maka kekasaran berada di daerah Turbulen. Permukaan ini disebut : HIDRAULIS KASAR.

Pustaka :

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir

Bilangan Reynolds


Tahun 1884 OSBORNE REYNOLDS melakukan percobaan untuk menunjukkan sifat aliran laminer dan turbulen.

Reynolds menunjukkan bahwa untuk kecepatan aliran yang kecil, zat warna akan mengalir dalam satu garis lurus seperti benang/sumbu pipa.

Bila kecepatan bertambah besar, benang warna akan mulai bergelombang & akhirnya pecah/menyebar pada seluru aliran dalam pipa. Kecepatan rerata pada saat benang warna mulai pecah disebut kecepatan kritis.

Tiga faktor yang mempengaruhi aliran di atas :

  • Kekentalan zat cair (μ)
  • Rapat massa zat cair (ρ)
  • Diameter pipa (D)

Dari percobaan di atas, ditemukan rumus yang kemudian di kenal dengan sebutan : BILANGAN REYNOLDS/ANGKA REYNOLDS.

Bilangan Reynolds dihitung dengan rumus :

Dengan :

V = Kecepatan aliran (m/dt)

D = Diameter pipa (m)

V = μ/ρ = Kekentalan kinematik (m2/dt) , (untuk air dengan t = 20 C, V = 10-6 m2/dt)

Re < 2000       =  Aliran Laminer

2000 < Re < 4000  = Aliran Transisi

Re > 4000       =  Aliran Turbulen

Batas Kritis bawah & atas adalah Re antara 2000 dan 4000

Pustaka :

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir

Pasir Beton dan Pasir Pasang


Pasir untuk konstruksi dibedakan menjadi 2, yaitu pasir beton dan pasir pasang

Pasir Beton

Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-coran struktur seperti kolom, balok dan pelat lantai.

Untuk mendapatkan kekuatan beton yang optimal maka pasir harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :

a)Pasir beton harus bersih, bila diuji dengan larutan pencuci khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh endapan tidak kurang dari 70%.

b) Kadar butiran yang lewat ayakan 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5% berat.

c) Angka kehalusan butir (FM) terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji dengan rangkaian ayakan 0,16 ; 0,315; 0,63; 1,25; 2,50; 0,5 dan 10 mm, fraksi yang lewat ayakan 0,3 mm minimal 15% berat.

d) Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton. Untuk memeriksanya pasir direndam pada cairan 3% NaOH, cairan di atas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding.

e) Kekekalan terhadap larutan Na4SO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 12% berat. Kekekalan terhadap larutan MgSO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 10% berat.

f) Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi, reaksi pasir terhadap alkali harus negatif.

Pasir Beton


Pasir Beton (sudah dicuci)


Pasir Pasang

Berdasarkan tempat penambangan, maka pasir pasang di bedakan dalam 2 jenis sebagai berikut :

  1. Pasir Gunung, adalah pasir yang diperoleh dari hasil galian , butirannya kasar dan tidak terlalu keras. Biasanya pasir jenis ini mengandung pozolan (jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras sehingga membentuk suatu massa padat dan sukar dalam air).

Pasir Gunung Galunggung

Pasir gunung

2. Pasir Sungai, adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan.

Pasir Sungai

Tips : Pasir harus ditempatkan dalam ruang yang terlindung dari hujan dan terik matahari dan ditimbun sedemikian rupa sehingga tidak menjadi degresi.

Pustaka :

Kumpulan Gambar Teknik Bangunan, Drs.Daryanto

Mesin Aduk Beton/Molen


Dalam pelaksanaan pekerjaan beton telah banyak digunakan mesin aduk beton atau”molen”, dengan mesin ini hasil adukan akan tercampur lebih merata dan lebih sempurna. Selain hasil adukan baik ternyata kecepatan aduk lebih meningkat dan biaya aduk lebih murah dibandingkan dengan mengaduk dengan tenaga manusia.

Keterangan nomor gambar di atas :

1)Tabung Aduk : Tabung aduk berupa bejana berbentuk silinder dengan bagian bawah tertutup dan lapisan atas berbentuk kerucut terpancung. Pada ujung atas kerucut terdapat lubang mulut tabung aduk untuk memasukkan bahan-bahan susun adukan beton dan untuk menumpahkan adukan beton setelah selesai dicampur. Di dalam tabung aduk terdapat daun-daun yang membantu mencampur bahan-bahan susunannya.

2)Motor : Motor gerak yang ditempatkan pada kerangka mesin aduk berguna untuk menggerakkan tabung aduk hingga tabung aduk dapat berputar.

3)Roda Molen : agar mudah memindahkan molen

4) Kerangka : Merupakan tubuh dari mesin yang dilengkapi dengan roda dan batang tarik mesin hingga mesinnya dapat dengan mudah dipindah-pindahkan.

5)Roda Pembalik Tabung : Roda pembalik berguna untuk mengubah kedudukan tabung aduk pada waktu diisi bahan-bahan susun dan ketika untuk menumpahkan hasil adukan.

6)Batang Tarik Mesin : untuk memudahkan memindahkan molen.

7)Kunci Roda Pembalik : Kunci ini berguna untuk mengunci roda pembalik tabung aduk agar dapat dipindah ke tempat lain. Bila mesin ini tidak digunakan untuk menarik, batang dapat dimasukkan ke dalamkerangka mesin, dan bila akan digunakan untuk menarik maka batang dikeluarkan/dipanjangkan.

Perawatan Mesin

  1. Setelah mesin selesai digunakan mesin dibersihkan dengan air hingga sisa-sisa adukan yang melekat pada mesin hilang.
  2. Mesin dikeringkan sampai betul-betul kering, bebas dari air (tidak basah).
  3. Diolesi dengan minyak (oli) terutama bagian-bagian yang berputar, misalnya poros/as, gigi-gigi tabung atau gigi-gigi roda pembalik agar tidak berkarat.
  4. Kemudian disimpan di tempat yang terlindung dari hujan, bila perlu diberi penutup.

Pustaka :

Kumpulan gambar teknik bangunan, Drs.Daryanto

Pengalamanku Mborong Kecil-Kecilan


Pada awal Ramadhan tahun 2010 ini budeku (kakak dari ibuku) ingin ngerehab rumah mertuanya yang sudah wafat kedua-duanya.Anak tunggal dari mertuanya itu tak lain adalah suami dari budeku itupun sudah meninggal dunia,  sehingga rumah itu sudah dibiarkan kosong selama setahun lebih. Nah, rumahnya itu gak lain adalah rumah bikinan eyangku (ayah dari ibuku dan budeku) yang sudah meninggal dunia, dulunya beliau adalah seorang developer yang sering membuat perumahan, termasuk rumah tinggalku sekarang.

Tahap Survey

Awalnya rumah milik Bapak Suparman itu (mertuanya budeku) rencana awalnya gak ada niat untuk di rehab, cuman mau mlester ulang doank, cos plesterannya pada waktu itu sudah pada ngelupas, disamping itu rumahnya yang berada kira-kira ± 10 cm di bawah as jalan depan rumahnya. Ya, kalo hujan lumayan juga air yang masuk kerumah, kata tetangganya. hehe

Yah, pantes kalo plesterannya pada copot, mungkin juga gak ada trasramnya. Jadi air-air pada kapiler ke dindingnya. Lalu, plesterannya itu lho, teballlllll banget, kira-kira 5-6cm, trus yang bikin gak awet ternyata plesterannya itu banyak mengandung kapur, (kan enak tukangnya kalo mlester pake kapur) disamping cepet, kapur juga mudah melekat ke dinding pada awalnya. Tapi ya umur plesterannya gak bertahan lama.

Gambar Dinding Batako dan Plester

Nah, plesterannya kan udah pada copot tuh, jadi kelihatan kalo dindingnya pake batako, saat kupegang batakonya, wahhh parah, langsung pada rontok batakonya cuman kaya pasir yang nempel di dinding. Mungkin gara-gara umur rumahnya yang sudah 34 tahun, dan pada waktu buat rumah itu, batakonya eyang ku nyetak sendiri .haha, kan tahun 70 an, jadi ya ga kaya batako-batako jaman sekarang.Dan juga rumah itu ternyata itu rumah pertama yang dibangun di kawasan itu, jadi ya kaya rumah contoh gitu, hehe. La, calon tukang yang sebelumnya mau ngerjain plesteran itu jadi gak berani, takut plesterannya gak mau nempel. haha, dan  ntar kalo pas nyopot plesteran yang lama takut batakonya juga ikut rontok. haha. Lalu kami juga nge-cek apakah bangunan ini ada sloofnya atau tidak, karena dipukul pake palu di bagian list bawah dinding, kok lunak. .ternyata batako. Setelah di pecah ubinnya dan di pecah lantai kerja ubinnya ternyata sloofnya tertanam sekitar 25 cm di bawah ubin.

Ya, udah setelah pulang. . Mamahku kompromi deh ma budeku, akhirnya rumah itu akan di rehab, dengan Pakdeku yang bernama Ir. Alfanadi Birawa sebagai perencana atau arsiteknya, dan mamahku yang mborong / pelaksananya. Oke, pengalaman borong pertamaku dimulai sekarang. . .

Perencanaan

Rencana awal dari rehab ini adalah meninggikan elevasi rumah kira-kira 40 cm dari as jalan. Agar kelihatan lebih cantik, tata ruang nya juga di ubah, dan juga ada rencana untuk di tingkat, tapi bertahap tidak sekarang. . jadi dari sisi perkuatan pondasi, kolom, balok dan pelat lantai (atau biasa disebut dak) sudah diperhitungkan untuk rumah tingkat 2.

Nih desain tampak rumahnya, ,

Catatan : Yang berwarna hitam di belakang rumah itu cuman background aja, bukan termasuk bagian bangunan.

Gambar ini sudah lama digambar oleh pakde saya, tapi pelaksanaannya baru awal Ramadhan ini.

Pelaksanaan

Saat ini saya masih duduk di bangku kuliah, tepatnya baru akan menginjak semester 3 bulan depan (sekarang masih liburan) hehe. . Jadi saya belum mempunyai pengalaman di bidang ini, dan juga mamah saya sebenarnya juga belum ada pengalaman, tapi beliau sudah pernah bekerja di dinas Cipta Karya kira-kira 14 tahun, tetapi 3 tahun terakhir ini sudah pindah ke Bappeda Ungaran. Sedangkan ayah saya adalah seorang Kosultan Teknik, pada bidang yang sama, dan beliau juga menyuruh saya untuk mengawasi pembangunan salah satu pasar di kota Semarang. Alhamdulillah, pengawasannya dimulai akhir lebaran jadi untuk saat ini saya dan mamah saya bisa muter-muter nyari barang material.Oh, iya karena rumah ini hanya di Renovasi dan letaknya juga di perkampungan (tidak di pinggir jalan raya) jadi ya nggak perlulah ngurus IMB, hihihi.

Tahap 1 (Analisa RAB)

Pada tahap ini mamah saya yang menghitung keselurahan anggaran untuk rehab rumah ini dari awal sampai selesai, mencakup pekerja, material, kira-kira 29% total anggaran untuk pekerja (tukang, tenaga, mandor, logistic, keamanan) dan 70% untuk material dan 1% untuk transport.

Tahap 2 (Nyari Pekerja)

Berhubung bawahan mamah saya di kantor adalah mantan tukang, jadi bisa deh di kenalin tukang-tukang kenalannya. Setelah itu kepala tukang datang ke rumah dan deal harga untuk pekerjaan borongan rehab rumah tersebut.

Tahap 3 (Instruksi ke Kepala Tukang & Pekerjaan Bongkaran)

Karena pekerjaannya borongan, tukangnya udah gak sabar pengen cepet ngerjain, waktu lebaran juga udah mepet .Jadi 2 hari kemudian sudah mulai pekerjaan bongkarannya, pertama-tama tukangnya di beri penjelasan sama arsiteknya, setelah itu ya langsung bongkar-bongkar sesuai perintah. Untuk Keperluan listrik, kalo nyebut tiang T apa kabel T, yang ada di atas genteng kan harus ijin PLN kalo mau di pindah letaknya selama bongkaran. Tapi tukangku kreatif  jadi yang tadinya ditopang genteng yang sudah di bongkar, digunakan kayu-kayu untuk menyangga “T” itu, tanpa memindah posisi “T” nya.

Tahap 4 (Galian Tanah dan masang uitzet Bouwplank)

Setelah selesai mbongkar-mbongkar, lanngsung deh, mecahin ubin lama, karena ubinnya juga udah jelek jadi sekalian aja di pecah ,hihihi. Biar, kalo di urug nanti airnya gak menggenang di atas ubin. Rencananya sih, urugan untuk menaikkan elevasi dari sisa-sisa bangunan yang hancur kalo kurang baru ambil tanah urug.

Pada saat penggalian tanah, sloof lama memang masih kuat, jadi tidak dihancurkan, agar hubungan yang sudah ada tidak terputus. Meskipun nanti akan dipasang sloof yang baru. Jadi pondasi menerus batu kali, ditempatkan di atas sloof lama, tanpa merusaknya. . lalu nanti sloof yang baru berada di atas pondasi batu kali.

Sekarang penggalian untuk fondasi Footplat / Voetplat , bingung yang bener mana, hihihi, ada yang nyebut juga cakar ayam, (HA??? cakar ayam kan untuk tanah lunak dan untuk Proyek Mega struktur biasanya), hihihi. Ya, gak papa., kalo bahasanya gitu ya fleksibel aja.Lalu, saat penggalian pondasi pada kedalaman 1 meter, ternyata air tanahnya udah muncul, hahaha. . yah, makmur bgt bumi Indonesia, cuman kedalaman 1 meter aja udah keluar air. hahaha. ya udah, jadi agak berat deh waktu pengecoran nanti. hehe

(Tahap 5) Belanja Material

Setelah pekerjaan bongkaran dan pondasi selesai, waktunya belanja material nih. . Pertama-tama kami survey dulu Toko Material terdekat, di samping dekat juga gak akan kena biaya transport saat material di kirim. Ya, udah untuk keperluan semen, pipa, dan alat-alat mekanikal elektrikal pesen ma TB di dekat proyek.

BESI

Untuk keperluan Besi untuk Pondasi, kami pesen yang udah jadi. , untuk pondasi footplat pesen 3 buah yang penuh dan 3 buah yang setengah. .dengan  tulangan ø 12 dan ø12 untuk tulangan ke atas, untuk sambungan kolomnya nantinya, dengan jumlah tulangan 6 buah. 1 buah pondasi seperti ini  harganya Rp 230.00 rupiah, jadi kalo 6 ya kira-kira Rp 1.380.000. Saya memesan di salah satu toko di sebelah Stadion Diponegoro Semarang yang memang bergerak di bidang pembuatan pembesian pondasi, kolom, sloof, balok yang sudah jadi.

Untuk gambar di kiri itu footplat jadi yang ukuran penuh dengan ø 12 tulangannya untuk pondasi dan sambungan kolom 1 meter ke atas, jumlah tulangan kolomnya ada 6 buah. Kalo gambar yang kanan, pondasi footplat yang setengah untuk diletakkan di sudut yang berhubungan langsung dengan dinding tetangga.

Untuk keperluan kolom praktis tukangnya minta pesen yang sudah jadi, jadi saya pesen kolom praktis ukuran 10/10 panjang 4 meter dengan ø10 dan tulangan begel ø6 .Saya memesan 7 buah dengan harga perbuah @ 125 ribuan.

Dan juga saya memesan besi ø12 sebanyak 21 batang untuk kolom dan balok, besi ø10 sebanyak 12 batang untuk keperluan sloof dan begel sloof ukuran 10/15 yang sudah jadi sebanyak 120 buah, dengan perkiraan jarak begel 20 cm.

karena ada pembesian yang sudah pesan jadi, maka untuk pembayaran tukang besi untuk pekerjaan-pekerjaan yang besinya sudah jadi akan berkurang.

PASIR

Untuk material pasir, didatangkan dari kenalan mamah saya dengan jumlah awal ini sebanyak 6m3 (1 rit) dengan alat angkut truk sedang, pasir yang di gunakan adalah pasir pasang dari lereng merapi, warnanya sangat hitam. Pasir in digunakan untuk keperluan pondasi batu kali dan sloof. Untuk cor kolom dan pelat lantai akan digunakan pasir muntilan.Diperkirakan akan dibutuhkan 2 rit pasir lagi. (sebenarnya akan digunakan pick-up untuk alat angkutnya, karena warga tidak setuju kalo truk masuk kampung,takut jalannya rusak, untung ada mas Dedi selaku gali dan keamanan di kampung itu, jadi bisa mbantu masukin material pake truk, hahaha)

BATU PECAH

Untuk keperluan pondasi batu kali di gunakan batu pecah sebanyak 5 m3,didatangkan dari bawen dengan truk sedang juga dan orang yang sama.

SPLIT (Kricak)

Batu ukuran 1/2 sebanyak 3,5 m3. Diangkut dengan truk dan dipesan pada orang yang sama.

BATU BATA

Batu batanya pesan dari temanggung, tebalnya sampai 5 cm, jadi ya pesen 5000 buah + bonus 300 buah. Bagus ko, cuman ya agak mahal buat transportasinya juga jadi harga batanya @ Rp 500/buah.



SEMEN & lain-lain

Untuk semen digunakan semen gresik 40kg, harganya 41 ribu/zak. Semen ini akan digunakan untuk pekerjaan pondasi batu kali dan footplat serta sloof. Semen ini dibeli di TB terdekat, dan sudah di DP 2 juta, untuk keperluan mendadak seperti paku, ember, pipa dll. Untuk transaksinya hanya 1 orang yang boleh memesan, yang sudah ditetapkan, sehingga orang lain tidak bisa mengambil untuk keamanan.Untuk pekerjaan kolom dan pelat lantai akan digunakan semen 3 roda.  Untuk cat tembok nanti dipakai merk Visto Lux, isi 20 kg, sebanyak 5 buah @ Rp 200.000.

(Tahap 6) Pekerjaan Pondasi Batu Kali dan Footplat

Material sudah tersedia saatnya tukang beraksi, ,pertama-tama bikin pondasi batu kali dulu di tanah yang udah digali. Kalo ada sloof lama, ya pondasinya nindih sloof itu jadi sloof yang lama juga tetap berfungsi. setelah jadi semua, lalu masang footplatnya, jangan lupa beton decking di bagian bawahnya ya, biar besinya keselimut beton. Oh, iya ada masalah ternyata tempat pondasi untuk Footplatnya tergenang air, ya terpaksa harus dikuras dulu air secara manual pake ember. Nah kalo airnya udah habis, langsung cepet-cepet dipasang footplatnya biar airnya gak datang lagi. Tapi ya, tetap airnya dateng walaupun sedikit. Jadi ya airnya harus di giring, dengan cara adonan betonnya di tuang dari pinggir ke tengah, jadi airnya ke bagian pinggir yang masih kosong, lalu dikuras lagi, baru di cor lagi. gitu. . hehe

Untuk pemasangan pondasi harus diukur dari as pondasi yang satu ke as ppondasi yang lain, agar nantinya kolom di atasnya akan sesuai dengan yang direncankan.


di atas gambar prosesnya, kalo yang dibawah udah jadi, setelah di cor footplatnya, di atasnya di taruh batu kali lagi dan dicor lagi biar kuat. haha. .


Oh, iya untuk untuk tulangan yang untuk sambungan kolom harus disisain 40 cm dari ujung atas, untuk keperluan penyambungan dengan kolomnya nanti.

(Tahap 6) Pekerjaan Sloof dan Nyambung Kolom

Setelah semua footplat selesai terpasang, lalu besi kolom disambungkan pada besi sambngan dari footplat dengan jarak 40 cm, dan ujungnya seperti jangkar. Pertama-tama tukang ngrakit besi buat sloof dan begel nya,lalu masang di tempat sloof di rencankan, sloof harus menyatu dengan sambungan kolom dari footplat dan kolom utamanya lho ya, agar ada hubungan yang kuat nantinya antara sloof , pondasi footplat dan  kolomnya.Kalo udah nyiapin bekistingnya. Disini pak tukang menyarankan bekisting sloofnya make listplank bekas dari bongkaran agar lebih hemat. Ya, udah langsung ngecor aja, jangan lupa beton deckingnya ya, hehe. Ohya bekistingnya pake listplank bekas bongkaran jadi gak usa beli papan bekisting nih

hehe

Pak tukang berpesan juga pada saya, kalau dalam pembuatan sloof ternyata waktu tidak memadai sehingga harus di lanjutkan keesokan harinya, tidak boleh menyambung di sembarang tempat. Dipilih tempat yang dirasa kuat untuk sambungan. Selain itu sloof yang akan disambung adonan betonnya harus dibuat miring 45 derajat. Agar nantinya sloof yang sudah keras dan sloof yang baru ada hubungan yang kuat gitu. Saya ilustrasikan seperti gambar di bawah :

(Tahap 7) Pekerjaan Pasangan Batu-Bata

Pekerjaan pasangan batu batanya biasa sih, sesuai dengan denah. . Tapi ada sedikit bagian di bagian ruang tamu nanti yang di ekspos, sehingga batu-batanya juga dipilih yang baik, dan plesterannya harus rajin. Kata pak tukangnya waktu bikin bata yang diekspos juga butuh waktu yang lumayan, hehe. .Nih gambarnya bata yang akan diekspos, tapi belum difinishing lo ya. .


Wah, warnanya gak karuan. . di samping silau cahaya matahari, juga kamere hapenya jelek, maklumlah. hehe

Pekerjaan Beton

antara lain pembetonan sloof, pembetonan kolom, pembetonan balok latiu, ring balok, dan pelat lantai. Untuk pekerjaan kolom, di cor sepenuhnya setelah pekerjaan dinding bata selesai. Jadi bekisting yang digunakan hanya di 2 bagian sedangkan 2 bagian lain sudah terhimpit bata.

Pekerjaan ring balok & pelat lantai

Sebelum pekerjaan dimulai udah harus pesen material pasir 5,5 m3, besi 30 lonjor, dan semen 3roda 20 zak.

Untuk pekerjaan ring balok ukuran 15/18 dengan 7 besi longitudinal, diameternya 12mm (maut bener!!) hehe,

Gambar perakitan balok ring

Gambar pemasangan balok ring

Gambar pemasangan balok ring


Aku lagi ngikat begel pakai bendrat

Untuk pekerjaan pelat lantai perakitan besinya dilakukan setelah ring balk dipasang, untuk ketebalan pelat lantai 10 cm antara lain, decking 2 cm dan tebal pelat bersih 8 cm. Untuk pendukung staiger dan scafolding pake bambu 50 buah, dan lainnya pake sisa-sisa kayu bongkaran seperti usuk. Buset, aku takut bener waktu manjat liat pembesian pelat lantai ,hihihi, maklum belum pernah manjat-manjat (trauma dulu jatuh dari lantai 2) hehe


Gambar Staiger/perancah untuk pelat lantai garasi

Gambar penulangan pelat lantai

Gambar tulangan pelat, balok, dan stek kolom

sesudah dipasang tulangan pelat lantainya, langsung aja di cor ma pak tanto(bos borongnya) mengerahkan tukang-tukangnya. Untuk kegiatan pengecoran ini tenaga yang dibutuhkan atau pekerjanya jauh lebih banyak dari hari biasanya, karena cor pelat lantai ini harus langsung jadi. Jadi ya harus quickly, ada yang ngaduk semen, ada yang nganter dan ada yang stand by di atas untuk ngecor dan rodding adonan betonnya.

Untuk papan pelat lantai yang bagian bawahnya pake triplek ukuran 8 mm, harganya mahal bo !! beli 8 buah kemarin, hampir 1 juta. Jadi pengen coba baja bondek untuk ngecor pelat lantai, belum pernah masalahnya, hihi.

Sesudah umur pelat lantainya 16 hari, udah berani di copot , dari perancah bambu sampai tripleknya. Bagian bawah yang dipapan triplek langsung mulus banget cor betonnya, jadi gak usah di plester lagi, hehe.

Udah selesai terus ya diplester lagi bagian atas pelat lantainya, dibuat kemiringan  ke samping (bagian keluar rumah) ntar juga mau dibuatkan talang dari beton di situ.

Oke, lanjut sekarang bikin bagian ruang tamu, kamar tamu, sama terasnya.

udah selesai semua sih sebenere, udah lama aku gak nulis blog karena sibug kuliah ma ngurusin pembangunan ini, hehe. .

mulai dari sloof, sampe ring balk sudah terpasang, cuman di teras ada pelat juga tapi cuman hiasan gak ada beban hidup, ukuran 1,5 x 2 dibawahnya ada topi-topi sepanjang 40 cm,  lalu juga untuk kamar tidur tamunya kan ukuran 4,5 x 3 . .ada sebagian sepanjang 1,5 x 3 yang pake cor pelat lantai juga, tapi juga gak ada rencana ada beban hidup nantinya, cuman ada talang beton di atasnya, untuk ngalirin air dari kuda-kuda dari teras sampai masuk ruang keluarga, dan juga dari gunungan besar dari ruang keluarga sampai paling belakang. (bingung ya?? hehe)

Tampak Depan Teras sudah hampir jadi

Gambar Kuda-Kuda Kayu

Di gambar terlihat pak tukangnya lagi ngecat kayu pakai TEER, biar tahan rayap, tapi ya gak dijamin seumur hidup juga, hehe. Nih kuda-kuda bentangannya 5 x 5,5 bagian depannya limas jadi ada jurainya. sudut kuda-kudanya 43 derajat. Cukup megah dan juga menambah kebutuhan gentengnya dan juga genteng di belakangnya juga karena sudut gunungan di rumah bagian belakang juga harus dibuat 43 derajat.

Disini bahan kuda-kuda,gording, dan usuk yang terlihat di gambar pake kayu kruing (kayu kalimantan) ciri-cirinya yang paling keliatan ya kayunya berwarna kemerah-merahan. Untuk kuda2 pake kayu 6/12 , gording 6/12, usuk 5/7, gapit 5/10. Untuk usuk yang bagian samping (digambar belum dipasang) pake kayu bengkirai ukuran 5/7 juga, dan rengnya 3/5 juga dari bengkirai.

Sudah beli genteng juga nih, disebut glasir juga bisa, tapi kualitas nomor 2,

kurang rapi tu waktu melaminnya jadi kayak ada tonjolan2 gitu, deh, huufftthhhhhhhhh


nah sekarang lagi bengkokin pembesian untuk hiasan beton di jendela teras, seperti terlihat di gambar tampak depan, nih pake besi ø8 untuk besi memanjangnya, dikasi begel juga bentuk segitiga, ^^ karena tulangannya 3.

Pembesian Ram Jendela

nanti ram di atas jadi bersihnya lebar 10 cm dan tebalnya 6 cm.

Sekarang genteng sudah naik, ntar tinggal nunggu ujan datang kan bulan oktober jadi mungkin sering ujan untuk ngecek gentengnya bocor apa nggak

Gambar pemasangan genteng

yah alhamdulillah sudah mau jadi,sudah kelihatan cantik  (hehe), moga2 aja gak ambruk., hehe

sebenarnya hari selasa ini mau madatkan tanah pake stamper, tapi gak jadi karena tukangnya takut, kalau getaran stampernya menghancurkan cor2annya (haha), jadi dipadatkan manual, nih stemper punya eyangku alhamdulillah, masih ada sisa peninggalan dari beliau.

Stamper eyangku

tambahan untuk mas ary yang menanyakan tentang ram-raman beton di jendela, bisa dilihat di gambar di bawah. itu cuman variasi ko, biar cantik rumahnya, hehe

Gambar beton variasi untuk jendela (tampak depan)


Gambar beton variasi untuk jendela (tampak samping)

Rumus Tiang Pancang


Telah banyak percobaan-percobaan yang dilakukan untuk menentukan daya dukung daripada tiang pancang dengan mengadakan pencatatan pada waktu pemancangan (calendering). Ada sekelompok teknis yang mempersamakan usaha dari jatuhnya alat tumbuk (hammer) dengan kerja yang dilakukan oleh alat pancang :

jadi,

W*H = R*S + Z

dimana :

W = berat daripada alat pancang

H = Tinggi jatuhnya alat tumbuk

R = Tahanan batas dari tanah yang menahan turunnya tiang pancang

S = Besar penurunan tiang pancang pada setiap diadakan penumbukan

Z = Besarnya kehilangan tenaga yang disebabkan oleh banyak faktor

Menentukan harga daripada Z adalah sangat sulit karena adanya kehilangan tenaga selama pemancangan itu, di antaranya adalah :

  • Adanya tekanan/penempatan sementara di tanah
  • Adanya tekanan sementara daripada tiang pancang
  • Adanya pantulan daripada alat penumbuk tiang pancang
  • Adanya deformasi elastis daripada alat tumbuk itu sendiri

Rumus Pancang Belanda (Hollandse Hei – Formula)

Ada kelompok teknisi lain di antaranya adalah Eitelwein (1820), yang mendasarkan pada rumus-rumus teori tumbukan dari Newton dengan mengadakan percobaan penumbukan.

Dari hasil hasil calendering disusun rumus-rumus tumbuk untuk menentukan data dukung daripada tiang pancang.

Oleh karena itu banyaknya faktor-faktor yang mempengaruhi daya penahan ini seperti tersebut di atas, maka banyak pula rumus-rumus yang dipakai, akan tetapi hasilnya berbeda-beda dan tidak sesuai dengan keadaan sebenarnya. Salah satu dari rumus-rumus yang dapat dipakai adalah dinamakan “Hollandse Hei Formula” atau rumus Eitelwein.

Dimana, :

m = Banyaknya pukulan di dalam tocht terakhir (30 pukulan untuk tiang baja, 20 pukulan untuk tiang beton)

B = Beratnya besi penumbuk (kg)

T = Beratnya tiang (kg)

H = Tinggi jatuh rata-rata selama tocht terakhir (cm)

n = Faktor keamanan : dalam tanah pasair = 4, dalam tanah liat = 6

W = Adalah muatan terbesar yang diperkenankan untuk 1 tiang

Z = Turunnya tiang selama tocht terakhir (cm)

Kalau Z sudah ditentukan atau diukur, maka harga W dapat dihitung, sebaliknya kalau W ditentukan, yaitu berat bangunan dengan muatannya di bagi dengan banyaknya tiang, maka Z dapat dihitung pula.

Biasanya tiang pancang ditumbuk sedemikian rupa sehingga turunnya rata-rata selama 3 tocht terakhir lebih kecil daripada Z yang dihitung.

Untuk mempermudah pekerjaan, sering juga dipakai daftar seperti dinyatakan di halaman sebaliknya, yang dikutip dari :

“Warerboukiende” Ir. Honing

Contoh Penggunaan :

Ditentukan :

Suatu tiang pancang panjangnya 10 m

Ditumbuk dengan besi tumbuk seberat 500 kg

Tinggi jatuh 2 m, turun selama tocht terakhir = 80 cm

Ditanyakan :

Daya dukung daripada tiang ?

Jawab :

Dari daftar di atas dapat dilihat

Daya dukung tiang akan berada 0pada 6000 kg dan 8000 kg.

Dengan interpolasi didapat W = 7125 kg

Untuk tiang pancang yang panjangnya antara 10 m dan 14 m boleh diambil antara harga-harga yang diberikan dalam daftar tersebut dengan menginterpolasi secara lurus.

Engineering News Formula

Rumus-rumus yang lebih mudah yang didasarkan pada pengalaman di lapangan dan yang masih sering digunakan di Amerika Serikat disebut “Engineering News Formula”, telah dikembangkan oleh Wellington (1888).

Dimana, :

c = adalah suatu faktor yang harganya

Faktor angka 12 dimasukkan sebab H dinyatakan dalam Feet sedangkan harga S dalam inchi.

Apabila faktor angka keamanan Fs = 6, maka beban yang diizinkan Rs pada tiang untuk Drop Hammer dan angka untuk Single Acting Hammer adalah :

Untuk Double Steen Hammer :

Dimana, :

A = Luas daripada permukaan alat tumbuk

p = Tekanan uap pada piston

Rumus Pancang A. Hilley.

Sebagai perbandingan dengan mudah dapat digunakan rumus dari Hilley yang banyak dipakai di bahasa Inggris.

Dimana, :

H = Tinggi jatuh alat tumbuk (inchi)

k = Suatu coefficient yang harganya selalu 1 yang menunjukkan efisiensi dari pada pukulan hammer

c = c1 + c2 + c3 yang menunjukkan besarnya kehilangan tenaga yang disebabkan oleh karena tekanan/penempatan sementara pada :

  1. Kepala dan packing dari alat pancang (c1)
  2. Pada tiang pancang (c2)
  3. Pada tanah (c3)

Harga : S, c2 dan c3 dapt diukur pada setiap pekerjaan seperti yang ditunjukkan pada gambar di atas.

Sebuah pensil digerakkan dengan tangan pada sepanjang papan petunjuk dengan kecepatan yang tetap dari kiri ke kanan (lihat gambar (a))

Sementara itu pada waktu bersamaan, tiang akan bergerak ke bawah oleh adanya pukulan hammer dan kemudian bergerak kembali (memantul) ke atas menuju bentuknya semula, pencatatan ditunjukkan oleh gambar (b), yang diperoleh pada selembar kertas yang dilekatkan di tiang

Daftar Pustaka :

Pondasi tiang Pancang ,jilid 1m Ir. Sardjono HS








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 205 pengikut lainnya.