Alhamdulillah (Part 1)


Hari ini tanggal 28 Januari 2011, malam sabtu, rutin diadakan tafsir Qur’an yang bertempat di Masjid Istiqomah Ungaran. Ini kali ke-3 saya mengikuti tafsir Qur’an dengan rekomendasi dari guru ngaji saya. Guru ngaji saya ini sudah sangat lama, beliau datang ke rumah saya untuk mengajari saya ngaji dari saya kelas 3 SD sampai sekarang. Sampai rumah saya sudah pindahpun beliau selalu mengajarkan kami sekeluarga (adek saya ada 3) untuk tetap mengaji. Alhamdulillah ada orang seperti beliau yang selalu menghabiskan hari-harinya di jalan Allah. Dulu dirumah lama saya ngaji sama anak2 tetangga, sekarang adek2 saya yang mengaji sama saudara saya yang masih SD yang kebetulan rumahnya disebelah saya persis. Tak lupa setiap mengaji kami selalu di bawakan makanan dari saya SD sampai sekarang  seperti Chiki, Nyam-nyam, memang kebetulan beliau mempunyai warung kecil di rumah. Dan yang paling ajaib, beliau tidak menarifkan biaya ngaji, alias seikhlasnya kalau nggak punya uang nggak bayar juga tidak apa2. Begitu mulia akhlak beliau semoga Allah memberikan balasan atas semua yang telah sodaqohkan di jalan Allah.  Setiap habis mengaji kadang2 saya juga mengantarkan beliau ke suatu perkumpulan pengajian, memang setiap hari begitulah kehidupan beliau.

Langsung saja, malam ini seperti biasa pembicaranya adalah Ustadz Baedowi Hafidz yang tidak lain adalah menantu dari guru ngaji saya. Beliau masih muda, pekerjaannya beliau adalah kepala sekolah di suatu MI atau sekolah islam saya lupa, hehe.

Pertama kali saya mengikuti acara tafsir Qur;an ini, karena sudah 1 bulan yang lalu dan sudah agak2 lupa, maka saya tuliskan intinya saja yang masih saya ingat. yaitu :
“Dan sesungguhnya Allah tidak menyukai para manusia yang menganiaya dirinya sendiri”

saya tidak memberikan embel2 surat dan ayat, karena mungkin tidak begini penulisannya, yang intinya adalah BERHARAP UNTUK MATI ITU TIDAK BOLEH, APALAGI BUNUH DIRI” yang mana kita selalu ditimpa masalah, dan kadang kita berpikir untuk lari dari masalah yaitu dengan mati. Saya sendiri sering berpikir seperti itu, ingin mati dan ingin cepat2 bertemu dengan Allah, karena hal yang paling membahagiakan adalah bertemu dengan Pencipta kita, Dzat yang memberikan kita kehidupan, yang memberikan kita perasaan untuk dapat bahagia.

Pada pertemuan ke-2. Sambil mengingat-ingat . Oh ya, saya ingat, bahwa beliau berkata ” Setan itu dapat masuk kedalam sikap seseorang, dengan mengatasnamakan Allah” contohnya adalah pada saat jaman Rasulallah, pengikut Rasulullah yang bernama si A, ingin mengadakan perluasan masjid. Di sekitar masjid, terdapat rumah2 penduduk yang beragama muslim semua setuju kalau rumahnya digusur untuk keperluan perluasan masjid, tapi ada 1 rumah kecil, jelek, kumuh milik seorang yahudi, dia tidak setuju kalau rumahnya digusur untuk keperluan perluasan masjid. Tapi si A ini bersikeras, “Hancurkan saja rumah kecil, jelek, kumuh milik orang yahudi itu kita tetap harus melaksanakan perluasan masjid” cerita ini sampai pada telinga sahabat Umar. Dengan marah sahabat Umar berkata ” Siapa yang mau menggusur rumah orang yahudi itu, biar aku penggal kepalanya”.Mengapa sahabat Umar marah ?? karena sudah jelas, di ajarkan di agama Islam. Kita memerangi orang kafir yang memerangi agama kita, sedangkan orang kafir (yahudi) itu tidak memerangi kita, jadi kita hidup berdampingan tanpa berperang. Dan juga kita disuruh untuk menghormati hak orang lain, termasuk orang Yahudi itu. Di mana Syaitan masuk kedalam hati si A dengan mengatasnamakan untuk keperluan perluasan masjid, sehingga tidak menghargai hak orang yahudi tadi yang tidak memberikan ijin rumahnya digusur untuk kepentingan perluasan masjid.

Nah sekarang pertemuan ke-3 yaitu barusan tadi, mengenai surat Al-Anbiya (Nabi-Nabi). Memang pertama-tama sebelum tafsir Quran Ust. Baedowi Hafidz selalu membaca hafalannya sedangkan kami (pendengar) menyimak hafalan beliau.  Pada surat ini belaiu menceritakan mengenai, Ni’mat dan Ni’mah. . .

Nikmat : pengertian umum yang ditafsirkan manusia bahwa nikmat adalah sesuatu pemberian yang dapat membuat kita bahagia. Disini Nikmat yang dimaksudakan oleh beliau adalah segala sesuatu baik itu membahagiakan kita atau justru membuat kita sedih, tetapi membuat kita dekat dengan Allah. Misalnya kita diberi jabatan sebagai anggota DPR dan kita dekat dekat dengan Allah, maka itu adalah nikmat. Kita patah hati dan menjadi dekat dengan Allah itu adalah nikmat juga.

Sedangkan Nikmah adalah segala pemberian yang membuat kita jauh dengan Allah. Misalnya Allah memberikan kita kesehatan tetapi justru kita menjadi jauh dengan Allah itu adalah nikmah. Kita diberi jabatan tinggi tetapi kita tidak dekat dengan Allah itu adalah nikmah. dan lain sebagainya.

Lalu mengenai perjalanan hidup Nabi Nuh, secara statistik beliau tidak sukses. Beliau berumur 950 tahun, dan menyiarkan agama Allah, tetapi pengikut beliau hanya 80 orang sedangkan anaknya sendiri tidak mau mengikuti beliau. Tetapi Allah memberi gelar nabi Nuh . . . . (lupa?), karena kita tidak dituntut Allah untuk sukses, tetapi untuk berusaha.

Pengalaman di kampus pagi tadi

Pagi tadi jam 1/2 9 , beliau (Ir.Rachmat Mudiyono, MT, PhD) bertanya pada saya, shalat subuh jam berapakah tadi kamu ngga? saya jawab, “jam 8 pak, hehe” sambil cengar-cengir. Lalu beliau juga bertanya pada teman saya bernama Rusli, dan Rusli menjawab jam 6 pak. . Astagfirullah katanya. Sambil menasehati saya dan teman saya tentang keimanan pada Allah, yang mana segala sesuatu harus dilaksanakan karena Allah, yang mana InsyaAllah semua hambatan / masalah dapat terselesaikan. Dimana Orang yang kuat adalah orang yang kuat mengangkat tubuhnya untuk shalat subuh. Dan shalat tepat waktu pada saat Isya’ walaupun waktunya panjang, karena kata beliau tombaknya shalat itu subuh dan Isya’. Lalu saya bertanya kepada beliau mengenai rencana saya yang sedang mendirikan CV, salah seorang pengurus asosiasi menceritakan kepada saya bahwa kita beli proyek di DPR, lalu kalo ingin untung kita harus menyimpang dari spek awal. Lalu beliau mengomentari ” kalo kamu bisa memperbaiki sistem itu, maka perbaikilah” saya menjawab “wah gak sanggup pak, kan DPR” lalu beliau berkata lagi, kalo kamu tidak sanggup merubahnya dengan tanganmu maka hijrahlah, toh masih banyak pekerjaan2 lain yang halal.

Nah sedikit mengenai pengalaman saya hari ini,

Met malam.🙂

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 28/01/2011, in Tentang ISLAM. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: