Author Archives: sanggapramana

Penggalian tanah untuk permukaan subgrade


Yang kita bahas disini adalah pemotongan tanah yang sudah mendekati permukaan subgrade.Ada 2 tahap cara pemotongannya, yaitu kondisi tanah masih 50 cm – 100 cm di atas subgrade (misalnya setelah selesai pemotongan dengan cara diledakan), dan kondisi tanah tinggal beberapa cm diatas subgrade (misalnya setelah dilakukan pemotongan dengan buldozer).Pada tahap pertama maka pemotongan tanah dilakukan dengan buldozer, karena sifat ketelitiannya masih sangat kasar.Buldozer sangat kuat untuk memotong tanah dan sekaligus mendorong menjadi gundukan tanah.Gundukan tanah lalu diangkat ke dump truck dengan excavator atau loader.Buldozer untuk mendorong tanah jika terlalu jauh tidak efisien, tergantung dari tipe dan jenis buldozer.Untuk buldozer buatan jepang misalnya tipe D-85 dapat mendorong sampai sekitar 40 -50 meter selebihnya menjadi tidak efisien lagi.Jadi jarak pemotongan tanah ini untuk jalan (subgrade).jadi digunakan grader.Grader dapat memotong tanah dengan tipis dan bergerak lincah dan cepat, tergantung dari operatornya.Dan grade nya dapat diputar horisontal atau vertikal sehingga dapat memotong tanah menjadi parit.

from : Buku metode kerja bangunan sipil,Amien sajekti

gambar : google

Crawler Drill


Mesin Crawler Drill ini digunakan untuk mengebor batuan di dalam tanah atau batuan pada suatu lereng.Crawler drill dapat membuat lubang antara 1″ sampai 6″.Setelah lubang dibuat dapat bahan peledak dimasukkan dalam lubang tersebut dengan cara dan kedalaman tertentu.

Pada suatu lereng batuan Crawler drill dapat digunakan karena crawler drill dapat membentuk sudut terhadap posisi vertikal.

Ujung untuk mengebor batuan disebut bor / bit, kegiatan pengeboran akan berhasil apabila bit dapat bertahan lama dan tetap tajam, karena apabila bit cepat tumpul maka akan mengakibatkan pertambahan biaya.Untuk itu perlu diperhatikan bit yang cocok untuk jenis batuan yang akan di bor.

from : Buku Metode kerja bangunan sipil ,Amien Sajekti

Gambar : google

Concrete pump


Concrete pump adalah sebuah alat yang digunakan untuk mentransfer cairan beton dengan dipompa.Biasa dipakai pada gedung bertingkat tinggi dan pada area yang sulit untuk dilakukan pengecoran.

berikut adalah gambar concrete pump asli dan yang dipasang pada truck atau trailler yang di tambahkan dengan boom (tangan robot)

1. pompa standar/ concrete pump standar: jenis pekerjaan peruntukan banguan-bangunan rendah seperti Rumah tinggal, ruko, mall dan lain-lain yang ketinggian bangunannya di bawah 20 meter dan pemakaian pipa beton di bawah 60 meter concrete pump yang digunakan adalah concrete pump yang bar betonnya atau concrete presurenya antara 4 mpa atau 40 bar s/d 7 mpa atau 70 bar.

2. pompa longboom/ concrete pump longboom: jenis pekerjaan peruntukan untuk bangunan-bangunan tinggi seperti Perkantoran ruko lantai 5 s/d 7 lantai, yang ketinggian bangunanya diatas 20 meter, concrete pump yang digunakan adalah concrete pump yang bar betonnya atau concrete presurenya antara 8 mpa atau 80 bar s/d 40 mpa atau 400 bar, peruntukan concrete pump yang digunakan tergantung dari seberapa tinggi bangunan gedung tersebut.

3. pompa kodok/ forteble : jenis pekerjaan untuk bangunan-bangunan seperti proyek Dam/bendungan, subway, pelabuhan, jety, pondasi PLN, pondasi menara telephone dan gang/ jalan sempit yang tidak bisa dilalaui mobil pribadi yang jangkauan horizontalnya / mendatar dari 120 meter samapai 170 meter

4. pompa mini/ kecil / concrete pump mini : concrete pump dari jepang yaitu Truck mini Concrete Pump alat tersebut peruntukannya untuk bangunan-bangunan yang jalannya sempit dan ada portal yang hanya bisa dilalau mobil cold desel alat tersebut cocok untuk retail artinya untuk bangunan rumah tinggal ketinggian 1 s/d 2 lantai tetapi areanya terdapat di gang.

http://www.wikipedia.com

http://www.iklanbaris.com

CARA TES KEPADATAN STANDAR TANAH (COMPACTION TEST )


Compaction tes Tanah ini dilakukan untuk menentukan hubungan antara kadar air dan kepadatan tanah dengan memadatkandi dalam cetakan silinder berukuran tertentu dengan mengunakan alat penumbuk 2,5 kg (5,5 lbs) dan tinggi jatuh 30 cm ( 12” )

Pemeriksaan kepadatan standar dalpat dilakukan dengan 4 (empat) cara sebagai berikut :

Cara A : cetakan diameter 102 mm (4”) beban lewat saringan 4,75 mm (no.4)

Cara B : cetakan diameter 152 mm (6”) beban lewat saringan 4,75 mm (no.4)

Cara C : cetakan diameter 102 mm (4”) beban lewat saringan 19 mm (3/4”)

Cara D : cetakan diameter 102 mm (4”) beban lewat saringan 19 mm (3/4”)

PERALATAN UNTUK COMPACTION TEST ADALAH

  • Cetakan diameter 102 mm (4”) kapasitas 0,000943 atau kurang lebih 0,00003 m3 dengan diameter dalam 101,6 mm, tinggi 116,43 kurang lebih 0,1270 mm.
  • Cetakan diameter 152 mm, kapasitas 0,00124 kurang lebih 0,000021 m3, dengan diameter dalam 152,4 kurang lebih 0,660 mm, tinggi 116,43 kurang lebih 0,1270 mm. cetakan harus dari logam yang mempunyai dinding teguh dan dibuat sesuai dengan ukuran di atas. Cetakan harus dilengkapi dengan leher sambung dibuat dari bahan yang sama, dengan tingi ± 60 mm. yang dipasang kuat tetapi bisa dilepaskan .
  • Catakan cetakan yang sudah dipergunakan beberapa lama sehingga tidak memnuhi syarat toleransi di atas masih dapat di pergunakan bila toleransi tersebut tidak melampaui lebih dari 50%.
  • Alat tumbuk tangan dari logam yang mempunyai permukaan tumbuk rata diameter 50,8 ± 0,127 mm (2,00” ± 0,005”) berat selubung yang bisa mengatur tinggi jatuh secara bebas setinggi 304,8 ± 1,524 mm (12,00” ± 0,06”).

Selubung harus sedikitnya mempunyai 2 @ 4 buah lubang udara yang berdiameter tidak lebih kecil dari 9,5 mm (3/8”) dengan poros tegak lurus satu sama lain berjarak 19mm dari kedua ujung. Selubung harus cukup longgar sehingga batang penumbuk dapat jatuh bebas tidak terganggu.

  • Dapat juga dipergunakan alat tumbuk mekanis, dari logam yang dilengkapi alat pengontrol tinggi jatuh bebas 304,8 ± 1,524 mm (12,00” ± 0,06”). Dan dapat membagi bagi tumbukan secara merata di atas permukaan.

Alat penumbuk harus mempunyai permukaan tumbuk yang rata berdiameter 50,8 ± 0,127 mm (2,00” ± 0,005”)  dan berat 2,495 ±  0,009 kg (5,50 ± 0,02 lb).

  • Alat untuk mengeluarkan contoh.

Timbangna kapasitas 11,5 dengan ketelitian 5 gram.

Oven yang dilengkapi pengatur suhu (110)

  • Alat perata dari besi strength edge panjang 2,5 cm salah satu sisi memanjang harus tajam dan sisi lain datar (0,01 % dari panjang)
  • Saringan 5mm (2”), 19mm (3/4”), 4,75mm (no.4)
  • Talam, alat pengaduk, dan sendok.

BENDA UJI UNTUK COMPACTION TEST

Bila contoh tanah yang diterima dari lapangan masih dalam keadaan lembab (damp), keringkan contoh tersebut hingga menjadi gembur. Pengeringan dapat dilakukan di udara atau dengan alat pengering lain dengan suhu tidak lebih dari 60. Kemudian gumpalan gumpalan tanah tersebut ditumbuk tetepi butir aslinya tidak pecah.

Tanah yang gembur disaring dengan saringan 4,75 mm (no.4) untuk cara A dan B, serta saringan19 mm (3/4”) untuk cara C dan D.

Jumlah contoh yang sesuai untuk masing masing cara pemeriksaan adalah sebagai berikut :

Cara A sebanyak 15 kg

Cara B sebanyak 45 kg

Cara C sebanyak 30 kg

Cara D sebanyak 65 kg

Benda uji dibagi menjadi 6 bagian dan tiap tiap bagian dicampur dengan air yang ditentukan dan diaduk sampai merata.

Pemambahan air diatur sehingga didapat benda uji sebagai berikut :

  • Tiga contoh dengan kadar air kira kira di bawah optimum
  • Tiga contoh dengan kadar air kira kira di atas optimum

Perbedaan kadar air dari benda uji masing masing antara 1 s/d 3 %

Masing masing benda uji dimasukkan ke dalam kantong  plastic dan disimpan selama 12 jam atau sampai kadar airnya merata.

CARACOMPACTION TEST PADA TANAH ADALAH

COMPACTION TEST Cara A :

i.            Timbang cetakan diameter 102 mm (4”)  dan keeping alas dengan ketelitian 5 gram  (B1) gram.
ii.            Cetakan leher dan keeping alas dipasang menjadi satu dan ditempatkan pada landasan yang kokoh.
iii.            Ambil salah satu dari keenam contoh diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :
Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus tepat sehingga kelebihan tanah yang diratakan setelah leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.
Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12”) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 25 tumbukan.
iv.            Potong kelebihan tanah dari bagian keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.
v.            Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.
vi.            Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping alas dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.
vii.            Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk pemeriksaan kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 – 76.

.

COMPACTION TEST Cara B :
i.            Timbang cetakan 152 mm (6”) dan keeping alas dengan ketelitian 5 gram (B1) gram.
ii.            Cetakan, leher dan keeping alas dipasang menjadi satu dan tempatkan pada landasan yang kokoh.
iii.            Ambil salah satu dari keenam contoh, diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :
Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus tepat sehingga kelebihan tanah yang diratakan setelah leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.
Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12”) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 56 tumbukan.

iv.            Potong kelebihan tanah dari bagian keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.
v.            Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.
vi.            Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping alas dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.
vii.            Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk pemeriksaan kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 – 76.

COMPACTION TEST Cara  C :
i.            Timbang cetakan diameter 102 mm (4”)  dan keeping alas dengan ketelitian 5 gram  (B1) gram.
ii.            Cetakan leher dan keeping alas dipasang menjadi satu dan ditempatkan pada landasan yang kokoh.
iii.            Ambil salah satu dari keenam contoh diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :
Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus tepat sehingga kelebihan tanah yang diratakan setelah leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.
Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12”) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 25 tumbukan.

iv.            Potong kelebihan tanah dari bagian keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.
v.            Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.
vi.            Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping alas dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.
vii.            Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk pemeriksaan kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 – 76.

COMPACTION TEST Cara  D :
i.            Timbang cetakan diameter 102 mm (4”)  dan keeping alas dengan ketelitian 5 gram  (B1) gram.
ii.            Cetakan leher dan keeping alas dipasang menjadi satu dan ditempatkan pada landasan yang kokoh.
iii.            Ambil salah satu dari keenam contoh diaduk dan dipadatkan dalam cetakan dengan cara sebagai berikut :
Jumlah seluruh tanah yang dipergunakan harus tepat sehingga kelebihan tanah yang diratakan setelah leher lepas tidak lebih dari 0,5 cm.
Pemadatan dilakukan dengan alat penumbuk standar 2,5 kg (5,5 poud) dengan tinggi jatuh 30,5 cm (12”) tanah dipadatkan dalam tiga lapisan dan tiap tiap lapisan dipadatkan dengan 56 tumbukan.

iv.            Potong kelebihan tanah dari bagian keliling leher , dengan pisau dan lepaskan leher sambung.
v.            Pergunakan alat perat untuk meratakan kelebihan tanah sehingga betul betul rata dengan permukaan cetakan.
vi.            Timbang cetakan berisi benda uji beserta keping alas dengan ketelitian 5 gram (B2) gram.
vii.            Keluarkan benda uji tersebut dari cetakan dengan mempergunakan alat pengeluar benda uji (extruder) dan potong sebagian kecil dari benda uji pada keseluruan tingginya untuk pemeriksaan kadar air (w) dari benda uji sesuai dengan PB -0210 – 76.

RUMUS PERHITUNGAN COMPACTION TEST

  1. Hitung berat isi tanah dengan mempergunakan rumus berikut :

  1. Berat isi kering tanah  dengan mempergunakan rumus berikut :

http://www.ilmusipil.com/category/mekanika/mekanika-tanah/

Alat pemancang tiang


Proyek-proyek besar seperti gedung pencakar langit memerlukan fondasi yang kuat untuk menyangga beban yang besar di atasnya. Jika daya dukung tanah dilokasi tidak memungkinkan untuk menahan beban yang besar,, fondasi semacam ini sangat diperlukan. Bentuk dari fondasi yang umum dipakai sebagai penyangga bangunan adalah pondasi tiang. Bahan dasar fondasi tiang yang umumnya dipakai adalah kayu, beton, baja, dan komposit. Jenis-jenis pondasi beton dapat berupa fondasi precast-prestesed dan fondasi cast-in place. Fondasi precast dan fondasi tiang dari baja dan komposit umumnya disebut sebagai fondasi tiang pancang karena fondasi ini dipancangkan pada suatu titik di atas permukaan tempat akan dibangun suatu bangunan. Pemancangan ini menggunakan alat pancang khusus.

A. Alat Tiang Pancang

Ada beberapa jenis alat pemancangan tiang yang digunakan didalam proyek konstruksi. Alat –alat tersebut antara lain :

1. Drop Hammer

Drop hammer merupakan palu berat yang diletakan pada ketinggian tertentu di atas tiang palu tersebut kemudian dilepaskan dan jatuh mengenai bagian atas tiang. Untuk menghindari menjadi rusak akibat tumbukan ini, pada kepala tiang dipasangkan semacam topi atau cap sebagai penahan energi atau shock absorber. Biasanya cap dibuat dari kayu.

Pemancangan tiang biasanya dilakukan secara perlahan. Jumlah jatuhnya palu permenit dibatasi pada empat sampai delapan kali. Keuntungan dari alat ini adalah :

a). investasi yang rendah

b). mudah dalam pengoperasian

c). mudah dalam mengatur energi per blow dengan mengatur tinggi

Kekurangan dari alat ini adalah :

a). kecepatan pemancangan yang kecil

b). kemungkinan rusaknya tiang akibat tinggi jatuh yang besar

c). kemungkinan rusaknya bangunan disekitar lokasi akibat getaran pada permukaan tanah

d). tidak dapat digunakan untuk pekerjaan dibawah air

2. Diesel Hammer

Alat pemancang tiang tipe ini berbentuk lebih sederhana dibandingkan dengan hammer lainnya. Diesel hammer memiliki satu silinder dengan dua mesin diesel, piston, atau ram, tangki bahan baker, tengki pelumas, pompa bahan baker, injector, dan mesin pelumas. Kelebihan diesel :

a). ekonomis dalam pemakaian

b). mudah dalam pemakaian di daerah terpencil

c). berfungsi dengan baik pada daerah dingin

d). mudah dalam perawatan

Kekurangan alat ini adalah :

a). kesulitan dalam menentukan energi per blow

b). sulit dipakai pada tanah lunak

3. Hydraulic Hammer

Cara kerja hammer ini adalah berdasarkan perbedaan tekanan pada cairan hidrolis. Salah satu hammer tipe ini dimanfaatkan untuk memancang fondasi tiang baja H dan fondasi lempengan baja dengan cara dicengkeram, didorong, dan ditarik. Alat ini baik digunakan jika ada keterbatasan daerah operasi karena tiang pancang yang dimasukan cukup pendek. Untuk memperpanjang tiang maka dilakukan penyambungan pada ujung-ujungnya.

4. Vibratory Pile Driver

Alat ini sangat baik dimanfaatkan pada tanh lembab. Jika material dilokasi berupa pasir kering maka pekerjaan menjadi lebih sulit karena material tidak terpengaruh dengan adanya getaran yang dihasilkan oleh alat. Efektifitas penggunaan alat ini tergantung pada beberapa factor yaitu amplitude, momen eksentrisitas, frekuensi, berat bagian bergetar dan berat lain tidak bergeta

B. Penahan dan Pengatur Letak Tiang

1. Fixed Lead

Pengaturan posisi tiang dengan cara ini menggunakan lead yang terdiri dari rangkaian baja dengan tiga sisi berkisi seperti boom pada crane dan sisi yang satu terbuka. Sisi yang terbuka adalah tempat tiang diletakan.

2. Swing Lead

Jika lead tidak disambungkan dengan crane atau pelat pemancang pada bagian bawahnya maka lead jenis dinamakan swing lead.

3. Hydraulic Lead

system yang digunakan pada metode ini adalah dengan menggunakan silinder hidrolis sebagai pengaku. Silinder hidrolis tersebut merupakan penghubung bagian bawah lead dengan pemancang. Dengan system ini pengaturan posisi tiang dapat dilakkan secara lebih akurat dan cepat.

C. Pemilihan Alat Pemancang Tiang

Kriteria-kriteria pemilihan alat pancang antara lain : jenis material, ukuran berat, pancang tiang yang akan dipancangkan, bagaimana kondisi lapangan yang mempengaruhi pengoperasian, hammer yang akan dipilih harus seuai dengan daya dukung tiang dan kedalaman pemancangan dan pilihlah alat yang ekonomis dengan kemampuan alat yang sesuai dengan yang dibutuhkan.

Sumber :

http://masopik.wordpress.com/

Alat Berat untuk Proyek Alat Konstruksi (Edisi Kedua); Penulis: Susy Fatena Roestiyanti

Software Islam


All about islam

Banyak software islami dibeberapa website yang beredar lebih banyak dan lebih lengkap. Semua software-software tersebut sudah saya coba tapi kurang begitu pas rasanya. Alasan pertama antivirus dikomputer saya mendeteknya sebagai Trojan bahkan virus. Kedua, ada beberapa program yang memang harus punya keahlian khusus untuk mempelajarinya. Ketiga, tidak famulier atau aplikasinya lebih susah. Dari beberapa software yang saya coba, akhirnya saya menemukan yang benear-benar bagus dan layak anda coba. Berikut ini beberapa software islami yang saya rekomendasikan untuk anda semua… silakan anda download smuanya free alias gratis…

Dengan Al Qur’an Digital ini, selain anda bisa membaca Al Qur’an, juga ada terjemah dan tafsirnya.Selain itu ada juga kategori per topik misalnya tentang adab/akhlak), serta fasilitas untuk mencari kata-kata tertentu.

Download disini :Al-Qur’an digital versi 2.0

Plug Ins AlQuran for Ms-Word Ver. 1.3

…[Office version (2000, 2002(XP), 2003 version) or greather not cover versi 1997] – Indonesia…

Plug Ins AlQuran for Ms-Word Ver. 1.3

….[Office version (2000, 2002(XP), 2003 version) or greather not cover versi 1997] – Inggris….

Al-Qur’an Database XP 4.0

…..Program Al-Qur’an dan terjemahannya (bahasa Indonesia dan Inggris).

Hanya bisa dibuka dengan Microsoft Access XP/2003/2007 atau versi yang lebih baru….

Anda mau belajar ilmu tajwid? software ii mungkin akan berguna, tetapi yang paling bagus adalah belajar dengan seorang guru. Silakan download Program Tajwid

Software berikut dapat anda gunakan untuk mencari jumlah kata dalam alquran yaitu,

Al-Qur’an v1.1.3 [Pencari Kata Dalam Al-Qur'an]

Ini adalah software hadist yang dibuat oleh Sofyan Efendi dan berisi: Al-Qur’an dan Terjemahannya, Pendahuluan, yakni pembahasan awal mengenai ilmu hadits, Ringkasan Shahih Bukhari, Kumpulan Hadits dari Shahih Muslim, Ringkasan Syarah Arba’in An-Nawawi, Kitab Hadits Bulughul Maram Min Adillatil Ahkam, 1100 Hadits Terpilih, Sejarah Singkat Beberapa Ahli Hadits, Artikel-Artikel Tentang Hadits, Dan informasi-informasi menarik lainnya

Hadist Web 3.0 [Kumpulan & Referensi Belajar Hadits]

|

Shollu merupakan program yang digunakan sebagai pengingat waktu sholat. Setiap kali waktu sholat datang program ini akan memberi peringatan dengan menampilkan ‘warning’ di komputer anda. Selain itu jika waktu sholat telah datang anda bisa mendengarkan suara adzan.

Silakan download Shollu 3.08

Jika Anda termasuk pelupa, Anda dapat menginstall software yang dapat mengingatkan kita setiap waktu sholat tiba. Salaat Time adalah freeware waktu sholat yang dapat menjadi menjadi solusi tersebut.. Jika selama ini, kita mengerjakan sholat sesempatnya, dengan freeware tersebut, diharapkan menjadi rangsangan tersendiri untuk mengerjakan sholat tepat waktu. Dan jika kita termasuk orang yang jarang atau tidak pernah membaca basmallah saat mulai aktivitas, freeware ini akan mewakili kita untuk membaca basmallah setiap kali menghidupkan PC atau Laptop kita.

Silakan download Prayer Times

Batching plant


Batching Plant adalah alat berat yang digunakan untuk membuat beton jadi (Ready mix Concrete). Pengadan alat berat ini membutuhkan investasi yang besar, sehingga harus dipertimbangkan secara teliti dan efisien.

DOZER (part 2)


Dozer merupakan traktor yang dipasangkan blade dibagian depannya. Blade berfungsi untuk mendorong, atau memotong material yang ada didepannya. Jenis pekerjaan yang biasanya menggunakan dozer atau bulldozer adalah :

1). Mengupas top soil dan pembersihan lahan dari pepohonan

2). Pembukaan jalan baru

3). Pemindahan material pada jarak pendek sampai dengan 100 m

4). Membantu mengisi material pada scraper

5) Mengisi kembali saluran

6). Membersihkan quarry

A. Blade

Ada beberapa macam jenis blade yang dipasangkan pada dozer. Pemilihan jenis balde tergantung pada jenis pekerjaan yang akan dilakukan. Jenis blade yang umum dipakai adalah straight blade (S-balde), angle blade (A-blade), universal blade (U-blade) dan cushion blade (C-blade).

Pemasangan blad mempengaruhi gerakannya yang bervariasi tergantung dari kebutuhan pekerjaan. Gerakan blade terdiri dari tilt, pitch, dan angling. Jika ujung blade bergerak secara vertical maka gerakan ini disebut tilt. Sedangkan jika sisi atas blade bergerak menjauhi atau mendekati bdan traktor maka gerakan ini disebut pitch. Angling adalah gerakan blade pada sisi samping yang menjauhi atau mendekati badan traktor.

B. Produktivitas Dozer

Produktivitas dozer sangat tergantung pada ukuran blade, ukuran traktor dan jarak tempuh.

Kapasitas BladeUntuk mencarinya dapat digunakan rumus atau table.

Rumus  V =  WHL/2 denga nilai W = 1,5 – 1,67 (m) dan  Sudut α = 30 – 330

Waktu Siklus

Pemgisian blade umumnya dilakukan pada 40-50 ft (13-17 m) pertama dari jarak tempuh. Pada saat kembali, blade dala keadaan kosong. Waktu angkut dan kembali bulldozer dapat ditentukan dari jarak dibagi kecepatan untuk setiap variable. Perhitungan waktu siklus ditentukan juga oleh suatu waktu yang konsisten (fixed time- FT) yang merupakan waktu yang dibutuhkan bulldozer untuk mempercepat dan memperlambat laju kendaraan. FT pada umumnya berkisar antara 0,10 – 0,15 menit. Waktu yang diperlukan oleh dozer untuk melakukan 1 siklus adalah :

CT = FT + HT + RT

3. Produktivitas

Perhitungan maksimum produktivitas bulldozer dapat dicari dengan menggunakan rumus dan atau kurva.

Prod = Vl x 60/CT x efisiensi

D. Ripper

Adalah alat yang menyerupai cakar (shank) yang dipasangkan dibelakang traktor. Fungsi dari alat ini adalah untuk menggemburkan tanah keras. Jumlah cakar ripper antara satu sampai lima buah. Bentuk dari shank ada 2 macam, lurus dan lengkung. Shank lurus dipakai untuk aterial yang padat dan batuan berlapis. Sedangkan shank yang lengkung dipakai untuk batuan yang retak.

Perhitungan produktivitas ripper dapat dilakukan dengan beberapa cara antara lain. Pertama, dengan mengukur potongan topografi dilapangan dan waktu yang dibutuhkan untuk menggemburkan tanah. Kedua, dengan mengasumsikan kecepatan rata-rata ripperr yang bekerja pada suatu area.

E. Pembersihan Lahan

Sebelum pembangunan proyek konstruksi pada suatu lahan kosong, lahan tersebut harus dibersihkan dari semak atau pepohonan. Alat yang biasa digunakan adalah crawler traktor yang dilengkapi bulldozer blade atau blade khusus untuk membersihkan lahan seperti clearing blade atau rake.

Perhitungan produktivitas pembersihan lahan dapat dilakukan dengan menggunakan rumus :

Prod (ha/jam) = (lebar cut (m) x kec (km/jam) x eff) : 10

Sedangkan produktivitas pemotongan kayu atau pepohonan (menit/acre) dihitung dengan menggunakan rumus :

Prod = H (A x B + M1 x N1 + M2 x N2 + M3 x N3 + M4 x N4 + D x F)

Dengan H = factor kekerasan kayu

A = kepadatan pohon

B = base time

M = waktu pemotongan (menit)

N = banyak pohon per acre dengan diameter tertentu

D = jumlah diameter pohon pada ukuran lebih dari 6 ft (ft)

F = waktu pemotongan pohon dengan diameter lebih dari 2 meter atau 6 ft (menit/ft)

Tabel Faktor kekerasan kayu

Kekerasan kayu (%) H
75 – 100 % kayu keras 1,3
25 – 75% kayu keras 1,0
0 – 25 % kayu keras 0,7

Sumber :

Alat Berat untuk Proyek Alat Konstruksi (Edisi Kedua),  Penulis: Susy Fatena Roestiyanti

Crusher



Crusher berfungsi untuk memecahkan batuan alam menjadi ukuran yang lebih kecil sesuai spesifikasi yang dibutuhkan. Selain memisahkan batuan hasil pemecahan dengan menggunakan saringan atau screen. Crusher terdiri dari beberapa bagian yaitu crusher primer, crusher sekunder, crusher tersier.

Setelah batuan diledakan, batuan dimasukan kedalam crusher primer. Hasil dari crusher primer dimasukan kedalam sekunder untuk mendapatkan hasil yang diinginkan. Bila hasil crusher sekunder belum memenuhi spesifikasi yang ditetapkan maka batuan diolah kembali di crusher tersier dan seterusnya.

Table. Jenis crusher beserta rasio reduksi

Tipe crusher Rasio reduksi
Jaw

Gyratory

True

4: – 9:1

3:1 – 10:1

Cone (standard) 4:1 – 6:1
Roll

Single roll

Double roll

Maksimum 7:1

Maksimum 3:1

impact Sampai 15:1

1. Jaw Crusher

Cara kerja alat ini adalah dengan menggerakan salah satu jepit, sementara jepit yang lain diam. Tenaga yang dihasilkan oleh bagian yang bergerak mampu menghasilakn tenaga untuk menghancurkan batuan yang keras. Kapasitas jaw crusher ditentukan oleh ukuran crusher.

2. Roll Crusher

Roll crusher dugunakan sebagai sekunder atau terseier setelah batuan elewati crusher tipe lain yang berfungsi sebagai crusher primer. Roll crusher terdiri dari single roll dan double roll. Single roll digunakan untuk memecahkan batuan yang lembap dan tidak menguntungkan jika digunakan untuk memecahkan batuan yang abrasive. Kapasitas roll crusher tergantung pada jenis batuan, ukuran crusher primer, ukuran batuan yang diinginkan, lebar roda dan kecepatan roda berputar.

from : http://masopik.wordpress.com

Belt conveyor


B. CONVEYOR BELT


Conveyor Belt merupakan alat yang digunakan untuk memindahkan tanah, pasir, kerikil batuan pecah beton. Kapasitas pemindahan material oelh belt conveyor cukup tinggi karena material dipindahkan secara terus menerus dalam kecepatan yang relative tinggi. Bagian dari belt conveyor adalah belt atau ban berjalan, idler, unit pengendali, pulley, dan struktur penahan. Jika material yang akan dipindahkan memiliki jarak perpindahan yang relative pendek maka portable conveyor dapat digunakan.

1. Belt

Belt terdiri dari beberapa lembar (ply) bahan disatukan dengan semacam perekat. Jumlah lapisan dapat 4, 6, 7, 8 dan seterusnya. Sedangkan berat setiap lapisan adalah 28, 32, 36, 42 oz dst. Bagian permukaan belt ditutupi oleh karet yang berfungsi untuk menghindari terjadinya abrasi akibat gesekan material.

2. Kapasitas Belt

Berat material yang dipindahkan oleh belt conveyor ditentukan dengan menggunakan rumus berikut ini :

T = 60ASW/2000

dengan : T = berat material yang dihitung dalam ton/ jam

A = potongan luas area material (sq ft)

S = kecepatan ban (ft/menit)

W = berat jenis material (lb/cft)

3. Idler

Idler merupakan alat yang menahan ban. Idler bagian atas yang menahan beban berbentuk trapesiun dimana sepertiga lebar dibagian tengah rata dengan kedua bagian sisi yang mirring, sedangkan idler bagian bawah berbentuk rata. Untuk menentukan daya angkut belt conveyor maka tenaga yang diperlukan oleh idler untuk bergerak perlu ditetapkan. Tenaga tersebut tergantung dari tipe dan ukuran idler, berat bagian yang berputar, berat ban, dan berat material.

4. Tenaga Untuk Menggerakan Belt

Sejumlah tenaga luar yang dibutuhkan untuk menggerakan sebuah conveyor belt. Tenaga itu diperlukan untuk menggerakan belt dalam keadaan kosong, memindahkan beban secara horizontal serta mengangkat atau menurunkan beban secara vertical. Ketiga tenaga tersebut kemudian dijumlahkan untuk mengetahui tenaga total yang dibutuhkan.

5. Feeder

Feeder yang diletakan dibagian awal sebauh system conveyor berfungsi untuk mengatur agar material yang diletakan diatas belt seragam dalam jumlah. Ada beberapa macam feder yang umum digunakan antara lain apron, reciproting, rotary vane, dan rotary plow.

Sumber :

Alat Berat untuk Proyek Alat Konstruksi (Edisi Kedua); Penulis: Susy Fatena Roestiyanti

Dragline


DRAGLINE

Dragline adalah alat untuk menggali tanah dan memuatkan pada alat-alat angkut. misalnya truk atau ke tempat penimbunan yang dekat dengan tempat galian. Pada umumnya power shovel sampai dengan kapasitas 2.5 cu-yd dapat diubah menjadi dragline, dengan melepas boom shovel diganti boom dan bucket dragline.
Untuk beberapa proyek. power shovel atau dragline digunakan untuk menggali, tetapi dalam beberapa hal, dragline mempunyai keuntungan yang umumnya disebabkan oleh keadaan medan dan bahan yang perlu digali. Dragline biasanya tidak perlu masuk ke dalam tempat galian untuk melaksanakan pekerjaannya, dragline dapat bekerja dengan ditempatkan pada lantai kerja yang baik, kemudian menggali pada tempat yang penuh air atau berlumpur Jika hasil galian terus dimuat ke dalam truk, maka truk tidak periu masuk ke dalam lubang galian yang kotor dan berlumpur yang menyebabkan teriebaknya truk tersebut. Dragline sangat baik untuk penggalian pada parit-parit, sungai yang tebingnya curam, sehingga kendaraan angkut tidak periu masuk ke lokasi penggalian.
Satu kerugian dalam menggunakan dragline untuk menggali ialah produksinya yang rendah, antara 70% – 80% dibandingkan dengan power shovel untuk ukuran yang sama.
Macam dragline ada tiga tipe ialah crawler mounted, wheel mounted dan truck mounted. Crawler mounted digunakan pada tanah-tanah yang mempunyai daya dukung kecil sehingga floating-nya besar, tetapl kecepatan geraknya rendah dan biasanya diperlukan bantuan alat angkut untuk membawa alat sampai ke lokasi pekerjaan.

Cara Kerja Dragline
Penggalian dimulai dengan swing pada keadaan bucket kosong menuju ke posisi menggali, pada saat yang sama drag cable dan hoist cable dikendorkan, sehingga bucket jatuh tegak lurus ke bawah.
Sesudah sampai di tanah maka drag cable ditarik, sementara hoist cable digerak-gerakkan agar bucket dapat mengikuti permukaan tebing galian sehingga dalamnya lapisan tanah yang terkikis dalam satu pass dapat teratur, dan terkumpul dalam bucket. Kadang-kadang hoist cable dikunci pada saat penggalian, berarti pada saat drag cable ditarik, bucket bergerak mengikuti lingkaran yang berpusat pada ujung boom bagian atas. Keuntungan cara ini ialah bahwa tekanan gigi bucket ke dalam tanah adalah maksimal.
Setelah bucket terisi penuh, sementara drag cable masih ditarik, hoist cable dikunci sehingga bucket terangkat lepas dari pennukaan tanah. Hal ini untuk menjaga agar muatan tidak tumpah, juga dijaga posisi dump cable tetap tegang dan tidak berubah kedudukannya. Kemudian dilakukan swing menuju tempat (dump)nya material dari bucket. Sebaiknya truk ditempatkan sedemikian rupa sehingga swing tidak melewati kabin truk. Jika bucket sudah ada di atas badan truk, drag cable dikendrokan bucket akan terjungkir ke bawah dan muatan tertuang.

from : http://azanurfauzi.blogspot.com

Presentasi Jembatan


21173129-power-point-bangunan-jembatan-teknik-sipil

Perencanaan saluran Irigasi


download di sini 23950254-Perencanaan-Saluran

Theodolit


klik teodolite dibawah ya , hehehe :)

teodolit

Teknologi Bahan Konstruksi ( Kayu )


KLIK DI BAWAH YA :)

oleh : Pak Rachmat , Dosen Unissula

Kuliah – 1 Kayu

Garis Kontur


Garis kontur adalah garis yang menghubungkan titik-titik yang mempunyai ketinggian yang sama dari suatu datum/bidang acuan tertentu. Konsep dari garis kontur dapat dengan mudah dipahami dengan membayangkan suatu kolam air. Jika air dalam keadaan tenang, maka tepi permukaan air menunjukkan garis yang mempunyai ketinggian yang sama dan garis tersebut akan menutup pada tepi kolam membentuk garis kontur.
Jika permukaan air turun, sebagai contoh permukaan air turun 5 meter, maka tepi dari permukaan air akan membentuk garis kontur yang kedua. Demikian selanjutnya setiap permukaan air turun akan membentuk garis kontur yang lainnya (gambar 10.1.1.1)

garis kontur

Garis-garis kontur merupakan garis-garis yang kontinu dan tidak dapat bertemu atau memotong garis kontur lainnya dan tidak pula dapat bercabang menjadi garis kontur yang lain, kecuali pada hal kritis seperti jurang atau tebing.

Gambar 10.1.2 memperlihatkan gambar garis kontur dan gambar irisan dari pulau tersebut. Garis pasang di sebelah kiri ditunjukkan dengan garis kontur yang mempunyai ketinggian nol, jika permukaan air naik setiap l0cm pada jarak tertentu, maka tepi permukaan air pada permukaan tanah akan membentuk garis kontur yang mempunyai ketinggian 10 m, 20 m, 30 m, dan 40 m.

.

potongan kontur

Kemiringan tanah
Ketinggian antara garis-garis kontur yang berurutan disebut selang vertikal atau selang kontur dan besarannya selalu tetap pada peta. Pada irisan dari selang vertikal diperlihatkan oleh garis AB. Jarak mendatar antara dua buah kontur digambarkan oleh jarak BC. Jarak tersebut disebut jarak horizontal.
Kemiringan permukaan tanah antara titik A dan C adalah :

kemiringan AB/BC = Selang Vertikal/Jarak Horisontal

Karena selang vertikal merupakan besaran yang tetap pada kemiringan masing-masing peta, maka akan berubah jika jarak horizontal berubah.
Contoh :

Kemiringan sepanjang AC=10/100 = 1/10 = 1:10

from : http://www.ilmusipil.com/

TULANGAN GESER


materi mengenai tulangan geser dapat didownload dengan ketik huruf dibawah ini

TULANGAN GESER

Excavator / backhoe / shovel


DEFINISI

Excavator, backhoe atau shovel adalah suatu alat berat yang diperuntukkan memindahkan suatu material, sehingga dapat meringankan pekerjaan yang berat apabila dilakukan dengan tenaga manusia.Dan juga untuk mempercepat waktu pengerjaan sehingga dapat menghemat waktu.

Excavator sering digunakan untuk :

  • Menggali parit, lubang, pondasi
  • Penghancuran gedung
  • Perataan permukaan tanah
  • Mengangkat dan memindahkan material
  • Mengeruk sungai
  • Pertambangan

Beberapa bidang industri yang sering menggunakan Excavator antara lain Konstruksi, Pertambangan, dan Infrastruktur.

JENIS

Karena perbedaan kebutuhan dalam pemakaian Excavator dalam suatu bidang industri, sehingga Excavator dapat dibedakan menjadi beberapa jenis berdasarkan jenis bucketnya, antara lain :

  1. Standart Bucket : adalah jenis bucket yang sering digunakan karena flexible untuk beberapa kondisi pekerjaan.
  2. Ripper Bucket : Bucket jenis ini cocok untuk menggali lapisan bebatuan dan  tanah liat yang keras.Bucket ini mempunyai penetrasi cukup dalam.
  3. Trapezoid bucket : Digunakan untuk membangun kanal atau          irigasi.
  4. Slope finishing bucket : digunakan untuk meratakan permukaan tanah karena memiliki bucket yang datar dan lebar.Biasa untuk meratakan jalan, kanal, sisi lereng, sisi sungai, dll.
  5. Ditch cleaning bucket : Berfungsi untuk membersihkan sungai atau mengeruk lumpur di dasar sungai.Bucket ini mempunyai beberapa lubang yang berfungsi sebagai tempat keluarnya air.
  6. Single shank ripper : digunakan untuk mempersiapkan lahan yang akan digali terutama untuk lahan bebatuan dan juga untuk mencabut akar batang pohon.
  7. Three shank ripper : alat yang efisien untuk untuk menggali batuan pada lereng, menghancurkan dan mengangkat pondasi beton, dan juga untuk mencabut akar batang pohon.
  8. Clamshell bucket : digunakan untuk memindahkan material
  9. Spike hammer :cocok untuk struktur beton, lereng bendungan, dll.
  10. Grapple : digunakan untuk mengangkat batang kayu.
  11. Lifting magnet : digunakan untuk mengangkat barang-barang yang terbuat dari logam
  12. Scrap grapple : untuk mengangkat dan memindahkan material dengan bentuk yang tidak beraturan.Memiliki 4 buah cakar yang dapat membuka dan menutup dengan silinder dan hidrolik masing-masing.
  13. Magnet fork excavator : didasarkan pada lifting magnet dan fork yang memberikan performa pengoperasian dalam penanganan potongan-potongan material, yaitu mengkombinasikan kekuatan magnet dan fork.

Produktivitas Backhoe

Jenis material berpengaruh dalam perhitungan produktivitas backhoe. Penentuan waktu siklus backhoe didasarkan pada pemilihan kapasitas bucket. Rumus yang dipakai untuk menghitung produktivitas backhoe adalah :

Produktivitas = V * 60/CT * S * BFF * efisiensi

Produktivitas dihitung dalam m3/jam.CT adalah waktu siklus, S adalah faktor koreksi untuk kedalaman dan sudut putar dan BFF  adalah Faktor koreksi untuk alat gali.

Daftar pustaka :

Ir. Susy Fatena Rostiyanti, M.Sc. (Alat berat untuk proyek konstruksi)

 

Laporan perencanaan jembatan (part 1)


PENDAHULUAN

  1. UMUM
  2. LATAR BELAKANG
  3. MAKSUD DAN TUJUAN
  4. LOKASI DAN LINGKUP PEKERJAAN ; lokasi pekerjaan secara administrative terletak di
  • Jembatan Irung Petruk – Jambu
  • Jembatan Kenteng, Duren (Susukan)
  • Jembatan Patemon, Getasan
  • Jembatan Jalan A.Yani, Ungaran

Lingkup Pekerjaan secara Teknis dapat dibagi menjadi beberapa kegiatan di lapangan dan di kantor, sbb :

  • Kegiatan Survei Pendahuluan, Meliputi peninjauan lapangan lokasi pekerjaan, penentuan penanganan, inventarisasi bangunan pelengkap jembatan seperti talud, serta pengambilan foto kondisi jembatan eksisting , serta kegiatan lain yang menunjang dalam pelaksanaan perencanaan.Foto diambil gambar 3 kali dalam pandangan berbeda.
  • Kegiatan Pengumpulan Data Lapangan, Pekerjaan ini meliputi pengumpulan teknis maupun non teknis yang berkaitan dengan objek perencanaan.
  • Kegiatan Analisa dan Perencanaan, Pekerjaan Perencanaan Teknis mengacu pada standar desain Bina Marga meliputi pekerjaan pengukuran polygon jalan dengan lingkungannya, penyelidikan tanah dasar, perhitungan volume pekerjaan, biaya pelaksanaan serta desain jembatan dan tebal perkerasan.
  • Penyiapan Dokumen Lelang, Pekerjaan ini meliputi pembuatan buku-buku yang nanti digunakan dalam pelaksanaan Pengadaan Jasa Pemborongan meliputi :
  1. Instruksi kepada peserta pengadaan
  2. Syarat-syarat Kontrak
  3. Spesifikasi teknis
  4. Daftar Kuantitas Harga
  5. Gambar Rencana

5. GARIS BESAR ISI LAPORAN PERENCANAAN

Produk DED ini terdiri atas :

  1. Laporan berisi :
  • Pendahuluan
  • Perencanaan
  • Akhir

2.  Gambar detail Desain (A3)

3.  Dokumen Pengadaan / Tender Jasa Pemborongan

Sedangkan dalam menyusun Laporan Perencanaan ini Digunakan sistematika penyusunannya sebagai berikut :

  1. BAB 1 : PENDAHULUAN

Berisi penjelasan umum proyek, seperti latar belakang pekerjaan, tujuan pekerjaan perencanaan, ruang lingkup pekerjaan perencanaan, lokasi proyek dan pokok-pokok bahasannya.

2.  BAB 2 : KRITERIA DESAIN

Berisi tentang metode yang digunakan dalam pengumpulan data di lapangan mulai dari pengukuran /topografi, perhitungan volume pekerjaan (back up), hasil perhitungan RAB pekerjaan.

3.  BAB 3 : ANALISA PERHITUNGAN

Berisi Perhitungan struktur bangunan mulai dari balok hingga tulangan.

4.  BAB 4 : LAMPIRAN-LAMPIRAN

  • DATA PERHITUNGAN VOLUME PEKERJAAN
  • DATA PERHITUNGAN PERENCANAAN TEKNIS
  • PERHITUNGAN RAB PEKERJAAN
  • BACK UP
  • DOKUMENTASI


Contoh Berita Acara Uitzet


BERITA CARA UITZET

PEKERJAAN :  PEMBANGUNAN KANTOR KECAMATAN

BANDUNGAN KAB. DATI II SEMARANG

LOKASI         :  BANDUNGAN KECAMATAN BANDUNGAN

Pada hari ini  …………… tanggal  …………………….. bulan September tahun dua ribu enam (   …..- ……- 2006 ) telah bersama sama diadakan Uitzet Lapangan untuk pekerjaan Pembangunan Kantor Kecamatan Bandungan, yang dihadiri oleh Camat Bandungan, Konsultan Perencana, Konsultan Pengawas, Unsur Teknis DPUK dan Kontraktor Pelaksana.

Dengan hasil sebagai berikut:

1.Peil      0.00 Gedung Kantor Kecamatan diambil  + 70 cm dari peil paving area parkir.

2.Peil    0.00 Rumah dinas diambil  + …… cm peil lantai Gedung Kantor Kecamatan.

3. As tembok bagian depan gedung kantor Kecamatan diambil dari

.

.

.

(…………………..)                             (…………………..)                (…………………..)

Camat Bandungan                         Konsultan Perencana         Konsultan Pengawas

.

.

(…………………..)                  (…………………..)                      (…………………..)

Unsur Teknis DPUK              Unsur Proyek (DPKD)             Kontraktor Pelaksana

Sifat Besi dan Baja


BESI DAN BAJA

A. BIJIH BESI (IRON ORE)

Bijih besi adalah bahan baku utama untuk pembuatan besi kasar, sedangkan besi kasar tersebut adalah bahan baku untuk pembuatan besi tempa, besi tuang dan baja.

Bijih besi didapat dari hasil penambangan bijih besi. Sedangkan bahan-bahan lain yang bercampur dengan bijih tersebut selain kotoran yang merugikan antara lain belerang ,pospor silika , tanah liat juga ada kotoran yang menguntungkan antara lain emas, platina, perak.

Adapun yang termasuk bijih besi tersebut antara lain:

1. HAEMATITE ( Fe2O3 )

Bijih besi jenis ini, mempunyai kandungan besi sekitar 65 – 70 %

Sedangkan warnanya adalah: merah tua sampai hitam.
Berat Jenis : sekitar 4,5 s/d 5,3
Bijih besi ini banyak terdapat di negara: India ,Brasilia, Rusia, Spanyol , AS dan Afrika serta Jerman.

2. MAGNETITE ( Fe3 O4)
Kandungan besinya sekitar 70 % s/d 73% ,Bijih besi ini merupakan bijih besi yang terbanyak mengandung kadar besi, sedangkan warnanya :hitam atau abu-abu ,Berat jenisnya berkisar: 4,9 s/d 5,2 ,Bijih besi ini sangat kuat dan keras.
Bijih besi ini banyak terdapat di Negara: India, Swedia, Rusia, A S, Norwegia dan Kanada.

3. PYRITIES (FeS2 )
Bijih besi ini termasuk besi sulpat, dengan kandungan besinya berkisar 45 s/d 47 %, sedangkan warnanya kuning sampai coklat

Berat Jenis berkisar : 4,8 s/d 5,1
Bijih besi ini banyak terdapat di negara: India, AS, Rusia dan Kanada.

4. LIMONITE (2Fe2O3.3H2O )
Bijih besi ini disebut juga sebagai Hydratited-Haematite, warnanya dari kuning sampai hitam, dan kandungan Fe nya sekitar 60 %, sedang kadar air sekitar 14,5 %,Berat jenisnya berkisar: 3,6 s/d 4 . Bijih besi ini terdapat di negara: India, Jerman dan AS.

5. SIDERITES (FeCO3).
Kandungan besinya sekitar 40 s/d 48 % ,sedangkan Berat jenisnya berkisar: 3,7 s/d 3,9 Warnanya kuning sampai coklat. Terdapat di negara: Rusia dan Inggris.

B. PIG IRON (BESI KASAR)

Besi kasar adalah hasil pemurnian tingkat pertama dari pada bijih besi. Kandungan besinya berkisar: 92 s/d 95% dan kadar karbonnya sekitar 3 s/d 4% ,selain itu masih ada sedikit kandungan belerang, pospor dan mangaan.

Besi kasar adalah bahan utama pembuatan

1. Besi tuang ( cast iron )

2. Besi tempa (wrought iron )

3. Baja (steel )

Proses Pembuatan Besi Kasar.

Ada beberapa tahapan untuk pengolahan bijih besi menjadi besi kasar, antara lain :

Dressing of iron ores (proses pencucian )

Calcination and roasting (proses pemanggangan
Smelting (proses peleburan ) .

BAJA
B. PENGUJIAN BAJA – BAJA TULANG.
Sesuai dengan PBI 71 N I .2 pasal 3.7 maka setiap baja tulangan maupun baja yang dihasilkan oleh pabrik-pabrik baja ,yang terkenal dapat dipakai. Pada umumnya setiap pabrik baja tulangan mempunyai standard mutu dan jenis baja sesuai dengan yang berlaku di negara yang bersangkutan. Pada umumnya baja tulangan yang terdapat di pasaran Indonesia dapat dibagi dalam mutu,lihat tab

Mutu Sebutan Tegangan leleh karakteristik atau tegangan karakteristik yang memberikan regangan tetap 0,2 %
U-22U-24

U-32

U-39

U-48

Baja lnkBaja lnk

Baja Sdg

Baja Krs

Baja Krs

22002400

3200

3900

4800

Keterangan:
Yang dimaksud dengan tegangan leleh karakteristik dan tegangan karakteristik yang memberikan regangan 0,2% adalah tegangan yang bersangkutan ,dimana dari sejumlah besar hasil-hasil pemeriksaan kemungkinan adanya tegangan yang kurang dari tegangan tersebut ,terbatas sampai 5 % saja.
Apabila baja tulangan dengan mutu yang meragukan (yang dikeluarkan oleh pabrik yang kurang dikenal), maka baja tulangan tersebut harus diperiksa oleh lembaga pemeriksaan bahan yang telah diakui.

Baja Tulangan Ada dua Jenis, Yaitu:
1. Baja tulangan polos (BJTP)
2. Baja tulangan deform (BJTD), yaitu baja tulangan yang diprofilkan.
Pengujian Tarik Baja Tulangan.
P
engujian Tarik Baja Tulangan adalah suatu pengujian yang bertujuan untuk mencari nilai-nilai tegangan leleh, tegangan maksimum, regangan leleh, regangan maksimum , modulud elastisitas baja tulangan.
Dari hasli pengujian tersebut akan diketahui kekuatan dan mutu dari baja tulangan tersebut.

Pengujian Lengkung

Percobaan lengkung adalah pengujian mekanis secara statis dengan maksud untuk mengetahui sifat mampu lengkung dari logam yang digunakan sebagai bahan uji.

Pengujian Pukulan (impact Loading Test).

Maksud dari percobaan ini adalah untuk mengetahui sifat bahan logam yang mengalami beban bentur atau kejut pada berbagai temperatur.

from : http://mrans.wordpress.com

Kegiatan awal pekerjaan proyek


Setiap menghadapi suatu kegiatan proyek, pertama-tama perlu memahami dokumen kontrak (contract document). Isi dari dokumen kontrak berupa surat perjanjian antara pemilik bangunan dan kontraktor,

  1. Persyaratan umum dan administrasi ( general specification )
  2. Persayaratan teknis ( technical specification )

Dari dokumen kontrak ini kita dapat menjabarkan metode pelaksanaannya.Untuk metode pelaksanaan dari bagian-bagian kegiatan pekerjaannya,

  • perlu mengetahui biaya
  • durasi atau lama pekerjaan
  • mutu dan jumlah bahan yang akan dipakai
  • memperhitungkan kemampuannya dalam hal jumlah dan mutu dari sumber daya yang dimiliki : sumber daya manusia, sumber daya keuangan , dan sumber daya mesin/alat.

Sehingga dikenal dengan 5 M

  1. Man
  2. Money
  3. Machine
  4. Material
  5. Method and Management

Biasanya pada awal kegiatan suatu proyek diharuskan segera membuat rencana,

  1. Main schedule, atau jadwal pelaksanaan keseluruhan. Main schedule biasanya sudah merupakan lampiran dalam dokumen kontrak, tetapi dalam proses selama pelaksanaan dapat dirubah dengan tanggal akhir pelaksanaan tetap tidak berubah ; main schedule ini biasanya berupa bar chart dan time grid diagram/ net work planning, ataupun bentuk-bentuk lain untuk proyek-proyek tertentu.
  2. Detailed Schedule, yaitu jadwal pelaksanaan dari bagian-bagian pekerjaan sesuai urutannya dalam main schedule ,yang dibuat dalam bulanan dan mingguan untuk pegangan para pengawas lapangan, dan bahkan para pengawas lapangan juga membuat jadwal harian/ daily-schedule.
  3. Material Schedule, yaitu jadwal kebutuhan material bangunan, jadwal pemakaian material, dan jadwal pendatanganan material.
  4. Equipment Schedule, yaitu jadwal kebutuhan peralatan, jadwal pemakaian peralatan,jadwal pendatangan peralatan.
  5. Man Power Schedule, yaitu jadwal kebutuhan tenaga manusia dari pekerja samapai Project Manager.
  6. Metode kerja Pelaksanaan, yaitu metode kerja dari seluruh kegiatan bagian-bagian pekerjaan, sebagai contoh, metode kerja pelaksanaan bagian-bagian pekerjaan penggalian tanah, pengecoran beton, dewatering (penghilangan air) dan lain-lain.Dalam metode kerja ini harus jelas urutan kerjanya, penggunaan jenis dan kapasitas alat,kombinasi alat, pengamanan pekerjaan, jadwal kerja, letak alur dari jalan kerja pengangkutan dan gambar-gambar sketsa yang jelas.Demikian juga dengan metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan lainnya.Kemudian metode kerja dari bagian-bagian pekerjaan tersebut secara keseluruhan digabung menjadi Usulan Metode Kerja dari Kegiatan Pekerjaan keseluruhan.
  7. Job Lay Out, berupa gambar rencana tata letak  bangunan-bangunan permanen, letek bangunan-bangunan sementara, letak barak pekerja, letak site office yaitu kantor owner, kantor konsultan dan kantor kontraktor di lapangan, letak bedeng-bedeng work-shop untuk pekerjaan kayu, besi beton, letak stone-crusher jika diperlukan, letak gudang material, letak bengkel, letak rumah genset, letak penyimpanan kendaraan dan alat berat, letak stok material pasir, kerikil, batu bata dan lain-lain, letak sumur bor jika ada, letak kamar mandi & WC, dan jalur jalan kerja untuk pengangkutan material dari luar, pengangkutan material ke lokasi pekerjaan dan lain-lainnya, yang digambar dengan skala tertentu untuk tujuan tertentu.
  8. Pagar keliling, untuk menghindari masuknya orang-orang umum yang dapat membahayakan dirinya terhadap alat-alat berat yang sedang bekerja, untuk keamanan dan untuk memberi batas yang jelas dari wewenang proyek.
  9. Bangunan sementara, yaitu site office, bedeng-bedeng kerja, gudang sementara, stock pile untuk material-material, rumah genset, jalan masuk/ keluar sementara.
  10. Shop Drawing, Gambar kerja secara detail dari masing-masing elemen-elemen struktur dan gambar kerja secara detail dari konstruksi sementara untuk menunjang struktur perancah untuk cetakan beton, gambar cetakkan betonnya, gambar rencana pemotongan tanah atau penggalian tanah, gambar rencana pengalihan sungai, dan lain-lain.; Gambar kerja ini harus selalu dibuat sebelumnya untuk diperiksakan konsultan supervisi dan safety-engineer , pada setiap bagian-bagian pekerjaan tersebut akan dimulai.
  11. Gambar Contour, /original ground level .Gambar original ground level atau biasa disingkat OGL ini harus disetujui bersama oleh kontraktor dan konsultan jika perlu owner, hal ini adalah sangat penting karena jika ada perubahan permukaan ( cut & fill ), maka perhitungan volume cut & fill dapat dihitung dengan dasar gambar original ground level tersebut.
  12. Mencari lokasi quarry terdekat, untuk proyek-proyek yang besar dan jauh dari kota atau pada daerah suburban, misalnya kegiatan pekerjaan bendungan, jalan raya, dan juga jika banyak menggunakan material lokal, misalnya pasir, kerikil, tanah urug dan lain-lain, maka lebih efisien untuk menambang sendiri dengan menyewa daerah penambangan tersebut, sudah barang tentu material yang didapat dari quarry harus diadakan investigasi terlebih dahulu di laboraturium, apakah sudah sesuai dengan spesifikasi dalam contract document.
  13. Membuat Struktur Organisasi, Struktur organisasi dari masing-masing, yaitu pemilik, konsultan dan kontraktor, harus segera dibuat.Semua pihak yakni pemilik, konsultan dan kontraktor, harus mempunyai struktur organisasi dari masing-masing pihak yang lain, hal ini untuk kepentingan intern masing-masing instusinya dan juga untuk kepentingan koordinasi dari semua pihak tersebut dalam menyelesaikna pekerjaannya.
  14. Sumber Daya Manusia, yaitu menentukan nama-nama pejabat untuk mengisi masing-masing jabatan dalam struktur organisasi dari masing-masing pihak.

from : Metode kerja bangunan sipil book, Amien Sajekti

Bantalan Rel Kereta Api


Bantalan rel kereta api adalah suatu landasan tempat dimana rel tersebut bertumpu dan juga diikat dengan pemambat rel, sehingga bantalan rel tersebut harus kuat untuk menyangga atau menahan beban dari kereta api tersebut. Dengan demikian kereta api tersebut tidak terguling atau anjlok. Pada saat pemilihan bahan yang akan digunakkan untuk bantalan rel kereta api, harus menggunakan bahan pilihan, baik dari kayu, beton maupun bahan – bahan bantalan rel yang lain.

Dalam pemasangan bantalan untuk rel kereta api juga harus memperhatikan jarak dari setiap bantalan tersebut. Dengan memperhatikan jarak dari setiap bantalan tersebut maka akan mengurangi beban yang harus diterima oleh tiap bantalan rel. Jarak normal yang digunakan untuk jarak tiap bantalan adalah 0,6 m atau 60 cm.

Bantalan – bantalan yang digunakan pada rel ada beberapa macam dan setiap bantalan tersebut mempunyai kelebihan dan kekurangan tersendiri. Macam – macam bantalan tersebut antara lain :

  1. 1. Bantalan Kayu
  2. 2. Bantalan Beton
  3. 3. Bantalan Baja
  4. 4. Bantalan slab

Bantalan Kayu

Bantalan kayu adalah suatu bantalan yang pertama kali digunakan dalam bantalan rel. Bantalan kayu tersebut pertama digunakan karena pada waktu itu hanya masih mengenal kayu dan belum mengenal beton maupun baja. Bantalan kayu tersebut digunakan karena pada saat itu kayu mudah sekali didapatkan dan harganya relatif murah. Dalam pemakaian untuk bantalan rel, memiliki keuntungan dan kerugian dalam pemakaian tersebut. Kelebihan dan kekurangan tersebut antara lain :

  • Kelebihan bantalan kayu

-          Memiliki tingkat elastisitas yang tinggi

-          Pada saat dilalui terasa nyaman karena tidak mengakibatkan getaran yang tinggi

  • Kekuranngan bantalan kayu

-          Tidak tahan lama, terutama pada yang memiliki curah hujan dan tingkat kelembaban yang tinggi yang mengakibatkan kayu mudah lapuk.

-          Sulit untuk mencari bahan yang cocok sehingga harganya mahal ( Pada beberapa tahun ini )

Bantalan Beton

Bantalan beton pada rel sendiri merupakan suatu bantalan yang terbuat dari beton tulangan prategang, dan juga pada bantalan beton ditempatkan angker penambat. Pada bantalan rel yang menggunakan beton memiliki beberapa keuntungan, tetapi juga memiliki kekurangan dari pada bantalan rel yang lain. Kelebihan dan kekurangan tersebut antara lain :

  • Kelebihan bantalan beton

-          Memiliki daya tahan yang tinggi

-          Tahan terhadap cuaca dibandingkan dengan  bantalan yang terbuat dari kayu

-          Lebih ekomonis, karena bisa tahan sampek 20 tahun

-          Lebih kuat untuk menahan tekanan beban kereta

  • Kekurangan bantalan beton

-          Harga bahan bantalan yang mahal

-          Memerlukan ketelitian yang cukup tinggi sehingga membutuhkan tenaga ahli

-          Lebih kaku, sehingga getaran yang ada cukup terasa

Bantalan Baja

Bantalan ini terbuat dari palat baja, dan biasanya dipasang pada lengkungan saja dan tidak pada seluruh bagian lintasan kereta api

Kelebihan dan kekurangan bantalan yang terbuat dari baja.

  • Kelebihan bantalan baja

-          Lebih kuat untuk menahan beban

-          Lebih Tahan Lama

  • Kekurangan bantalan baja

-          Harganya yabg mahal bahkan melebihi harga bantalan beton

-          Mudah anjlok terutama pada daerah yang berpasir karena memiliki beban yang lebih besar

Bantalan Slab

Bantalan slab adalah suatu bantalan yang langsung menjadi satu dengan badan jalan yang dicor dalam bentu slab. Investasi untuk pembangunan lintasan dengan bantalan slab sangatlah beasar dari bantalan yang lain seperti beton dan juga baja, tetapi memiliki perawatan yang mudah. Bantalan ini digunakan untuk membangun lintasan kerata api cepat dan arus yang tinggi.

Pada bantalan slab juga memiliki kekurangan dan kelebihan tersendiri. Kekurangan dan kelebihan tersebut antara lain :

  • Kelebihan bantalan slab

-          Memiliki kualitas yang sangat tinggi

-          Lebih nyaman dari pada bantalan yang lain

-          Perawatannya sangat mudah

  • Kekurangan bantalan slab

-          Membutuhkan tenaga khusus dalam pengerjaannya

-          Memiliki tinggkat ketelitian yang sangat tinggi

-          Membutuhkan dana yang sangat besar

Bantalan beton semua negara pertama kali memiliki jenis bantalan beton yang sama, yaitu bantalan beton yeng berbuat dari kayu. Hal itu tidak terkecuali pada negara – negara maju seperti Amerika, Jepang, Jerman, Belanda dan negara – negara maju lainnya. Hal tersebut juga terjadi pada negara Indonesia. Namun pada sekarang ini bantalan kayu sudah tidak digunakan lagi karena memiliki banyak kekurangan, tetapi pada negara Indonesia masih cukup banyak bantalan yang terbuat dari kayu. Jenis bantalan – bantalan yang digunakn di Indonesia bermacam – macam. Bantalan tersebut antara lain kayu, beton, dan besi. Berdasarkan data penelitian tentang pemilihan bahan yang digunakan untuk bantalan rel kereta api yang berada didaerah PT KAI Daops 9 Jember didapatkan data yang cukup mengherankan karena berdasarkan data tersebut penggunaan bantalan kayu masih banyak digunakan, walupan bantalan tersebut nyaman untuk dilalui karena bahannya sangat elastis tapi bahan tersebut juga memerlukan perewatan yang cukup tinggi karena bantalan tersebut mudah rusak sehingga mengakibatkan kereta anjlok.

Berdaarkan hasil penelitian yang pada daerah PT KAI Daops 9 Jember didapatkan data sebagai berikut : 42 % rel berbantalan kayu ; 51 % rel berbantalan  beton dan 7 % berbantalan baja.

Pekerjaan Tanah (earth work dan earth moving) 


PEMBERSIHAN PERMUKAAN TANAH

Pada suatu proyek konstruksi sebelum dimulai dengan kegiatan penggalian tanah, harus dibuat gambar peta contour dari tanah asli, agar pekerjaan potong dan timbunan tanag (cut & fill ) nantinya dapat diperhitungkan. Dan sebelum pelaksanaan pekerjaan tanah pada lokasi bangunan , perlu adanya pembersihan/land clearing/clearing and grubbing. Pembersihan ini ada beberapa kemungkinan dalam pelaksanaannya, tergantung pada tipe tanamannya, dan tujuan dari pembersihan.Peralatan untuk pembersihan ini paling baik adalah dengan menggunakan buldozer.Untuk pohon besar buldozer dapat menggali tanah di sekeliling pohon, dengan memotong sebagian akarnya, kemudian ditumbangkan. Tetapi sekarang dengan memodifikasi buldozer sehingga dapat lebih cepat kerjanya.Blade dari buldozer dimodifikasi sehingga lebih cocok untuk menumbangkan pohon besar, pembersihan area proyek, mendongkel tunggul dan batu dan lain-lain.Beberapa cara memodifikasi antara lain adalah

  • Blades dari buldozer diganti dengan bentuk yang dapat membelah-belah pohon-pohon yang besar dengan cara menusukannya dengan besi yang kuat, sehingga mudah untuk menumbangkannya. Juga dengan alat ini akar-akar yang horizontal dapat dibelah-belahnya sehingga mudah menumbangkannya, ada juga memasang blade dengan bentuk V, disebut sebagai V blade. Alat ini disebut juga tractor- mounted bulldosers
  • Blades dari buldozer diganti dengan bentuk seperti garpu/ penggaruk (rake).Dengan bentuk semacam garpu ini dapat untuk pembersihan dengan mengumpulkan batang-batang pohon, batuan dan lain-lain tetapi tanah tidak terikut.

Untuk lebih lengkapnya komponen blade Buldozer dapat di lihat pada kategori ALAT BERAT > DOZER atau klik  dozer 2 dan dozer 1

PENGGALIAN PONDASI SUMURAN

Penggalian pondasi sumuran biasanya cukup dengan menggunakan tenaga manusia seperti biasanya membuat sumur.Setelah digali sedalam 80 cm, gorong-gorong beton diameter 80 cm dimasukkan dan satu orang di dalam gorong-gorong tersebut melanjutkan penggaliannya yang akan mengakibatkan gorong-gorong turun dan ditambah gorong-gorong di atasnya lagi, demikian seterusnya.Penggalian dengan cangkul ini biasanya kayu pegangannya diperpendek sehingga mempermudah pengerjaan di dalam gorong-gorong tersebut.

Perlu diperhatikan dalam penggalian sumuran ini, di dalam tanah kadang-kadang timbul gas-gas beracun yang akan membahayakan bagi pecangkul, untuk itu harus dipasang blower agar sirkulasi udara dapat berfungsi secara baik atau dengan menggunakan alat yang dapat selalu mendeteksi keberadaan gas beracun di dalam sumur.Rongga antara beton gorong-gorong dengan tanah dapat diisi dengan pasir yang disiram air sehingga dapat masuk ke sela-selanya secara sempurna.Setelah mencapai kedalaman tanah keras, maka dalam gorong-gorong diisi dengan beton siklop (cyclopean concrete) yaitu beton dengan batu-batu yang besar. Pondasi sumuran ini cocok untuk pondasi bangunan dimana letak tanah keras sudah terlalu dalam untuk dibuat pondasi batu kali telapak menerus dengan bentuk trapesium, karena volume menjadi sangat besar. Tanah keras yang dimaksud dengan kedalaman mencapai 2 – 3 meter.Sekarang cara ini sudah jarang dipakai karena dengan pondasi bor-pile lebih mudah.

Gambar BLOWER

PENGGALIAN TANAH BERBENTUK PARIT DAN PONDASI BANGUNAN GEDUNG SEDERHANA

Penggalian tanah untuk pondasi bangunan gedung, yaitu pondasi langsung telapak menerus, biasanya berbentuk trapesium, cukup dengan cangkul dan tenaga manusia, karena volumenya sedikit, dengan menggunakan alat berat tidak ekonomis. Tetapi untuk pondasi bangunan gedung yang besar dan luas dengan volume galian yang besar, walaupun merupakan pondasi dangkal misalnya pondasi pelat/voet plat , perlu dipertimbangkan dengan menggunakan alat berat dalam hal ini yang cocok adalah dengan menggunakan back hoe ( ada beberapa nama yang sering digunakan antara lain, yaitu :

  1. hoe
  2. excavator
  3. shovel
  4. back shovel
  5. pull shovel

back hoe, ( bapak saya kalo nyebut jadinya “bego” maksutnya apa ya ???? mungkin biar gampang kali ya, hehehehe)

Bucket pada back hoe sangat cocok untuk penggalian parit, jika tanah mengandung batuan juga dapat mendongkelnya.Lebar dari bucket memungkinkan untuk pekerjaan pondasi atau parit dengan baik.Urutan penggalian dan rencana lokasi jalan sementara harus diperhatikan jangan sampai alat berat dan dump truck mengalami kesulitan manoeuvre dan perjalannya. Hal ini sangat banyak kemungkinannya terutama karena masalah halangan-halangan yang terdapat pada  proyek selalu berbeda kondisinya.Perlu diperhatikan juga kombinasi dari peralatan-peralatan tersebut yaitu komposisi satu buah back hoe dengan dump truck yang dipergunakan.Terlalu banyak dump truck akan mengakibatkan dump truck menjadi idle, demikian pula kekurangan dump truck akan membuat back hoe menjadi idle.Padahal harga produksi alat-alat berat tersebut mahal, jadi mutlak diperhitungkan dalam hal

  1. kapasitas back hoe/excavator
  2. kapasitas dump truck
  3. cycle time dari dump truck
  4. faktor operator

Ke-4 hal diatas harus dikontrol agar tidak terjadi idle pada salah satu alat-alat tersebut. Dikontrol dimaksud disini terutama cycle time dari dump truck.

Contoh : Pada pengangkutan tanah dapat terjadi lokasi pembuangan tanah berubah jaraknya, atau jalan sementara untuk pengangkutan menjadi rusak. Kedua hal tersebut di atas akan merubah cycle time dari dump truck, sehingga perlu merubah kombinasi dari peralatan tersebut.

Sedangkan kapasitas backhoe dipengaruhi oleh beberapa faktor :

  1. jenis matrial tanah
  2. Kedalaman galian
  3. Persyaratan teknis galian
  4. Sudut putaran backhoe
  5. Kondisi manajemen
  6. Faktor operator ( keahlian dan sikap)
  7. Kondisi mesin backhoe
  8. Kondisi lapangan kerja

PEMOTONGAN TANAH KERAS DAN CADAS YANG LUNAK

Untuk pemotongan tanah jenis ini dapat digunakan Buldozer yang dilengkapi dengan ripper yang berada pada belakang buldozer, yang berguna untuk menghancurkan cadas dan kemudian di dorong dengan blade depan buldozer.

PENGGALIAN TANAH/PEMOTONGAN TANAH SECARA MASSAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT BERAT

Penggalian tanah ini sangat bervariasi, baik jenis tanahnya, kondisi medannya, komposisi alat yang digunakan, maupun metode kerjanya.Penggunaan alat-alat berat, yang mana tidak semuanya dapat dipakai, tetapi dibentuk sesuai kombinasinya dengan mempertimbangkan kondisi medannya.Alat-alat berat yang dimaksud diantaranya yang sering dipakai adalah power shovel/ backhoe, bulldoser, tractor, scraper, dragline, trenching machine, belt-conveyor, dump-truck, crawler drill untuk peledakan.Untuk pemotongan tanah biasa (good common earth), biasanya dengan menggunakan buldoser.Alat ini sangat bermanfaat untuk sebagian besar jenis proyek sampai menjelang penyelesaian proyek, karena dapat berfungsi untuk kegiatan-kegiatan di antaranya,

  • pembersihan daerah proyek termasuk pendongkelan akar-akar pohon besar
  • pembuatan jalan masuk sementara proyek
  • dapat memotong dan mendorong tanah sampai sejauh maksimum 75 meter
  • menebarkan tanah untuk urugan kembali dengan dipadatkan
  • alat untuk penambangan di lokasi penambangan (quarry)
  • sebagai tractor/ alat penarik dari beberapa alat berat lainnya
  • perawatan jalan sementara proyek dari awal sampai menjelang akhir proyek

Jenis alat ini juga bervariasi terutama karena pabrik pembuatannya dari beberapa negara.Yang sekarang banyak digunakan adalah

  1. hydraulic -controlled bulldoser
  2. Cable- controlled bulldoser (sudah jarang dipakai)

Ada jenis yang menggunakan roda karet, sehingga lebih lincah digunakan pada daerah yang relativ datar dan tidak berlumpur, dinamakan wheel-controlled bulldoser. Blade dipasang tegak lurus dengan arah jalannya bulldoser, tetapi blade dapat dimodifikasi sehingga membentuk sudut dengan arah jalannya bulldoser (angledoser). Yang tersebut pertama mendorong tanah ke depan, sedang angledoser mendorong tanah ke depan dan sebagian ke salah satu sisi, kanan atau kiri.

Hydraulic-controlled bulldoser ada yang dapat menggerakan blade arah memutar vertikal dengan sudut memutar sekitar 15 derajat saja. Ukuran blade ada bermacam-macam ukuran dan pada ujung kanan kirinya terdapat pelat penutup, agar sewaktu bulldoser mendorong tanah tidak banyak tercecer ke samping.Hasil produksi dari Bulldoser sangat bervariasi dengan beberapa faktor di lapangan, di antaranya medan tempat beroperasi, termasuk kemiringan menanjak atau menurun, jenis tanah dan faktor operator.

Pada lewatan yang pertama biasanya hampir semua tanah akan keluar dari pinggir kanan dan kiri blade dan membentuk jalur gundukan tanah di kanan dan kiri. Setelah jalur gundukan tersebut membentuk semacam parit (slot), maka tanah yang keluar menyingkir ke kanan dan kiri blade akan berkurang dan produksi buldoser akan bertambah.Untuk kegiatan pekerjaan yang memungkinkan dua buah buldoser dapat bekerja bersama secara berdampingan dengan masing-masing blade berdekatan, hal ini akan menambah produksi sebanyak 50% jika dibandingkan dengan dengan buldoser masing-masing bekerja sendiri.

from : Metode kerja Bangunan Sipil book, Amien Sajekti

SOFTWARE GEOTEKNIK


Bagi yang mencari software-software untuk geoteknik engoneering seperti

Softwares :

GEO5 – geotechnical software package

For more information please refer to HOMEPAGE

IES QuickRWall

QuickRWall is perhaps the best tool on the market for retaining wall design!  It will get you out of the ‘black box’ and into high-quality wall design in short order.  The reports are excellent with full equations and intermediate data readily available for complete checking.  QuickRWall is very graphical, extremely easy to use, fast, and robust.  This is one of our best-sellers.

File Size : 4.9 MB

DOWNLOAD

Activation Procedure :  1-  Enter the information below :

Name :

abadiat.com-ali hasanjani
company :
civil-engneering
license key :

42H7U4-RP4BSF-STP4BS

2- to get activation :

Copy and paste your machine ID to the link below :

http://www.iesweb.com/activate/

Now you have the activation code.

Concrete Mix Designer

File Size  :  385 KB

DOWNLOAD

Geostudio 2007

With GeoStudio 2007, you can analyze almost any problem you encounter in your geotechnical, geo-environmental, civil, and mining engineering projects, including:

  • Slope stability problems involving earth and rock slopes, including sloping excavations, embankments, anchors, soil nails and geofabrics
  • Seepage affected by infiltration, drains, and injection wells
  • Deformation resulting from staged loading, excavations, and fill placement or removal
  • Unsaturated soil behavior

NeuroSolutions (Neural Network Software)

For many years neural networks have been successfully applied to various data prediction, data classification and data mining problems in research, business and industrial environments. NeuroSolutions is a graphical neural network development tool that enables you to easily create a neural network model for your data. This leading-edge software combines a modular design interface with advanced learning procedures, giving you the power and flexibility needed to design the neural network that produces the best solution for your problem.

File Size : 33 MB

DOWNLOAD

Multimedia Tutorial Link : VIEW

Liquefy 3.9

Liquefaction of saturated soils (silt, sand, and gravel) during earthquakes has caused severe damage to buildings, earth embankments, dams, and bridges. Liquefy 3.9 assists engineers in evaluating liquefaction potential and earthquake-induced settlement. It determines the liquefaction zone and settlement under earthquake conditions.

File size : 1.73 MB

DOWNLOAD

CivilTech , VisiualLab (Version 2.0)

Visual Lab is a set of 3 modules to calculate and report the most important geotechnical lab testing results and to generate high quality reports. The 3 modules include Compaction, Consolidation, and Grain size. The modules are Windows based and very easy to use and learn. The 3 modules should be purchased together at discounted price.

File size :    1.74 MB

DOWNLOAD

Shoring Suite 7+

Shoring suite is a  software package for designing sheetpiles that contains 4 modulus : Shoring, EarthPres, Surcharge & Heave. These modules are sophisticated design and analysis tools developed by experienced engineers and professors. The program has been widely used by engineers, contractors, universities, and government agencies nationwide and overseas. The program is flexible, powerful, and has high performance qualities. 

Size :  1.5 MB

DOWNLOAD

Flac – Itasca

Software based on Finite Difference Method (FDM) to model & analyze miscellaneous geotechnical problems in 2 & 3 dimensions.

Flac 2D (4.0.314)  (size : 33.9 MB) : DOWNLOAD

Flac 3D (3.0.261)  (size :  7.2 MB)  : DOWNLOAD

RockScience – Slide 5.0

Slide 5.0 is the most comprehensive slope stability analysis software available, complete with sensitivity, probabilistic and back analysis capabilities. This 2-D program combines an attractive, easy to use CAD based graphical interface with a wide range of modeling and data interpretation options that enable you to perform analyses more thoroughly, more quickly.

DOWNLOAD

Soil Classification Software

A useful program for soil classification according to UNIFIED & AASHTO .

Size : 16 KB

DOWNLOAD

Allpile 7.3 (beta version)

A software for analysis & design of all types of deep & shallow foundations.

Size :  2.65 MB

DOWNLOAD]

from : http://irangeo.webs.com/softwares.htm

SEMINAR NASIONAL ATPW ( ITS – SURABAYA )


SEMINAR NASIONAL ATPW ( ITS – SURABAYA )


GAMBAR REKAYASA


oleh : Ir. H. Soedarsono.,MSi ( Dosen Fak teknik sipil UNISSULA )

GAMBAR PERENCANA

Adalah gambar pekerjaan teknik yang direncanakan oleh Konsultan Teknik setelah mendapat masukan dari user.

GAMBAR PELAKSANAAN

Adalah gambar rencana yang dilengkapi gambar kerja dan gambar detail, gambar ini dipakai acuan untuk pelaksanaan pekerjaan Teknik sipil.

GAMBAR RENCANA DETAIL

Adalah gambar dengan skala 1:10, 1:5, gambar ini digunakan untuk pekerjaan yang dianggap sulit, perlu diperbesar supaya mudah pelaksanaannya

GAMBAR KERJA

Adalah suatu rencana kerja untuk memperagakan suatu pekerjaan teknik sipil, gambar kerja harus jelas, mencantumkan data-data yang memberikan keterangan yang lengkap dan tepat. Misal : bentuk ukuran, konstruksi, jenis bahan dan finishing.

Pada pekerjaan khusus harus dibuat gambardetail dengan skala 1:10, 1:5 bahkan 1:1 misal pada pekerjaan konstruksi baja

GAMBAR BESTEK

Adalah gambar keseluruhan untuk melaksanakan pekerjaan Teknik Sipil meliputi : gambar situasi, daerah, tampak potongan dan detail pada jenis-jenis tertentu

Skala yang digunakan 1:500, 1:200, 1:100, 1:50, 1:10, 1:5 ( tergangtung kebutuhan

MENGGAMBAR TEKNIK

Adalah suatu bahasa grafik yang digunakan diseluruh dunia, yang biasanya dapat menyatakan sesuatu lebih jelas dari kata-kata

Setiap garis, gambar dan simbol mempunyai fungsi dan pengertian tertentu

2.UKURAN KERTAS

X x Y = 841 mm x 1189 mm

Dari rumus diatas maka untuk kertas A0 ukurannya adalah 841 mm x 1189 mm

I. DENAH

Pada gambar denah, bagian dari bangunan yang di atas 1 m dari lantai ± 0,00 tidak digambar. Denah menggambarkan pembagian ruangan-ruangan, letak-letak pintu dan jendela, bentuk dan ukuran lantai ruangan, dapat diberi garis atap yang digambar dengan garis titik-titik. Skala 1 : 100.

II. TAMPAK

Gambar tampak yang harus dibuat adalah T. Muka, T. Belakang, T. Samping Kiri dan T. Samping Kanan. Skala gambar sama dengan skala denahnya.

III. POTONGAN

Gambar potongan menggambarkan bagian dalam dari ruangan dan fondasinya, digambar dalam dua arah, yaitu arah muka-belakang dan arah samping kiri dan kanan bangunan.

IV. RENCANA FONDASI

Menggambarkan tipe dan ukuran fondasi yang dipakai. Semua bagian yang ada fondasinya harus digambarkan lengkap. Yang digambar adalah lebar atas dan lebar dasar dari pada fondasi yang dipakai dengan diberi garis temboknya.

V. RENCANA ATAP

Pada gambar ini dijelaskan letak kuda-kuda, balok gording, usuk dan juga bahan penutup atapnya, apabila ada juga digambar talang dan lobang buangannya, garis bubungan, jurai luar dan jurai dalam diberi penjelasan dan digambar dengan garis khusus

VI. RENCANA PLAFON

Menggambarkan pembagian petak-petak dari pada plafonnya di setiap ruangan. Rangka plafon digambarkan lengkap dengan balok induk, balok pembagi dan ukuran kayu yang dipakai. Skala gambar sama dengan skala denahnya.

VII. RENCANA SANITASI

Rencana sanitasi menggambarkan letak-letak lobang buangan pada kamar mandi, WC, dapur, bak cuci dan temapt buangan lainnya. Arah aliran saluran pembuang diberi anak panah yang menunjukkan arah aliran airnya. Letak bak kontrol, bak penangkap lemak, septic tank, sumur air bersih dan peresapannya digambar dan jaraknya ditulis jelas

VIII. GAMBAR DETAIL

  1. Detail FONDASI : menggambarkan bentuk potongan melintang dan ukurannya serta letak kedalaman dari pada fondasi yang dipakai.
  2. Detai KUDA-KUDA : menggambarkan bentuk kuda-kuda yang dipakai dan penjelasan sambungan-sambungannya, ukuran kayu-kayu yang dipakai ditulis jelas dan lengkap, apabila bentuk kuda-kuda yang dipakai lebih dari satu, harus digambar semuanya.
  3. Detail PLAFON : menjelaskan bentuk dan ketinggian plafon, sambungan kayu penggantung dan ukurannya ditulis lengkap dan diberi penjelasan secukupnya.
  4. Detai KOSEN : semua bentuk kosen pintu dan jendela yang dipakai harus digambar di sini, ukuran kosen dan kayu yang dipakai ditulis lengkap dan jelas, apabila ada sambungan kosen yang harus dibuat khusus, harus juga digambar detailnya.
  5. Detail SANITASI : menggambarkan potongan melintang dan tampak atas dari pada bak kontrol, bak penangkap lemak, septic tank, sumur peresapan, dan juga penjelasan pembuangan dari semua alat penerima air buangan, semua ukuran dan bahan yang dipakai ditulis lengkap dan jelas.
  6. Detail bagian bangunan yang lain yang dianggap penting dan memerlukan pekerjaan

IX.  SITUASI

Gambar situasi menggambarkan bentuk dari tanahnya dan juga ukurannya, letak terhadap suatu jalan yang ada didekatnya ditulis nama jalan tersebut, denah bangunan di atas tanah tersebut diberi warna hitam, pada gambar situasi diberi arah mata angin.

Seminar Nasional 1 juli 2010 Politeknik Negri Semarang ( Part 2 )


Seminar part 2 ini, mengenai

“PENGGUNAAN GEOSINTETIK PADA TEKNOLOGI JALAN TAMBANG”

Yang di bawakan oleh, “Didiek Djarwadi”

Memperkenalkan geosintetik sebagai bahan bantu dalam pelaksanaan pembuatan jalan tambang.Jalan tambang di Kalimantan sering harus melewati daerah rawa yang memiliki daya dukung tanah yang rendah.Dalam kondisi demikian geosintetik diperlukan untuk meningkatkan daya dukung jalan dan waktu pelaksanaan yang lebih cepat, dan lebih murah dibandingkan dengan cara penimbunan konvensional.

Pada pelaksanaan pekerjaan jalan tambang tanpa lapis aus, funsi geosintetik yang sering digunakan adalah sebagai fungsi media pemisah ( separation ) antara subgrade tanah dengan lapisan perkerasan seperti sub-base coarse agar kedua bahan tersebut tidak tercampur oleh karena terjadi proses pumping oleh beban kendaraan secara berulang.

PENGERTIAN GEOSINTETIK

adalah dari kata “GEO” dan “SINTETIK”, “GEO” menunjukkan bahwa bahan tersebut berhubungan dengan perbaikan kinerja pada konstruksi teknik sipil yang berhubungan dengan tanah, sedangkan kata “SINTETIK” menunjukkan bahwa bahan tersebut merupakan bahan sintetis dari crude petroleum oil, meskipun bahan lain seperti karet, fiberglas juga kadang digunakan.

KELEMAHAN GEOSINTETIK

SINAR ULTRAVIOLET, karena bahan geosintetik akan mengalami degradasi yang cepat dibawah terik sinar matahari.

PENGGUNAAN GEOSINTETIK PADA TEKNOLOGI JALAN TAMBANG

Geosintetik sebagai Separator

Pada pelaksanaan pekerjaan jalan, fungsi geosintetik yang sering digunakan adalah sebagai fungsi media pemisah (separation) antara subgrade tanah dengan lapisan perkerasan seperti sub-base atau base-course agar kedua bahan tersebut tidak tercampur oleh karena terjadi proses pumping oleh beban kendaraan secara berulang.

CARA PEMASANGAN GEOTEXTILE

Metode (Cara) Pemasangan Geotextile (Geotekstil) :

  1. Geotextile harus digelar di atas tanah dalam keadaan terhampar tanpa gelombang atau kerutan.
  2. Aturan untuk overlapping dan penyambungan Geotextile adalah :Metode (Cara) Pemasangan Geotextile Overlapping
  3. Pada daerah pemasangan yang berbentuk kurva (misalnya tikungan jalan), maka Geotextile dipasang mengikuti / searah kurvaMetode (Cara) pemasangan Geotextile di tikungan
  4. Jangan membuat overlapping atau jahitan pada daerah yang searah dengan beban roda (beban lalu lintas).
  5. Jika Geotextile dipasang untuk terkena langsung sinar matahari maka gunakan geotextile yang berwarna hitam.

Seminar Nasional 1 juli 2010 Politeknik Negri Semarang


Terima kasih buat para pengisi Seminar “APLIKASI TEKNOLOGI GEOSISTEM DAN BAJA BONDEK DALAM KONSTRUKSI”

Langsung saja, saya masuk kira-kira jam 9 waktu itu, karena nunggu yang bawa tiket ( hahaha ) Rezki Nurhikmah, ko telat ?? gw gak bisa masuk donk, (hahaha) ,padahal seminar mulai jam 8, Tapi Alhamdulillah ternyata Isi Seminar dimulai pada saat saya masuk, (Sebelum masuk masi berisi sambutan-sambutan gitu).

Pertama-tama isi seminar dibawakan oleh Bapak Didiek Djarwadi ( maaf pak saya lupa gelar dan tempat kerja bapak, ,maaf sekali) tentang

Geosintetik sebagai Perkuatan Konstruksi Jalan Diatas Tanah Lunak”

Pada pelaksanaan konstruksi jalan diatas tanah lunak dengan perkuatan geotextile (Salah satu macam Geosintetik) dapat menghindarkan terjadinya keruntuhan lokal pada tanah lunak karena rendahnya daya dukung tanah.Keuntungan dari penggunaan geotextile sendiri adalah kecepatan dalam pelaksanaan dan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan metode penimbunan konvensional.

dapat dilihat gambar geotextile,

Dalam Penggunaan geotextile pun tidak bisa sembarangan, maka kita harus menetapkan perkuatan sebesar apa yang dibutuhkan, faktor-faktor penetapan geotextile

  • Jenis Geotextile
  • Sifat Hubungan dan Regangan
  • Sifat Pembebanan
  • Kondisi Lingkungan
  • Bahan Timbunan

JENIS GEOTEXTILE

Jenis geotextile ada 2 ,yaitu

  1. Woven Geotextile (Anyaman)
  2. Non-Woven Geotextile (Nir-Anyam)

Penggunan Woven Geotextile akan memberikan hasil yang lebih baik sebab arah gaya dapat disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik.

Pada non-Woven Geotextile arah serat dalam struktur geotextile tidak terarah, sehingga apabila dibebani, maka akan terjadi deformasi yang sangat besar, dan sulit dikontrol.

Sifat hubungan-hubungan Tegangan Pada Geotextile

dipengaruhi oleh polimer dari bahan pembuat geotextile seperti : PA (Polymaide), PP (Polypropelene), PE (Polyethelene), dan PET (Polyester) yang mempunyai perbedaan panjang rangkaian molekulnya.Untuk bahan perkuatan dapat dipilih bahan yang mempunyai kekuatan (Tensile Strength) yang tinggi dengan regangan (strain) yang kecil.Hal ini diperlukan agar deformasi yang terjadi pada konstruksi perkuatan kecil.Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan untuk perkuatan adalah ultimate tensile strength dan elongtion at break.

Dimensi konstruksi perkuatan dan sifat pembebanan juga akan mempengaruhi besaran ultimate tensile strength dari geotextile.Pada konstruksi perkuatan dinding tegak lebih tinggi akan memerlukan tensile strength yang lebih besar, demikian pula perkuatan di atas tanah lunak, beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.

Sifat Pembebanan

Perkuatan di atas tanah lunak, beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.Pada konstruksi perkuatan permanen yang mempunyai umur rencana (service life) yang lama akan memerlukan tensile strength yang lebih besar dibandingkan dengan konstruksi perkuatan yang bersifat sementara.

Kondisi Lingkungan

Berpengaruh pada pengurangan terhadap tensile strength geotextile, akibat dari terjadinya reaksi kimia antara bahan geotextile dan sekitarnya.Perubahan cuaca, air laut, kondisi asam atau basa serta mikro organisme seperti bakteri akan mengurangi kekuatan geotextile.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 211 pengikut lainnya.