Category Archives: Pengalamanku

Pengalamanku mborong part 2


bulan maret 2011 aku mulai lagi proyek konstruksiku kali ini adalah rumah dari temanku di kampus. Rio Kurniawan Untoro dialah temanku dari kalimantan, dia tinggal di perumahan kampoeng semawis perumahan di samping gedung utama Universitas Muhamadiyah Semarang

Pertama-tama teman saya ini ada ide untuk bangun rumah karena rumahnya yang sangat sempit dengan 1 kamar, 1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 ruang tamu. Bisa dibilang rumah tipe 27, waktu saya masuk rumahnya memang sempit sekali tapi ada lahan kosong dibelakang rumahnya sekitar 42 m2 bisa deh untuk dibangun bangunan baru tingkat 2.

Sekilas Bentuk rumahnya ini hanya bentuk perencanaan tetapi banyak perubahan dalam pelaksanaannya sesuai dengan keinginan owner.

.

Gambar 3d Perencanaan walaupun tidak sesuai dengan pelaksanaan karena ada perubahan sesuai permintaan owner. Oh, ya saya disini bisa dibilang tidak terlalu berkontribusi karena dari gambar sampai pelaksanaan ayah saya Ir. Gudadi, MT lah yang banyak berkontribusi. hehe.

Setelah gambar disepakati dan disertai dengan perhitungan kasar kemudian kami menandatangani kontrak perjanjian dimana kedua belah pihak harus mematuhi segala yang tertera pada perjanjian.

Pekerjaan galian tanah

Sebelum mulai pekerjaan ini, saya diberi tahu papa saya, kalo tanah di perumahan ini dulu adalah “bung” atau sering disebut kuburan cina. Yang sudah tidak ada ahli warisnya, sehingga kuburan tersebut dipindahkan, dan sekarang digunakan untuk kepentingan perumahan.

Wah pekerjaan yang satu ini saya sangat takjub dengan 2 tukang saya itu (satu tukang satu tenaga) hanya pada saat pekerjaan tanah, kecintaan mereka itu lo terhadap pekerjaan mereka sehingga pekerjaan tanah hanya dengan waktu 2 hari sudah siap pasang pondasi seminggu kolom sudah berdiri, 1 minggu lewat sudah mulai pekerjaan pelat lantai. Lalu saya coba iseng2 tanya sama mereka . “Pak kok nggali tanahnya cepet banget pak? ” jawab mbah alias tenaga itu ternyata, “Macul iku pinuk wes suwe aku rak macul” maksutnya bahwa macul atau gali tanah itu menyenangkan sudah lama dia tidak macul. Wah pantes aja kerjanya cepet banget karena mereka ternyata cinta banget sama pekerjaannya (patut ditiru) proyek ini yang direncanakan 3 bulan, mungkin akan selesai tepat waktu atau kemungkinan besar lebih cepat. Amin

Galian Tanah Pondasi Batu Kali dan Footplat

Gambar di atas seperti namanya dan itulah tujuan galian tanah ini, sedalam 60 cm, untuk pondasi footplat nya 60 cm dari galian batu kali di gali lagi 15 cm.

Galian tanah untuk footplat

Kalo gambar yang diatas ini galian tanah untuk footplat saja tanpa batu kali disamping2nya, karena tidak ada dinding penyekat disekitar footplat. Kayak kolom2 di masjid gitu, untuk sloof disekitar footplat ini digunakan sloof gantung.

Yah mungkin proses pembangunannya hampir sama atau bisa dibilang sama kayak pembangunan rumah rumah biasa, yang membedakan mungkin dari segi finishing berupa dinding kaca dan lantai dari parket (motif kayu dari vinyl).

 Setelah selesai pekerjaan pondasi ini baik footplat maupun batukali, tanah kembali diurug sampai batu kali tertutup hingga hanya permukaannya saja yang terlihat, kalo footplatnya ya sampe bener-bener ketutup. Kalo udah ganti pekerjaan sloof sekarang, dilakukan pembesian sloof dimana besi kolom harus sudah tertanam pada saat pekerjaan ini, entah kolom itu bertumpu pada footplat atau batukali. Kemudian sloof yang berada diatas batukali dicor dan sloof gantung dicor diatas tanah yang sudah disiapkan. Seperti gambar dibawah saat pengecoran sloofnya.

yah itulah sedikit kurang fotonya pada saat pengecoran sloofnya. Ntar habis ini baru ngecor kolomnya.

Sebelum ngecor kolom tentu pasang dulu bekistingnya, saya pakai 3 jenis kayu ini untuk bekisting kolom, sloof n plat. pertama kayu sengon, kayu randu dan kayu glugu (pohon kelapa). ya ingin tau mana yang lebih efisien, tp memang bekisting kayu itu kurang sustainable, karena merusak ekosistem, lebih baik menggunakan bekisitng pelat baja kalau ada uang, tapi gimana lagi kontraktor kecil gak da apa2. hehehe

Kalau sudah di cor kolomnya, brickwall (pasangan batanya) boleh donk ikut dipasang. sampai setinggi 1 – 1,5 meter aja ya perhari karena tkut roboh, tapi kalau tukangnya udah pengalaman bisa lah 1,5 meter, tp masangnya juga harus hati-hati ya ? harus lurus, kalo nggak lurus nanti plesterannya terlalu tebal, gak efisien donk, :).

Kalau udah dipasang batanya sampai ketinggian 3,5 meter, sekarang waktunya persiapan perancah bambu untuk pelat lantai 2 dan balok gantungnya. Kalau sudah sekalian pembesiannya n bekisitng untuk baloknya ya . . . sip sip

  nah sekarang, perancah sudah siap n tulangan juga sudah siap, nih pelat lantai pakai tulangan two ways slab .sekarng saatnya pinjam molen karena saya tidak punya molen, tinggal di bekisting n dicor, 1 hari boleh selesai lah ini. :) ada juga pelat lantai yang kantilever untuk keperluan balkon belakang, untuk bersantai2 sambil melihat pemandangan belakang rumah dari lantai 2 .

Kalau pelat dan balok sudah dicor sambil menunggu hari, bisa lah sambil mlester-mlester dan ngerjain lain-lain.

oke kalau semua sudah selesai beton sudah kering, lanjutlah pasang brickwall lantai 2 plus cor kolom

yah, itu sudah semua, kuda2 dengan baja ringan, tukangnya dari baja ringan itu sendiri, setelah itu boleh pasang genteng beton kemudian pasang plafon gypsum, elektrikal dan titik lampu, lampu downlight kemudian buat tangga, setelah buat tangga lantainya memakai parket kayu asli, dan dinding kaca dengan kusen alumunium seperti dibawah. bagi yang ingin jasa buat rumah saya atau pesen parket dapat hubungi saya.sekian dan terima kasih




Pembangunan Pasar Purwogondo Semarang


Pembangunan Pasar Purwogondo adalah proyek dari Dinas Pasar, kebetulan ayah saya mendapatkan kontrak sebagai konsultan pengawasannya. Jadi, saya dapat bermain-main disana. ayo main. . . hehe

Gambar aku (depan) sama anam (belakang)

Pembongkaran

Sebelumnya pasar ini sudah ada, tapi akan dibangun ulang semua bangunan lama dibongkar dan dibuat bangunan baru. Semua bangunan digempur untuk digunakan untuk urugan tanah, kekurangannya akan didatangkan dengan dump truck. Elevasi akan dinaikkan 1 meter dari elevasi sekarang.

Pekerjaan bongkaran ini dilakukan selama 1 bulan. (Lama banget), sedangkan kontraknya adalah 3 bulan, jadi tinggal 2 bulan lagi untuk pembangunan. Setelah pekerjaan bongkaran selesai, akan didatangkan alat pemancang (pile driving) karena pondasi ini akan pakai pondasi tiang pancang. Tapi karena jalan akses proyeknya masih gak karuan(masih banyak sisa bongkaran, jadi gak rata!!), jadi pihak rental pancangnya minta akses masuknya diratakan pakai tanah urug dulu.

Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang

Disini pondasi yang digunakan adalah Mini Pile, bentuknya segitiga sama sisi, dengan panjang sisinya 25 cm. Panjang 1 tiang pancang adalah 6 meter, Kedalaman sampai tanah keras adalah 12 meter, sehingga 1 titik pancang membutuhkan 2 buah Mini Pile. Pada proyek ini Mini Pile yang digunakan lebih dari 100 buah.


Gambar proses pemancangan


Masalah-masalah pemancangan

Masalah-masalah yang terjadi saat akan memancang adalah

  1. Pada sisi tepi pondasi, pemancangan di ajukan 1 meter, karena takut akan mengganggu pondasi atau dinding dari bangunan tetangga sehingga terjadi perubahan letak pondasi dan penambahan kolom lagi
  2. Pada sisi tepi bagian tengah terdapat rumah warga, yang pintu akses masuknya tertutup oleh bangunan pasar yang baru, sehingga saat ini masih diproses oleh dinas.

Langsung saja, pekerjaan minipile seluruhnya dilaksanakan dengan jangka waktu 2 minggu, saat itu para tukang membuat pekerjaan bekisting untuk menghemat waktu.

Setelah semua tiang pancang selesai dipancang, lalu tanah disekitarnya digali sedalam 1,3 meter dan lebar 120×120 cm sesuai dimensi footplatnya. kedalaman 30 cm dari bawah untuk pemasangan lantai kerja dan pasir urug, tinggi footplatnya 35 cm, jadi nanti diurug kembali 65 cm.



Galian tanah untuk pemasangan lantai kerja dan footplat

Setelah tanah di gali 1,3 meter tampak air tanahnya udah pada keluar, seperti air ledeng derasnya. Jadi harus pake pompa untuk nguras airnya. Baru habis itu masang lantai kerja, urugan pasir kalo udah kering baru footplat dipasang. Eitttzzzz, tapi sebelum dipasang footplat tiang pancangnya kan masih tinggi tu di tu, nanti digempur lagi disesuaikan ma footplatnya.


Gambar penyedot air

Thu kan ada selang ntar selangnya ditaruh di tempat yang mau disedot airnya, lalu airnya keluar lewat lubang diatas ember.

Gambar penyedot air

 


Minipile lagi dipotong kepala tiangnya

Gambar pemasangan besi footplat dan besi kolom

Besi kolom sudah terpasang menancap pada Footplat

 

gambar footplatnya kurang lebih seperti dibawah ini, jarak pembesiannya 20 cm, dengan besi ulir ø16.

Footplat belum jadi

Setelah besi kolom terpasang, kolom dicor sampai ketinggian sloof,lalu tanah di urug kembali lalu masang sloof ukuran 20/40, sloof gantung , tulangannya ada 8 yaitu atas 3, bawah 3 tengah 2.dengan ø16 (ulir) yang tengah polos, begel ø10, jarak 20 cm.

Gambar besi kolom dan besi sloof

sesudah bekisting terpasang waktunya ngecor sloof sekarang, Adukan pake molen pasirnya lumayan(gak bagus banget, tapi), kerikil 2/3, semennya aku lihat stoknya merk gresik sama holchim.

Cor sloof

Gambar pasirnya

Gambar situasi proyek 12 oktober 2010

Molen ada 2 buah, yang didepan foto ini dan di belakangnya. . Tapi yang di depan ini rusak jadi yang fungsi cuman yang di belakang. ckckck, jadi tukangnya harus jalan buat ngecor strukturs di sekitar molen yang rusak ini.

 

To be continue. . .

Masih saya update terus perjalanan proyek ini

 

Pengalamanku Mborong Kecil-Kecilan


Pada awal Ramadhan tahun 2010 ini budeku (kakak dari ibuku) ingin ngerehab rumah mertuanya yang sudah wafat kedua-duanya.Anak tunggal dari mertuanya itu tak lain adalah suami dari budeku itupun sudah meninggal dunia,  sehingga rumah itu sudah dibiarkan kosong selama setahun lebih. Nah, rumahnya itu gak lain adalah rumah bikinan eyangku (ayah dari ibuku dan budeku) yang sudah meninggal dunia, dulunya beliau adalah seorang developer yang sering membuat perumahan, termasuk rumah tinggalku sekarang.

Tahap Survey

Awalnya rumah milik Bapak Suparman itu (mertuanya budeku) rencana awalnya gak ada niat untuk di rehab, cuman mau mlester ulang doank, cos plesterannya pada waktu itu sudah pada ngelupas, disamping itu rumahnya yang berada kira-kira ± 10 cm di bawah as jalan depan rumahnya. Ya, kalo hujan lumayan juga air yang masuk kerumah, kata tetangganya. hehe

Yah, pantes kalo plesterannya pada copot, mungkin juga gak ada trasramnya. Jadi air-air pada kapiler ke dindingnya. Lalu, plesterannya itu lho, teballlllll banget, kira-kira 5-6cm, trus yang bikin gak awet ternyata plesterannya itu banyak mengandung kapur, (kan enak tukangnya kalo mlester pake kapur) disamping cepet, kapur juga mudah melekat ke dinding pada awalnya. Tapi ya umur plesterannya gak bertahan lama.

Gambar Dinding Batako dan Plester

Nah, plesterannya kan udah pada copot tuh, jadi kelihatan kalo dindingnya pake batako, saat kupegang batakonya, wahhh parah, langsung pada rontok batakonya cuman kaya pasir yang nempel di dinding. Mungkin gara-gara umur rumahnya yang sudah 34 tahun, dan pada waktu buat rumah itu, batakonya eyang ku nyetak sendiri .haha, kan tahun 70 an, jadi ya ga kaya batako-batako jaman sekarang.Dan juga rumah itu ternyata itu rumah pertama yang dibangun di kawasan itu, jadi ya kaya rumah contoh gitu, hehe. La, calon tukang yang sebelumnya mau ngerjain plesteran itu jadi gak berani, takut plesterannya gak mau nempel. haha, dan  ntar kalo pas nyopot plesteran yang lama takut batakonya juga ikut rontok. haha. Lalu kami juga nge-cek apakah bangunan ini ada sloofnya atau tidak, karena dipukul pake palu di bagian list bawah dinding, kok lunak. .ternyata batako. Setelah di pecah ubinnya dan di pecah lantai kerja ubinnya ternyata sloofnya tertanam sekitar 25 cm di bawah ubin.

Ya, udah setelah pulang. . Mamahku kompromi deh ma budeku, akhirnya rumah itu akan di rehab, dengan Pakdeku yang bernama Ir. Alfanadi Birawa sebagai perencana atau arsiteknya, dan mamahku yang mborong / pelaksananya. Oke, pengalaman borong pertamaku dimulai sekarang. . .

Perencanaan

Rencana awal dari rehab ini adalah meninggikan elevasi rumah kira-kira 40 cm dari as jalan. Agar kelihatan lebih cantik, tata ruang nya juga di ubah, dan juga ada rencana untuk di tingkat, tapi bertahap tidak sekarang. . jadi dari sisi perkuatan pondasi, kolom, balok dan pelat lantai (atau biasa disebut dak) sudah diperhitungkan untuk rumah tingkat 2.

Nih desain tampak rumahnya, ,

Catatan : Yang berwarna hitam di belakang rumah itu cuman background aja, bukan termasuk bagian bangunan.

Gambar ini sudah lama digambar oleh pakde saya, tapi pelaksanaannya baru awal Ramadhan ini.

Pelaksanaan

Saat ini saya masih duduk di bangku kuliah, tepatnya baru akan menginjak semester 3 bulan depan (sekarang masih liburan) hehe. . Jadi saya belum mempunyai pengalaman di bidang ini, dan juga mamah saya sebenarnya juga belum ada pengalaman, tapi beliau sudah pernah bekerja di dinas Cipta Karya kira-kira 14 tahun, tetapi 3 tahun terakhir ini sudah pindah ke Bappeda Ungaran. Sedangkan ayah saya adalah seorang Kosultan Teknik, pada bidang yang sama, dan beliau juga menyuruh saya untuk mengawasi pembangunan salah satu pasar di kota Semarang. Alhamdulillah, pengawasannya dimulai akhir lebaran jadi untuk saat ini saya dan mamah saya bisa muter-muter nyari barang material.Oh, iya karena rumah ini hanya di Renovasi dan letaknya juga di perkampungan (tidak di pinggir jalan raya) jadi ya nggak perlulah ngurus IMB, hihihi.

Tahap 1 (Analisa RAB)

Pada tahap ini mamah saya yang menghitung keselurahan anggaran untuk rehab rumah ini dari awal sampai selesai, mencakup pekerja, material, kira-kira 29% total anggaran untuk pekerja (tukang, tenaga, mandor, logistic, keamanan) dan 70% untuk material dan 1% untuk transport.

Tahap 2 (Nyari Pekerja)

Berhubung bawahan mamah saya di kantor adalah mantan tukang, jadi bisa deh di kenalin tukang-tukang kenalannya. Setelah itu kepala tukang datang ke rumah dan deal harga untuk pekerjaan borongan rehab rumah tersebut.

Tahap 3 (Instruksi ke Kepala Tukang & Pekerjaan Bongkaran)

Karena pekerjaannya borongan, tukangnya udah gak sabar pengen cepet ngerjain, waktu lebaran juga udah mepet .Jadi 2 hari kemudian sudah mulai pekerjaan bongkarannya, pertama-tama tukangnya di beri penjelasan sama arsiteknya, setelah itu ya langsung bongkar-bongkar sesuai perintah. Untuk Keperluan listrik, kalo nyebut tiang T apa kabel T, yang ada di atas genteng kan harus ijin PLN kalo mau di pindah letaknya selama bongkaran. Tapi tukangku kreatif  jadi yang tadinya ditopang genteng yang sudah di bongkar, digunakan kayu-kayu untuk menyangga “T” itu, tanpa memindah posisi “T” nya.

Tahap 4 (Galian Tanah dan masang uitzet Bouwplank)

Setelah selesai mbongkar-mbongkar, lanngsung deh, mecahin ubin lama, karena ubinnya juga udah jelek jadi sekalian aja di pecah ,hihihi. Biar, kalo di urug nanti airnya gak menggenang di atas ubin. Rencananya sih, urugan untuk menaikkan elevasi dari sisa-sisa bangunan yang hancur kalo kurang baru ambil tanah urug.

Pada saat penggalian tanah, sloof lama memang masih kuat, jadi tidak dihancurkan, agar hubungan yang sudah ada tidak terputus. Meskipun nanti akan dipasang sloof yang baru. Jadi pondasi menerus batu kali, ditempatkan di atas sloof lama, tanpa merusaknya. . lalu nanti sloof yang baru berada di atas pondasi batu kali.

Sekarang penggalian untuk fondasi Footplat / Voetplat , bingung yang bener mana, hihihi, ada yang nyebut juga cakar ayam, (HA??? cakar ayam kan untuk tanah lunak dan untuk Proyek Mega struktur biasanya), hihihi. Ya, gak papa., kalo bahasanya gitu ya fleksibel aja.Lalu, saat penggalian pondasi pada kedalaman 1 meter, ternyata air tanahnya udah muncul, hahaha. . yah, makmur bgt bumi Indonesia, cuman kedalaman 1 meter aja udah keluar air. hahaha. ya udah, jadi agak berat deh waktu pengecoran nanti. hehe

(Tahap 5) Belanja Material

Setelah pekerjaan bongkaran dan pondasi selesai, waktunya belanja material nih. . Pertama-tama kami survey dulu Toko Material terdekat, di samping dekat juga gak akan kena biaya transport saat material di kirim. Ya, udah untuk keperluan semen, pipa, dan alat-alat mekanikal elektrikal pesen ma TB di dekat proyek.

BESI

Untuk keperluan Besi untuk Pondasi, kami pesen yang udah jadi. , untuk pondasi footplat pesen 3 buah yang penuh dan 3 buah yang setengah. .dengan  tulangan ø 12 dan ø12 untuk tulangan ke atas, untuk sambungan kolomnya nantinya, dengan jumlah tulangan 6 buah. 1 buah pondasi seperti ini  harganya Rp 230.00 rupiah, jadi kalo 6 ya kira-kira Rp 1.380.000. Saya memesan di salah satu toko di sebelah Stadion Diponegoro Semarang yang memang bergerak di bidang pembuatan pembesian pondasi, kolom, sloof, balok yang sudah jadi.

Untuk gambar di kiri itu footplat jadi yang ukuran penuh dengan ø 12 tulangannya untuk pondasi dan sambungan kolom 1 meter ke atas, jumlah tulangan kolomnya ada 6 buah. Kalo gambar yang kanan, pondasi footplat yang setengah untuk diletakkan di sudut yang berhubungan langsung dengan dinding tetangga.

Untuk keperluan kolom praktis tukangnya minta pesen yang sudah jadi, jadi saya pesen kolom praktis ukuran 10/10 panjang 4 meter dengan ø10 dan tulangan begel ø6 .Saya memesan 7 buah dengan harga perbuah @ 125 ribuan.

Dan juga saya memesan besi ø12 sebanyak 21 batang untuk kolom dan balok, besi ø10 sebanyak 12 batang untuk keperluan sloof dan begel sloof ukuran 10/15 yang sudah jadi sebanyak 120 buah, dengan perkiraan jarak begel 20 cm.

karena ada pembesian yang sudah pesan jadi, maka untuk pembayaran tukang besi untuk pekerjaan-pekerjaan yang besinya sudah jadi akan berkurang.

PASIR

Untuk material pasir, didatangkan dari kenalan mamah saya dengan jumlah awal ini sebanyak 6m3 (1 rit) dengan alat angkut truk sedang, pasir yang di gunakan adalah pasir pasang dari lereng merapi, warnanya sangat hitam. Pasir in digunakan untuk keperluan pondasi batu kali dan sloof. Untuk cor kolom dan pelat lantai akan digunakan pasir muntilan.Diperkirakan akan dibutuhkan 2 rit pasir lagi. (sebenarnya akan digunakan pick-up untuk alat angkutnya, karena warga tidak setuju kalo truk masuk kampung,takut jalannya rusak, untung ada mas Dedi selaku gali dan keamanan di kampung itu, jadi bisa mbantu masukin material pake truk, hahaha)

BATU PECAH

Untuk keperluan pondasi batu kali di gunakan batu pecah sebanyak 5 m3,didatangkan dari bawen dengan truk sedang juga dan orang yang sama.

SPLIT (Kricak)

Batu ukuran 1/2 sebanyak 3,5 m3. Diangkut dengan truk dan dipesan pada orang yang sama.

BATU BATA

Batu batanya pesan dari temanggung, tebalnya sampai 5 cm, jadi ya pesen 5000 buah + bonus 300 buah. Bagus ko, cuman ya agak mahal buat transportasinya juga jadi harga batanya @ Rp 500/buah.



SEMEN & lain-lain

Untuk semen digunakan semen gresik 40kg, harganya 41 ribu/zak. Semen ini akan digunakan untuk pekerjaan pondasi batu kali dan footplat serta sloof. Semen ini dibeli di TB terdekat, dan sudah di DP 2 juta, untuk keperluan mendadak seperti paku, ember, pipa dll. Untuk transaksinya hanya 1 orang yang boleh memesan, yang sudah ditetapkan, sehingga orang lain tidak bisa mengambil untuk keamanan.Untuk pekerjaan kolom dan pelat lantai akan digunakan semen 3 roda.  Untuk cat tembok nanti dipakai merk Visto Lux, isi 20 kg, sebanyak 5 buah @ Rp 200.000.

(Tahap 6) Pekerjaan Pondasi Batu Kali dan Footplat

Material sudah tersedia saatnya tukang beraksi, ,pertama-tama bikin pondasi batu kali dulu di tanah yang udah digali. Kalo ada sloof lama, ya pondasinya nindih sloof itu jadi sloof yang lama juga tetap berfungsi. setelah jadi semua, lalu masang footplatnya, jangan lupa beton decking di bagian bawahnya ya, biar besinya keselimut beton. Oh, iya ada masalah ternyata tempat pondasi untuk Footplatnya tergenang air, ya terpaksa harus dikuras dulu air secara manual pake ember. Nah kalo airnya udah habis, langsung cepet-cepet dipasang footplatnya biar airnya gak datang lagi. Tapi ya, tetap airnya dateng walaupun sedikit. Jadi ya airnya harus di giring, dengan cara adonan betonnya di tuang dari pinggir ke tengah, jadi airnya ke bagian pinggir yang masih kosong, lalu dikuras lagi, baru di cor lagi. gitu. . hehe

Untuk pemasangan pondasi harus diukur dari as pondasi yang satu ke as ppondasi yang lain, agar nantinya kolom di atasnya akan sesuai dengan yang direncankan.


di atas gambar prosesnya, kalo yang dibawah udah jadi, setelah di cor footplatnya, di atasnya di taruh batu kali lagi dan dicor lagi biar kuat. haha. .


Oh, iya untuk untuk tulangan yang untuk sambungan kolom harus disisain 40 cm dari ujung atas, untuk keperluan penyambungan dengan kolomnya nanti.

(Tahap 6) Pekerjaan Sloof dan Nyambung Kolom

Setelah semua footplat selesai terpasang, lalu besi kolom disambungkan pada besi sambngan dari footplat dengan jarak 40 cm, dan ujungnya seperti jangkar. Pertama-tama tukang ngrakit besi buat sloof dan begel nya,lalu masang di tempat sloof di rencankan, sloof harus menyatu dengan sambungan kolom dari footplat dan kolom utamanya lho ya, agar ada hubungan yang kuat nantinya antara sloof , pondasi footplat dan  kolomnya.Kalo udah nyiapin bekistingnya. Disini pak tukang menyarankan bekisting sloofnya make listplank bekas dari bongkaran agar lebih hemat. Ya, udah langsung ngecor aja, jangan lupa beton deckingnya ya, hehe. Ohya bekistingnya pake listplank bekas bongkaran jadi gak usa beli papan bekisting nih

hehe

Pak tukang berpesan juga pada saya, kalau dalam pembuatan sloof ternyata waktu tidak memadai sehingga harus di lanjutkan keesokan harinya, tidak boleh menyambung di sembarang tempat. Dipilih tempat yang dirasa kuat untuk sambungan. Selain itu sloof yang akan disambung adonan betonnya harus dibuat miring 45 derajat. Agar nantinya sloof yang sudah keras dan sloof yang baru ada hubungan yang kuat gitu. Saya ilustrasikan seperti gambar di bawah :

(Tahap 7) Pekerjaan Pasangan Batu-Bata

Pekerjaan pasangan batu batanya biasa sih, sesuai dengan denah. . Tapi ada sedikit bagian di bagian ruang tamu nanti yang di ekspos, sehingga batu-batanya juga dipilih yang baik, dan plesterannya harus rajin. Kata pak tukangnya waktu bikin bata yang diekspos juga butuh waktu yang lumayan, hehe. .Nih gambarnya bata yang akan diekspos, tapi belum difinishing lo ya. .


Wah, warnanya gak karuan. . di samping silau cahaya matahari, juga kamere hapenya jelek, maklumlah. hehe

Pekerjaan Beton

antara lain pembetonan sloof, pembetonan kolom, pembetonan balok latiu, ring balok, dan pelat lantai. Untuk pekerjaan kolom, di cor sepenuhnya setelah pekerjaan dinding bata selesai. Jadi bekisting yang digunakan hanya di 2 bagian sedangkan 2 bagian lain sudah terhimpit bata.

Pekerjaan ring balok & pelat lantai

Sebelum pekerjaan dimulai udah harus pesen material pasir 5,5 m3, besi 30 lonjor, dan semen 3roda 20 zak.

Untuk pekerjaan ring balok ukuran 15/18 dengan 7 besi longitudinal, diameternya 12mm (maut bener!!) hehe,

Gambar perakitan balok ring

Gambar pemasangan balok ring

Gambar pemasangan balok ring


Aku lagi ngikat begel pakai bendrat

Untuk pekerjaan pelat lantai perakitan besinya dilakukan setelah ring balk dipasang, untuk ketebalan pelat lantai 10 cm antara lain, decking 2 cm dan tebal pelat bersih 8 cm. Untuk pendukung staiger dan scafolding pake bambu 50 buah, dan lainnya pake sisa-sisa kayu bongkaran seperti usuk. Buset, aku takut bener waktu manjat liat pembesian pelat lantai ,hihihi, maklum belum pernah manjat-manjat (trauma dulu jatuh dari lantai 2) hehe


Gambar Staiger/perancah untuk pelat lantai garasi

Gambar penulangan pelat lantai

Gambar tulangan pelat, balok, dan stek kolom

sesudah dipasang tulangan pelat lantainya, langsung aja di cor ma pak tanto(bos borongnya) mengerahkan tukang-tukangnya. Untuk kegiatan pengecoran ini tenaga yang dibutuhkan atau pekerjanya jauh lebih banyak dari hari biasanya, karena cor pelat lantai ini harus langsung jadi. Jadi ya harus quickly, ada yang ngaduk semen, ada yang nganter dan ada yang stand by di atas untuk ngecor dan rodding adonan betonnya.

Untuk papan pelat lantai yang bagian bawahnya pake triplek ukuran 8 mm, harganya mahal bo !! beli 8 buah kemarin, hampir 1 juta. Jadi pengen coba baja bondek untuk ngecor pelat lantai, belum pernah masalahnya, hihi.

Sesudah umur pelat lantainya 16 hari, udah berani di copot , dari perancah bambu sampai tripleknya. Bagian bawah yang dipapan triplek langsung mulus banget cor betonnya, jadi gak usah di plester lagi, hehe.

Udah selesai terus ya diplester lagi bagian atas pelat lantainya, dibuat kemiringan  ke samping (bagian keluar rumah) ntar juga mau dibuatkan talang dari beton di situ.

Oke, lanjut sekarang bikin bagian ruang tamu, kamar tamu, sama terasnya.

udah selesai semua sih sebenere, udah lama aku gak nulis blog karena sibug kuliah ma ngurusin pembangunan ini, hehe. .

mulai dari sloof, sampe ring balk sudah terpasang, cuman di teras ada pelat juga tapi cuman hiasan gak ada beban hidup, ukuran 1,5 x 2 dibawahnya ada topi-topi sepanjang 40 cm,  lalu juga untuk kamar tidur tamunya kan ukuran 4,5 x 3 . .ada sebagian sepanjang 1,5 x 3 yang pake cor pelat lantai juga, tapi juga gak ada rencana ada beban hidup nantinya, cuman ada talang beton di atasnya, untuk ngalirin air dari kuda-kuda dari teras sampai masuk ruang keluarga, dan juga dari gunungan besar dari ruang keluarga sampai paling belakang. (bingung ya?? hehe)

Tampak Depan Teras sudah hampir jadi

Gambar Kuda-Kuda Kayu

Di gambar terlihat pak tukangnya lagi ngecat kayu pakai TEER, biar tahan rayap, tapi ya gak dijamin seumur hidup juga, hehe. Nih kuda-kuda bentangannya 5 x 5,5 bagian depannya limas jadi ada jurainya. sudut kuda-kudanya 43 derajat. Cukup megah dan juga menambah kebutuhan gentengnya dan juga genteng di belakangnya juga karena sudut gunungan di rumah bagian belakang juga harus dibuat 43 derajat.

Disini bahan kuda-kuda,gording, dan usuk yang terlihat di gambar pake kayu kruing (kayu kalimantan) ciri-cirinya yang paling keliatan ya kayunya berwarna kemerah-merahan. Untuk kuda2 pake kayu 6/12 , gording 6/12, usuk 5/7, gapit 5/10. Untuk usuk yang bagian samping (digambar belum dipasang) pake kayu bengkirai ukuran 5/7 juga, dan rengnya 3/5 juga dari bengkirai.

Sudah beli genteng juga nih, disebut glasir juga bisa, tapi kualitas nomor 2,

kurang rapi tu waktu melaminnya jadi kayak ada tonjolan2 gitu, deh, huufftthhhhhhhhh


nah sekarang lagi bengkokin pembesian untuk hiasan beton di jendela teras, seperti terlihat di gambar tampak depan, nih pake besi ø8 untuk besi memanjangnya, dikasi begel juga bentuk segitiga, ^^ karena tulangannya 3.

Pembesian Ram Jendela

nanti ram di atas jadi bersihnya lebar 10 cm dan tebalnya 6 cm.

Sekarang genteng sudah naik, ntar tinggal nunggu ujan datang kan bulan oktober jadi mungkin sering ujan untuk ngecek gentengnya bocor apa nggak

Gambar pemasangan genteng

yah alhamdulillah sudah mau jadi,sudah kelihatan cantik  (hehe), moga2 aja gak ambruk., hehe

sebenarnya hari selasa ini mau madatkan tanah pake stamper, tapi gak jadi karena tukangnya takut, kalau getaran stampernya menghancurkan cor2annya (haha), jadi dipadatkan manual, nih stemper punya eyangku alhamdulillah, masih ada sisa peninggalan dari beliau.

Stamper eyangku

tambahan untuk mas ary yang menanyakan tentang ram-raman beton di jendela, bisa dilihat di gambar di bawah. itu cuman variasi ko, biar cantik rumahnya, hehe

Gambar beton variasi untuk jendela (tampak depan)


Gambar beton variasi untuk jendela (tampak samping)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 216 pengikut lainnya.