Category Archives: Pekerjaan Tanah (earth work dan earth moving)

Penggalian tanah untuk permukaan subgrade


Yang kita bahas disini adalah pemotongan tanah yang sudah mendekati permukaan subgrade.Ada 2 tahap cara pemotongannya, yaitu kondisi tanah masih 50 cm – 100 cm di atas subgrade (misalnya setelah selesai pemotongan dengan cara diledakan), dan kondisi tanah tinggal beberapa cm diatas subgrade (misalnya setelah dilakukan pemotongan dengan buldozer).Pada tahap pertama maka pemotongan tanah dilakukan dengan buldozer, karena sifat ketelitiannya masih sangat kasar.Buldozer sangat kuat untuk memotong tanah dan sekaligus mendorong menjadi gundukan tanah.Gundukan tanah lalu diangkat ke dump truck dengan excavator atau loader.Buldozer untuk mendorong tanah jika terlalu jauh tidak efisien, tergantung dari tipe dan jenis buldozer.Untuk buldozer buatan jepang misalnya tipe D-85 dapat mendorong sampai sekitar 40 -50 meter selebihnya menjadi tidak efisien lagi.Jadi jarak pemotongan tanah ini untuk jalan (subgrade).jadi digunakan grader.Grader dapat memotong tanah dengan tipis dan bergerak lincah dan cepat, tergantung dari operatornya.Dan grade nya dapat diputar horisontal atau vertikal sehingga dapat memotong tanah menjadi parit.

from : Buku metode kerja bangunan sipil,Amien sajekti

gambar : google

Pekerjaan Tanah (earth work dan earth moving) 


PEMBERSIHAN PERMUKAAN TANAH

Pada suatu proyek konstruksi sebelum dimulai dengan kegiatan penggalian tanah, harus dibuat gambar peta contour dari tanah asli, agar pekerjaan potong dan timbunan tanag (cut & fill ) nantinya dapat diperhitungkan. Dan sebelum pelaksanaan pekerjaan tanah pada lokasi bangunan , perlu adanya pembersihan/land clearing/clearing and grubbing. Pembersihan ini ada beberapa kemungkinan dalam pelaksanaannya, tergantung pada tipe tanamannya, dan tujuan dari pembersihan.Peralatan untuk pembersihan ini paling baik adalah dengan menggunakan buldozer.Untuk pohon besar buldozer dapat menggali tanah di sekeliling pohon, dengan memotong sebagian akarnya, kemudian ditumbangkan. Tetapi sekarang dengan memodifikasi buldozer sehingga dapat lebih cepat kerjanya.Blade dari buldozer dimodifikasi sehingga lebih cocok untuk menumbangkan pohon besar, pembersihan area proyek, mendongkel tunggul dan batu dan lain-lain.Beberapa cara memodifikasi antara lain adalah

  • Blades dari buldozer diganti dengan bentuk yang dapat membelah-belah pohon-pohon yang besar dengan cara menusukannya dengan besi yang kuat, sehingga mudah untuk menumbangkannya. Juga dengan alat ini akar-akar yang horizontal dapat dibelah-belahnya sehingga mudah menumbangkannya, ada juga memasang blade dengan bentuk V, disebut sebagai V blade. Alat ini disebut juga tractor- mounted bulldosers
  • Blades dari buldozer diganti dengan bentuk seperti garpu/ penggaruk (rake).Dengan bentuk semacam garpu ini dapat untuk pembersihan dengan mengumpulkan batang-batang pohon, batuan dan lain-lain tetapi tanah tidak terikut.

Untuk lebih lengkapnya komponen blade Buldozer dapat di lihat pada kategori ALAT BERAT > DOZER atau klik  dozer 2 dan dozer 1

PENGGALIAN PONDASI SUMURAN

Penggalian pondasi sumuran biasanya cukup dengan menggunakan tenaga manusia seperti biasanya membuat sumur.Setelah digali sedalam 80 cm, gorong-gorong beton diameter 80 cm dimasukkan dan satu orang di dalam gorong-gorong tersebut melanjutkan penggaliannya yang akan mengakibatkan gorong-gorong turun dan ditambah gorong-gorong di atasnya lagi, demikian seterusnya.Penggalian dengan cangkul ini biasanya kayu pegangannya diperpendek sehingga mempermudah pengerjaan di dalam gorong-gorong tersebut.

Perlu diperhatikan dalam penggalian sumuran ini, di dalam tanah kadang-kadang timbul gas-gas beracun yang akan membahayakan bagi pecangkul, untuk itu harus dipasang blower agar sirkulasi udara dapat berfungsi secara baik atau dengan menggunakan alat yang dapat selalu mendeteksi keberadaan gas beracun di dalam sumur.Rongga antara beton gorong-gorong dengan tanah dapat diisi dengan pasir yang disiram air sehingga dapat masuk ke sela-selanya secara sempurna.Setelah mencapai kedalaman tanah keras, maka dalam gorong-gorong diisi dengan beton siklop (cyclopean concrete) yaitu beton dengan batu-batu yang besar. Pondasi sumuran ini cocok untuk pondasi bangunan dimana letak tanah keras sudah terlalu dalam untuk dibuat pondasi batu kali telapak menerus dengan bentuk trapesium, karena volume menjadi sangat besar. Tanah keras yang dimaksud dengan kedalaman mencapai 2 – 3 meter.Sekarang cara ini sudah jarang dipakai karena dengan pondasi bor-pile lebih mudah.

Gambar BLOWER

PENGGALIAN TANAH BERBENTUK PARIT DAN PONDASI BANGUNAN GEDUNG SEDERHANA

Penggalian tanah untuk pondasi bangunan gedung, yaitu pondasi langsung telapak menerus, biasanya berbentuk trapesium, cukup dengan cangkul dan tenaga manusia, karena volumenya sedikit, dengan menggunakan alat berat tidak ekonomis. Tetapi untuk pondasi bangunan gedung yang besar dan luas dengan volume galian yang besar, walaupun merupakan pondasi dangkal misalnya pondasi pelat/voet plat , perlu dipertimbangkan dengan menggunakan alat berat dalam hal ini yang cocok adalah dengan menggunakan back hoe ( ada beberapa nama yang sering digunakan antara lain, yaitu :

  1. hoe
  2. excavator
  3. shovel
  4. back shovel
  5. pull shovel

back hoe, ( bapak saya kalo nyebut jadinya “bego” maksutnya apa ya ???? mungkin biar gampang kali ya, hehehehe)

Bucket pada back hoe sangat cocok untuk penggalian parit, jika tanah mengandung batuan juga dapat mendongkelnya.Lebar dari bucket memungkinkan untuk pekerjaan pondasi atau parit dengan baik.Urutan penggalian dan rencana lokasi jalan sementara harus diperhatikan jangan sampai alat berat dan dump truck mengalami kesulitan manoeuvre dan perjalannya. Hal ini sangat banyak kemungkinannya terutama karena masalah halangan-halangan yang terdapat pada  proyek selalu berbeda kondisinya.Perlu diperhatikan juga kombinasi dari peralatan-peralatan tersebut yaitu komposisi satu buah back hoe dengan dump truck yang dipergunakan.Terlalu banyak dump truck akan mengakibatkan dump truck menjadi idle, demikian pula kekurangan dump truck akan membuat back hoe menjadi idle.Padahal harga produksi alat-alat berat tersebut mahal, jadi mutlak diperhitungkan dalam hal

  1. kapasitas back hoe/excavator
  2. kapasitas dump truck
  3. cycle time dari dump truck
  4. faktor operator

Ke-4 hal diatas harus dikontrol agar tidak terjadi idle pada salah satu alat-alat tersebut. Dikontrol dimaksud disini terutama cycle time dari dump truck.

Contoh : Pada pengangkutan tanah dapat terjadi lokasi pembuangan tanah berubah jaraknya, atau jalan sementara untuk pengangkutan menjadi rusak. Kedua hal tersebut di atas akan merubah cycle time dari dump truck, sehingga perlu merubah kombinasi dari peralatan tersebut.

Sedangkan kapasitas backhoe dipengaruhi oleh beberapa faktor :

  1. jenis matrial tanah
  2. Kedalaman galian
  3. Persyaratan teknis galian
  4. Sudut putaran backhoe
  5. Kondisi manajemen
  6. Faktor operator ( keahlian dan sikap)
  7. Kondisi mesin backhoe
  8. Kondisi lapangan kerja

PEMOTONGAN TANAH KERAS DAN CADAS YANG LUNAK

Untuk pemotongan tanah jenis ini dapat digunakan Buldozer yang dilengkapi dengan ripper yang berada pada belakang buldozer, yang berguna untuk menghancurkan cadas dan kemudian di dorong dengan blade depan buldozer.

PENGGALIAN TANAH/PEMOTONGAN TANAH SECARA MASSAL DENGAN MENGGUNAKAN ALAT-ALAT BERAT

Penggalian tanah ini sangat bervariasi, baik jenis tanahnya, kondisi medannya, komposisi alat yang digunakan, maupun metode kerjanya.Penggunaan alat-alat berat, yang mana tidak semuanya dapat dipakai, tetapi dibentuk sesuai kombinasinya dengan mempertimbangkan kondisi medannya.Alat-alat berat yang dimaksud diantaranya yang sering dipakai adalah power shovel/ backhoe, bulldoser, tractor, scraper, dragline, trenching machine, belt-conveyor, dump-truck, crawler drill untuk peledakan.Untuk pemotongan tanah biasa (good common earth), biasanya dengan menggunakan buldoser.Alat ini sangat bermanfaat untuk sebagian besar jenis proyek sampai menjelang penyelesaian proyek, karena dapat berfungsi untuk kegiatan-kegiatan di antaranya,

  • pembersihan daerah proyek termasuk pendongkelan akar-akar pohon besar
  • pembuatan jalan masuk sementara proyek
  • dapat memotong dan mendorong tanah sampai sejauh maksimum 75 meter
  • menebarkan tanah untuk urugan kembali dengan dipadatkan
  • alat untuk penambangan di lokasi penambangan (quarry)
  • sebagai tractor/ alat penarik dari beberapa alat berat lainnya
  • perawatan jalan sementara proyek dari awal sampai menjelang akhir proyek

Jenis alat ini juga bervariasi terutama karena pabrik pembuatannya dari beberapa negara.Yang sekarang banyak digunakan adalah

  1. hydraulic -controlled bulldoser
  2. Cable- controlled bulldoser (sudah jarang dipakai)

Ada jenis yang menggunakan roda karet, sehingga lebih lincah digunakan pada daerah yang relativ datar dan tidak berlumpur, dinamakan wheel-controlled bulldoser. Blade dipasang tegak lurus dengan arah jalannya bulldoser, tetapi blade dapat dimodifikasi sehingga membentuk sudut dengan arah jalannya bulldoser (angledoser). Yang tersebut pertama mendorong tanah ke depan, sedang angledoser mendorong tanah ke depan dan sebagian ke salah satu sisi, kanan atau kiri.

Hydraulic-controlled bulldoser ada yang dapat menggerakan blade arah memutar vertikal dengan sudut memutar sekitar 15 derajat saja. Ukuran blade ada bermacam-macam ukuran dan pada ujung kanan kirinya terdapat pelat penutup, agar sewaktu bulldoser mendorong tanah tidak banyak tercecer ke samping.Hasil produksi dari Bulldoser sangat bervariasi dengan beberapa faktor di lapangan, di antaranya medan tempat beroperasi, termasuk kemiringan menanjak atau menurun, jenis tanah dan faktor operator.

Pada lewatan yang pertama biasanya hampir semua tanah akan keluar dari pinggir kanan dan kiri blade dan membentuk jalur gundukan tanah di kanan dan kiri. Setelah jalur gundukan tersebut membentuk semacam parit (slot), maka tanah yang keluar menyingkir ke kanan dan kiri blade akan berkurang dan produksi buldoser akan bertambah.Untuk kegiatan pekerjaan yang memungkinkan dua buah buldoser dapat bekerja bersama secara berdampingan dengan masing-masing blade berdekatan, hal ini akan menambah produksi sebanyak 50% jika dibandingkan dengan dengan buldoser masing-masing bekerja sendiri.

from : Metode kerja Bangunan Sipil book, Amien Sajekti

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 207 pengikut lainnya.