Author Archives: sanggapramana

Metode Sand Pumping untuk Masalah Abrasi Pantai


Sand Pumping, adalah suatu metode dengan melakukan pengambilan pasir di laut lepas pada kedalaman antara 40 – 50 meter, menggunakan kapal TSHD. Pasir disedot ke dalam lambung kapal berkapasitas kurang lebih 10.000 m3, dalam sekali perjalanan (trip). Pasir tersebut, kemudian dibawa ke lokasi pumping yang sudah siap dengan perpipaan sepanjang 6 km. Dipasang kira-kira 3km di laut dan 3km di pesisir pantai. Setelah itu dihubungkan dengan pipa tersebut, kemudian material pasir disemprotkan pada lokasi pantai yang terkena abrasi. dalam sehari, dapat dilakukan 3 – 4 penyemprotan. Volume pasir untuk keseluruhan proyek diperkirakan sekitar 1 juta m3.

Gambar 1   Snapper east outlet

(sumber : derm.qld.gov.au)

Dalam proses pemasangan pipa hanya terkendala oleh masalah cuaca gelombang laut. Karena semuanya sudah terfabrikasi, jadi tidak ada masalah dengan schedule yang ditetapkan. Untuk kebutuhan material pasir pun tidak masalah. Karena deposit yang tersedia sangat besar. Untuk pantai kuta diperlukan sekitar 896 ribu m3 hanya 1/10 dari deposit pasir yang tersedia disana.

Metode Sand Pumping. Dilakukan untuk mengatasi masalah abrasi yang terjadi, sehingga garis pantai menjadi menjorok ke darat. Juga, mengakibatkan kerusakan bangunan yang berada di pesisir pantai. Ganris pantai yang semakin menjorok ke darat, diperlukan sand fill untuk mengembalikan posisi garis pantai seperti semula. Volume sand fill yang cukup besar memerlukan metode yang tepat untuk mempercepat waktu pelaksanaan. Untuk menghadapi masalah tersebut, dipilih Sand Fill 896 ribu m3 dalam waktu 896 ribu m3 dalam waktu 36 hari dengan metode sand pumping.

Gambar 2  Sand Pumping

(sumber : zigzag.co.za)

 

Proses pelakasanaan pekerjaan di lapangan diawali dengan review terhadap analisis dampak lingkungan yang sangat mutlak dilakukan, karena hal ini merupakan point awal dalam pelaksanaan proyek agar tidak menimbulkan permasalahan lingkungan dan sosial dikemudian hari.

Langkah berikutnya, adalah perizinan penambangan pasir laut. Dikarenakan daerah pengambilan pasir laut berada 3 mil dari garis pantai, maka proses perizinan tambang untuk galian C jenis pasir laut.

Sebelum pengambilan pasir, terlebih dahulu dilakukan  kegiatan sand investigation untuk mengetahui kualitas pasir, daerah sedimen dan kedalamannya, ketebalan pasir serta kandungan volume pasir. Sand Investigation dilakukan dengan beberapa tahap, yaitu :

  • Seismic Survey , yang terdiri dari Tide Observation dan Analysis (untuk mengetahui kondisi ombak dan gelombang di daerah pengambilan pasir)
  • Batymetri of Borrow Area, (untuk mengetahui keadalaman pasir)
  • Sub Bottom Profilling , (untuk mengetahui profil kedalaman laut)
  • Side Scan Sonar, (untuk mengetahui letak pasir dan letak batu karang)
  • Geotecnical Investigation, meliputi Core Sampling (dilakukan dengan metode drop core dan Grab Sample), dalam proyek Bali Beach Conservation untuk mengambil sample pasir dilakukan sejumlah 295 titik) dan sand quality (pengujian kualitas pasir dilakukan di laboraturium berdasarkan hasil core sampling).

Proses berikutnya adalah pemetaan pasir didasarkan dari hasil soil investigation, meliputi core sampling (dilakukan dengan metode drop core dan Grab Sample, dalam proyek Bali Beach Conservation mengambil sample pasir dilakukan sejumlah 295 titik) dan sand quality (pengujian kualitas pasir dilakukan di laboraturium berdasarkan hasil core sampling).

Proses berikutnya adalah pemetaan pasir didasarkan dari hasil sand investigation, dalam pemetaan dicantumkan area pengambilan pasir yang memenuhi spesifikasi, besarnya volume yang bisa diambil dari pemetaan pasir (perhitungan besar volume berdasarkan Terramodel 3D Model) didapat hasil sebagai berikut : Volume Pasir yang terkandung dalam Wilayah borrow area sebesar 3.1 juta m3. Luas Area pengambilan pasir 1,7 juta m2. Volume pasir yang memenuhi syarat sebesar 1,6 juta m3. Volume yang dibutuhklan untuk sanfill 896 ribu m3. Daerah pengambilan dibagi menjadi 2 tempat Blok A dan Blok B (sesuai dengan pertambangan).

Persiapan yang tepat

Proses berikutnya adalah persiapan sand suction dan sand pumping. Pada tahapan pekerjaan ini terdiri dari : pemasangan silt protector yang bertujuan untuk mencegah serta mengurangi kekeruhan air (turbidity) saat pemompaan pasir berlangsung, serta pemasangan Sinker Pipe yang berfungsi sebagai saluran pemompaan dari kapal TSHD ke darat. Sinker Pipe dibagi menjadi tiga jenis :

  1. Floating Pipe (Rubber Pipe) dipasang antara connecting antara kapal dengan pipa.
  2. Welding Pipe sebagai pipa yang ditenggelamkan di dasar laut.
  3. Bolt Joint Pipe dipasang di posisi darat.

Persiapan alat berat dilakukan untuk langsung meratakan pasir dari pemompaan pipa, komposisi alat terdiri dari :

  • Buldozer DZ 15  (4 unit)
  • Excavator PC 200 (5 unit)
  • Wheel Loader W250  (2 unit)

Penjadwalan terhadap kapal TSHD harus sangat tepat, terhadap persiapan di darat baik kesiapan pemasangan Silt Protector, Sinker Pipe, alat berat, dan man power yang bekerja 24 jam penuh, karena pihak kapal akan mengklaim, jika ada kesalahan dari pihak penyewa, dan besarnya klaim sangatlah mahal (78 ribu euro/hari atau 1 milyar/hari).

Sand Suction dan Sand Pumping merupakan tahap pelaksanaan pekerjaan berikutnya. Proses sand suction menggunakan trailing sebanyak 2 unit yang berada di kanan kiri lambung kapal. Dalam tahapan sand suction, pihak kapal terlebih dahulu memetakan letak borrow area ke dalam navigasinya, tidak boleh melewati batas yang diijinkan. Jika sudah di area penambangan pasir trailing di turunkan, dalam hal ini kapal bergerak sambil menghisap pasir.

Sedangkan sand pumping menggunakan sistem pemompaan dari hooper ke darat melalui saluran Sinker Pipe, Hopper yang terisi pasir dipompakan air sehingga pasir dalam kondisi cair, dalam kondisi ini pasir dipompakan.

Pengukuran volume pasir dilakukan dua kali, yaitu : pertama, perhitungan volume di Hopper TSHD sebagai Claim Volume terhadap pihak kapal. Perhitungan volume di Hopper dilakukan dua kali, yaitu :

  • Pertama, perhitungan volume saat Hooper terisi penuh (Full Load) dan perhitungan volume saat kosong (Rest Load) Volume = Full Load – Rest Load.
  • Kedua, Perhitungan volume profil sebagai claim terhadap kontrak. Perhitungan volume dengan data surveyor.

Pada saat proses pemompaan pasir, waktu kerja selama 24 jam penuh, dengan rata-rata pengisian 4 rate per hari, untuk persiapan tenaga kerja diatur 3 shif dengan waktu kerja 8 jam/hari, berlaku juga untuk operator.

Pengisian pasir Proyek Bali Beach Conservation Package IV dimulai tanggal 4 September 2008 dan berakhir tanggal 10 Oktober 2008 (lama pengisian 36 hari), dengan jumlah pengisian pasir 896 ribu m3 (rata-rata pengisian 6.200 m3/rate) dengan 144 kali pengisian.

Pengamatan terhadap lingkungan dilakukan pada saat sebelum, selama dan setelah pemompaan pasir. Pengamatan dilakukan terhadap kekeruhan (turbidity) akibat pemompaan. Sehubungan dengan lokasi proyek berada di area publik, maka selama pemompaan diberikan ristrick area (area terbatas) untuk keamanan pengunjung pantai atau wisatawan agar tidak melintasi/melewati area proyek.

Proyek ini merupakan proyek yang dilaksanakan untuk kepentingan turis. “Rasanya jarang pemerintah mengeluarkan dana yang cukup besar untuk proyek semacam ini”. Proyek Bali Beach Conservation menghabiskan dana hampir 340 milyar.

—Selesai—-

Sumber :

Techno Konstruksi Majalah, edisi 19, April 2009

Ir. Pande Ketut Gede Karmawan

 

Biografi Singkat Nabi Muhammad SAW


Muhammad SAW berasal dari kalangan suku Quraisy. Ayahnya bernama Abudllah ibn Abdul Muthalib dan ibunya bernama Aminah binti Wahab. Garis nasab ayah dan ibunya bertemu pada Kilab ibn Murrah. Apabila ditarik ke atas, silsilah beliau sampai pada N abi Ismail as dan Nabi Ibrahim as.

Muhammad SAW lahir di Mekah Al-Mukarammah pada hari Senin 12 Rabi’ul Awal, bertepatan dengan 20 April 571 M pada tahun Gajah. Disebut tahun Gajah, karena pada saat lahir beliau lahir, Mekah diserang oleh Abrahah yang bermaksud menghancurkan Ka’bah dengan menggunakan seekor gajah yang besar. Tetapi serangan Abrahah gagal karena pasukan Abrahah itu diserang penyakit mengerikan. Penyerangan Abrahah ke Mekah ini diabadikan dalam Al-Qur’an surat Al-Fil.

Muhammad SAW dilahirkan sebagai yatim. Ayahnya Abdullah wafat tiga bulan setelah menikahi ibunya. Nama Muhammad merupakan pemberian kakeknya, Abdul Muthalib. Sebuah nama yang tidak lazim dan populer di kalangan suku Quraisy saat itu. Beliau beberapa hari disusui oleh Tsuwaibah, sahaya Abu Lahab, kemudian dilanjutkan penyusuan dan pengasuhannya oleh Halimah al-Sa’diyah.

Ketika berusia 5 tahun, beliau dikembalikan kepada Aminah. Akan tetapi, setahun kemudian ibu kandung yang dicintainya ini pun wafat (usia Muhammad 6 tahun). Abdul Muthalib melanjutkan pengasuhan atas cucunya sampai kakek yang bijak ini juga wafat dua tahun kemudian (usia Muhammad 8 tahun). Sejak usia 8 tahun, tanggung jawab untuk mengasuh dan membesarkan Muhammad SAW selanjutnya dipikul oleh Abu Thalib, salah seorang putera Abdul Muthalib yang paling miskin, tetapi sangat disegani dan dihormati oleh penduduk Mekah.

Ketika usia 12 tahun, Muhammad SAW ikut pamannya Abu Thalib untuk berdagang ke Syiria. Ketika Abu Thalib sampai Bushra, ia bertemu dengan pendeta Kristen, Buhaira namanya. Pendeta itu melihat tanda-tanda kenabian pada diri Muhammad sebagaimana termaktub dalam kitab suci yang dipercayainya. Ia memperingatkan Abu Thalib agar menjaga keselamatan Muhammad dari orang-orang Yahudi di Syiria yang apabila melihat tanda-tanda itu mungkin akan mencelakainya bahkan membunuhnya. Oleh karena itu, Abu Thalib mempersingkat keberadaannya di Syiria kali ini dan setelah itu tidak pernah lagi berpergian jauh meninggalkan kota Mekah.

Tatkala Muhammad SAW berusia 15 tahun, terjadi peperangan antara suku Quraisy dan kabilah Hawazin. Perang ini disebut dengan perang Fijar yang artinya pendurhakaan. Disebut demikian karena penyebab terjadinya perang ini adalah pelanggaran yang dilakukan oleh kabilah Hawazin terhadap aturan dan adat setempat. Dalam perang ini, Muhammad membantu pamannya memungut anak panah yang dilontarkan musuh dan sesekali melepaskan anak panah ke pihak musuh. Perang ini terjadi selama empat tahun, kendati hanya terjadi beberapa hari saja setiap tahunnya. Perang ini berakhir dengan perdamaian yang melahirkan perserikatan (organisasi) bernama hilf al-fudhul (sumpah utama). Di organisasi ini, Muhammad terpilih menjadi anggotanya dan merupakan anggota termuda.

Selain aktif dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, masa remaja Muhammad SAW dilalui dengan menggembala kambing keluarganya dan kambing penduduk Mekah di daerah Jiad. Pada waktu-waktu tertentu, Muhammad dan keluarganya mengunjungi pasar Ukadz, Majanah dan Dzu al-Majaz untuk mendengarkan sajak-sajak yang dibawakan ahli-ahli syair ternama di Arab, yang disebut penyair Mudlahhabat dan Mu’allaqat.

Pada usia 24 tahun, Muhammad SAW bergabung dengan kelompok dagang Siti Khadijah untuk melakukan perniagaan (perjalanan bisnis) ke Syiria. Ini adalah kunjungan kedua Muhammad ke Syiria. Di sini, Muhammad menunjukkan kepiawaiannya dalam berdagang. Sikap dan tutur kata Muhammad ketika menawarkan barang dagangan menarik minat calon pembeli untuk berbelanja kepadanya, sehingga barang yang ditawarkan itu laku keras dan beliau memperoleh keuntungan besar. Hal inilah yang melahirkan suka cita yang amat dalam pada diri Khadijah kepada Muhammad. Kekaguman Khadijah atas keagungan pribadi Muhammad menimbulkan hasrat untuk menjadikan beliau sebagai pendamping hidupnya.

Menginjak usia 25 tahun, Muhammad mendapat pinangan dari Khadijah untuk menjadi suaminya. Khadijah menyuruh Nafisah pembantunya yang setia untuk menjumpai Muhammad dan menyampaikan isi hatinya. Setelah berpikir serius dan berdiskusi dengan pamannya, akhirnya Muhammad menerima pinangan Khadijah untuk mendampinginya. Pada tahun itulah, Muhammad resmi menjadi suami Khadijah, seorang janda kaya dari kalangan bangsawan Quraisy yang terpandang, ia pernah dua kali menikah tetapi tidak dikaruniai keturunan.

Ketika Muhammad berusia 35 tahun, terjadilah bencana alam (banjir) di kota Mekah. Bencana ini menyebabkan Ka’bah yang ada di Mekah mengalami kerusakan, sehingga Hajar Aswad berpindah dari tempatnya semula. Saat itu terjadi perselisihan di kalangan pemuka quraisy tentang siapa yang berhak menempatkan kembali Hajar Aswad ke posisinya semula. Bahkan perselisihan ini nyaris mengobarkan perang saudara, karena masing-masing merasa paling berhak untuk menempatkan Hajar Aswad. Untunglah Muhammad berhasil mendamaikan perselisihan tersebut. Muhammad meminta selembar kain. Kain itu dihamparkan lalu batu itu diletakkan di atasnya dengan tangan beliau sendiri. Disuruhnya ketua setiap kabilah memegang ujung kain itu, lalu mengangkatnya bersama-sama dan membawa ke tempat dimana Hajar Aswad itu diletakkan. Kemudian beliau mengambil Hajar Aswad itu diletakkan. Kemudian beliau mengambil Hajar Aswad dari atas kain tersebut dan meletakkannya ke tempat semula. Keputusan ini ternyata memuaskan semua pihak yang bertikai. Dalam peristiwa inilah, Muhammad mendapat julukan Al-Amin (orang yang terpercaya) dari kaumnya, sehingga beliau semakin populer di kalangan penduduk Mekah.

Sebenarnya popularitas Muhammad tidak muncul dengan tiba-tiba. Sejak masih kanak-kanak sampai dewasa, beliau dikenal berbudi luhur dan berkepribadian mulia, tidak ada perbuatan tercela yang dapat dituduhkan kepadanya. Beliau tidak pernah menyembah berhala, memakan daging yang disembelih untuk berhala, minum khamar, dan mendatangi tempat perjudian. Beliau dikenal pemalu, tetapi murah hati, mudah bergaul, dan bijaksana. Apabila ada yang mengajak bicara didengarkannya baik-baik dan tidak pernah memalingkan muka dari lawan bicaranya. Lisannya fasih, bicaranya sedikit dan lebih banyak mendengarkan. Waktunya beliau gunakan untuk memikirkan kondisi masyarakat Quraisy dan ciptaan Allah, sehingga ia sering berkhalwat (menyendiri) di Gua Hira untuk merenung dan menemukan jawaban apa yang harus ia lakukan.

Sekitar usia 40 tahun pada malam Senin 17 Ramadhan tahun 13 SH atau 6 Agustus 610 M, selagi Muhammad berkhlwat di Gua Hira, Jibril menyampaikan wahyu pertama, yaitu lima ayat surat Al-alaq. Dengan turunnya wahyu tersebut, Muhammad resmi menjadi utusan Allah (Rasulullah) yang bertugas menyampaikan risalah Allah, bahwa tiada Tuhan yang wajib disembah kecuali Allah, dan bahwasannya Muhammad itu utusan Allah.

Muhammad SAW melaksanakan tugas risalahnya selama 13 tahun di Mekah dan 10 tahun di Madinah. Dakwah dalam periode Mekah ditempuh beliau melalui 3 tahap : Pertama, tahap dakwah secara diam-diam, sesuai perintah Allah dalam surat al-Muddatstsir ayat satu sampai tujuh. Dalam tahap ini, Muhammad mengajak keluarga yang tinggal serumah dan sahabat-sahabat dekatnya agar meninggalkan agama berhala dan beribadah hanya kepada Allah semata. Kedua, tahap dakwah semi terbuka, sesuai perintah Allah dalam surat al-Syu’ra ayat 214. Dalam tahap ini Muhammad menyeru keluarganya dalam lingkup yang lebih luas. Yang menjadi sasaran utama dakwah ini adalah Bani Hasyim. Ketiga, tahap dakwah secara terbuka, sesuai perintah Allah dalm surat al-Hijr ayat 15. Dalam tahap ini Muhammad  meluaskan jangkauan ajakannya tidak hanya kepada keluarga dan sahabat-sahabatnya, tetapi juga kepada seluruh penduduk Mekah dan orang-orang yang datang ke Mekah. Pada fase inilah Muhammad mendapatkan tantangan dan reaksi yang keras dari kalangan Quraisy. Mereka tidak hanya menolak ajakan Muhammad, tetapi juga memusuhi, memboikot dan menyiksa orang-orang yang mendukung ajaran Muhammad. Bahkan mereka mengancam akan membunuh Muhammad jika ia terus menyebarkan dakwahnya. Intimidasi kafir Quraisy ini berlangsung hingga puluhan tahun. Ketika menghadapi intimidasi suku Quraisy inilah, Muhammad menunjukkan kesabarannya yang luar biasa.

Kira-kira usia 50 tahun, Muhammad ditinggal wafat oleh dua orang yang sangat dicintainya dan selalu mendukung dakwahnya serta melindunginya dari ancaman kafir Quraisy, yaitu Abu Thalib dan Khadijah. Tahun ini dikenal dengan ‘am al-huzn, yakni tahun duka cita dan kesedihan. Dengan meninggalnya dua orang pembela yang setia itu, orang-orang Quraisy semakin berani melakukan penghinaan bahkan penganiayaan. Kemudian, Muhammad mencoba pergi ke Thaif untuk menyampaikan dakwah kepada pemuka kabilah di sana. Namun penduduk Thaif ternyata menolak dakwah Muhammad, bahkan mengusirnya dengan melempari batu sehingga tubuh beliau berlumuran darah. Di peristiwa itu, kesabaran Muhammad juga diuji.

Pada usia 51 tahun, tepatnya tanggal 27 Rajab tahun 11 setelah kenabian atau 1 tahun sebelum hijrah, Muhammad mendapatkan perintah Allah untuk melaksanakan Isra’ Mi’raj sebagai upaya memperkuat keimanan beliau dan mengokohkan bathin menghadapi ujian berat karena ditinggal wafat oleh orang yang dicintai dan penyiksaan orang-orang Quraisy. Di situlah Muhammad menerima syari’at kewajiban shalat fardhu lima kali sehari semalam, yang harus disampaikan pengikutnya dan penduduk Quraisy, peristiwa itu justru menjadi bahan untuk mengolok-olokan beliau bahkan menuduhnya sebagai manusia tidak waras. Tak lama setelah peristiwa itu, kekerasan terhadap kaum muslimin semakin meningkat, bahkan kafir Quraisy sepakat akan membunuh Muhammad. Menghadapi kenyataan ini, Muhammad SAW menganjurkan para pengikutnya untuk hijrah ke Yastrib atau Madinah.

Sekitar usia 52 tahun, tepatnya bulan September 622 M, Muhammad berangkat hijrah ke Yastrib untuk menghindari penyiksaan kafir Quraisy. Di Yastrib kedatangan Muhammad ternyata mendapat sambutan luar biasa dari seluruh penduduknya. Sejak kedatangan Muhammad, Yastrib berubah namanya Madinah al-Rasul (kota Rasul) atau al-Madinah al-Munawwarah (kota yang mendapatkan cahaya).

Di Madinah inilah, Muhammad lebih leluasa menjalankan aktivitas dakwahnya. Beliau melakukan pembinaan intensif terhadap masyarakat muslim Madinah yang baru terbentuk. Beliau meletakkan dasar-dasar kemasyarakatan berupa menyusun sejumlah nilai dan norma yang mengatur manusia dan masyarakat dalam hal yang berkaitan dengan peribadatan, sosial, ekonomi dan politik yang bersumber dari al-Qur’an dan al-Sunah. Beberapa asas kemasyarakatan yang telah diletakkan oleh Muhammad SAW, antara lain : persaudaraan (al-ikha), persamaan (al-musawah), toleransi (al-tasamuh), musyawarah (al-tasyawur), tolong-menolong (al-ta’awun), dan keadilan (al-adalah). Dari Madinah pula Muhammad berhasil melakukan ekspansi dakwahnya sampai ke negara-negara di luar Jazirah Arab seperti Persia, Romawi, Yaman, Habsyi, Mesir dan sebagainya.

Tatkala usia 60 tahun, tepatnya 20 Ramadhan tahun 8 Hijriah, setelah kafir Quraisy yang ada di Mekah melanggar perjanjian Hudaibiyah. Muhammad SAW memimpin 10.000 pasukan berangkat menuju Mekah. Melihat pasukan Muhammad yang begitu besar, pemuka-pemuka Quraisy gentar, ketakutan dan berbondong-bondong masuk Islam, di antara mereka adalah Abbas ibn Abdul Muthalib dan Abu Sufyan. Akhirnya, Muhammad dengan mudah menaklukkan kota Mekah. Peristiwa itu terkenal dengan Futuh Mekah (pembebasan kota Mekah).

Pada usia 62 tahun, tepatnya 25 Dzul Qaidah 10 H, setelah Islam mencapai kemenangan hampir di seluruh Jazirah Arab, Muhammad kembali mendatangi kota Mekah bersama sekitar 100.000 pengikutnya untuk menunaikan ibadah haji. Tepat tengah hari Padang Arafah, beliau menyampaikan pidato yang amat penting, yang ternyata menyampaikan pidatonya yang terakhir di hadapan khalayak yang berjumlah amat banyak, sehingga pidato ini pun dikenal dengan khutbah al-wada’ (pidato perpisahan).

Tepat usia 63 tahun, pada hari Senin 12 Rabiul Awal 11 H atau 8 Juni 632 M, kira-kira tiga bulan sesudah menunaikan ibadah haji yang penghabisan itu, Muhammad menderita demam beberapa hari, sehingga beliau menghembuskan nafas terakhir, menghadap kehadirat Allah SWT. Muhammad SAW wafat dengan tenang di tengah-tengah pendukungnya yang setia dan sangat mencintainya. Pemimpin terbesar dunia sepanjang sejarah itu telah menyelesaikan tugasnya dan kembali kepada Tuhannya.

Pustaka : Amirulloh Syarbini & Jumari Haryadi, Dahsyatnya SABAR, SYUKUR, IKHLAS MUHAMMAD SAW ,

Pengecoran Beton untuk Perkerasan Jalan (Rigid Pavement)


Saat sekarang pengecoran beton untuk perkerasan jalan sudah lebih mudah dilaksanakan dengan adanya peralatan modern (mesin penghampar beton) . Sewaktu pengecoran didepan mesin penghampar beton tampak beberapa mesin vibrator beton (concrete vibrator). Pekerjaan perapian yang terdpat dibelakang mesin.Atau perapian dilakukan secara manual oleh tenaga manusia.

Gambar 1   Mesin penghampar beton (tampak belakang)

(sumber : http://www.dot.state.oh.us)

Gambar 1   Mesin penghampar beton (tampak depan)

(sumber : http://www.dot.state.oh.us)

Bahan Tambah untuk Adukan Beton

Bahan tambah secara umum untuk adukan beton ini mempunyai beberapa fungsi diantaranya adalah :

  • Mempercepat pengerasan, atau memperpendek waktu pengikatan semen/ setting time , biasa disebut accelerators.
  • Memperlambat/menunda pengerasan, atau memperpanjang waktu pengikatan semen, biasa disebut retarders.
  • Mempermudah waktu pengerjaan beton, biasa disebut workability agents.
  • Memberi efek warna atau pigments.

Accelerators. Pada kasus tertentu, memerlukan percepatan pengerasan, atau memperbesar kecepatan hidrasi dari adukan beton. Akibatnya adalah memperpendek setting time, pengerasan beton lebih awal, dan menghasilkan panas yang melebihi normal. Dengan panas yang berlebihan yang dihasilkan campuran adukan beton dengan bahan accelerators ini, di negara kita dengan iklim yang panas akan mempunyai akibat kurang bai, selain juga dengan bahan tambahan ini akan memperbesar penyusutan kering dari beton. Semen dengan kadar alumina tinggi mempunyai sifat sangat mempercepat pengerasan sampai kurang dari 6 jam. Dengan sifat seperti ini sangat baik untuk semen grout pada lubang-lubang baut, dan menutup rembesan air.

Retarders. Hal sebaliknya pada kasus tertentu dari kegiatan proyek memerlukan pengerasan beton yang dilambatkan. Sebagai contoh hal ini cocok untuk pengecoran beton pada daerah dengan iklim yang sangat panas, pembuatan diaphragm wall di dalam tanah, pengecoran beton secara massal , dan untuk menghilangkan semen pada permukaan beton sehingga hanya bagian agregat kasar yang menonjol.

Workability agents. Adukan beton perlu dibuat workable/ mudah dikerjakan, hal ini bisa dicapai jika adukan beton tersebut encer, atau dengan slump yang tinggi. Yang dimaksud mudah dikerjakan di sini adalah mulai dari pengadukan/pencampuran, pengangkutan, pemadatan, dan penyelesaian perapian. Kita tahu bahwa menambah air akan mengurangi mutu beton. Tetapi dengan kemajuan teknologi sekarang sudah ada bahan tambah untuk adukan beton sehingga adukan menjadi encer, tetapi tidak mempengaruhi mutu kuat tekan beton. Perbaikan workability ini ada 2 aspek yang berbeda.

  1. Agar adukan beton menjadi encer sehingga mudah pemadatan dan pengangkutannya.
  2. Perbaikan agar adukan beton bersifat menjadi lebih cohesive.

Beberapa produk untuk menjadikan adukan beton mempunyai slump yang besar telah banyak menunjukkan tidak mempengaruhi kuat tekannya.

Sumber : Amien Sajekti, Metode kerja bangunan sipil

Beton Geopolimer


Geopolimer merupakan material ramah lingkungan yang biasa dikembangkan sebagai alternatif pengganti beton semen di masa mendatang.

Sebagai terobosan baru, kini berhasil ditemukan jenis material beton baru “Geopolimer” yang konon lebih ramah lingkungan. Karena, material ini tersusun dari sintesa bahan-bahan alam non organik melalui proses polimerisasi.

Bahan dasar utama pembuatan beton geopolimer, adalah bahan yang banyak mengandung silikon dan alumunium. Unsur-unsur ini, diantaranya banyak terdapat pada material buangan hasil sampingan industri, seperti abu terbang (fly ash) sisa pembakaran batu bara.


Selama ini, karena ukuran partikelnya yang kecil dan mudah berterbangan di udara, abu terbang lebih banyak dimanfaatkan sebagai bahan timbunan. Kalau penimbunannya dilakukan sembarangan, akan berpotensi mengancam kelestarian lingkungan. Karena, partikel partikel logam berat yang dikandungnya dengan mudah larut mencemari sumber-sumber air.

Untuk melarutkan unsur-unsur silikon dan alumunium, serta memungkinkan terjadinya reaksi kimiawi, digunakan larutan bersifat alkalis. Material geopolimer ini jika digabungkan dengan agregat batuan, akan menghasilkan beton geopolimer tanpa perlu semen lagi.

Geopolimer lebih ramah lingkungan, karena selain dapat menggunakan bahan pembuangan industri, proses pembuatannya juga tidak perlu energi, seperti pada proses pembuatan semen hingga suhu 800° C. Cukup dengan pemanasan 60° C selama sehari penuh, maka bisa dihasilkan beton berkualitas tinggi.

Dari hasil riset yang telah dilakukan selama ini menunjukkan, bahwa beton geopolimer memiliki sifat-sifat teknis, seperti kekuatan dan keawetan yang tinggi. Sebuah perusahaan beton pracetak di Australia, bahkan sudah mulai memproduksi prototipe beton geopolimer pra-cetak dalam bentuk bantalan rel kereta, pipa beton untuk saluran pembuangan air kotor dan lainnya.


Sumber : techno konstruksi majalah

Special Blended Cement


Gambar  Blended Cements Silo’s

(sumber : independentcement.com.au)

Merupakan hasil pengembangan produk semen PPC yang dikembangkan khusus dengan kandungan silica amorf yang dapat mengeliminir calsium hydroksida (Ca(OH)2), dan cocok untuk aplikasi proyek-proyek bangunan yang memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat.

Struktur beton bertulang di lingkungan yang ekstrim, seperti di daerah laut, umumnya memiliki kecenderungan terjadinya korosi yang sangat tinggi. Karena, lingkungan tersebut cukup sensitif terhadap pengaruh garam dan sulfat. Selain menyebabkan struktur beton cepat rusak, akibat penetrasi air laut ke dalam beton, juga menyebabkan terjadinya korosi pada besi tulangan struktur beton.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, selain diperlukan persyaratan struktur yang spesifik dan memiliki ketahanan yang baik, juga perlu pemilihan material yang tepat. Sehingga, struktur beton tidak cepat mengalami kerusakan dan memiliki durabilitas tinggi.

Agar memiliki ketahanan yang baik terhadap pengaruh garam dan sulfat, maka persyaratan struktur beton harus kedap air, tebal selimut beton mencukupi dan harus dipilih material semen yang memiliki ketahanan terhadap garam dan sulfat, serta kedap terhadap air.

Salah satu jenis semen yang cocok untuk aplikasi tersebut, adalah ‘Special Blended Cement’ yang dikembangkan secara khusus oleh Semen Gresik. Jenis semen ini, di dalamnya mengandung bahan silica amorf , yang mampu mengeliminasi efek negatif calsium hydroksida (Ca(OH)2), sehingga lebih tahan terhadap serangan sulfat. Selain itu, reaksi silica amorf dengan calsium hydroksida juga akan membentuk silica gel (calsium silicat hydrat) .Adanya silica amorf ini, juga menyebabkan beton menjadi lebih kedap dan sulit dimasuki natrium clorida, magnesium clorida dan zat-zat yang dapat menimbulkan korosi pada tulangan beton.

Sebelum dikembangkan Special Blended Cement ini, untuk keperluan struktur beton di lingkungan yang sensitif terhadap sulfat, umumnya digunakan semen portland II & V. Jenis semen ini, kandungan trikalsium silikat (C3S) masing-masing dibatasi 8% dan 5%. Namun, karena adanya reaksi hidrasi trikalsium silikat dan dikalsium silikat (C2S) yang menghasilkan calsium hydroksida, maka jenis semen ini masih cukup sensitif terhadap sulfat.

NB : Silica Amorf : adalah unsur Abu Sekam Gabah Padi

sumber : techno konstruksi edisi 14 (juni,2009)

PKM-GT (Daur Ulang Limbah Beton)


PROGRAM KREATIFITAS MAHASISWA

JUDUL PROGRAM:

PENGGUNAAN DAUR ULANG LIMBAH BETON UNTUK PRESERVASI JALAN KALIGAWE SEMARANG

PKM Gagasan Tertulis (PKM-GT)

Diusulkan Oleh :

Cantya Sujak            (02.207.2881)      Angkatan 2007

Sangga Pramana Wicaksana      (02.209.3027)       Angkatan 2009

UNIVERSITAS ISLAM SULTAN AGUNG SEMARANG

SEMARANG

2011

i

HALAMAN PENGESAHAN USUL PKM-GT

1. Judul Kegiatan                    :   PENGGUNAAN DAUR ULANG LIMBAH BETON UNTUK

PRESERVASI JALAN KALIGAWE SEMARANG

2. Bidang Ilmu                        :    (  ) PKM-AI          ( √ ) PKM-GT

3. Pelaksana Kegiatan

  1. Nama Lengkap            :     Sangga Pramana Wicaksana
  2. NIM                             :     02.209.3027
  3. Jurusan                         :     Teknik Sipil
  4. Universitas                   :     Islam Sultan Agung Semarang
  5. Alamat Rumah            :      Jl. Kakap Raya 1A Ungaran
  6. Telp / Hp                      :     085640329683

4. Dosen Pembimbing

a. Nama Lengkap dan Gelar           :

b. NIP                                             :

c. Alamat Rumah                            :

d. Telp/HP                                       :

Menyetujui                                                                  Semarang, 6  Februari 2011

Wakil Dekan III Penulis

Ir Rachmat Mudiyono, MT, PhD Sangga Pramana Wicaksana

NIP.                                                                                                     NIM. 02.209.3027

ii

Pembantu Rektor III Dosen Pendamping,

NIP                                                                                                   NIP         

iii

KATA PENGANTAR

Syukur  Alhamdulillah penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas limpahan rahmat dan karuniaNya sehingga penulis dapat menyelesaikan karya tulis  dengan judul  “Penggunaan Daur Ulang Limbah Beton untuk Preservasi Jalan Kaligawe Semarang” ini tanpa halangan yang berarti. Karya tulis ini disusun guna mengikuti program kreativitas mahasiswa dengan spesifikasi di gagasan tertulis. Penyusunan karya tulis ini tidak lepas dari bantuan berbagai pihak, untuk itu penulis ingin mengucapkan terima kasih kepada :

  1. Ayah dan Ibu serta keluarga besar penulis yang selalu memberikan semangat dan motivasi.
  2. Selaku dosen pembimbing yang telah memberikan masukan dan dukungan sampai terselesainya karya tulis ilmiah ini.
  3. Teman-teman dan dosen di fakultas teknik UNISSULA yang selalu memotivasi dalam pembuatan karya tulis ini.

Semoga karya tulis ini bermanfaat bagi penulis khususnya sebagai pembelajaran dan para pembaca pada umumnya untuk aplikasi dalam kehidupan masyarakat.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penulisan karya tulis ini, untuk itu saran dan kritik yang membangun kami harapkan untuk perbaikan di masa mendatang.

Semarang,  7 Februari 2011

iv

DAFTAR ISI

HALAMAN JUDUL……………………………………………………… ………………..                  i

HALAMAN PENGESAHAN…………………………………………………………………                   ii

KATA PENGANTAR…………………………………………………………………………..                   iv

DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………….                   v

DAFTAR GAMBAR…………………………………………………………………………….                   vi

DAFTAR TABEL………………………………………………………………………………..                   vii

RINGKASAN……………………………………………………………………………………..                   viii

PENDAHULUAN………………………………………………………………………………..                   1

Latar Belakang Masalah…………………………………………………………………                   1

Tujuan………………………………………………………………………………………..                   2

Manfaat………………………………………………………………………………………                   2

GAGASAN…………………………………………………………………………………………                   2

Kondisi Ruas Jalan Kaligawe  dan Solusi Yang Pernah Ditawarkan…………             2

Gagasan yang Diajukan………………………………………………………………….                   5

Langkah-Langkah Strategis……………………………………………………………..                   8

KESIMPULAN…………………………………………………………………………………….                   9

DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………………………….                   10

v

DAFTAR GAMBAR

Gambar 1. Lapisan Perkerasan Jalan Rigid………………………………………………..                  4

Gambar 2. Limbah Beton dalam Volume Besar…………………………………………                  4

Gambar 3. Pemrosesan Limbah Beton dengan Crusher……………………………….                  5

Gambar 4. Cold Recycle Machine……………………………………………………………                  5

Gambar 5. Proses Milling saat Preservasi Jalan………………………………………….                  6

Gambar 6. Penghamparan Material CTB…………………………………………………..                  6

vi

DAFTAR TABEL

Tabel I.     Standar Proporsi Campuran Beton Rigid Pavement……………………….                  7

vii

PENGGUNAAN DAUR ULANG LIMBAH BETON UNTUK PRESERVASI JALAN KALIGAWE SEMARANG

RINGKASAN

Beton daur ulang merupakan campuran yang diperoleh dari proses ulang material sejenis sebelumnya. Beberapa perbedaan kualitas, sifat-sifat fisik dan kimia agregat daur ulang, menyebabkan perbedaan sifat-sifat material beton yang dihasilkan. Antara lain : menurunnya kuat tekan, kuat tarik, dan modulus elastisitasnya. Proses pertama dari daur ulang limbah beton ialah beton bekas di masukkan dalam crusher  sehingga menjadi agregat dengan ukuran yang diinginkan. Lalu agregat hasil dari limbah beton di campur dalam mesin cold recycler dengan menambahkan semen dan unsur-unsur lain sehingga terbentuklah material CTB (Cement Treated Base). Pada jalan yang akan direhabilitasi bagian atas perkerasan atau (sub course) dikeruk untuk diganti dengan perkerasan baru menggunakan beton hasil daur ulang. Material CTB hasil dari mesin cold recycler kemudian dihamparkan dengan mesin penghampar pada bagian atas perkerasan yang akan direhabilitasi. Perkerasan hasil rehabilitasi  kemudian dipadatkan dengan mesin pemadat.

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Kondisi ruas jalan kaligawe Semarang pada tahun 2008 yang masih menggunakan perkerasan lentur (flexible pavement) sering mengalami kerusakan berat. Hal itu disebabkan karena kondisi jalan yang sering terendam air (banjir) dan beban lalu lintas yang berat, mengakibatkan hubungan antara partikel aspal menjadi merenggang saat terendam air dan pada saat itu juga beban berat melintas di atas aspal yang merenggang mengakibatkan hubungan antar partikel aspal menjadi terlepas, sehingga terjadi lubang atau kerusakan lain pada bagian jalan aspal tersebut.

Perkerasan kaku (rigid pavement) pada ruas jalan kaligawe Semarang mulai diterapkan sejak tahun 2009 sampai dengan saat ini dan penggunaan perkerasan kaku (rigid pavement) ini dinilai sangat memuaskan,  terbukti sampai saat ini tidak terjadi kerusakan berat pada ruas jalan kaligawe akibat rendaman air dan beban lalu lintas yang berat. Sehingga perkerasan kaku (rigid pavement) terbukti cocok diterapkan pada ruas jalan kaligawe Semarang.

1

Kerusakan yang terjadi pada bagian jalan dengan perkerasan kaku (rigid pavement) seperti pumping, cracking dan kerusakan lainnya dapat terjadi kapan saja dan dimana saja pada  ruas jalan

kaligawe ini. Sehingga diperlukan preservasi jalan yaitu metode perbaikan pada kondisi jalan perkerasan kaku (rigid pavement) yang mengalami kerusakan.

Penggunaan daur ulang limbah beton (Cold Recycling Concrete) akan sangat memberikan manfaat besar bagi preservasi jalan di ruas jalan kaligawe Semarang, karena dengan teknologi daur ulang yang memaksimalkan penggunaan material bekas yang telah terpasang, akan meminimalkan kebutuhan batu pecah (fresh aggregate ) sebagai kebutuhan pekerjaan jalan secara keseluruhan, dan tentunya akan bermuara kepada pengurangan exploitasi sumber daya alam batuan baik di gunung maupun di sungai.

Namun tidak serta merta setiap kerusakan jalan langsung dapat diatasi dengan recycling, tergantung penyebab kerusakan jalan itu sendiri yang harus ditemukan terlebih dahulu. Apabila induk persoalan berada di sub grade, maka perkuatan/stabilisasi sub grade mutlak harus dilakukan terlebih dahulu sebelum dilakukan recycling pada lapis struktur sub base/base–nya. Sehingga investigasi awal sebelum pelaksanaan recycling mutlak diperlukan”. (Sudarno,2010)

Tujuan dan Sasaran

Tujuan dari pembahasan ini untuk mengetahui sejauh mana kekuatan beton hasil daur ulang dibandingkan dengan beton normal.  Adapun sasarannya antara lain :

a)      Penggunaan beton hasil daur ulang untuk preservasi  jalan kaligawe Semarang

b)      Menggunakan material limbah beton bekas yang tidak bernilai menjadi material beton yang berkualitas untuk preservasi jalan rigid pavement

Manfaat

  1. Dapat  digunakan sebagai alternatif beton berkualitas untuk preservasi dan rehabilitasi di jalan raya kaligawe Semarang yang menggunakan struktur perkerasan kaku (rigid pavement).
  2. Dapat menghemat anggaran, dengan mengurangi penggunaan material batu pecah sebagai pengganti agregatnya dengan menggunakan hasil daur ulang limbah beton.
  3. Menguragi eksploitasi batu pecah di gunung dan di sungai

2

SOLUSI YANG PERNAH DITAWARKAN SEBELUMNYA

Umumnya, untuk menangani kerusakan surface-course pada jalan beton  digunakan beton normal secara ready-mix untuk preservasi jalan yang rusak tersebut. Dengan proporsi campuran beton sebagai berikut :

Tabel I.   Standar Proporsi Campuran Beton Rigid Pavement

(Sumber : Suryawan Ari, 2006)

Dengan menggunakan beton normal maka semen, batu pecah dan pasir, volume yang dipesan sesuai pada umumnya, tanpa adanya penghematan dana.

GAGASAN YANG DIAJUKAN

Kondisi ruas jalan kaligawe yang saat ini menggunakan perkerasan kaku (rigid pavement) sampai saat ini belum terjadi kerusakan yang berat. Untuk mengantisipasi adanya kerusakan pada bagian surface course  agar tidak sampai merusak bagian base course nya harus dilakukan penanganan yang cepat pada saat surface course telah mengalami kerusakan.

3

Berdasarkan hasil penelitian sifat-sifat yang dimiliki oleh beton daur ulang dengan agregat bekas pakai dapat dipergunakan untuk beton struktural dengan kekuatan relatif sama dengan beton normal, dimana kuat tekan yang dimiliki dapat mencapai 380 kg/cm2 atau sekitar 98% dibanding dengan beton normal, pada faktor air semen 0,4  dapat mencapai 350 kg/cm2, atau sekitar 92% dibanding beton normal pada faktor air semen 0,5. (Techno Konstruksi, 2010)

Gambar 1  Lapisann Perkerasan Jalan Rigid

(sumber : pavement design guide)

Limbah-limbah beton dalam volume besar hasil bongkaran rumah tua dan lain-lain diproses dengan crusher hingga menjadi agregat yang diinginkan.

Gambar 2     Limbah Beton dalam Volume Besar

(sumber : http://www.tlcsupply.com)

4

Gambar 3    Pemrosesan limbah beton dengan crusher

(sumber : www.wirtgen.de)

Selanjutnya, agregat hasil daur ulang limbah beton ini, masuk dalam proses cold mixing pada mesin cold recycler untuk diproduksi menjadi bahan CTB (Cement Treated Base). Dengan pengaturan sesuai spesifikasi yang diperlukan, hasil dari proses pencampuran dingin ini akan menghasilkan material CTB yang digunakan untuk surface course pada perkerasan jalan.

Gambar 4   Cold Recycler Machine

(sumber : www.wirtgen.de)

Kemudian jalan yang mengalami kerusakan di bagian surface-course dikeruk (milling) dengan mesin milling sesuai ketebalan kerusakan yang terjadi.

5

 

Gambar 4  Proses Milling Preservasi Jalan

(sumber : www.wirtgen.de)

Setelah permukaan jalan selesai di milling, selanjutnya material CTB hasil mixing dari cold recycler diangkut ke lapangan untuk digunakan sebagai surface course perkerasan jalan tersebut. Kemudian, material CTB tersebut digelar dengan bantuan mesin penghampar dan dipadatkan dengan mesin pemadat.

Gambar 5   Penghamparan material CTB

(sumber : www.wirtgen.de)

6

LANGKAH-LANGKAH STRATEGIS

Pada saat terlihat jalan mengalami kerusakan pada bagian surface course nya, maka harus dilakukan penanganan dengan cepat agar tidak merambat sampai bagian base course atau sub base nya.Pada jalan yang rusak kemudian di keruk (milling) pada bagian yang rusak yang kemudian diganti  dengan material beton CTB hasil recycling limbah beton langsung dihamparkan pada bagian jalan yang mengalami kerusakan.

Adapun langkah-langkah proses daur ulang limbah beton menjadi beton siap pakai untuk perkerasan jalan rigid pavement sebagai berikut :

  1. Limbah beton diproses oleh crusher  sehingga menjadi agregat dengan ukuran yang diinginkan
  2. Lalu agregat hasil dari limbah beton yang diproses oleh crusher di campur dalam mesin cold recycler dengan menambahkan semen dan lain-lain sehingga terbentuklah material CTB (Cement Treated Base).
  3. Pada jalan yang akan direhabilitasi bagian atas perkerasan atau (Surface Course) dikeruk untuk diganti dengan perkerasan baru menggunakan beton hasil daur ulang.
  4. Material CTB hasil dari mesin cold recycler kemudian dihamparkan pada bagian jalan yang dipreservasi.

KESIMPULAN

  1. Dengan begitu kualitas beton daur ulang yang memiliki kekuatan 98% dibandingkan beton normal pada faktor air semen 0,5 dan 92% pada faktor air semen 0,4.  Sehingga beton daur ulang ini dapat dipergunakan untuk preservasi, rehabilitasi dan pembangunan jalan dengan perkerasan kaku (rigid pavement) di wilayah jalan kaligawe Semarang.
  2. Dengan penggunaan teknologi daur ulang limbah beton. Beton bekas yang tidak bernilai dan perlu tempat dan biaya dalam pembuangannya dapat digunakan untuk preservasi jalan beton yang berkualitas serta menghemat penggunaan agregat kasar berupa batu pecah (fresh aggregate)  sehingga menjadi lebih ekonomis daripada menggunakan beton normal.

DAFTAR PUSTAKA

Aly Anas, (1998), Teknologi Perkerasan Jalan Beton Semen, Penerbit ANDI, Yogyakarta.

Anon (2000) Bituminous Pavements  Material, Design and Evaluations, Lechres Notes, School of Civil Engineering, University Nottingham.

Ary Suryawan (2005) Perkerasan jalan beton dengan semen Portland, Beta Offset, Yogyakarta.

Manu, A.I, (1995), Perkerasan Kaku, Badan Penerbit Departemen Pekerjaan Umum, Jakarta.

Sukirman Silvia, (1992), Perkerasan Lentur Jalan Raya, Penerbit : NOVA, Bandung.

Suprapto, T.M, (2004), Bahan dan Struktur Jalan Raya, KMTS FT UGM, Yogyakarta.

Techno Konstruksi Majalah (2010) Daur Ulang Limbah beton untuk perkerasan jalan berkualitas, Jakarta.

8

Daftar Riwayat Hidup

Ketua Pelaksana

Nama                                    :               Sangga Pramana Wicaksana

NIM                                       :               02.209.3027

Tempat/Tanggal lahir     :               Ungaran, 14 November  1989

Alamat asal                         :               Jalan Kakap Raya no 1A perumahan Sebantengan, Ungaran.

Nama Orang Tua              :               Gudadi

Riwayat Pendidikan        :               SD  Sidomulyo 3 Ungaran

SMP Negri 1 Ungaran

Pondok  Nurul  Islami

SMA Islam Sultan Agung 3 Semarang

SMA Negri 1 Ungaran

SMA Masehi Ungaran

SMA Tunas Patria Ungaran

S1 Teknik Sipil Universitas Islam Sultan Agung Semarang

No HP                                   :               085640329683

Email                                     :               Sangga_pramana@yahoo.com

Prestasi                                                :               -

9

Anggota Pelaksana

Nama                                    :               Cantya Sujak

Tempat/Tanggal lahir     :               Ujung Pandang , 20 Juni  1989

Alamat asal                         :               Pasuruhan lor RT II RW 7 jati Kudus

Nama Orang Tua              :               Sujak

Riwayat Pendidikan        :               SD Muhamadiyah Pasuruhan

MTs Negri 1 Kudus

MAN 2 Kudus

Alamat  Semarang           :               Karang Kimpul Kaligawe Semarang

No HP                                   :               08562667687

Email                                     :               Ichan_Twins@yahoo.com

Prestasi                                    :           -

Penyebab kerusakan pada Jembatan


Gambar Jembatan Runtuh

(sumber:vbaines.wordpress.com)

Jika dibandingkan dengan bangunan-bangunan sipil lainnya, jembatan mempunyai kekhususan. Pada umumnya, jembatan tidak terlindung atau berhubungan langsung dengan lingkungan, sehingga menyebabkan berbagai kerusakan.

Kerusakan-kerusakan yang sering terjadi pada konstruksi jembatan adalah

1. Kondisi Rangka Baja

Hampir seluruh komponen rangka baja telah berkarat, yang kemungkinan besar disebabkan oleh korosi atmosfir. Kemungkinan penyebab korosi :

  • Tidak adanya perawatan atau pemeliharaan pada jembatan, misalnya pengecatan pada rangka baja, membuata jembatan lebih cepat terkena korosi atmosfir.
  • Pembuangan sampah sembarangan di sekitar abutmen jembatan membuat udara sekitar jembatan menjadi bersifat asam.
  • Air hujan atau embun yang tidak cepat mengering, terutama pada bagian-bagian baja yang tersembunyi (pada sambungan baja) membuat baja lebih cepat terserang karat.

2. Kondisi Permukaan Perkerasan Jalan

Permukaan perkerasan tidak rata dan terjadi retak kulit buaya pada beberapa penampang serta terdapat lubang pada dek dan oprit jembatan. Bila tidak segera diperbaiki, maka air yang masuk dalam timbunan akan membuat penurunan timbunan lebih cepat, dan hal ini tentu akan membahayakan abutmen jembatan.

3. Drainase Jembatan

Tidak ada drainase pada jembatan, air turun melalui lubang yang ada pada perkerasan maupun pada sambungan baja. Air meresap dalam perkerasan, menyebabkan kerusakan pada perkerasan jalan jembatan.

4. Kondisi Dak Jembatan

Dak jembatan dari kayu mulai mengalami pelapukan akibat dari air yang meresap melalui perkerasan maupun rembesan dari permukaan perkerasan

5. Kondisi Gelagar

Kondisi gelagar memanjang ataupun melintang mulai berkarat, dan meluas pada hampir semua luas penampangnya. Kemungkinan penyebabnya sama dengan rangka atas jembatan.

6. Kondisi Perletakan (Bearing)

Kondisi perletakan tidak sesuai penempatannya dan korosi juga telah menyerang komponen jembatan ini.

7. Kondisi Abutmen

Kondisi Abutmen tanpa adanya perawatan dan pemeliharaan pada jembatan. Sampah dan tumbuhan tidak dibersihkan dari sekitar Abutmen.

Sumber : Techno Konstruksi edisi 14 (juni,2009)

Styrofoam domes


Gambar 1   Styrofoam Domes

(sumber : pinktentacle.com)

Styrofoam merupakan busa polystyrene yang saat ini kita kenal dan banyak digunakan untuk isolasi panas dan aplikasi lainnya. Pada tahun 1941, penelitian di laboraurium Dow menemukan suatu cara untuk membuat busa polysterene. Di bawah kepemimpinan Ray Mc Intire, mereka menemukan kembali metoda yang sebelumnya telah dirintis oleh penemu dari Swedia, yakni C.G. Munters.  Dow memperoleh hak paten untuk hasil penemuan tersebut. Karena sifat materialnya yang memiliki daya apung tinggi, material pada tahun 1942 digunakan oleh penjaga pantai Amerika Serikat untuk rakit penolong berkapasitas 6 orang.

Dalam perkembangannya, styrofoam mulai digunakan sebagai material bangunan, termasuk didalamnya untuk isolasi perpipaan dan produk-produk spesifik lainnya. Isolasi Styrofoam sudah dipakai di banyak gedung dan fasilitas penting lainnya di Amerika Utara. Styrofoam bisa dipergunakan juga di bagian bawah jalan dan struktur lainnya, untuk mencegah gangguan yang terjadi pada struktur tanah.

Styrofoam terkadang banyak diartikan sebagai material yang biasa digunakan untuk bahan kemasan barang-barang atau box makanan sekali pakai. Bentuk fisiknya berwarna putih dan terdiri dari kumpulan butiran polsttyrene menyerupai manik-manik. Hal ini sama sekali sangat berbeda dengan polystyrene yang digunakan sebagai isolasi styrofoam.

Gambar 2  Panel Styrofome

(sumber : ergodesk.wordpress.com)

Di dalam aplikasinya, Styrofoam telah dikembangkan sebagai material alternatif untuk perumahan di jepang, setara dengan kayu, besi dan beton. Sebuah perusahaan perumahan bernama Japan Dome House telah mengembangkan rumah berbentuk kubah dengan material utama styrofoam. Meskipun material plastik sebagaimana styrofoam telah banyak digunakan sebagai panel-panel untuk pendingin dalam gedung, isolasi eksterior dan elemen eksterior serta interior lainnya yang bersifat non struktural, namun tak satu pun telah direkomendasikan sebagai material struktural untuk memikul beban pada gedung.

Setelah lima tahun berunding dengan menteri pertanahan, infrastruktur dan transportasi, Japan Dome House pada tahun 2004 mendapat ijin dari kementrian tersebut untuk memasarkan bangunan berbahan dasar utama styrofoam tersebut. Produk perusahaan ini diakui sebagai material struktural styrofoam sebagai material struktural styrofoam pertama yang diakui Jepang.

Dimensi standar eksterior rumah kubah ini adalah memiliki ketinggian 3,3 meter dengan garis tengah tujuh meter. Sementara dinding-dindingnya memiliki ketebalan 20 cm, dan bobot keseluruhan strukturnya 900 kg. Total luas lantai sepadan, hingga 36 meter. Baik tembok bagian luar maupun basgian dalam didesain tahan api untuk mencegah bangunan ketika mengalami gejala kolaps.

Sekitar 10 elemen struktur yang berbeda dan bahan perekat struktural digunakan untuk membangun rumah-rumah kubah ini dalam tempo satu hati tanpa menggunakan alat-alat berat. Biaya pembangunan rumah tersebut diperkiran 25 juta yen atau 24.000 US dollar. Kalo dirupiahkan berapa ? dikali 10 rb. 240 juta ya.

Gambar 3   Suasana dalam rumah domes

(sumber : japanblog.bloguez.com)


Gambar 4  Perumahan Styrofoam domes di Jepang

(sumber : japanblog.bloguez.com)


Gambar 5  styrofoam domes

(sumber : conceptrends.com)

Gambar-gambar lain dapat dilihat di google

sumber : techno konstruksi

 

 

Materi P3K (Ir H Kartono W, MM, MT)


PENDAHULUAN

PERENCANAAN : Suatu metode untuk membuat dasar, pola, jalur, alur yang dapat digunakan untuk tuntunan dasar kerja atau dasar pengendalian.

PERENCANAAN YANG BAIK : Perencanaan yang baik terdiri dari 2 dasar, yaitu

  1. Dasar Pelaksanaan
  2. Dasar Kontrol

Perencanaan yang baik juga menjawab 4W+1H

  • Who  =  Siapa tenaga ahlinya
  • When = Lebih ke Time Schedulenya
  • Where = Manajemen lokasi, tempat kerja
  • Why  =  Mengapa lokasinya disitu ? alasan mengapa Time schedulenya demikian ? dll
  • How  = Metode kerjanya seperti apa? ??

Perencanaan yang baik mengandung :

  1. Tujuan yang jelas   =  Global
  2. Sasaran yang jelas =  Kualitatif
  3. Target yang jelas    =  Kuantitatif

Perencanaan proyek meliputi:

  1. BIAYA   = TEPAT BIAYA = tidak boleh melebihi anggaran (TIME SCHEDULE)
  2. MUTU =  TEPAT MUTU = Tidak boleh menyalahi spesifikasi (RAP dan RAB)
  3. WAKTU =  TEPAT WAKTU =  Tidak terlambat dari schedule yang ditentukan (RKS, gambar rencana, gambar kerja)

PENGENDALIAN

Tujuan Pengendalian = Adalah usaha meminimalkan penyimpangan agar sesuai dengan perencanaan.

Pengendalian Waktu

Untuk Pengendalian waktu dapat digunakan “Time Schedule”,  dengan adanya :

  1. Kurva S –> Dengan cara UPDATING dan ANALYSIS VARIAN
  2. Bar Chart

UPDATING = Menggambarkan/memperbarui TIME SCHEDULE umumnya mingguan.

ANALYSIS VARIAN = Membandingkan varian yang lama dan varian yang baru

Macam-macam solusi apabila terjadi keterlambatan waktu :

  1. Crassprogram
  2. Re-scheduling
  3. Re-engineering

Crassprogram : program khusus jangka pendek untuk mengejar ketinggalan. Catatan : Apabila ketertinggalan belum parah.(penambahan waktu  jam kerja, penambahan tenaga kerja)

Re-scheduling : Penjadwalan ulang, digunakan apabila keterlambatan sudah banyak, butuh persetujuan owner dan pengawas.

Re-engineering : Mengubah alat kerjanya (pacul menjadi excavator) mengubah bahannya (bekisting kayu plat menjadi bondek), mengubah metodenya.

Crassprogram dapat digabung dengan Re-engineering.

Dengan pengendalian mutu yang baik maka pekerjaan akan lebih cepat selesai, sehingga keuntungan yang didapat adalah :

  1. Menghemat biaya (manajemen, tukang) tapi juga ada uang lembur, karena pekerjaan cepat selesai
  2. Tenaga ahli dapat dialihkan pada proyek lainnya

Bagaimanakah bila keterlambatan terjadi pada lintasan kritis ????????

Keterlambatan pada lintasan kritis tidak masalah apabila masih ada waktu tenggangnya, tapi dari segi prestasi kurang baik !!!!!!!!


PERENCANAAN DAN PENGENDALIAN MUTU

Dasar perencanaan dan pengendalian mutu adalah RKS, gambar bestek dan lain-lain.

Alat Pengendalian Mutu dengan membuat tabel daftar mutu, yang diambil dari RKS, kegunaannya adalah untuk memudahkan dalam pengendalian mutu, daripada membuka RKS yang tebal dan mencari satu per satu.

Contoh tabel daftar mutu :

Pengendalian mutu :

  1. Evaluasi  :
  2. Pengamatan : Pengamatan atau pengawasan dilakukan langsung dengan mengamati seperti pekerjaan pembesian, pengecoran dan pemasangan bekisting.
  3. Uji Laboratorium : Sampel- sampel seperti beton di uji kekuatan tekannya di laboraturium dan baja di uji kekuatan tariknya.
  4. Laporan : Laporan harian, laporan mingguan, laporan bulanan dan laporan akhir yang dilengkapi dengan foto atau video.
  5. Meeting : Meeting dilakukan mingguan, bulanan, meeting khusus, setelah ada termin, PHO (pre hand over) atau FHO (final hand over).
  • PHO (Pre Hand Over) = adalah meeting yang dilaksanakan pada akhir pelaksanaan.
  • FHO (Final Hand Over) = adalah meeting yang dilakukan pada akhir masa pemeliharaan

Dan juga Konsultan perencana melakukan pengawasan berkala agar tau ada spec yang tidak sesuai dengan perencanaannya.

Setiap pendatangan material harus ada ijin kerja dan sample materialnya.

Perencanaan dan Pengendalian Biaya

Dasar perencanaan biaya adalah RAB, perencanaan dan pengendalian biaya dapat dilihat dari 2 sisi, yaitu :


Penjelasan gambar di atas adalah sebagai berikut :

  1. IDE : ide masih berupa gagasan belum direalisasikan jadi belum ada gambar dan perencanaannya adalah global.
  2. STUDI KELAYAKAN : Ide kemudian ditinjau sejauh mana kelayakannya untuk direalisasikan, dengan mempertimbangkan aspek manfaat dan biaya. Dengan menggunakan metode membandingkan antara proyek lama dan proyek baru dari segi mutu, index waktu, kapasitas, elemen dan lain2.
    ( penjelasan lebih detail di gambar di bawah)
  3. LAYAK : Layak berarti ide sudah teruji kelayakannya untuk direalisasikan.
  4. PERENCANAAN : Perencanaan meliputi perencanaan keuangan detail yang tidak menyimpang dari perencanaan global studi kelayakan.
  5. LELANG : Lelang dilaksanakan untuk mencari kontraktor sebagai pelaksana proyek, dengan berpedoman pada Engineer Estimate dan Owner Estimate agar kontraktor tidak sembarang menawar.
  6. PELAKSANAAN : Pengendalian keuangan owner yaitu dengan adanya jaminan dari kontraktor dan pembayaran termin yang diberikan sesuai dengan prestasi kerja kontraktor. contoh : prestasi 30% uang yang diberikan 25%.

Dari sisi kontraktor :

Dengan Penjelasan sbb :

  1. Lelang : Sebelum mengajukan penawaran harga ada baiknya pertama : mengecek harga pasar baik material, tenaga kerja dan peralatan. kedua, mengecek pajak resmi dan tidak resmi (tidak resmi ngemel dpr , dinas dll) ketiga, biaya operasional / manajemen yaitu tenaga ahli. keempat, biaya tidak terduga (transportasi, dll), kelima , perkirakan keuntungan anda umumnya 10%.
  2. Pelaksanaan : menyusun RAP yang nominalnya harus lebih kecil dari RAB agar kontraktor dapat keuntungan

OK ! semoga bermanfaat !!!!

Alhamdulillah (Part 1)


Hari ini tanggal 28 Januari 2011, malam sabtu, rutin diadakan tafsir Qur’an yang bertempat di Masjid Istiqomah Ungaran. Ini kali ke-3 saya mengikuti tafsir Qur’an dengan rekomendasi dari guru ngaji saya. Guru ngaji saya ini sudah sangat lama, beliau datang ke rumah saya untuk mengajari saya ngaji dari saya kelas 3 SD sampai sekarang. Sampai rumah saya sudah pindahpun beliau selalu mengajarkan kami sekeluarga (adek saya ada 3) untuk tetap mengaji. Alhamdulillah ada orang seperti beliau yang selalu menghabiskan hari-harinya di jalan Allah. Dulu dirumah lama saya ngaji sama anak2 tetangga, sekarang adek2 saya yang mengaji sama saudara saya yang masih SD yang kebetulan rumahnya disebelah saya persis. Tak lupa setiap mengaji kami selalu di bawakan makanan dari saya SD sampai sekarang  seperti Chiki, Nyam-nyam, memang kebetulan beliau mempunyai warung kecil di rumah. Dan yang paling ajaib, beliau tidak menarifkan biaya ngaji, alias seikhlasnya kalau nggak punya uang nggak bayar juga tidak apa2. Begitu mulia akhlak beliau semoga Allah memberikan balasan atas semua yang telah sodaqohkan di jalan Allah.  Setiap habis mengaji kadang2 saya juga mengantarkan beliau ke suatu perkumpulan pengajian, memang setiap hari begitulah kehidupan beliau.

Langsung saja, malam ini seperti biasa pembicaranya adalah Ustadz Baedowi Hafidz yang tidak lain adalah menantu dari guru ngaji saya. Beliau masih muda, pekerjaannya beliau adalah kepala sekolah di suatu MI atau sekolah islam saya lupa, hehe.

Pertama kali saya mengikuti acara tafsir Qur;an ini, karena sudah 1 bulan yang lalu dan sudah agak2 lupa, maka saya tuliskan intinya saja yang masih saya ingat. yaitu :
“Dan sesungguhnya Allah tidak menyukai para manusia yang menganiaya dirinya sendiri”

saya tidak memberikan embel2 surat dan ayat, karena mungkin tidak begini penulisannya, yang intinya adalah BERHARAP UNTUK MATI ITU TIDAK BOLEH, APALAGI BUNUH DIRI” yang mana kita selalu ditimpa masalah, dan kadang kita berpikir untuk lari dari masalah yaitu dengan mati. Saya sendiri sering berpikir seperti itu, ingin mati dan ingin cepat2 bertemu dengan Allah, karena hal yang paling membahagiakan adalah bertemu dengan Pencipta kita, Dzat yang memberikan kita kehidupan, yang memberikan kita perasaan untuk dapat bahagia.

Pada pertemuan ke-2. Sambil mengingat-ingat . Oh ya, saya ingat, bahwa beliau berkata ” Setan itu dapat masuk kedalam sikap seseorang, dengan mengatasnamakan Allah” contohnya adalah pada saat jaman Rasulallah, pengikut Rasulullah yang bernama si A, ingin mengadakan perluasan masjid. Di sekitar masjid, terdapat rumah2 penduduk yang beragama muslim semua setuju kalau rumahnya digusur untuk keperluan perluasan masjid, tapi ada 1 rumah kecil, jelek, kumuh milik seorang yahudi, dia tidak setuju kalau rumahnya digusur untuk keperluan perluasan masjid. Tapi si A ini bersikeras, “Hancurkan saja rumah kecil, jelek, kumuh milik orang yahudi itu kita tetap harus melaksanakan perluasan masjid” cerita ini sampai pada telinga sahabat Umar. Dengan marah sahabat Umar berkata ” Siapa yang mau menggusur rumah orang yahudi itu, biar aku penggal kepalanya”.Mengapa sahabat Umar marah ?? karena sudah jelas, di ajarkan di agama Islam. Kita memerangi orang kafir yang memerangi agama kita, sedangkan orang kafir (yahudi) itu tidak memerangi kita, jadi kita hidup berdampingan tanpa berperang. Dan juga kita disuruh untuk menghormati hak orang lain, termasuk orang Yahudi itu. Di mana Syaitan masuk kedalam hati si A dengan mengatasnamakan untuk keperluan perluasan masjid, sehingga tidak menghargai hak orang yahudi tadi yang tidak memberikan ijin rumahnya digusur untuk kepentingan perluasan masjid.

Nah sekarang pertemuan ke-3 yaitu barusan tadi, mengenai surat Al-Anbiya (Nabi-Nabi). Memang pertama-tama sebelum tafsir Quran Ust. Baedowi Hafidz selalu membaca hafalannya sedangkan kami (pendengar) menyimak hafalan beliau.  Pada surat ini belaiu menceritakan mengenai, Ni’mat dan Ni’mah. . .

Nikmat : pengertian umum yang ditafsirkan manusia bahwa nikmat adalah sesuatu pemberian yang dapat membuat kita bahagia. Disini Nikmat yang dimaksudakan oleh beliau adalah segala sesuatu baik itu membahagiakan kita atau justru membuat kita sedih, tetapi membuat kita dekat dengan Allah. Misalnya kita diberi jabatan sebagai anggota DPR dan kita dekat dekat dengan Allah, maka itu adalah nikmat. Kita patah hati dan menjadi dekat dengan Allah itu adalah nikmat juga.

Sedangkan Nikmah adalah segala pemberian yang membuat kita jauh dengan Allah. Misalnya Allah memberikan kita kesehatan tetapi justru kita menjadi jauh dengan Allah itu adalah nikmah. Kita diberi jabatan tinggi tetapi kita tidak dekat dengan Allah itu adalah nikmah. dan lain sebagainya.

Lalu mengenai perjalanan hidup Nabi Nuh, secara statistik beliau tidak sukses. Beliau berumur 950 tahun, dan menyiarkan agama Allah, tetapi pengikut beliau hanya 80 orang sedangkan anaknya sendiri tidak mau mengikuti beliau. Tetapi Allah memberi gelar nabi Nuh . . . . (lupa?), karena kita tidak dituntut Allah untuk sukses, tetapi untuk berusaha.

Pengalaman di kampus pagi tadi

Pagi tadi jam 1/2 9 , beliau (Ir.Rachmat Mudiyono, MT, PhD) bertanya pada saya, shalat subuh jam berapakah tadi kamu ngga? saya jawab, “jam 8 pak, hehe” sambil cengar-cengir. Lalu beliau juga bertanya pada teman saya bernama Rusli, dan Rusli menjawab jam 6 pak. . Astagfirullah katanya. Sambil menasehati saya dan teman saya tentang keimanan pada Allah, yang mana segala sesuatu harus dilaksanakan karena Allah, yang mana InsyaAllah semua hambatan / masalah dapat terselesaikan. Dimana Orang yang kuat adalah orang yang kuat mengangkat tubuhnya untuk shalat subuh. Dan shalat tepat waktu pada saat Isya’ walaupun waktunya panjang, karena kata beliau tombaknya shalat itu subuh dan Isya’. Lalu saya bertanya kepada beliau mengenai rencana saya yang sedang mendirikan CV, salah seorang pengurus asosiasi menceritakan kepada saya bahwa kita beli proyek di DPR, lalu kalo ingin untung kita harus menyimpang dari spek awal. Lalu beliau mengomentari ” kalo kamu bisa memperbaiki sistem itu, maka perbaikilah” saya menjawab “wah gak sanggup pak, kan DPR” lalu beliau berkata lagi, kalo kamu tidak sanggup merubahnya dengan tanganmu maka hijrahlah, toh masih banyak pekerjaan2 lain yang halal.

Nah sedikit mengenai pengalaman saya hari ini,

Met malam. :)

Cara mendirikan CV Kontraktor


Tepatnya bulan Desember 2010, aku masih menginjak semester 3 di perguruan tinggi UNISSULA  jurusan teknik sipil. Bulan ini orang tuaku mengijinkan aku untuk mendirikan badan usaha CV. Alhamdulillah, pada saat itu aku sangat senang sekali, akhirnya aku mendapatkan sesuatu hal yang sangat aku inginkan. Walaupun aku juga berpikir, ini bukan hanya tentang mendirikan sebuah badan usaha, tapi bagaimana badan usaha dapat mendapat pekerjaan, dan bagaimana suatu pekerjaan dapat dilaksanakan dengan baik, yang pasti bukan hal mudah dan memerlukan tanggung jawab yang besar disamping memerlukan keahlian dalam pelaksanaan dan menganalisa biaya yang diperlukan sehingga tidak merugi tetapi InsyaAllah dapat memberikan keuntungan.

Akte Pendirian Badan Usaha

Jadi pertama-tama dengan ditemani Mama tercinta aku pergi ke notaris untuk membuat akte pendirian badan usaha CV. Yang perlu disiapkan antara lain :

  • Nama Badan usaha
  • Nama direktur dan KTP
  • Nama Komanditer (Komisaris) dan KTP

dengan syarat minimal terdiri dari 2 orang yaitu, direktur dan komisaris. Dan juga usia minimal adalah 21 tahun. Syarat lainnya yaitu 2 orang di atas bukan merupakan pegawai negri sipil yang masih aktif atau orang yang sudah memiliki jabatan pada badan usaha lain.

Setelah mendaftarkan hal-hal di atas, lalu kita juga disuruh memilih bidang apa saja yang mau kita daftarkan pada Badan usaha (CV) kita, misal yang pertama adalah jasa pemborongan, ke-dua : jasa pengadaan barang dan jasa, ke-tiga : perdagangan , dll.

Lalu setelah data-data yang aku berikan dicetak, ibu Notaris membacakannya di depanku dan om ku waktu itu, hal-hal yang ditulis tapi tidak aku dan om ku inginkan dicoret, dan dibuat salinan baru seperti yang aku inginkan.

Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP)

Setelah mendapat salinan yang benar dari pihak Notaris yang akte badan usahanya sesuai dengan yang aku inginkan, selanjutnya kami mengurus NPWP untuk badan usaha yang baru didaftarkan ini ya di kantor pajak, waktu itu kantor pajaknya berada di Salatiga karena badan usaha saya berdomisili di kabupaten Semarang. Pada waktu mengurus NPWP untuk badan usaha ini, ternyata pihak direktur dan komisaris harus punya NPWP , karena saya belum punya jadi sekalian bikin NPWP untuk saya pribadi baru NPWP badan usaha. Pada saat itu om saya yang mengurus di kantor pajak, dengan menggunakan surat kuasa.

PENGADILAN

Setelah mendapat NPWP badan usaha, lalu untuk pengesahan oleh pengadilan di urus oleh pihak notaris. Hasilnya badan usaha saya yang baru ini di akte pendiriannya kemudian di cap bahwa sudah disahkan oleh pengadilan.

Ijin HO

Setelah disahkan oleh pengadilan sekarang waktunya mendapatkan ijin HO, yaitu bahwa badan usaha kita tidak mengganggu tetangga2 kita, dengan meminta tanda tangan mereka bahwa kita mendapatkan ijin dari tetangga kita untuk membuka badan usaha di sebelah rumah mereka.

TDP
TDP dapat dibuat apabila syarat HO sudah terpenuhi. (sebenarnya saat ini, sekarang saya masih mengurus surat TDP ini, tapi saya tuliskan saja lanjutannya walaupun saya belum melakukan tapi sudah dijelaskan urut2annya oleh orang2)

ASOSIASI

Asosiasi adalah suatu perkumpulan, karena bidangnya adalah kontraktor jadi harus ikut asosiasi yang anggotanya para kontraktor. Dengan anjuran ayah saya, karena beliau mempunyai teman di salah satu asosiasi, yaitu APAKNAS, maka saya berkunjung ke kantor BPD APAKNAS provinsi Semarang. disana saya diceritakan tahapan-tahapan untuk mendaftar, antara lain syarat pendaftaran untuk menjadi anggota asosiasi adalah memiliki :

  • Akte pendirian CV
  • NPWP badan usaha
  • dan TDP

karena saya tidak memiliki TDP maka pihak pengurus memperbolehkan hanya menggunakan akte dan npwp tapi hanya untuk mengurus KTA (Kartu Tanda Anggota). Tapi untuk mengurus SBU (Sertifikat Badan Usaha) yang didalamnya berisi sub-bidang badan usaha kita syaratnya harus dengan TDP dan Surat keahlian Tenaga kerja. Kalau ngerjain proyek swasta tidak perlu SBU dan IUJK, karena SBU dan IUJK itu hanya untuk syarat ikut proyek pemerintah.

IUJK (Ijin Usaha Jasa Konstruksi)

Setelah mempunyai SBU baru kita dapat mengurus IUJK atau SIUJK (Surat Ijin Usaha Jasa Konstruksi).

Nah begitulah tahapan2nya, semoga bermanfaat . . . .

tugas tekpres


Klik di bawah :

Sangga PW :  daur ulang limbah beton

materi kuliah semester 3


Download File mekanika tanah di bawah (Abdul Rochim ST,MT)

1. Tegangan Efektif

4. Rembesan #1

5. Rembesan #2

Download file IUT dibawah (Ir.Gata Dian A, MT)

1. Penginderaan jauh

2. Satuan arah dan penentuan posisi dalam IUT

3. kerangka pemetakan

I pendahuluan

IV Penginderaan jauh

pengukuran beda tinggi tacimetri

MOSE (Modulo Sperimentale Elettromeccanico)


MOSE

Kota Venice, (Italia) merupakan kota air, secara perlahan akan tenggelam seiring dengan naiknya permukaan air laut. Untuk melindungi kota historis ini di masa depan, pemerintah membangun infrastruktur pengendali banjir yang disebut MOSE, yakni penghalang banjir terbesar di dunia, yang bekerja secara elektromekanikal yang mengendalikan gelombang pasang surut air laut.

Mendengar nama Venice atau sering kita dengar Venesia adalah salah satu kota indah dengan genangan air dan gondola yang terletak di bagian timur negara Italia, yang sering disebut sebagai kota “ seribu kanal “. Kota ini merupakan kota tujuan wisata yang memiliki pesona eksotis dan memberikan kesan tersendiri bagi yang mengunjunginya.

Namun, keindahan kota ini secara perlahan terancam oleh naiknya permukaan air laut. Kota Venesia pernah terendam air yang cukup tinggi pada tahun 1986. Pada saat itu, lapangan St.Mark di Venesia sempat terendam banjir selama 101 hari, dan banjir dengan rekor permukaan mencapai 193 cm atau sekitar 2 meter yang menggenangi kota tersebut, terjadi pada tahun 1966. Naiknya permukaan air di kota ini, merupakan yang tertinggi ke-empat sejak tahun 1872. Sekitar 3000 warga kota diungsikan, disamping banyak bangunan bersejarah yang rusak.

Berdasarkan rekaman dari stasiun di Punta della Sallute, Venice dan merujuk pada kondisi awal titik gelombang pasang surut pada tahun 1897, maka tinggi air banjir yang pernah melanda kota selama abad ke-20, adalah pada tahun

  • tahun 1936 (147 cm),
  • tahun 1951 (151 cm),
  • tahun 1960 (145 cm),
  • tahun 1966 (194 cm),
  • tahun 1968 (144 cm),
  • tahun 1979 (166 cm)
  • tahun 1986 (158 cm)
  • tahun 1992 (142 cm)
  • tahun 2000 (144 cm)
  • tahun 2002 (147 cm)

Masalah Kota Venesia

Kota Venesia terancam oleh 2 masalah utama :

  1. Naiknya permukaan air laut karena pemanasan global (global warming).
  2. Tenggelamnya daratan Venesia sedikit demi sedikit karena penurunan permukaan tanah.

Untuk melindungi kota historis ini di masa mendatang, para ahli dan politisi terus berdebat mengenai cara terbaik yang dapat digunakan untuk melindungi Venesia. Salah satunya, adalah dengan membangun proyek infrastruktur pengendali bankir yang disebut MOSE (Modulo Sperimentale Elettromeccanico) atau dalam bahasa Inggrisnya adalah ‘Experimental Electromechanical Module’. Yaitu, sistem pertahanan secara terintegrasi yang dikendalikan oleh pintu gerbang yang berupa modul-modul, untuk mengisolasi lagoon Venesia dan laut Adraitik ketika gelompbang pasang mencapai tingkat yang diperbolehkan sekitar 110 cm hingga maksimal 3 meter.

Sistem penghalang (barrier) banjir terbesar di dunia yang bekerja secara elektromekanikal ini, mampu mengendalikan gelombang pasang surut air laut yang dapat menyebabkan banjir. Tujuh puluh sembilan gerbang yang terdiri dari modul-modul dipasang di mulut lagoon, yang akan terangkat dan menutup ketika terjadi gelombang pasang tinggi dan akan membuka saat permukaan air laut di sisi laut sudah mulai menurun.

Selain membangun barrier dengan gerbang yang terdiri dari  modul-modul untuk mengendalikan kenaikan permukaan air, pemerintah kota Venesia juga membangun infrastruktur pendukungnya, seperti :

  • perlindungan pantai
  • perbaikan lingkungan lagoon
  • perbaikan tanggul-tangguk berikut perkerasannya

Langkah-langkah untuk memperbaiki lingkungan lagoon tersebut bertujuan untuk memperlambat degradasi dari struktur morfologi yang disebabkan oleh pengendapan dan erosi yang dihasilkan dari gerakan gelombang air laut. Sehingga, dapat berfungsi maksimal untuk melindungi kota Venesia dari peristiwa ekstrim seperti banjir.

SISTEM KERJA MOSE

Setelah menjadi perdebatan selama kurang lebih 40 tahun, akhirnya proyek yang menelan biaya hingga USD 5,5 milyar ini, akhirnya disetujui untuk direalisasikan pembangunannya. Pelaksanaan proyek spektakuler di bidang pengendalian banjir ini, sudah berlangsung sejak tahun 2003 lalu di tiga pintu masuk utama lagoon, yaitu :

  1. Gerbang Lido
  2. Gerbang Malamocco
  3. Gerbang Chioggia

Yakni celah yang menghubungkan lagoon dengan laut bebas dan dimana gelombang pasang surut mengalir melalui celah tersebut. Di gerbang ini, kini sedang dikerjakan pemasangan konstruksi modul-modul gerbang yang dilaksanakan oleh para insinyur di FIAT.

Pelaksanaan proyek MOSE berjalan secara paralel di ketiga sisi masuk (Inlet), dimana sedikitnya melibatkan lebih dari 700 pekerja dan akan bertambah saat pelaksanaan pekerjaan pondasi untuk struktur gerbang barrier. Pekerjaan proyek ini, didahului oleh pelaksanaan serangkaian langkah-langkah guna melindungi pantai (Jaselo, Cavallino,Lido,Pellestrina,Sottomarina dan Isola Verde) dari keganasan badai laut, dengan melakukan pelebaran dan rekonstruksi pantai sepanjang 45 km, pemulihan bukit pasir sepanjang 8 km dan perkuatan dermaga sepanjang 11 km serta 20 km pemecah gelombang laut untuk melindungi bagian-bagian yang paling rapuh di pantai Venice. Diluar sisi masuk

 

Pustaka : techno konstruksi

“Damper” Isolator Gempa pada Struktur Bangunan


Untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, dapat menggunakan alat-alat peredam gempa (damper), mulai dari bantalan karet (base isolation seismic bearing) hingga alat-alat berteknologi tinggi.

Gempa yang terjadi di Indonesia saat ini sangat memprihatinkan, banyak korban jiwa akibat tertimbun runtuhan gedung-gedungnya. Salah satu pilihan yang kini banyak digunakan untuk melindungi struktur bangunan dari gempa, adalah dengan alat-alat peredam gempa (damper). Adapun alat peredam gempa tersebut, cukup banyak jenisnya,

  1. Bantalan karet tahan gempa (seismic bearing)
  2. Lock Up Device (LUD)
  3. Fluid Viscous Damper (FVD)
  4. High Damping Device (HIDAM)
  5. dan lainnya

Penggunaan peralatan tahan gempa tersebut, pada prinsipnya berfungsi untuk menyerap energi gempa yang dipikul oleh elemen-elemen struktur. Sehingga, struktur bangunan menjadi lebih elastis dan terhindar dari kerusakan gempa yang parah.

Gambar 1 Respon antara struktur dengan damper dan tanpa damper ketika diguncang gempa

( sumber : www2.bridgestone-dp.jp )

 

Bantalan Karet

Bantalan karet sering dikenal sebagai base isolation, tampaknya penggunaannya akan semakin berkembang luas di masa datang. Berbagai daerah di Indonesia yang dikategorikan rawan gempa, menjadikan bantalan karet peredam gempa ini sangat diperlukan untuk melindungi struktur bangunan. Bantalan karet ini tergolong murah, dan bukan merupakan alat berteknlogi tinggi.

Gambar 3 Bantalan karet

( sumber : wbdg.org )

Aplikasi bantalan karet

Dalam aplikasinya, bantalan karet tersebut dipasang pada setiap kolom, yaitu diantara pondasi dan bangunan. Bantalan karet alam ini, berfungsi untuk mengurangi getaran akibat gempa. Sedangkan lempengan baja, digunakan untuk menambah kekakuan bantalan karet, sehingga penurunan bangunan saat bertumpu di atas bantalan karet tidak terlalu besar.

Adapun prinsip kerja dari bantalan karet (base isolation seismic bearing) ini adalah pengaruh gempa bumi yang sangat merusak struktur bangunan, merupakan komponen getaran karet horizontal. Getaran tersebut, dapat menimbulkan gaya reaksi yang besar. Bahkan, pada puncak bangunan, dapat terlihat hingga mendekati dua kalinya. Oleh karena itu, apabila gaya yang sampai pada bangunan itu lebih besar dari kekuatan struktur maka bangunan itu akan rusak.

Gambar 2 Perletakan bantalan karet pada tiap kolom

( sumber : ndsse.com )

Gaya reaksi yang sampai pada bangunan tersebut, dapat dikurangi melalui penggunaan bantalan karet tahan gempa ini. Pada dasarnya, cara perlindungan bangunan oleh bantalan karet tahan gempa ini, dicapai melalui penggunaan getaran gempa bumi ke arah horizontal. Dengan bantalan tersebut, juga memungkinkan bangunan untuk bergerak bebas, pada saat berlangsung gempa bumi, tanpa tertahan oleh pondasi. Bantalan karet tersebut, dapat mengurangi daya reaksi hingga 70%. Karena, secara alami karet alam memiliki fleksibilitas yang tinggi dan dapat menyerap energi.

Gambar 4 Uji geser

( sumber : http: http://www.ipard.com)

Gambar 5 Uji tekan vertikal

( sumber : http: http://www.ipard.com )

Peredam gempa berupa bantalan karet alam ini, kini mulai banyak diaplikasikan pada bangunan-bangunan hunian maupun gedung-gedung bertingkat. Dan berdasarkan pengalaman di lapangan., bangunan yang menggunakan bantalan karet peredam gempa ini, tidak mengalami kerusakan yang signifikan, ketika terjadi gempa.

LUD  (Lock Up Devices)

Selain bantalan karet, kini beberapa bangunan publik yang berlokasi di daerah rawan gempa, juga sudah mulai mengaplikasikan teknologi peredam gempa berteknologi tinggi dari mancanegara. Salah satunya adalah jalan layang (flyover) Pasupati, Bandung. Konon, bangunan publik ini, merupakan jalan layang pertama di indonesia, yang mengaplikasikan perangkat teknologi peredam gempa shock transmission unit, dipilih jenis Lock Up Devices (LUD) yang didatangkan dari Prancis. Teknik yang umumnya dipakai di Tank atau pesawat angkasa, sekarang ada di jalan Pasupati ini.

Gambar 6 LUD pada jembatan Rigid

( sumber : http://rebar.ecn.purdue.edu)

Salah satu alasan pemasangan LUD pada jalan layang Pasupati ini, karena Bandung termasuk kota rawan gempa. Kekuatan gempa di Indonesia, terutama Jawa, tercatat masuk region 3 – 4 atau sekitar 8 Ritcher. Karenanya, di sepanjang jalan laying Pasupati, setidaknya dipasang sekitar 76 unit LUD. Seluruh unit tersebut, dipasang pada tiang-tiang (pier) jalan layang. Pada setiap tiang yang ditentukan, dipasang dua unit LUD yang akan bekerja meredam guncangan pada konstruksi jalan layang ketika terjadi gempa.

Seperti pada produk peredam gempa LUD yang konon harga per-unitnya lebih dari 100 juta tersebut, jika dilihat dari dekat pada konstruksi jembatan layang Pasupati ini ada semacam dongkrak atau shockbreaker pada pertemuan antara tiang dan segmen jalan layang. Benda itulah yang dinamakan LUD, sebagai alat untuk meredam guncangan jika terjadi gempa.

Gambar 7 LUD

( sumber : http://rebar.ecn.purdue.edu)

Gambar 8 LUD

( sumber : http://rebar.ecn.purdue.edu)

Prinsip kerja LUD

Prinsip kerja LUD sangat sangat sederhana, jika diibaratkan tiang dan badan jalan layang sebagai huruf  T. Dimana garis melintang sebagai badan jalan. Gerak redam LUD pada saat terjadi gempa, akan berlangsung dari arah kiri ke kanan atau sebaliknya. Dengan penggunaan cairan khusus (gel silikon) yang menjadi bantalan pada LUD, guncangan ekstrem akibat gempa, pada saat tertentu mengakibatkan LUD terkunci, dan mengakibatkan seluruh badan jalan dan tiang akan bergerak serentak ke arah yang sama seperti huruf T, ke kanan dan ke kiri. Sistem ini, juga bisa meredam gerakan liar, akibat guncangan yang disebabkan oleh getaran lainnya. Kekuatan LUD dengan gaya horizontal, adalah 3.400 kN/unit.

Gambar 9 Perlatakan LUD pada jembatan tampak atas

( sumber : http://rebar.ecn.purdue.edu)

Gambar 10 Perletakan LUD tampak samping

( sumber : http://rebar.ecn.purdue.edu)

Supaya awet LUD harus dirawat dengan mengganti cairan LUD (gel silikon) setiap 25 tahun, dan mengganti cincin karena 10 tahun. Umur struktur jembatan itu sendiri, diperkirakan bisa mencapai lebih dari 100 tahun.

FVD (Fluid Viscous Damper)

Peralatan peredam gempa lain yang cukup terkenal dan banyak diaplikasikan pada struktur bangunan, adalah fluid viscous damper (FVD). Fungsi utama dari peralatan ini, adalah menyerap energi gempa dan mengurangi gaya gempa rencana yang dipikul elemen-elemen struktur. Sehingga, struktur bangunan menjadi lebih elastis dan mampu meredam guncangan gempa. Dengan mengaplikasikan peralatan FVD, gempa rencana yang dipikul elemen struktur menjadi lebih kecil. Sehingga, dengan kondisi tersebut diharapkan tidak terjadi kerusakan struktur bangunan ketika gempa terjadi.

Gambar 11 Pemasangan FVD pada struktur gedung

( sumber : istgeography.wikispaces.com)

Gambar 12 Cara kerja FVD

( sumber : istgeography.wikispaces.com )

FVD merupakan alat peredam gempa yang berfungsi sebagai disipator energi, dengan cara memberikan perlawanan gaya melalui pergerakan yang dibatasi. Gaya yang diberikan oleh FVD timbul, akibat adanya gaya luar yang berlawanan arah, bekerja pada alat tersebut. Peralatan ini bekerja, dengan menggunakan konsep mekanika fluida dalam mendispasikan energi.

Pada perkuatan FVD kolom berfungsi sebagai pegas. FVD mampu mereduksi tegangan dan defleksi yang terjadi secara simultan (bersamaan), karena gaya FVD yang bekerja sebanding dengan perubahan kecepatan stroke-nya (stroking velocity). Mekanisme kerja ini, dianalogikan seperti suspensi atau shock absorbser pada mobil, yang digunakan untuk mengatur pergerakan pegas di posisi tumpuan. Gaya redaman yang dibutuhkan relatif kecil, dibandingkan gaya yang dipikul pegas, akibat beban kendaraan dan beban guncangan.

Gambar 13 FVD pada perkuatan struktur gedung

( sumber : staaleng.com )

Jika pada struktur dipasang FVD, gaya redaman akan sama dengan nol pada saat defleksi maksimum, karena kecepatan stroke sama dengan nol dan kemudian berbalik arah. Saat kolom berbalik arah ke posisi semula, akan menyebabkan menjadikan kecepatan stroke menjadi maksimum atau gaya redamannya menjadi maksimum. Pada posisi kolom normal, tegangan kolom adalah minimum. Dengan, demikian penggunaan FVD sebagai alat peredam struktur, tidak akan meningkatkan beban pada kolom akibat gaya yang dikeluarkan FVD, karena saat terjadi gempa dan gaya damper maksimum, tegangan kolom justru minimum.

Gambar 14 FVD

( sumber : flickr.com )

Keuntungan FVD

Adapun kelebihan FVD, yaitu

  1. Dapat mereduksi tegangan, gaya geser dan defleksi pada struktur, dapat bekerja secara pasif (tidak membutuhkan peralatan atau sumber daya dalam penggunaannya).
  2. Dapat bekerja dengan tekanan fluida lebih tinggi, sehingga bentuknya semakin kecil dan praktis.

HiDAM   (High Damping Device)

Jepang adalah salah satu negara yang sering dilanda gempa, sehingga para engineer di jepang dituntut untuk dapat mengatasi kerusakan bangunan akibat guncangan gempa sehingga mengurangi korban jiwa dan materi. Alat peredam gempa ini adalah hasil penelitian dan pengembangan laboraturium Kobori, afiliasi perusahaan kontraktor Kajima. Di Jepang sendiri, alat ini berhasil diaplikasikan pada gedung-gedung tinggi dan struktur khusus lainnya.

Gambar 15 Detail HiDAM

( sumber : kirainet.com )

Untuk HiDAM pada bagian struktur atas sebagai respon pasif juga mulai banyak diaplikasikan. Hal ini penting, karena berdasarkan simulasi, jika gempa berkekuatan 7-8 magnitude mengguncang Tokyo, maka lebih dari sepertiga areanya akan luluh lantah, dengan banyak korban jiwa.

Gambar 16   HiDAM dan cewex ^^

( sumber : kajima.co.jp )

Sekilas mengenai prinsip kerja HiDAM, secara umum hampir sama dengan FVD taylor device . Yakni kedua alat ini sama-sama menggunakan prinsip viskositas dalam menciptakan gaya redaman. Berdasarkan hasil penelitian terhadap alat peredam gempa HiDAM ini, rasio redaman struktur, mampu ditingkatkan oleh HiDAM pada kisaran 10 – 20 %.  Angka ini, sangat signifikan dalam mengurangi respon struktur terhadap gempa dan kerusakan bangunan, serta telah memenuhi kriteria konvensional gempa di Jepang.

Gambar 17 HiDAM

( sumber : kajima.co.jp )

Pustaka : Majalah Techno Konstruksi, Edisi 18 (2009)

Beton Ringan Aerasi


Gambar 1 Beton ringan Aerasi type Wall- panel

( from : http://chensco1.en.made-in-china.com/)

Teknologi bahan bangunan kini berkembang pesat. Salah satu hasil inovasi tersebut adalah beton ringan aerasi atau Aerated Lightweight Concrete (ACL), yang sering disebut juga Autoclaved Aerated Concrete (AAC). Sebutan lainnya, adalah Autoclaved Concrete, Cellular Concrete, Porous Concrete, dan di Inggris disebut Aircate dan Thermalite.

Gambar 2 Beton ringan Aerasi type EPS block (polysterene)

( from : http://www.hgtyn.com/)

Sekilas mengenai teknologi pembuatan beton ringan aerasi ini, pada prinsipnya adalah membentuk rongga udara di dalam beton. Mengenai metode pembuatan beton aerasi ini, setidaknya terdapat tiga macam cara yang bisa dilakukan, antara lain :

  1. Dengan memberikan agregat atau campuran isian beton ringan, berupa batu apung, stereofom,batu alwa atau abu terbang yang dijadikan batu.
  2. Dengan menghilangkan agregat halus, dimana agregat halusnya disaring, contoh debu atau abu terbang dihapuskan.
  3. Dengan meniupkan atau mengisi udara di dalam beton, yang dapat dilakukan secara mekanis atau kimiawi.

Gambar 3 Beton AAC (ALC) type wall panels and blocks

( from : http://chensco1.en.made-in-china.com/)

Proses Kimiawi

Proses pembuatan beton ringan secara kimiawi kini lebih sering digunakan. Sebelum beton di proses secara aerasi dan dikeringkan dengan autoclave, terlebih dahulu dibuat adonan dari pasir kwarsa, kapur, sedikit gypsum, air dan dicampur alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi) dengan volume berkisar 5 – 8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan, selain berfungsi sebagai pengembang, juga berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton.

Pada saat pencampuran adonan dari pasir kwarsa, kapur, sedikit gypsum, air dan dicampur alumunium pasta akan terjadi reaksi kimia.

  1. Bubuk alumunium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang ada dalam pasir kwarsa dan air sehingga membentuk hidrogen.
  2. Gas hidrogen ini akan membentuk gelembung-gelembung udara di dalam campuran beton, setelah 7 – 8 jam, gelembung udara ini membentuk seperti busa dan menjadikan volume adonan menjadi 2 kali lebih besar dari volume semula. Di akhir proses pengembangan atau pembusaan ini, hidrogen akan terlepas ke atmosfir dan langsung digantikan oleh udara. Dan rongga-rongga udara tersebut, akan membuat beton menjadi ringan. Kendati hidrogennya hilang dan terlepas ke udara, namun tekstur beton tetap padat dan lembut. Dan setelah adonan aerasi mulai keras, akan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan.Untuk membentuknya adonan cukup dipotong dengan kawat sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, dimasukkan dimasukkan dalam autoclave chamber selama 12 jam. Selama proses pengerasan ini berlangsung, temperatur mencapai 190 derajat celcius dan tekanannya mencapai 12 bar atau 174 psi.
  3. Pada saat ini, pasir kwarsa bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium hidrat silika. Dan proses inilah yang akan menentukan kekuatan atau kekerasan beton aerasi.
  4. Setelah keluar dari autoclave chamber, beton ringan aerasi ini telah mengeras dan siap digunakan untuk konstruksi bangunan. Karena 80 persen beton ini berupa rongga udara, maka bobot beton ringan aerasi ini sangat ringan. Meskipun berupa rongga udara, namun beton ringan aerasi dapat menahan beban hingga 1200 psi.

Sumber : Techno konstruksi edisi 19 (november 2009)

Memasang dan Membongkar Tower Crane


Sebelum dilakukan pemasangan tower crane, harus disiapkan pondasi dari semen yang dicor, berukuran panjang 4 m, lebar 4 m, dan kedalaman 2 m. Pada bagian dasar pondasi ditanamkan Fine Angle dari besi cor berkualitas tinggi, yang berfungsi untuk memperkokoh pondasi.

Gambar 1     Fondasi Tower Crane sebelum di cor

( from : cosmocranes.com.au )

Gambar 2     Fixing Angle

( from : ecplaza.net )

Gambar 3   Base Section Tower Crane

( from : science.howstuffworks.com )

Setelah fondasi selesai dibuat, perlu waktu 1 minggu untuk menunggunya menjadi keras dan kering, sebelum diinstal keseluruhan rangkaian alat tersebut. Dan Tower crane akan berdiri dan di ‘baut’ dengan pondasi untuk menjaga stabilitasnya, kemudian dihubungkan dengan bagian menara (tower) penopang tower crane tersebut.

Dalam pemasangan tower crane ada 2 cara :

  1. Apabila tidak lebih tinggi dari 200 kaki, maka langsung dapat dirakit bagian per-bagian menggunakan pertolongan sebuah mobile-crane.
  2. Jika crane yang dirakit lebih tinggi harus menggunakan proses ” self assembly “.

Bagian-bagian tower crane biasanya didatangkan ke area konstruksi menggunakan trailer.

Gambar 4    Mobilisasi segmen Tower Crane dengan Trailer

( from : skyscrapercity.com )

Adapun langkah perakitan, pertama menggunakan bantuan mobile crane untuk merakit bagian-bagian jib dan machinery arm, dan menempatkan elemen-elemen horizontal tersebut pada konstruksi tiang (mast), setinggi kurang lebih 12 meter. Kemudian, dilanjutkan dengan menambahkan counterweights. Konstruksi tiang (mast), ditambah ketinggiannya dari kondisi dasar. Untuk mencapai ketinggian maximum, konstruksi tiang ini tumbuh satu per satu bagian (segmen).

Gambar 7   Pemasangan Jib

( from : http://www.construction-machine.org/ )

Gambar 6   Segment mast akan dimasukkan untuk penambahan ketinggian

( from : http://www.construction-machine.org/ )

Dengan menggunakan alat yang disebut atau climbing frame, pemasangan diawali dengan menggantungkan beban pada bagian jib, untuk menyeimbangkan counterweights yang dipakai. Kemudian slewing unit dilepaskan dari kepala tiang. Sebuah peralatan hidrolik pada top climber akan mendorong slewing unit ke atas, sejauh sekitar 6 meter. Kemudian, pemasangan crane mengangkat satu segmen (section) tiang berukuran tinggi 6 meter dan memasukannya dalam celah yang dibuka oleh climbing frame tadi. Begitu segmen ini berhasil disambungkan, berarti crane sudah menjadi lebih tinggi 6 meter.

Kebanyakan tower crane dirakit untuk mencapai ketinggian yang diinginkan, sejak pertama alat tersebut dirakit dan digunakan. Kemudian, alat tersebut akan tumbuh semakin tinggi bersamaan dengan tumbuhnya bangunan yang sedang dibangun. Dan jika struktur yang dibangun sangat tinggi, maka tower crane dapat juga dihubungkan pada bangunan, untuk mendapatkan tambahan kestabilan.

Sehingga dapat disimpulkan, dalam meninggikan crane, tower crane akan membangun dirinya sendiri sampai ketinggian yang dikehendaki. Setelah tersusun 4 section di atas 1 section dipasanglah sabuk, yakni besi penghubung tower crane dengan bangunan yang fungsinya untuk menjaga kestabilan tower crane. Panjang sabuk sekitar 7 meter dan dipasang sekitar 3 buah pada setiap sectionnya. Sabuk dipasang pada setiap 20 meter antara satu section dengan section yang lainnya.

Pembongkaran tower crane

Apabila pekerjaan telah selesai dan sudah waktunya untuk membongkar crane tersebut. Tahapan pembongkaran tower crane adalah kebalikan dari pemasangannya. Mula-mula hooke akan melepaskan bagian section terakhir, sehingga timbul ruang kosong antara slewing dengan section ke 2 terakhir dan teleskop diturunkan perlahan-lahan hingga menyatu dengan section berikutnya. Kemudian hooke melepaskan section berikutnya, sehingga timbul slewing dengan section ke 3 terakhir. Proses ini dilakukan terus menerus hingga slewing menyatu dengan section 1.

Dengan bantuan mobil crane, tower crane dilepaskan satu per-satu. Dimulai dari hoist dilepaskan 3 buah terlebih dahulu, setelah itu jib beserta perlengkapannya dilepaskan. Berikutnya, counter jib dilepaskan beserta perlengkapannya. Tower crane menjadi bentuk  ( I )  kembali. Top head dan slewing dilepaskan dengan mobil crane, dilanjutkan dengan teleskop, section 1 hingga basic master. Setelah selesai pembongkaran hanya menyisakan pondasi tower crane, selanjutnya dibongkar dengan menggunakan alat berat untuk mengambil fine angel yang akan digunakan kembali untuk mendirikan tower crane berikutnya.

Kalo kurang paham, coba pelajari dasarnya dulu, click dibawah . . . . .

click Tower Crane

Sumber :  Techno konstruksi edisi 16

Tower Crane


Gambar 1   Tower Crane

(sumber http://www.constructionweekonline.com/)

Pada prinsipnya , tower crane merupakan pesawat pengangkat dan pengangkut yang memiliki mekanisme gerakan yang cukup lengkap, yakni : kemampuan mengangkat muatan (lifting) menggeser (trolleying), menahannya tetap di atas bila diperlukan dan membawa muatan ke tempat yang ditentukan (slewing dan travelling). Operasi kerja yang identik dan muatan yang seragam yang diangkutnya, memungkinkan fasilitas transport dilakukan secara otomatis. Bukan hanya untuk memindahkan, melainkan juga untuk proses bongkar muatan.

Berdasarkan tipenya, tower crane dibagi berdasarkan cara crane tersebut berdiri, yakni :

  1. Tower crane berdiri bebas (free standing crane)
  2. Tower crane berdiri di atas rel (rail mounted crane)
  3. Tower crane yang ditambatkan pada bangunan (tied-in tower crane)

Dari berbagai tipe ini prinsip kerjanya hampir sama, mengangkat pada gerakan horisontal, berputar, bergerak secara radial dan sebagainya. Hampir semua fasilitas transport memindahkan muatan dengan berbagai sudut atau secara vertkal dapat dilakukan.

Sementara itu, untuk kapasitas tower crane tergantung beberapa faktor. Jika material yang diangkut oleh crane melebihi kapasitasnya, maka akan terjadi jungkir. Oleh karena itu, berat material yang diangkut harus mengikuti ketentuan dan perlu memperhatikan faktor-faktor, antara lain :

  • Kekuatan angin terhadap alat
  • Ayunan beban pada saat dipindahkan
  • Kecepatan pemindahan material
  • Pengereman mesin dalam pergerakannya

Bagian-bagian Tower Crane

Gambar 2 Detail Tower Crane

Spesifikasi tower crane berkaitan dengan operasi pengangkatan dan pemindahan material., meliputi :

  • Ketinggian tower rencana
  • Jangkauan Jib
  • Hoist
  • Trolley
  • Seling

Ketinggian tower crane bergantung dari ketinggian yang ingin dicapai. Jika diperlukan, ketinggiannya dapat ditambah dengan mengikatkannya ke bangunan.

Gambar 3 Jib Section

(sumber : en.jnhytj.com)

Untuk jib atau boom, merupakan lengan tower crane yang terdiri dari elemen-elemen besi yang tersusun menjadi satu bagian rangka batang. Pemasangan jib harus sesuai dengan keperluan dan persyaratannya, baik dengan panjang yang standard maupun yang mencapai maksimum. Pemasangan jib ini, selanjutnya mempengaruhi terhadapa beban yang diangkat. Untuk tiap panjang jib tertentu, ada batasan beban maksimum.

Gambar 4 Counter Jib

(sumber : en.jnhytj.com)

Selain jib, juga terdapat counter jib yang berfungsi sebagai jib penyeimbang terhadap boom yang terpasang. Counter jib dilengkapi counter weight, yang berfungsi sebagai bebannya.

Untuk hoist adalah bagian tower crane yang berfungsi sebagai alat angkut arah vertikal. Sedangkan trolley, adalah bagian tower crane yang berfungsi sebagai alat angkut tower crane arah horisontal. Sedangkan seling merupakan bagian tower crane yang berupa kabel baja dan menjadi bagian hoist. Pemakaian seling bisa diubah-ubah diameternya atau dapat ditambahkan(double-seling), tergantung pada kebutuhan di lapangan.

Gambar detail crane yang lain dapat dilihat pada gambar di bawah :
Gambar 5 Pondasi Tower Crane

(sumber : http://en.jnhytj.com)

Gambar 6 Mast Section

(sumber : http://en.jnhytj.com)

Gambar 7 Slewing Mechanism

(sumber : http://en.jnhytj.com)

Gambar 8 Tower Top

(sumber : http://en.jnhytj.com)

Pada Tower Crane terdapat dua buah limit switch

  1. Switch beban maksimum, : untuk memonitor pada kabel dan memastikan tidak terjadinya overload
  2. Switch momen beban, :  untuk memastikan operator tidak melebihi rating ton-meter bagi crane, ketika beban bergerak pada jib. Sebuah alat yang dinamakan “cat head assembly” pada slewing unit, dapat mendeteksi secara dini bila terjadi kondisi overload.

Pustaka : Techno konstruksi edisi 16

 

Jual rumah murah


Deskripsi Bangunan

Sebelumnya saya akan menjual rumah milik bude saya yang berprofesi sebagai dokter. Sehingga rumahnya pun, terlihat sebagai rumah dokter, dengan ada ruang praktek, dan lain2.Rumah ini  terletak di jalan serasi raya, perumahan Selamarta Babadan, Ungaran. Rumah ini letaknya strategis karena berada di pertigaan gapura masuk perumahan selamarta. Di sebelah rumah terdapat ruko, di depan rumah terdapat rumah makan, di seberang jalan terdapat ruko yang berisi toko bangunan dan pencucian motor dan mobil. Sehingga rumah ini cocok untuk dijadikan bisnis/usaha atau rumah pribadi. Di wilayah ini belum terdapat Alfamart dan Indomaret sehingga cocok juga dijadikan usaha tersebut.

Parkir bisa sampai 4 mobil. Kamar ada 3 termasuk ruang pembantu, 1 kamar mandi di dalam dan 1 kamar mandi pembantu. Dapur. Halaman belakang (untuk jemuran), Ruang praktek (dindingnya semi-permanen, jadi bisa dibongkar dan dijadikan ruangan tertentu. Ruang tunggu praktek,(bisa dijadikan ruangan lain).

Rincian Bangunan

Luas tanah : 355 m2

Harga : 475 juta (bersih)

Foto Rumah

Brosur Seminar Nasional Teknologi Pengembangan Jaringan Koneksi Antar Pulau


Tugas bikin proposal penelitian


Judul Penelitian

PERBEDAAN KUAT TEKAN ANTARA BETON DENGAN PASIR MUNTILAN DAN BETON DENGAN PASIR BODRI.

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Hampir semua faktor yang berkenaan dengan kelayakan suatu agregat endapan (deposit) berhubungan dengan sejarah geologi dari daerah sekitarnya. Proses geologis yang membentuk suatu deposit atau modifikasi yang berturutan, menentukan ukuran, bentuk, lokasi, jenis, keadaan dari batuan, serta gradasi, kebulatan dan derajad informatisnya, dan sejumlah faktor lain yang berkaitan dengan pertanyaan tentang penggunaannya. (L.J Murdock.,et al.,1999)
Sifat yang paling penting dari suatu agregat (batu-batuan, kerikil, pasir dan lain-lain) ialah kekuatan hancur dan ketahanan terhadap benturan, yang dapat mempengaruhi ikatannya dengan pasta semen, porositas dan karakteristik penyerapan air yang mempengaruhi daya tahan terhadap proses pembekuan waktu musim dingin dan agresi kimia serta ketahanan terhadap penyusutan. (L.J Murdock.,et al.,1999)

Gambar penambangan pasir muntilan kab. Magelang Jawa Tengah(sumber : http://www.rumah.com)
Agregat yang banyak digunakan karena sifatnya yang ekonomis di Inggris adalah pasir dan kerikil. Deposit pasir dan kerikil alamiah timbul sebagai deposit pada tempat yang dangkal (mengapung) atau terletak di dasar sungai-sungai maupun sebagai peninggalan ketika es mencair. (L.J Murdock.,et al.,1999)
Deposit sungai masih merupakan yang paling umum dan memenuhi syarat karena deposit ini mempunyai gradasi yang konsisten sebagai hasil dari daya seleksi oleh sungai itu, bentuknya biasanya bulat, tak teratur, dan gaya kikis selama transportasi oleh aliran sungai dan pengendapan sesudahnya menghasilkan eliminasi partikel-partikel yang lemah. Pada umumnya, kerikil-kerikil sungai seragam dalam tebalnya dan deposit dapat dieksploitasi dari 1 meter sampai 6 meter. Lembah Thames dan Trent adalah bagian dari sungai besar yang merupakan suatu cadangan kerikil berkualitas tinggi.(L.J Murdock.,et al.,1999)
Kerikil dan pasir juga dikeruk di muara-muara sungai, terutama pasir dari selat Bristol dan teluk Liverpool di mana digunakan batu pecah untuk betonnya. Produksi dari laut Utara dan selat Inggris tampak melimpah dalam 10 tahun belakangan ini. Meskipun agregat yang dikeruk dari laut telah digunakan pada beberapa tempat selama bertahun-tahun, kenaikan produksi dan penggunaannya telah menentukan batasan tertentu, agar karang laut dan kadar garam tertentu dapat disetujui penggunaannya untuk campuran beton. (L.J Murdock.,et al.,1999)
Di Indonesia bahan tambah telah banyak dipergunakan. Manfaat dari penggunaan bahan tambah ini perlu dibuktikan dengan menggunakan bahan agregat dan jenis semen yang sama dengan bahan yang akan dipakai di lapangan. Dalam hal ini bahan yang dipakai sebagian bahan tambah harus memenuhi ketentuan yang diberikan SNI. Untuk bahan tambah yang merupakan bahan tambah kimia harus memenuhi syarat yang diberikan dalam ASTM C.494, “Standard Specification for Chemical Admixture for Concrete” (Ir.Tri Mulyono,2003)
Penambahan bahan tambah dalam sebuah campuran beton atau mortar tidak mengubah komposisi yang besar dari bahan yang lainnya, karena penggunaan bahan tambah ini cenderung merupakan pengganti atau substitusi dari dalam campuran beton itu sendiri. Karena tujuannya memperbaiki atau mengubah sifat dan karakteristik tertentu dari beton atau mortar yang akan dihasilkan, maka kecenderungan perubahan komposisi dalam berat-volume tidak terasa secara langsung dibandingkan dengan komposisi awal beton tanpa bahan tambah. (Ir.Tri Mulyono,2003)

1.2 Rumusan Masalah
Masalah yang diteliti kali ini merupakan penggunaan beton dengan campuran pasir bodri dan beton dengan campuran muntilan yang digunakan untuk perkuatan struktur baru (beton baru) tidak menempel pada beton lama. Untuk memperjelas permasalahan yang akan diteliti, maka masalah tersebut dirumuskan sebagai berikut :
1. Berapakah selisih kuat tekan, kuat lentur dan kuat tarik belah beton yang dihasilkan oleh kedua jenis pasir tersebut ?
2. Hal apa saja yang menyebabkan perbedan kekuatan dari beton yang dihasilkan oleh masing-masing pasir ?
3. Apakah beton yang dihasilkan oleh pasir-pasir tersebut telah memenuhi Standard Nasional Indonesia?
4. Tipe pekerjaan seperti apakah yang cocok apabila pasir-pasir tersebut digunakan untuk pelaksanaan suatu proyek konstruksi (tanpa bahan tambahan)?
5. Bagaimanakah hasil kuat tekan beton dari masing-masing pasir yang ditambah dengan chemical admixture dan additive berupa superplasticizer dan silica fume?

1.3 Tujuan dan manfaat
Tujuan utama penelitian ini adalah mengembangkan pasir bodri yang merupakan pasir sungai supaya dapat digunakan seperti pasir muntilan, dalam pekerjaan beton dengan kekuatan tekan tinggi yang dipergunakan untuk struktur seperti kolom struktur,beton pre-cast, beton pra-tegang, dinding geser dan lain sebagainya.
Untuk memperjelas langkah dalam mencapai tujuan penelitian diuraikan sebagai berikut :
1. Mengetahui kuat tekan beton dari masing-masing pasir.
2. Mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi kuat tekan beton dari masing-masing pasir
3. Mengetahui kelayakan pasir tersebut untuk pekerjaan konstruksi sesuai dengan SNI dan PBI.
4. Mengetahui jenis pekerjaan yang tepat untuk masing-masing pasir (tanpa bahan tambahan) pada proyek konstruksi.
5. Mengetahui kekuatan tekan beton setelah diberi penambahan chemical admixture dan additive berupa superplasticizer dan silica fume.
Sedangkan manfaat penelitian ini antara lain :
1. Sebagai pedoman untuk pasir sejenis yang memiliki kemiripan dari berbagai aspek dengan pasir yang diteliti.
2. Memberikan informasi kepada masyarakat dan penyedia jasa konstruksi mengenai sifat pasir yang telah diteliti guna membantu mereka dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi.
3. Memberikan informasi tentang penggunaan admixture dan additive yang paling efektif pada pasir-pasir yang telah diteliti dalam kaitannya dengan pekerjaan konstruksi.

BAB II
TINJAUAN PUSTAKA

Pasir dibedakan menjadi 2 yaitu, Pasir beton dan Pasir pasang
Pasir Beton
Pasir beton adalah butiran-butiran mineral keras dan tajam berukuran antara 0,075 – 5 mm, jika terdapat butiran berukuran lebih kecil dari 0,063 mm tidak lebih dari 5% berat. Pasir beton sering digunakan untuk pekerjaan cor-coran struktur seperti kolom, balok dan pelat lantai. (Drs.Daryanto,2008)

Gambar Pasir Muntilan kab. Magelang Jawa Tengah 2006
(Sumber : http://www.digilib.unees.ac.id)
Untuk mendapatkan kekuatan beton yang optimal maka pasir harus dapat memenuhi syarat-syarat sebagai berikut :
a) Pasir beton harus bersih, bila diuji dengan larutan pencuci khusus, tinggi endapan pasir yang kelihatan dibandingkan dengan tinggi seluruh endapan tidak kurang dari 70%.(Drs.Daryanto,2008)
b) Kadar butiran yang lewat ayakan 0,063 mm (kadar lumpur) tidak boleh lebih dari 5% berat. (Drs.Daryanto,2008)
c) Angka kehalusan butir (FM) terletak antara 2,2 – 3,2 bila diuji dengan rangkaian ayakan 0,16 ; 0,315; 0,63; 1,25; 2,50; 0,5 dan 10 mm, fraksi yang lewat ayakan 0,3 mm minimal 15% berat. (Drs.Daryanto,2008)
d) Pasir tidak boleh mengandung zat-zat organik yang dapat mengurangi mutu beton. Untuk memeriksanya pasir direndam pada cairan 3% NaOH, cairan di atas endapan tidak boleh lebih gelap dari warna larutan pembanding. (Drs.Daryanto,2008)
e) Kekekalan terhadap larutan Na4SO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 12% berat. Kekekalan terhadap larutan MgSO4; fraksi yang hancur tidak boleh lebih dari 10% berat.
f) Untuk beton dengan tingkat keawetan tinggi, reaksi pasir terhadap alkali harus negatif. (Drs.Daryanto,2008)
Pasir Pasang
Berdasarkan tempat penambangan, maka pasir pasang di bedakan dalam 2 jenis sebagai berikut :
1. Pasir Gunung, adalah pasir yang diperoleh dari hasil galian , butirannya kasar dan tidak terlalu keras. Biasanya pasir jenis ini mengandung pozolan (jika dicampur dengan kapur padam dan air setelah beberapa waktu dapat mengeras sehingga membentuk suatu massa padat dan sukar dalam air). (Drs.Daryanto,2008)
2. Pasir Sungai, adalah pasir yang diperoleh dari sungai yang merupakan hasil gigisan batu-batuan yang keras dan tajam, pasir jenis ini butirannya cukup baik (antara 0,063 mm – 5 mm) sehingga merupakan adukan yang baik untuk pekerjaan pasangan. (Drs.Daryanto,2008)
Menurut Standar ASTM. C.494 (1995: .254) dan Pedoman Beton 1989 SKBI.1.4.53.1989 (Ulasan Pedoman Beton 1989: 29), jenis bahan tambah kimia dibedakan menjadi 7 tipe bahan tambah. Pada dasarnya suatu bahan tambahan harus mampu memperlihatkan komposisi dan unjuk kerja yang sama sepanjang waktu pekerjaan selama bahan tersebut di gunakan dalam racikan beton sesuai dengan pemilihan proporsi betonnya (PB, 1989:12). Jenis dan definisi bahan tambah kimia ini sebagai berikut (Ir.Tri Mulyono,2003) :
Bahan Tambah Kimia (Chemical Admixtures)
1. Tipe A “Water-Reducing Admixtures”
Water-Reducing Admixtures adalah bahan tambah yang mengurangi air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu.
Water-Reducing Admixtures digunakan antara lain untuk tidak mengurangi kadar semen dan nilai semen dan nilai slump untuk memproduksi beton dengan perbandingan rasio faktor air semen (wer) yang rendah. Pada kasus pertama dengan mengurangi FAS(Faktor Air Semen) secara tidak langsung akan meningkatkan kekuatan tekannya karena dalam banyak kasus dengan FAS yang rendah akan meningkatkan kekuatan tekan beton. Pada kasus kedua dengan tingginya nilai slump yang didapatkan akan memudahkan penuangan adukan (placing) atau dengan hal ini waktu penuangan adukan dapat diperlambat. Pada kasus ketiga dimaksudkan untuk mengurangi biaya karena penggunaan semen yang lebih kecil (Mather,Bryant,1994:494-495)
Komposisi dari campuran bahan tambah ini diklasifikasikan secara umum menjadi 5 kelas :
a) Asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam
b) Modifikasi dan turunan asam lignosulfonic dan kandungan garam-garam
c) Hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garam-garam
d) Modifikasi hydroxylated carboxylic acids dan kandungan garam-garam.
e) Material lain seperti :
• Material inorganic seperti seng, garam-garam, barak, posfat, klorida
• Asam amino dan turunannya
• Karbonhidrat, polisakarin dan gula asam.
• Campuran polimer, seperti eter, turunan melamic, naptan, silicon, hidrokarbon-sulfat.

2. Tipe B “Retarding Admixtures”
Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk menghambat waktu pengikatan beton. Penggunaannya untuk menunda waktu pengikatan beton (setting time) misalnya karena kondisi cuaca yang panas, atau memperpanjang waktu untuk pemadatan untuk menghindari cold joints dan menghindari dampak penurunan saat beton segar pada saat pengecoran dilaksanakan. (Ir.Tri Mulyono,2003)
3. Tipe C “Accelerating Admixtures”
Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mempercepat pengikatan dan pengembangan kekuatan awal beton. Bahan ini digunakan untuk mengurangi lamanya waktu pengeringan (hidrasi) dan mempercepat pencapaian kekuatan beton. Accelerating Admixtures yang paling terkenal adalah kalsium klorida. Perlu ditekankan bahwa kalsium klorida jangan digunakan jika korosi progresif dari tulangan baja dapat terjadi. Dosis maksimum adalah 2% dari berat semen yang digunakan. (Ir.Tri Mulyono,2003)
Secara umum, kelompok bahan tambah ini dibedakan menjadi 3 yaitu :
a) Larutan garam organik
b) Larutan campuran organik
c) Material miscellaneous

4. Tipe D “Water Reducing and Retardding Admixtures”
Water Reducing and Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu dan menghambat pengikatan awal.
Water Reducing and Retarding Admixtures yaitu pengurang air dan pengontrol pengeringan (Water Reducing Admixture). Bahan ini digunakan untuk menambah kekuatan beton. Bahan ini juga akan mengurangi kandungan semen yang sebanding dengan pengurangan kandungan air. Bahan ini hampir semuanya berwujud cair. Air yang terkandung dalam bahan ini akan menjadi bagian dari air campuran beton. Jadi, dalam perencanaan air ini harus ditambahkan sebagai berat air total dalam campuran beton. Perlu ditekankan bahwa perbandingan antara mortar dengan agregat kasar tidak boleh berubah. Perubahan kandungan air, atau udara, atau semen, harus diatasi dengan perubahan kandungan agregat halus sehingga volume tidak berubah. (Ir.Tri Mulyono,2003)

5. Tipe E “Water Reducing and Accelerating Admixtures”
Water Reducing and Accelerating Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi ganda yaitu mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton yang konsistensinya tertentu dan mempercepat pengikatan awal. (Ir.Tri Mulyono,2003)
6. Tipe F ”Water Reducing,High Range Admixtures”
Water Reducing,High Range Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu, sebanyak 12% atau lebih. (Ir.Tri Mulyono,2003)

Gambar Superplasticizer
(Sumber : www. freewebs.com)
Kadar pengurangan air dalam bahan ini lebih tinggi sehingga diharapkan kekuatan beton yang dihasilkan lebih tinggi dengan air yang sedikit, tetapi tingkat kemudahan pekerjaan juga lebih tinggi. Jenis bahan tambah ini dapat berupa superplasticizer, Bahan jenis ini termasuk sebagai bahan kimia tambahan yang baru, dan disebut sebagai “bahan tambah kimia pengurang air”. Tiga jenis plastitisizer yang dikenal adalah : (Ir.Tri Mulyono,2003)
a) Kondensi sulfonat melamin formadehid dengan kandungan klorida sebesar 0.005%.
b) Sulfonat nafthalin formaldehid dengan kandungan florida yang dapat diabaikan.
c) Modifikasi lignosulfonat tanpa kandungan klorida
Ketiga bahan di atas disebut superplasticizer, karena dapat mengurangi pemakaian air pada campuran beton dan meningkatkan slump beton sampai 8 inch (208 mm) atau lebih. Dosis yang disarankan adalah 1% sampai 2% dari berat semen. Dosis yang berlebihan akan mengakibatkan menurunnya kekuatan tekan beton. (Ir.Tri Mulyono,2003)

Gambar Bahan Superplasticizer
(Sumber : http://www.haiixingzz.en.alibaba.com)

7. Tipe G “Water Reducing, High Range Retarding Admixtures”
Water Reducing, High Range Retarding Admixtures adalah bahan tambah yang berfungsi untuk mengurangi jumlah air pencampur yang diperlukan untuk menghasilkan beton dengan konsistensi tertentu sebanyak 12% atau lebih dan juga untuk menghambat pengikatan beton. Jenis bahan tambah ini merupakan gabungan superplasticizer dengan menunda waktu pengikatan beton. Biasanya digunakan untuk kondisi pekerjaan yang sempit karena sedikitnya sumber daya yang mengelola beton yang disebabkan oleh keterbatasan ruang kerja. (Ir.Tri Mulyono,2003)
Bahan Tambah Mineral (Additive)
1. Abu Terbang Batu bara (Fly Ash)
Menurut ASTM C.618 (ASTM, 1995:304) abu terbang (fly ash) didefinisikan sebagai butiran halus hasil residu pembakaran batubara atau bubuk batu bara. Fly ash dapat dibedakan menjadi dua, yaitu abu terbang yang normal yang dihasilkan dari pembakaran batu bara antrasit atau batu bara bitomius dan abu terbang kelas C yang dihasilkan dari batubara jenis lignite atau subbitumeus. Abu terbang kelas C kemungkinan mengandung kapur (lime) lebih dari 10% beratnya. Kandungan kimia yang dibutuhkan dalam fly ash tercantum dalam ASTM C.618-95:305 (Ir.Tri Mulyono,2003)

Gambar Abu Terbang (Fly Ash)
(Sumber : http://www.themoderngreen.com)

2. Silica Fume
Menurut standar “Spesification for Silica Fume for Use in Hydraulic Cement Concrete and Mortar” (ASTM.C.1240,1995:637-642) silica fume adalah material pozzolan yang halus, dimana komposisi silica lebih banyak yang dihasilkan dari tanur tinggi atau sisa produksi silicon atau alloy besi silicon dikenal sebagai gabungan antara microsilica dengan silica fume. (Ir.Tri Mulyono,2003)
Penggunaan silica fume dalam campuran beton dimaksudkan untuk menghasilkan beton dengan kekuatan tekan yang tinggi. Beton dengan kekuatan tinggi, digunakan, misalnya, untuk kolom struktur atau dinding geser, pre-cast atau beton pra-tegang dan beberapa keperluan lain. Kriteria beton dengan kekuatan tekan tinggi saat ini adalah 50-70 MPa untuk umur 28 hari. Penggunaan silica fume berkisar antara 0 – 30% untuk memperbaiki karakteristik kekuatan dan keawetan beton dengan factor air semen sebesar 0,34 dan 0,28 dengan atau tanpa superplasticizer dan nilai slump 50 mm ( Yogendran, et al.1987:124-129 )

Gambar Silica Fume
(Sumber : www. en.wikipedia.org)

BAB III
METODE PENELITIAN

3.1 Tempat dan Waktu
Penelitian akan dilaksanakan di laboraturium Fakultas Teknik Unissula karena ketersediaan peralatan yang mendukung penelitian ini. Sedangkan waktu penelitian akan dilaksanakan apabila proposal disetujui.

3.2 Alat dan Bahan
Alat yang digunakan berasal dari laboraturium Fakultas Teknik Unissula, berupa :
1) Alat cetak beton (kubus,silinder dan balok)
2) Alat uji Slump Beton
3) Saringan Pasir
4) Cawan
5) Mesin Uji Tekan
6) Gelas Ukur
7) Timbangan
8) Batang besi ᴓ16 panjang 60 cm (untuk Rodding)
9) Alat penggetar
10) Oven
11) Alat Pengaduk Beton (Molen)
Bahan yang digunakan antara lain :
1) Portland Cement
2) Pasir muntilan
3) Pasir Bodri
4) Kerikil 1/2
5) Air
6) Bahan Chemical Admixture meliputi superplasticizer
7) Bahan additive meliputi silica fume

3.3 Cara Kerja
I. Sebelum dimulai penelitian semua alat dibersihkan sebelum dipakai
II. Masing-masing pasir di uji gradasi ukuran butirnya (Finnes Modulus).
III. Masing-masing pasir di uji kadar airnya.
IV. Masing-masing pasir di cari berat jenis masing-masing.
V. Masing-masing pasir di uji kadar lumpurnya.
VI. Masing-masing pasir di campur dengan campuran semen, kerikil, dan air dalam takaran yang sama.
VII. Masing-masing pasir di campur dengan campuran semen, kerikil, bahan tambah (chemical admixture dan additive) dan air sesuai dengan ketentuan SNI atau ASTM dalam campuran beton dengan penggunaan bahan tambah.
VIII. Adonan beton hasil dari masing-masing pasir baik yang tanpa atau bahan tambah dicetak pada cetakan kubus, balok dan silinder.
IX. Adonan beton tanpa bahan tambah di buat dalam 3 benda uji kubus, 3 benda uji silinder, dan 1 benda uji balok.
X. Adonan beton dengan bahan tambah di buat dalam 3 benda uji kubus, 3 benda uji silinder, dan 1 benda uji balok.
XI. Setelah 24 jam benda uji dilepas dari cetakan kemudian dilakukan perawatan (curing)
XII. Setelah 28 hari benda uji beton dengan pasir bodri dan pasir muntilan baik yang dengan dan tanpa bahan tambah di tes kuat tekan, kuat belah dan kuat lenturnya.

DAFTAR PUSTAKA

Murdock, L.J,Brook K.M., Stephanus Hindarko.,1999, Bahan dan Praktek Beton (4th edition), Erlangga, Jakarta.
Mulyono Tri, 2003, Teknologi Beton, Penerbit Andi, Yogyakarta.
Daryanto, 2008, Kumpulan Gambar Teknik Bangunan, Rineka Cipta, Jakarta.
Yogendran, V., et.al., 1987, Silica fume in High-Strength Concrete,Technical Paper, Title No. 84-M.15 ACI Material Journal. Pp. 124-129.

Pembangunan Pasar Purwogondo Semarang


Pembangunan Pasar Purwogondo adalah proyek dari Dinas Pasar, kebetulan ayah saya mendapatkan kontrak sebagai konsultan pengawasannya. Jadi, saya dapat bermain-main disana. ayo main. . . hehe

Gambar aku (depan) sama anam (belakang)

Pembongkaran

Sebelumnya pasar ini sudah ada, tapi akan dibangun ulang semua bangunan lama dibongkar dan dibuat bangunan baru. Semua bangunan digempur untuk digunakan untuk urugan tanah, kekurangannya akan didatangkan dengan dump truck. Elevasi akan dinaikkan 1 meter dari elevasi sekarang.

Pekerjaan bongkaran ini dilakukan selama 1 bulan. (Lama banget), sedangkan kontraknya adalah 3 bulan, jadi tinggal 2 bulan lagi untuk pembangunan. Setelah pekerjaan bongkaran selesai, akan didatangkan alat pemancang (pile driving) karena pondasi ini akan pakai pondasi tiang pancang. Tapi karena jalan akses proyeknya masih gak karuan(masih banyak sisa bongkaran, jadi gak rata!!), jadi pihak rental pancangnya minta akses masuknya diratakan pakai tanah urug dulu.

Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang

Disini pondasi yang digunakan adalah Mini Pile, bentuknya segitiga sama sisi, dengan panjang sisinya 25 cm. Panjang 1 tiang pancang adalah 6 meter, Kedalaman sampai tanah keras adalah 12 meter, sehingga 1 titik pancang membutuhkan 2 buah Mini Pile. Pada proyek ini Mini Pile yang digunakan lebih dari 100 buah.


Gambar proses pemancangan


Masalah-masalah pemancangan

Masalah-masalah yang terjadi saat akan memancang adalah

  1. Pada sisi tepi pondasi, pemancangan di ajukan 1 meter, karena takut akan mengganggu pondasi atau dinding dari bangunan tetangga sehingga terjadi perubahan letak pondasi dan penambahan kolom lagi
  2. Pada sisi tepi bagian tengah terdapat rumah warga, yang pintu akses masuknya tertutup oleh bangunan pasar yang baru, sehingga saat ini masih diproses oleh dinas.

Langsung saja, pekerjaan minipile seluruhnya dilaksanakan dengan jangka waktu 2 minggu, saat itu para tukang membuat pekerjaan bekisting untuk menghemat waktu.

Setelah semua tiang pancang selesai dipancang, lalu tanah disekitarnya digali sedalam 1,3 meter dan lebar 120×120 cm sesuai dimensi footplatnya. kedalaman 30 cm dari bawah untuk pemasangan lantai kerja dan pasir urug, tinggi footplatnya 35 cm, jadi nanti diurug kembali 65 cm.



Galian tanah untuk pemasangan lantai kerja dan footplat

Setelah tanah di gali 1,3 meter tampak air tanahnya udah pada keluar, seperti air ledeng derasnya. Jadi harus pake pompa untuk nguras airnya. Baru habis itu masang lantai kerja, urugan pasir kalo udah kering baru footplat dipasang. Eitttzzzz, tapi sebelum dipasang footplat tiang pancangnya kan masih tinggi tu di tu, nanti digempur lagi disesuaikan ma footplatnya.


Gambar penyedot air

Thu kan ada selang ntar selangnya ditaruh di tempat yang mau disedot airnya, lalu airnya keluar lewat lubang diatas ember.

Gambar penyedot air

 


Minipile lagi dipotong kepala tiangnya

Gambar pemasangan besi footplat dan besi kolom

Besi kolom sudah terpasang menancap pada Footplat

 

gambar footplatnya kurang lebih seperti dibawah ini, jarak pembesiannya 20 cm, dengan besi ulir ø16.

Footplat belum jadi

Setelah besi kolom terpasang, kolom dicor sampai ketinggian sloof,lalu tanah di urug kembali lalu masang sloof ukuran 20/40, sloof gantung , tulangannya ada 8 yaitu atas 3, bawah 3 tengah 2.dengan ø16 (ulir) yang tengah polos, begel ø10, jarak 20 cm.

Gambar besi kolom dan besi sloof

sesudah bekisting terpasang waktunya ngecor sloof sekarang, Adukan pake molen pasirnya lumayan(gak bagus banget, tapi), kerikil 2/3, semennya aku lihat stoknya merk gresik sama holchim.

Cor sloof

Gambar pasirnya

Gambar situasi proyek 12 oktober 2010

Molen ada 2 buah, yang didepan foto ini dan di belakangnya. . Tapi yang di depan ini rusak jadi yang fungsi cuman yang di belakang. ckckck, jadi tukangnya harus jalan buat ngecor strukturs di sekitar molen yang rusak ini.

 

To be continue. . .

Masih saya update terus perjalanan proyek ini

 

Perencanaan Pengendalian Proyek Konstruksi (Part 1)


Mengapa diperlukan teknik scheduling ?????

  • Semua pekerjaan memerlukan perencanaan untuk dapat dilaksanakan dengan baik
  • Metode kerja beserta tahapannya harus dituangkan sehingga dapat dibaca dengan baik oleh pelaksana pekerjaan
  • Pekerjaan dalam bidang konstruksi mempunyai batas waktu tertentu
  • Semakin kompleks suatu proyek, kebutuhan menggunakan network planning semakin besar karena ketergantungan satu pekerjaan terhadap pekerjaan lainnya.

Sejarah singkat teknik scheduling

  1. 1917 Henry Gantt memperkenalkan Barchart
  2. 1956 CPM dikembangkan oleh Du Pont Co
  3. 1957 Charles Clark memperkenalkan CHART
  4. 1961 Prof. John Fondahl memperkenalkan PDM

BAGAN BALOK ( BAR CHART )

Keuntungan

Sederhana dan mudah dipahami

Kerugian

  • Tidak menunjukkan secara spesifik hubungan ketergantungan antara satu kegiatan dengan kegiatan lainnya
  • Sukar untuk mengadakan perbaikan
  • Untuk proyek berukuran besar dan bersifat  kompleks, penggunaan bagan balok tidak efektif

Gambar Bar Chart

JARINGAN KERJA ( NETWORK )

Pemakaian Jaringan Kerja :

  1. Metode Jalur Kritis ( Critical Path Method )
  2. Metode PERT ( Project Evaluation and Review Technique )
  3. Metode Presenden Diagram ( Presendence Diagram Method )

Jaringan Kerja merupakan langkah penyempurnaan metode bagan balok dengan kegunaan sebagai berikut :

  • Menyusun urutan kegiatan proyek yang memiliki sejumlah besar komponen dengan hubungan ketergantungan yang kompleks
  • Membuat perkirakan jadwal proyek yang paling ekonomis
  • Mengusahakan fluktuasi minimal penggunaan sumber daya

Langkah awal membuat jaringan kerja adalah mengkaji lingkup proyek , kemudian menguraikannya menjadi komponen-komponennya untuk meningkatkan akurasi perkiraan kurun waktu kegiatan & logika ketergantungan diantara kegiatan-kegiatan tersebut.

Membuat jaringan kerja didasarkan atas logika ketergantungan :

1.  Ketergantungan Alamiah :

Sebagian besar ketergantungan disebabkan oleh kegiatan itu sendiri

2.  Ketergantungan Sumber Daya :

Ketergantungan diakibatkan oleh terbatasnya dana atau sumber daya

Pengaruh Cuaca

Dikenal ada 2 pendekatan untuk pengaruh cuaca, yaitu :

  1. Memasukkan faktor cuaca ke dalam masing-masing kegiatan. Kegiatan-kegiatan tersebut dikaji sejauh mana kepekaannya terhadap pengaruh cuaca selama proyek berlangsung
  2. Tidak memasukkan faktor cuaca ke dalam perkiraan waktu masing-masing kegiatan tetapi memperhitungkan kurun waktu penyelesaian proyek secara keseluruhan.

Menggambar Jaringan Kerja

Usaha menyusun urutan kegiatan yang mengikuti logika ketergantungan dapat dipermudah dengan pertanyaan sebagai berikut :

  • Kegiatan apa yang dimulai terlebih dahulu
  • Mana kegiatan berikutnya yang akan dikerjakan
  • Adakah kegiatan-kegiatan yang dapat berlangsung sejajar
  • Perlukah mulainya kegiatan tertentu menunggu yang lain

Arrow Diagram

METODE LINTASAN KRITIS (DIAGRAM PANAH/ARROW DIAGRAM)

  • Kegiatan pada diagram panah diwakili oleh panah
  • Lingkaran yang ditempatkan pada awal dan akhir kegiatan menandakan kejadian (event) awal dan akhir (starting and finishing)


  • Kegiatan-kegiatan dihubungkan satu dengan lainnya sesuai cara yang logis untuk menunjukkan urutan konstruksi
  • Untuk menghindari jumlah kejadian yang terlalu banyak dalam jaringan, kejadian akhir dari kegiatan pendahulu adalah juga kejadian awal dari kegiatan pengikut

  • Diagram panah kadang memerlukan Dummy Activities untuk melengkapi logika jaringan, penambahan dummy bukan untuk menciptakan tambahan ketergantungan yang tidak perlu.

WAKTU KEJADIAN / EVENT TIME dan LINTASAN KRITIS (Penjadwalan Waktu)

Empat waktu kejadian untuk tiap kegiatan :

  1. Waktu mulai paling awal / earliest start date (ESD)
  2. Waktu selesai paling awal / earliest finish date (EFD)
  3. Waktu mulai paling lambat / latest start date (LSD)
  4. Waktu selesai paling lambat / latest finish date (LFD)

ESD dan EFD dihitung pertama melalui sepanjang jaringan dari awal hingga akhir (langkah ke depan / forward pass)

  • Diasumsikan bahwa proyek dimulai dari waktu yang ke 0
  • EFD dari kegiatan paling awal sama dengan ESD-nya ditambah durasinya
  • EFD dari kegiatan yang mendahuluinya kemudian menjadi ESD dari kegiatan yang mengikuti
  • EFD dari kegiatan paling akhir menunjukkan durasi total dari proyek
  • Jika dua atau lebih kegiatan pendahulu l1, l2, . . . . . . . . . , ln bertemu pada nodal awal dari kegiatan pengikut J, ESD dari kegiatan J sama dengan nilai maksimal dari EFD dari kegiatan-kegiatan pendahulu l

LFD dan LSD dihitung untuk tiap kegiatan dalam jaringan dihitung kemudian melalui sepanjang jaringan dari akhir hingga awal (langkah ke belakang / backward pass)

  • LSD dari kegiatan pengikut J menjadi LFD dari kegiatan pendahulu i
  • LSD dari kegiatan l sama dengan LFD-nya dikurangi durasinya
  • Jika dua arah atau lebih kegiatan pengikut J1, J2 . . . . . . . . Jn berasal dari nodal akhir kegiatan pendahulu l, LFD dari kegiatan l sama dengan nilai minimal dari LSD kegiatan pengikut J

Kegiatan-kegiatan dengan ESD sama dengan LSD dan EFD sama dengan LFD adalah kegiatan-kegiatan kritis.

Free Float and Total Float

  1. Kegiatan non kritis pada jaringan ditandai dengan tersedianya sejumlah tenggang waktu yang besarnya bervariasi
  2. Kegiatan tersebut tidak harus dimulai pada ESD-nya asalkan tidak terlambat hingga melebihi tenggang waktu yang tersedia atau waktu selesainya tidak melebihi LFD-nya.
  3. Tenggang waktu yang tersedia disebut sebagai Float :
    • Free Float (FF) adalah sejumlah waktudimana sepanjang itu kegiatan pada jaringan dimungkinkan mengalami penundaan tanpa menunda EFD dari kegiatan pengikut.

  • Total Float (TF) adalah sejumlah waktu dimana sepanjang itu kegiatan pada jaringan dimungkinkan mengalami penundaan tanpa menunda EFD dari seluruh proyek

 

Sumber : Kuliah Perencanaan dan pengendalian Proyek Konstruksi (Dosen:Dr.Henny Pratiwi Adi, ST, MT)

Struktur Pelindung dari Gempa (Steel Braced-Frame)


Sebagian besar bangunan saat ini telah  didesain sedemekian rupa sehingga saat terjadi gempa bumi dengan intensitas besar, maka bangunan tersebut dikorbankan untuk menyelamatkan penghuninya. Walaupun dalam bencana gempa bangunan tersebut tidak roboh, tetapi mengalami kerusakan berat, sehingga strukturnya mengalami deformasi dan tidak layak dari segi struktur. Sehingga mau tidak mau bangunan tersebut harus dirobohkan.

Pengertian

Steel Brached Frame adalah suatu  inovasi baru yang telah diteliti oleh para peneliti dari Stanford University of Lullinos. Dimana Steel Brached Frame merupakan struktur rangka baja yang mendukung  bangunan utama, letaknya berada di luar bangunan (eksterior). Rangka baja ini didesain dapat bergoyang ke atas dan ke bawah (akibat elastisitas urat (tendon) baja) saat terjadi goncangan gempa sampai dengan 7 Skala Righter (SR).

Dalam aplikasinya, sistem ini dapat dipasang sebagai bagian awal dari desain awal bangunan, atau bisa juga dipasang pada bangunan yang sudah berdiri. Sistem ini diharapkan dapat meminimalisir kerusakan dan tentunya memberikan keselamatan bagi penghuninya. Jadi sistem ini diyakini lebih ekonomis dan lebih aman.

Komponen Steel Brached Frame

Setelah melihat gambar di atas, maka bagian -bagian Steel Brached Frame adalah :

  1. Struktur bangunan berwarna putih pada gambar di atas adalah gedung 3 lantai yang akan dilindungi Steel Brached Frame dari bahaya gempa.
  2. Warna merah adalah rangka baja utama dari Steel Brached Frame
  3. Warna hijau adalah pondasi baja untuk mendukung rangka baja Steel Brached Fram.
  4. Warna kuning adalah fuses (sekering) yang berfungsi untuk melenturkan, membuang induksi energi dari gempa, dan memperkecil kerusakan, serta membatasi kerusakan bangunan hanya pada area tertentu.
  5. Kabel berwarna putih yang berada di depan dan di belakang fuses (sekering) adalah tendon (urat baja) yang terdiri dari kawat-kawat baja pilinan. Tendon ini didesain elastis ketika gedung sedang digoncang gempa. Namun ketika goncangan berakhir, tendon yang terbuat dari material baja berkekuatan tinggi akan menyesuaikan pada panjang semula dan menarik gedung pada posisi semula.

Uji Coba Rangka Steel Brached Frame

Untuk mendapatkan hasil kinerja dari sistem struktur tahan gempa tersebut, telah dilakukan beberapa pengujian goncangan sistem struktur Steel Brached Frame di Hygo Earthquake Engineering, Miki City, Jepang.

Mereka menggunakan model gempa di Kobe, Jepang, yang berkekuatan 6,9 SR (tahun 1995) dan gempa Northbridge yang berkekuatan 6,7 SR (tahun 1994). Hasil pengujian, ternyata struktur Steel Brached Frame tersebut mampu menahan daya rusak gempa. Kerusakan yang terjadi pada bangunan gedung, hanya di sekitar fuses (sekering) saja sehingga dapat dengan mudah diganti. Padahal, di akhir pengujian para peneliti meningkatkan kekuatan gempa buatan 1,75 kali lebih besar dari gempa Northbridge.

Pustaka :

Techno konstruksi ,september 2010

google (untuk gambar)

Rembesan Air Dalam Tanah


Rembesan air dimaksudkan untuk mengukur kemampuan tanah dilewati oleh air melalui pori-porinya.

Menurut hukum Darcy, debit air (Q) yang melalui penampang massa tanah (A) adalah :

Q = k i A

Keterangan

k = koefisien rembesan (coefficient of permeability)

i = gradien hidrolik

Satuan yang biasa dipakai adalah cm/det, dalam sistim cgs dan ft/day dalam satuan f.p.s

Koefisien Rembesan (k) dalam laboraturium dapat ditentukan sebagai berikut :

a) Pengukuran dalam “Tegangan Tetap” (Constant Head)

b) Pengukuran dalam “Tegangan Berubah” (Variable/Falling Head)

Pengukuran Dalam “Tegangan Tetap”

Sejumlah air di alirkan melalui kumpulan tanah yang akan di selidiki. Debit (Q) dapat ditentukan dengan isi air yang keluar dibagi jumlah waktu yang digunakan.

Pengukuran dalam “Tegangan Berubah”

Penurunan air dalam jangka waktu dt dan dh.

Dengan hukum Darcy, banyaknya air dalam jangka waktu dt adalah :

dQ = k * h/L * A * dt

dQ = adh  ;  a = luas pipa

- a*dk  =  k * h/L * A * dt

- a * dh/h = k * A/L * dt

Integrasi antara batas h1  sampai dengan h2 dan O  sampai dengan t

Aliran air yang melalui pori tanah di anggap laminer dan debitnya dapat dinyatakan sebagai berikut :

Dimana :

Ck = adalah konstanta

D = tergantung pada ukuran butir tanah

µ, w, dan e mempunyai nilai seperti biasanya.

Faktor – faktor yang mempengaruhi koefisien rembesan :

a) Ukuran butiran tanah

Menurut Allen azen, koefisien rembesan pasir dapat dinyatakan sebagai berikut :

D10 dalam cm dan k dalam cm/det

b) Sifat dan pori cairan

Dinyatakan dengan w

c) Kadar pori

Sesuai dengan persamaan barusan d atas, k adalah perbandingan langsung dari

Ck adalah faktor yang tergantung pada ketelitian pemasangan pipa pada tanah.

d) Susunan struktur parikel

Daya Rembesan Dari Tanah yang Berlapis-lapis

Susunan lapisan tanah pada gambar dalam II – 3, masing-masing lapis dari tanah adalah homogen tersendiri.

a) Aliran sejajar lapisan

Q = V1h1 + V2h2 + V3h3 + . . . . . . . . . . . . . . .

Kecepatan rata-rata



Pipa Dengan Turbin


Seperti dilihat pada gambar di atas, garis tenaga (EL) turun secara teratur berhimpit dengan garis tekanan (HGL). Di bagian curat, garis tenaga menurun sedikit, sedang garis tekanan memisah turun dengan tajam menuju ujung hilir curat dimana tekanannya adalah tekanan atmosfer.

Dengan mengabaikan tenaga sekunder, maka tinggi tekanan efektif (H) adalah :

Daya yang tersedia pada curat :

P  =  Q H γ


dengan,

P = daya pada curat (kgf m/det)

Q = debit aliran (m3/det)

H = tinggi tekanan efektif (m)

γ = berat jenis zat cair (kgf/cm3)

Pustaka :

Modul ajar Mekanika Fluida dan Hidraulika 2, Unissula. Ir. M. Faiqun Ni’am, MT dan Ir . H. Wahono Busro, MS

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir

Pompa Dalam Sistem Perpiapaan


Pompa dapat dipandang sebagai alat untuk menaikkan tekanan atau energi potensial air. Dengan pompa maka tinggi tekanan yang telah berkurang, dapat dinaikkan kembali sehingga sistem dapat mengalirkan air.

Pompa mengalirkan air ke satu arah dengan menaikkan tinggi tekanan di sebelah hilir dan menurunkan tekanan di sebelah hulu.

Karakteristik pompa tidak ditunjukkan oleh diameter pompa & kecepatan putarnya, tetapi oleh debit yang dapat dihasilkannya untuk berbagai variasi tinggi tenaga yang harus ditambahkan. Semakin tinggi, head yang harus ditambahkan, semakin kecil debit yang dapat diproduksi (lihat grafik).

Pompa dapat dipasang seri maupun pararel. Pada pompa yang serupa karakteristiknya, dan dipasang SERI, tinggi tekanan naik dua kali lipat tetapi debit pompa tetap,

Pada pompa PARAREL, tinggi tekanan tetap, tetapi debit pompa menjadi 2 kali lipat.

Dalam praktek, pemasangan pompa secara seri kadang menyulitkan operasional. Misalnya ada 2 pompa, emudian salah satunya macet dan berhenti bekerja, maka pompa yang lain juga harus segera dimatikan agar bebannya tidak berat.

Dalam sistem pipa, selain digunakan pompa untuk menaikkan zat cair dari elevasi berbeda, zat cair itu sendiri dapat dimanfaatkan tenaganya untuk memutar turbin pembangkit tenaga listrik. Untuk mendapat kecepatan yang besar, pada ujung diberi curat.

Pustaka :

Modul ajar Mekanika Fluida dan Hidraulika 2, Unissula. Ir. M. Faiqun Ni’am, MT dan Ir . H. Wahono Busro, MS

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir

Reverse Osmosis Membrane


Reverse Osmosis Membrane adalah suatu alat untuk mengolah air asin dari laut, air gambut dan air limbah perumahan atau industri menjadi air bersih yang layak minum.

Pada pengolahan air laut, air asin yang jumlah garamnya 3 – 4,5 % harus dipisahkan dengan menggunakan teknologi desalinasi, antara lain dengan proses distilasi (penguapan), proses elektrodialisis, dan proses dengan menggunakan membran seperti teknik Reverse Osmosis (R/O).

Reverse Osmosis adalah istilah teknologi yang berasal dari osmosis sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul solvent (biasanya air) akan mengalir dari daerah berkonsentrasi rendah ke daerah berkonsentrasi tinggi melalui membran supermeable. Membran ini menunjuk ke membran sel atau membran apapun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari itu. Gerakan dari solvent berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai pada 2 sisi membran.

Disini terjadi suatu proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi solute tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah “solute” rendah dengan menggunakan tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, ia mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap solute dari 1 sisi dan membiarkan pendapatan solvent murni dari sisi satunya.

Reverse Osmosis merupakan tingkat penyaringan yang ke-5 atau teknologi penyaringan yang tertinggi pada saat ini. Dalam proses ini terjadi penyerapan air melalui membran (filter), sekaligus memblok kandungan partikel dan molekul lainnya, yang terkandung di dalam air. Dengan hyperfiltration, R/O memaksa air beserta molekulnya, menembus membran. Sebagaian besar air yang tidak dapat menembus membran ini, akan berbalik arah untuk diproses kembali dengan menambahkan tekanan pada larutan yang lebih padat (air terpolusi) melalui membran semi-permiabel, sehingga menghasilkan air bersih yang bebas dari polutan.

Membran R/O berteknologi tinggi ini mempunyai pori-pori yang sangat kecil, yaitu hanya 0,0001 mikron (500.000 kali lebih kecil dibandingkan sehelai rambut manusia). Dengan membran ini maka dapat menyingkirkan berbagai mikroorganisme, logam berat, bakteri, virus, bahan anorganik dan bahan berbahaya lainnya yang terlarut dalam air.

Dengan demikian hanya molekul air saja yang dapat menembus membran sehingga dapat menghasilkan air 99,99% . Karena air yang dihasilkan sedemikian murni maka sering disebut air murni R/O.

Pustaka :

Danial/fadjar.P, Majalah Tren Konstruksi edisi Agustus 2010

Kehilangan Tenaga Pada Pipa


A. Mayor Losses/Kehilangan Energi Primer ; yi :

Kehilangan energi akibat gesekan dengan dinding pipa sebelah dalam.

B. Minor Losses/Kehilangan Energi Sekunder ; yi :

Kehilangan energi setempat akibat dari pembesaran penampang, pengecilan penampang, diafragma, dan belokan pipa.

MAYOR LOSSES

EL = Energy Line (Garis Tenaga)

HGL = Hydrolic Gradien Line (Garis Tekanan)

Rumus Darcy-Weisbach

MINOR LOSSES

a) Perbesaran Penampang

Dari gambar, tampak : (dipandang titik 1 dan 2)

dengan rumus bernoulli

Dengan :

D = Diameter Pipa

V = Kecepatan Aliran

Q = A1 . V1 = A2 . V2

Dari titik 1 ke titik 2, aliran adalah “steady non uniform”. Persamaan Impuls Momentum adalah :

Dari persamaan 1 dan  2 maka di dapatkan :

ada beberapa alternatif lain untuk mencari kehilangan tenaga (hf) dengan mengotak atik rumus di atas :

KEADAAN KHUSUS

(1) Kejadian khusus bila pipa masuk reservoir, dalam hal ini :

(2) Kejadian khusus dalam hal ini apabila perbesaran penampang dibuat secara berangsur-angsur, maka :


dan masih banyak lagi kejadian khusus seperti pengecilan pipa, pembelokan penampang dll.

Pustaka :

Modul ajar Mekanika Fluida dan Hidraulika 2, Unissula. Ir. M. Faiqun Ni’am, MT dan Ir . H. Wahono Busro, MS

1. Hidrolika 2 , Bambang triatmodjo, Dr.Ir.CES

2. Hidrolika, Nur Yuwono, Prof Dr Ir Dipl HE

3. Jaringan Perpiapaan, Radianta Triatmadja, Dr Ir



Peta Zonasi Gempa Baru Juli 2010


Menteri Pekerjaan Umum baru-baru ini telah meluncurkan peta zonasi gempa Indonesia yang baru. Menurut Ketua Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010, Prof. Ir. Mahsyur Irsam, MSE.,PhD, berdasarkan peta sebelumnya gempa di batuan dasar di wilayah Jakarta berada dalam zona kerawanan sebesar 0,15 g, sedangkan sekarang masuk 0,3 g. “Tetapi dengan perhitungan sampai permukaan tanah hasilnya tidak jauh berbeda, ada peningkatan tetapi tidak ekstrim”, ujar Mahsyur Irsam.

Gambar Tim Revisi Peta Gempa 2010 menghadap Mentri PU

Peta gempa yang baru-baru ini direvisi bertujuan agar perhitungan konstruksi terhadap beban gempa lebih akurat sehingga mengurangi resiko korban jiwa dan kerugian material.

Perbedaan Peta Terbaru dan Lama

Secara umum terdapat perbedaan mendasar antara peta zonasi gempa indonesia sebelumnya dan yang terbaru. Ketua Tim Revisi gempa Indonesia, Prof. Ir. Mahsyur Irsam, MSE.,PhD menjelaskan bahwa peta tahun 2010 ini memiliki periode ulang gempa mencakup 2500 tahun. Tetapi periode periode gempa 500 tahun dan 1000 tahun juga ada, tinggal tergantung kebutuhan penggunaan peta. Kalau jembatan bentang ada yang didesain hingga periode ulang gempa 1000 tahun. Sedangkan peta yang lama (tahun 2002) hanya mencakup periode ulang gempa 500 tahun.

Kalau dulu hanya percepatan maksimum di batuan dasar tetapi sekarang percepatan maksimum dan respon spektra di batuan dasar. Respon spektra hubungannya dengan kandungan frekuensi, jadi dengan adanya respon spektra sudah mencerminkan kandungan frekuensi goyangan gelombang gempa di batuan dasar. “ini terutama dibutuhkan untuk perencanaan gedung”, jelas Mahsyur Irsam yang merupakan staf pengajar Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, Institut Teknologi Bandung (ITB).

Sekarang untuk satu periode ulang yang sama peta bisa digunakan untuk semua jenis bangunan seperti gedung / infrastruktur jalan, bendungan dan jembatan. Sedangkan peta terdahulu hanya memiliki 1 jenis periode ulang saja yaitu 500 tahun, tetapi petanya dibeda-bedakan berdasarkan jenis bangunan yaitu untuk gedung dan infrastruktur.

Peta terbaru yang dihasilkan ada 9 buah, yaitu masing-masing 3 peta untuk periode ulang 500, 1000, dan 2500 tahun. Masing-masing 3 itu terdiri dari percepatan maksimum, respon spektra 0,2 detik dan respon spektra 1 detik. Akibatnya cara perhitungan struktur bangunan untuk menghadapi gempa juga turut berubah. Sama seperti sistem sebelumnya, peta terbaru ini hanya memberikan zonasi gempa di batuan dasar, sedangkan bangunan ada di atas permukaan tanah. Karenanya kedalaman batuan dasar dan jenis tanah yang berlapis-lapis mempengaruhi kekuatan gempa yang mengguncang suatu bangunan pada suatu wilayah. Untuk keperluan perhitungan dikeluarkan faktor koreksi tanah untuk mendapatkan nilai besaran gempa di permukaan tanah. Segera setelah diluncurkan peta zonasi gempa ini akan ditetapkan dalam Standar Nasional Indonesia (SNI) yang juga termasuk di dalamnya penetapan faktor koreksi tadi dan juga terkait material bangunan tahan gempa. Rencananya di penghujung tahun 2010 ini SNI sudah bisa ditetapkan.

Arti Warna Pada Peta

Di dalam peta zonasi gempa ini, ada wilayah yang diberi warna biru, kuning, serta merah hingga warna gelap keunguan. Biru dan kuning menandakan kalau wilayah tersebut memiliki tingkat respon spektra atau bahaya gempa yang relativ sangat rendah.

Sedangkan wilayah dengan warna merah menunjukkan kalau daerah tersebut struktur batuan dasar dan tanahnya lebih sensitif terhadap getaran. Kondisi ini dapat menimbulkan gempa dengan daya rusak lebih besar jika terjadi pergeseran atau getaran di perut bumi. Warna gelap keunguan menandakan tingkat kerusakan akibat gempa yang mungkin terjadi paling tinggi.

Untuk pembuatan peta gempa 2010 ini Kementrian Pekerjaan Umum membentuk tim kerja yang terdiri dari para pakar di bidangnya, yang berasal dari Institut Teknologi Bandung(ITB), Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Anggota Tim Revisi Peta Gempa Indonesia 2010 antara lain:

  1. Prof. Masyhur Irsyam – (Ketua – Geoteknik Kegempaan – ITB),
  2. Dr. I Wayan Sengara – (Wakil Ketua – Geoteknik Kegempaan – ITB),
  3. Fahmi Aldiamar, ST., MT. (Sekertaris – Geoteknik Kegempaan – PU),
  4. Ir. M. Ridwan Dpl.E.Eng (Geologi – PU),
  5. Ir. Engkon K. Kertapati (Geologi – Badan Geologi),
  6. Danny H. Natawidjaja, PhD (Geologi – LIPI),
  7. Prof. Sri Widiyantoro (Seismologi – ITB),
  8. Wahyu Triyoso, PhD (Seismologi – ITB),
  9. Drs. Suhardjono (Seismologi – BMKG),
  10. Dr. Irwan Meilano (Crustal Deformation – ITB),
  11. Ir. M. Asrurifak, MT (Geoteknik Kegempaan – ITB).

Pustaka :

Rahmat HT, Majalah Tren Konstruksi edisi Agustus

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 212 pengikut lainnya.