Seminar Nasional 1 juli 2010 Politeknik Negri Semarang


Terima kasih buat para pengisi Seminar “APLIKASI TEKNOLOGI GEOSISTEM DAN BAJA BONDEK DALAM KONSTRUKSI”

Langsung saja, saya masuk kira-kira jam 9 waktu itu, karena nunggu yang bawa tiket ( hahaha ) Rezki Nurhikmah, ko telat ?? gw gak bisa masuk donk, (hahaha) ,padahal seminar mulai jam 8, Tapi Alhamdulillah ternyata Isi Seminar dimulai pada saat saya masuk, (Sebelum masuk masi berisi sambutan-sambutan gitu).

Pertama-tama isi seminar dibawakan oleh Bapak Didiek Djarwadi ( maaf pak saya lupa gelar dan tempat kerja bapak, ,maaf sekali) tentang

Geosintetik sebagai Perkuatan Konstruksi Jalan Diatas Tanah Lunak”

Pada pelaksanaan konstruksi jalan diatas tanah lunak dengan perkuatan geotextile (Salah satu macam Geosintetik) dapat menghindarkan terjadinya keruntuhan lokal pada tanah lunak karena rendahnya daya dukung tanah.Keuntungan dari penggunaan geotextile sendiri adalah kecepatan dalam pelaksanaan dan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan metode penimbunan konvensional.

dapat dilihat gambar geotextile,

Dalam Penggunaan geotextile pun tidak bisa sembarangan, maka kita harus menetapkan perkuatan sebesar apa yang dibutuhkan, faktor-faktor penetapan geotextile

  • Jenis Geotextile
  • Sifat Hubungan dan Regangan
  • Sifat Pembebanan
  • Kondisi Lingkungan
  • Bahan Timbunan

JENIS GEOTEXTILE

Jenis geotextile ada 2 ,yaitu

  1. Woven Geotextile (Anyaman)
  2. Non-Woven Geotextile (Nir-Anyam)

Penggunan Woven Geotextile akan memberikan hasil yang lebih baik sebab arah gaya dapat disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik.

Pada non-Woven Geotextile arah serat dalam struktur geotextile tidak terarah, sehingga apabila dibebani, maka akan terjadi deformasi yang sangat besar, dan sulit dikontrol.

Sifat hubungan-hubungan Tegangan Pada Geotextile

dipengaruhi oleh polimer dari bahan pembuat geotextile seperti : PA (Polymaide), PP (Polypropelene), PE (Polyethelene), dan PET (Polyester) yang mempunyai perbedaan panjang rangkaian molekulnya.Untuk bahan perkuatan dapat dipilih bahan yang mempunyai kekuatan (Tensile Strength) yang tinggi dengan regangan (strain) yang kecil.Hal ini diperlukan agar deformasi yang terjadi pada konstruksi perkuatan kecil.Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan untuk perkuatan adalah ultimate tensile strength dan elongtion at break.

Dimensi konstruksi perkuatan dan sifat pembebanan juga akan mempengaruhi besaran ultimate tensile strength dari geotextile.Pada konstruksi perkuatan dinding tegak lebih tinggi akan memerlukan tensile strength yang lebih besar, demikian pula perkuatan di atas tanah lunak, beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.

Sifat Pembebanan

Perkuatan di atas tanah lunak, beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.Pada konstruksi perkuatan permanen yang mempunyai umur rencana (service life) yang lama akan memerlukan tensile strength yang lebih besar dibandingkan dengan konstruksi perkuatan yang bersifat sementara.

Kondisi Lingkungan

Berpengaruh pada pengurangan terhadap tensile strength geotextile, akibat dari terjadinya reaksi kimia antara bahan geotextile dan sekitarnya.Perubahan cuaca, air laut, kondisi asam atau basa serta mikro organisme seperti bakteri akan mengurangi kekuatan geotextile.

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 08/07/2010, in Geosintetic, Seminar Teknik Sipil. Bookmark the permalink. 6 Komentar.

  1. wah bingung ak…kan bkn bidangnya….

  2. muzamzam diar

    hya , gak mudeng !
    tapi ok juga kao punya blog🙂

  3. Sy mahasiswa S1 Sipil.
    di copy yah bahan nya…🙂
    kebetulan tempat saya kerja praktek, sama dengan tema di atas, perkuatan tanah dengan geosintetik di atas tanah lunak.
    hmm, ada gak gbr nya yang lebih besar, yang bisa bedakan geotekstil dari model anyaman nya?
    yang pernah sayan baca, Beda anyaman beda fungsi?
    Oya, dari literatur yang sy baca, geosintetik terbagi dari beberapa macam, diantaranya geotekstil dan geomembran.
    Dari buku, dikatakan geotekstil termasuk yang lolos air sedangkan geomembran, tidak lolos air.. apa woven geotekstil seperti yang dipaparkan diatas juga dapat lolos air? kalau iya, berapa %tase lolosnya? atau gimana??
    maaf, masih sedikit ilmu tentang geosintetik…tapi kali ini sangat butuh..
    Tolong dibantu yaa,,
    Kalau bisa balas di email saya sj.
    Makasih sebelumnya.😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: