Pembangunan Pasar Purwogondo Semarang


Pembangunan Pasar Purwogondo adalah proyek dari Dinas Pasar, kebetulan ayah saya mendapatkan kontrak sebagai konsultan pengawasannya. Jadi, saya dapat bermain-main disana. ayo main. . . hehe

Gambar aku (depan) sama anam (belakang)

Pembongkaran

Sebelumnya pasar ini sudah ada, tapi akan dibangun ulang semua bangunan lama dibongkar dan dibuat bangunan baru. Semua bangunan digempur untuk digunakan untuk urugan tanah, kekurangannya akan didatangkan dengan dump truck. Elevasi akan dinaikkan 1 meter dari elevasi sekarang.

Pekerjaan bongkaran ini dilakukan selama 1 bulan. (Lama banget), sedangkan kontraknya adalah 3 bulan, jadi tinggal 2 bulan lagi untuk pembangunan. Setelah pekerjaan bongkaran selesai, akan didatangkan alat pemancang (pile driving) karena pondasi ini akan pakai pondasi tiang pancang. Tapi karena jalan akses proyeknya masih gak karuan(masih banyak sisa bongkaran, jadi gak rata!!), jadi pihak rental pancangnya minta akses masuknya diratakan pakai tanah urug dulu.

Pekerjaan Pondasi Tiang Pancang

Disini pondasi yang digunakan adalah Mini Pile, bentuknya segitiga sama sisi, dengan panjang sisinya 25 cm. Panjang 1 tiang pancang adalah 6 meter, Kedalaman sampai tanah keras adalah 12 meter, sehingga 1 titik pancang membutuhkan 2 buah Mini Pile. Pada proyek ini Mini Pile yang digunakan lebih dari 100 buah.


Gambar proses pemancangan


Masalah-masalah pemancangan

Masalah-masalah yang terjadi saat akan memancang adalah

  1. Pada sisi tepi pondasi, pemancangan di ajukan 1 meter, karena takut akan mengganggu pondasi atau dinding dari bangunan tetangga sehingga terjadi perubahan letak pondasi dan penambahan kolom lagi
  2. Pada sisi tepi bagian tengah terdapat rumah warga, yang pintu akses masuknya tertutup oleh bangunan pasar yang baru, sehingga saat ini masih diproses oleh dinas.

Langsung saja, pekerjaan minipile seluruhnya dilaksanakan dengan jangka waktu 2 minggu, saat itu para tukang membuat pekerjaan bekisting untuk menghemat waktu.

Setelah semua tiang pancang selesai dipancang, lalu tanah disekitarnya digali sedalam 1,3 meter dan lebar 120×120 cm sesuai dimensi footplatnya. kedalaman 30 cm dari bawah untuk pemasangan lantai kerja dan pasir urug, tinggi footplatnya 35 cm, jadi nanti diurug kembali 65 cm.



Galian tanah untuk pemasangan lantai kerja dan footplat

Setelah tanah di gali 1,3 meter tampak air tanahnya udah pada keluar, seperti air ledeng derasnya. Jadi harus pake pompa untuk nguras airnya. Baru habis itu masang lantai kerja, urugan pasir kalo udah kering baru footplat dipasang. Eitttzzzz, tapi sebelum dipasang footplat tiang pancangnya kan masih tinggi tu di tu, nanti digempur lagi disesuaikan ma footplatnya.


Gambar penyedot air

Thu kan ada selang ntar selangnya ditaruh di tempat yang mau disedot airnya, lalu airnya keluar lewat lubang diatas ember.

Gambar penyedot air

 


Minipile lagi dipotong kepala tiangnya

Gambar pemasangan besi footplat dan besi kolom

Besi kolom sudah terpasang menancap pada Footplat

 

gambar footplatnya kurang lebih seperti dibawah ini, jarak pembesiannya 20 cm, dengan besi ulir ø16.

Footplat belum jadi

Setelah besi kolom terpasang, kolom dicor sampai ketinggian sloof,lalu tanah di urug kembali lalu masang sloof ukuran 20/40, sloof gantung , tulangannya ada 8 yaitu atas 3, bawah 3 tengah 2.dengan ø16 (ulir) yang tengah polos, begel ø10, jarak 20 cm.

Gambar besi kolom dan besi sloof

sesudah bekisting terpasang waktunya ngecor sloof sekarang, Adukan pake molen pasirnya lumayan(gak bagus banget, tapi), kerikil 2/3, semennya aku lihat stoknya merk gresik sama holchim.

Cor sloof

Gambar pasirnya

Gambar situasi proyek 12 oktober 2010

Molen ada 2 buah, yang didepan foto ini dan di belakangnya. . Tapi yang di depan ini rusak jadi yang fungsi cuman yang di belakang. ckckck, jadi tukangnya harus jalan buat ngecor strukturs di sekitar molen yang rusak ini.

 

To be continue. . .

Masih saya update terus perjalanan proyek ini

 

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 13/10/2010, in Pengalamanku. Bookmark the permalink. 3 Komentar.

  1. he..he.. sudah baca pesan dari saya di FB ?

    • sanggapramana

      udah mas, hehehe
      wah, ini neh site engineer dari pihak pelaksananya Pak Jamal Abdul, ada kerjaan dimana lagi mas ? he

  2. Mas mau tanya,,kalau daerah seperti di Semarang Utara itu berarti cocok sama penggunaan mini pile ya?? saya masih bingung soal teknisnya,, berarti saat pemancangan dilakukan sempat menggangu warga sekitar dong??

    mohon bimbingannya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: