Special Blended Cement


Gambar  Blended Cements Silo’s

(sumber : independentcement.com.au)

Merupakan hasil pengembangan produk semen PPC yang dikembangkan khusus dengan kandungan silica amorf yang dapat mengeliminir calsium hydroksida (Ca(OH)2), dan cocok untuk aplikasi proyek-proyek bangunan yang memerlukan ketahanan tinggi terhadap sulfat.

Struktur beton bertulang di lingkungan yang ekstrim, seperti di daerah laut, umumnya memiliki kecenderungan terjadinya korosi yang sangat tinggi. Karena, lingkungan tersebut cukup sensitif terhadap pengaruh garam dan sulfat. Selain menyebabkan struktur beton cepat rusak, akibat penetrasi air laut ke dalam beton, juga menyebabkan terjadinya korosi pada besi tulangan struktur beton.

Untuk mengantisipasi masalah tersebut, selain diperlukan persyaratan struktur yang spesifik dan memiliki ketahanan yang baik, juga perlu pemilihan material yang tepat. Sehingga, struktur beton tidak cepat mengalami kerusakan dan memiliki durabilitas tinggi.

Agar memiliki ketahanan yang baik terhadap pengaruh garam dan sulfat, maka persyaratan struktur beton harus kedap air, tebal selimut beton mencukupi dan harus dipilih material semen yang memiliki ketahanan terhadap garam dan sulfat, serta kedap terhadap air.

Salah satu jenis semen yang cocok untuk aplikasi tersebut, adalah ‘Special Blended Cement’ yang dikembangkan secara khusus oleh Semen Gresik. Jenis semen ini, di dalamnya mengandung bahan silica amorf , yang mampu mengeliminasi efek negatif calsium hydroksida (Ca(OH)2), sehingga lebih tahan terhadap serangan sulfat. Selain itu, reaksi silica amorf dengan calsium hydroksida juga akan membentuk silica gel (calsium silicat hydrat) .Adanya silica amorf ini, juga menyebabkan beton menjadi lebih kedap dan sulit dimasuki natrium clorida, magnesium clorida dan zat-zat yang dapat menimbulkan korosi pada tulangan beton.

Sebelum dikembangkan Special Blended Cement ini, untuk keperluan struktur beton di lingkungan yang sensitif terhadap sulfat, umumnya digunakan semen portland II & V. Jenis semen ini, kandungan trikalsium silikat (C3S) masing-masing dibatasi 8% dan 5%. Namun, karena adanya reaksi hidrasi trikalsium silikat dan dikalsium silikat (C2S) yang menghasilkan calsium hydroksida, maka jenis semen ini masih cukup sensitif terhadap sulfat.

NB : Silica Amorf : adalah unsur Abu Sekam Gabah Padi

sumber : techno konstruksi edisi 14 (juni,2009)

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 12/02/2011, in semen. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: