Pengalamanku mborong part 2


bulan maret 2011 aku mulai lagi proyek konstruksiku kali ini adalah rumah dari temanku di kampus. Rio Kurniawan Untoro dialah temanku dari kalimantan, dia tinggal di perumahan kampoeng semawis perumahan di samping gedung utama Universitas Muhamadiyah Semarang

Pertama-tama teman saya ini ada ide untuk bangun rumah karena rumahnya yang sangat sempit dengan 1 kamar, 1 kamar mandi, 1 dapur dan 1 ruang tamu. Bisa dibilang rumah tipe 27, waktu saya masuk rumahnya memang sempit sekali tapi ada lahan kosong dibelakang rumahnya sekitar 42 m2 bisa deh untuk dibangun bangunan baru tingkat 2.

Sekilas Bentuk rumahnya ini hanya bentuk perencanaan tetapi banyak perubahan dalam pelaksanaannya sesuai dengan keinginan owner.

.

Gambar 3d Perencanaan walaupun tidak sesuai dengan pelaksanaan karena ada perubahan sesuai permintaan owner. Oh, ya saya disini bisa dibilang tidak terlalu berkontribusi karena dari gambar sampai pelaksanaan ayah saya Ir. Gudadi, MT lah yang banyak berkontribusi. hehe.

Setelah gambar disepakati dan disertai dengan perhitungan kasar kemudian kami menandatangani kontrak perjanjian dimana kedua belah pihak harus mematuhi segala yang tertera pada perjanjian.

Pekerjaan galian tanah

Sebelum mulai pekerjaan ini, saya diberi tahu papa saya, kalo tanah di perumahan ini dulu adalah “bung” atau sering disebut kuburan cina. Yang sudah tidak ada ahli warisnya, sehingga kuburan tersebut dipindahkan, dan sekarang digunakan untuk kepentingan perumahan.

Wah pekerjaan yang satu ini saya sangat takjub dengan 2 tukang saya itu (satu tukang satu tenaga) hanya pada saat pekerjaan tanah, kecintaan mereka itu lo terhadap pekerjaan mereka sehingga pekerjaan tanah hanya dengan waktu 2 hari sudah siap pasang pondasi seminggu kolom sudah berdiri, 1 minggu lewat sudah mulai pekerjaan pelat lantai. Lalu saya coba iseng2 tanya sama mereka . “Pak kok nggali tanahnya cepet banget pak? ” jawab mbah alias tenaga itu ternyata, “Macul iku pinuk wes suwe aku rak macul” maksutnya bahwa macul atau gali tanah itu menyenangkan sudah lama dia tidak macul. Wah pantes aja kerjanya cepet banget karena mereka ternyata cinta banget sama pekerjaannya (patut ditiru) proyek ini yang direncanakan 3 bulan, mungkin akan selesai tepat waktu atau kemungkinan besar lebih cepat. Amin

Galian Tanah Pondasi Batu Kali dan Footplat

Gambar di atas seperti namanya dan itulah tujuan galian tanah ini, sedalam 60 cm, untuk pondasi footplat nya 60 cm dari galian batu kali di gali lagi 15 cm.

Galian tanah untuk footplat

Kalo gambar yang diatas ini galian tanah untuk footplat saja tanpa batu kali disamping2nya, karena tidak ada dinding penyekat disekitar footplat. Kayak kolom2 di masjid gitu, untuk sloof disekitar footplat ini digunakan sloof gantung.

Yah mungkin proses pembangunannya hampir sama atau bisa dibilang sama kayak pembangunan rumah rumah biasa, yang membedakan mungkin dari segi finishing berupa dinding kaca dan lantai dari parket (motif kayu dari vinyl).

 Setelah selesai pekerjaan pondasi ini baik footplat maupun batukali, tanah kembali diurug sampai batu kali tertutup hingga hanya permukaannya saja yang terlihat, kalo footplatnya ya sampe bener-bener ketutup. Kalo udah ganti pekerjaan sloof sekarang, dilakukan pembesian sloof dimana besi kolom harus sudah tertanam pada saat pekerjaan ini, entah kolom itu bertumpu pada footplat atau batukali. Kemudian sloof yang berada diatas batukali dicor dan sloof gantung dicor diatas tanah yang sudah disiapkan. Seperti gambar dibawah saat pengecoran sloofnya.

yah itulah sedikit kurang fotonya pada saat pengecoran sloofnya. Ntar habis ini baru ngecor kolomnya.

Sebelum ngecor kolom tentu pasang dulu bekistingnya, saya pakai 3 jenis kayu ini untuk bekisting kolom, sloof n plat. pertama kayu sengon, kayu randu dan kayu glugu (pohon kelapa). ya ingin tau mana yang lebih efisien, tp memang bekisting kayu itu kurang sustainable, karena merusak ekosistem, lebih baik menggunakan bekisitng pelat baja kalau ada uang, tapi gimana lagi kontraktor kecil gak da apa2. hehehe

Kalau sudah di cor kolomnya, brickwall (pasangan batanya) boleh donk ikut dipasang. sampai setinggi 1 – 1,5 meter aja ya perhari karena tkut roboh, tapi kalau tukangnya udah pengalaman bisa lah 1,5 meter, tp masangnya juga harus hati-hati ya ? harus lurus, kalo nggak lurus nanti plesterannya terlalu tebal, gak efisien donk,🙂.

Kalau udah dipasang batanya sampai ketinggian 3,5 meter, sekarang waktunya persiapan perancah bambu untuk pelat lantai 2 dan balok gantungnya. Kalau sudah sekalian pembesiannya n bekisitng untuk baloknya ya . . . sip sip

  nah sekarang, perancah sudah siap n tulangan juga sudah siap, nih pelat lantai pakai tulangan two ways slab .sekarng saatnya pinjam molen karena saya tidak punya molen, tinggal di bekisting n dicor, 1 hari boleh selesai lah ini.🙂 ada juga pelat lantai yang kantilever untuk keperluan balkon belakang, untuk bersantai2 sambil melihat pemandangan belakang rumah dari lantai 2 .

Kalau pelat dan balok sudah dicor sambil menunggu hari, bisa lah sambil mlester-mlester dan ngerjain lain-lain.

oke kalau semua sudah selesai beton sudah kering, lanjutlah pasang brickwall lantai 2 plus cor kolom

yah, itu sudah semua, kuda2 dengan baja ringan, tukangnya dari baja ringan itu sendiri, setelah itu boleh pasang genteng beton kemudian pasang plafon gypsum, elektrikal dan titik lampu, lampu downlight kemudian buat tangga, setelah buat tangga lantainya memakai parket kayu asli, dan dinding kaca dengan kusen alumunium seperti dibawah. bagi yang ingin jasa buat rumah saya atau pesen parket dapat hubungi saya.sekian dan terima kasih




About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 25/08/2011, in Pengalamanku. Bookmark the permalink. 7 Komentar.

  1. rifkadewi0507111740@gmail.com

    waaah,,,salut deh. masih kuliah sudah menerapkan semua pelajaran dikampus langsung ke lapangan. lengkap sampai ke kontrak2nya sekalian. Two thumbs up deh buat kamu,,hehehe….

  2. wah hebat mas masih kuliah udah bisa mborong sendiri , salam kenal mas saya orang semarang juga hehe

  3. cynthia irmawan

    salam kenal mas, bisa bantu saya dlm desain rumah sy di kampung semawis juga? type 36 luas tanah 77, rencana mau dibuat dua lantai?

    • sanggapramana

      @cynthia : salam juga mbak cynthia, apakah tipe rumahnya sama dengan rumah dalam artikel ini ? ya bisa saja mbak cynthia, memang luas halaman belakangnya berapa ? apa 42 m2 juga ?

  4. info nya bener2 membantu. makasih banyak.

  5. Mas bagaimana ya konstruksi kolom untuk jendela di sudut. Biasanya di sudut pertemuan 2 dinding kan ada kolom, lha ini ada jendelanya, apakah kolom boleh ga ada? apakah rangka jendela sudut bisa menggantikan kekuatan kolom dalam menahan beban bata diatasnya? Salam

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: