Beton Ringan Aerasi


Gambar 1 Beton ringan Aerasi type Wall- panel

( from : http://chensco1.en.made-in-china.com/)

Teknologi bahan bangunan kini berkembang pesat. Salah satu hasil inovasi tersebut adalah beton ringan aerasi atau Aerated Lightweight Concrete (ACL), yang sering disebut juga Autoclaved Aerated Concrete (AAC). Sebutan lainnya, adalah Autoclaved Concrete, Cellular Concrete, Porous Concrete, dan di Inggris disebut Aircate dan Thermalite.

Gambar 2 Beton ringan Aerasi type EPS block (polysterene)

( from : http://www.hgtyn.com/)

Sekilas mengenai teknologi pembuatan beton ringan aerasi ini, pada prinsipnya adalah membentuk rongga udara di dalam beton. Mengenai metode pembuatan beton aerasi ini, setidaknya terdapat tiga macam cara yang bisa dilakukan, antara lain :

  1. Dengan memberikan agregat atau campuran isian beton ringan, berupa batu apung, stereofom,batu alwa atau abu terbang yang dijadikan batu.
  2. Dengan menghilangkan agregat halus, dimana agregat halusnya disaring, contoh debu atau abu terbang dihapuskan.
  3. Dengan meniupkan atau mengisi udara di dalam beton, yang dapat dilakukan secara mekanis atau kimiawi.

Gambar 3 Beton AAC (ALC) type wall panels and blocks

( from : http://chensco1.en.made-in-china.com/)

Proses Kimiawi

Proses pembuatan beton ringan secara kimiawi kini lebih sering digunakan. Sebelum beton di proses secara aerasi dan dikeringkan dengan autoclave, terlebih dahulu dibuat adonan dari pasir kwarsa, kapur, sedikit gypsum, air dan dicampur alumunium pasta sebagai bahan pengembang (pengisi udara secara kimiawi) dengan volume berkisar 5 – 8 persen dari adonan yang dibuat, tergantung kepadatan yang diinginkan. Alumunium pasta yang digunakan dalam adonan, selain berfungsi sebagai pengembang, juga berperan dalam mempengaruhi kekerasan beton.

Pada saat pencampuran adonan dari pasir kwarsa, kapur, sedikit gypsum, air dan dicampur alumunium pasta akan terjadi reaksi kimia.

  1. Bubuk alumunium bereaksi dengan kalsium hidroksida yang ada dalam pasir kwarsa dan air sehingga membentuk hidrogen.
  2. Gas hidrogen ini akan membentuk gelembung-gelembung udara di dalam campuran beton, setelah 7 – 8 jam, gelembung udara ini membentuk seperti busa dan menjadikan volume adonan menjadi 2 kali lebih besar dari volume semula. Di akhir proses pengembangan atau pembusaan ini, hidrogen akan terlepas ke atmosfir dan langsung digantikan oleh udara. Dan rongga-rongga udara tersebut, akan membuat beton menjadi ringan. Kendati hidrogennya hilang dan terlepas ke udara, namun tekstur beton tetap padat dan lembut. Dan setelah adonan aerasi mulai keras, akan mudah dibentuk sesuai dengan kebutuhan.Untuk membentuknya adonan cukup dipotong dengan kawat sesuai ukuran yang diinginkan. Selanjutnya, dimasukkan dimasukkan dalam autoclave chamber selama 12 jam. Selama proses pengerasan ini berlangsung, temperatur mencapai 190 derajat celcius dan tekanannya mencapai 12 bar atau 174 psi.
  3. Pada saat ini, pasir kwarsa bereaksi dengan kalsium hidroksida menjadi kalsium hidrat silika. Dan proses inilah yang akan menentukan kekuatan atau kekerasan beton aerasi.
  4. Setelah keluar dari autoclave chamber, beton ringan aerasi ini telah mengeras dan siap digunakan untuk konstruksi bangunan. Karena 80 persen beton ini berupa rongga udara, maka bobot beton ringan aerasi ini sangat ringan. Meskipun berupa rongga udara, namun beton ringan aerasi dapat menahan beban hingga 1200 psi.

Sumber : Techno konstruksi edisi 19 (november 2009)

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 25/11/2010, in Beton. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. kwi ndak sterofom???

  2. berapa banyak merek beton aerasi yg ada di indonesia selain HEbel, bagaimana kwalitas produk dan harga nya.

  3. maaf gan saya mau tanya rencana kami mau nge renop kalau beton ringan itu untuk lantai 2 kira-kira kuat ga yah! kalau perbatang itu beratnya berapa kilo ya?

    • sanggapramana

      yang mas maksud beton ringan jenis yang pa ? dan untuk digunkana di bagian struktur atau dinding ? atau apa

  4. Syukron info nya!Mau ana coba nih.

  5. As.
    Maaf mas. Saya mau tanya and mau mintak bantuan. Ada gak contoh proposal atau skripsi tentang beton ringan. Ws

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: