Dari beton K200 sampai Green Concrete


Sekarang ini, semua pembangunan sebagian besar menggunakan beton. Perkembangan beton tidaklah meningkat karena dari dulu sampai sekarang bahan untuk membuat beton hanya itu-itu saja. Tapi mungkin sekarang telah dilakukan inovasi pembuatan beton dengan komposisi yang berbeda tetapi dengan tidak membuat kekuatannya semakin jauh berkurang.

Tahun 1950

Kekuatan beton pada tahun 1950 paling tinggi adalah 200 kg/cm2 , atau kita sebut K200. Dia atas tahun 1950-an mulai dikembangkan beton dengan kekuatan 250 kg/cm2, dengan anggapan “kekuatan beton berbanding terbalik dengan jumlah air yang diberikan terhadap semen”.

Kalau terlalu banyak mengurangi air, untuk memperoleh kekuatan beton, maka dampaknya adonan beton sulit untuk dikerjakan (workability) baik itu pengadukan dan penuangan. Sehingga untuk memperoleh beton K250 perbandingan air dan semen (FAS) adalah 0,55.

Tahun 1960

Pada tahun ini perkembangan kekuatan beton sudah mencapai 300 kg/cm2 atau K300. Dengan adanya proyek jembatan Semanggi yang harus menggunakan sistem beton prategang oleh Ir. Sutami mengharuskan mutu beton berkekuatan tinggi. Jika tidak maka beton dapat hancur saat dilakukan penarikan kabel prategang dengan sangat kuat.Dengan menurunkan kadaar air semen sedikit lagi maka beton K300 dapat dihasilkan.

Jembatan Semanggi 2002

Tahun 1970

Pada tahun ini muncul baha tambahan untuk campuran beton (Admixture) yang bisa meningkatkan kinerja beton. Dengan menggunakan admixture kita dapat menghasilkan adonan beton dengan air yang tidak terlalu sedikit dan masih mudah dikerjakan (workability) sehingga dapat dihasilkan beton mutu mnengah.

Kemudian dilakukan pembangunan jembatan Rajamandala yang dirancang Rooseno dengan kekuatan beton  K350 dengan sistem prategang.

Tahun 1980

Pada masa  ini, tepatnya tahun 1987 Supartono bersama timnya dari Universitas Indonesia telah menghasilkan  beton dengan kekuatan 1000 kg/cm2 dengan bahan tambahan (admixture) yang bernama Silica Fume.

Silica Fume

Silica fume adalah bahan admixture yang butirnya berukuran kurang dari 1 mikron, dibandingkan dengan butir semen yang halus yaitu 50 mikron, sehingga Silica Fume adalah populer dengan sebutan Nano Teknologi.


Sekarang !!!!

Pada jaman sekarang sudah melebihi beton High Strength Concrete, Ultra High Strength Concrete malahan Very High Strength Concrete, dengan kekuatan beton 1500 kg/cm2.

Green Concrete

Green Concrete adalah pembuatan beton menggunakan limbah lingkungan untuk menghasilkan beton bermutu tinggi, sebagai contoh :  abu sekam gabah padi yang merupakan sampah yang sangat bermanfaat untuk campuran beton.

Dikutip :

Techno konstruksi, edisi Agustus 2010




About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 26/08/2010, in Beton. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Saya masih bingung tentang penambahan admixture pada campuran beton. Adakah ukuran atau aturan tentang penambahan admixture ini? Karena sekarang banyak dipergunakan admixture superplastisizer dalam campuran beton. Terimakasih atas penjelasannya

    • sanggapramana

      ada perbandingan tertentu penambahan admixture, admixture yang digunakan memang tidak dalam jumlah yang banyak dalam campuran beton
      misal 5% dari berat semen, ada ketentuan2 tertentu, untuk lebih lengkapnya akan saya postkan lebih lanjut,
      terima kasih

  2. makasih pak, sangat bermamfaat,izin bookmark sama pak berhubung blog saya memuat sedikit tentang beton, mohon izin copy gambar nya yah pak, terima kasih.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: