Very Large Floating Structure


Konsep struktur terapung atau sering disebut dengan “Very large floating structures (VLFSs)’ selain menjadi alternatif pengembangan wilayah pantai disamping reklamasi, juga mampu bertahan saat terjadi gempa, karena strukturnya mengapung di atas air dan dapat terhindar dari kerusakan bangunan.

Desain struktur yang mampu melindungi dari bencana alam seperti gempa, adalah sebuah struktur yang kokoh, tahan gempa dan berbobot ringan, serta dapat mengapung di atas air. Desain seperti inilah yang saat ini sedang dikembangkan oleh para ahli bidang terkait, untuk memaksimalkan penggunaan lahan dan meminimalkan kerusakan saat terjadi gempa. Dengan sistem struktur tersebut, dapat menyelamatkan manusia dan barang-barang yang berada pada bangunan dan mampu menghindarkan kerusakan dari struktur itu sendiri saat terjadi gempa.

Selain memberikan dampak positif, tentu ada juga dampak negatif dari sistem ini yang harus sangat diperhatikan yaitu adalah ombak. Mengingat ombak yang berada di pantai dan laut sangat tidak dapat dipastikan apalagi jika terjadi tsunami seperti yang terjadi di aceh dan di jepang baru-baru ini. Sehingga perlu perencanaan yang matang sebelum kita akan menggunakan sistim VLFS ini.

Pengembangan wilayah pantai, selalu menarik perhatian banyak pihak. Karena selain dapat dijadikan sebagai akselerator finansial suatu negara, pantai juga berpotensi besar untuk menyelesaikan permasalahan pengembangan wilayah, melalui kegiatan reklamasi pantai.

Namun, mengingat kegiatan reklamasi pantai tidak terlepas dari intervensi manusia, maka aktivitas tersebut tentu dapat memberikan dampak buruk terhadap imbangan lingkungan juga. Sehingga berpotensi besar memicu terjadinya perubahan ekosistem.  Selain itu, biaya yang dibutuhkan juga tidak sedikit, khususnya untuk kegiatan dredging.

Gambar diatas adalah mega float ,bandara internatonal terapung di pantai Tokyo, Jepang.

Sebagaimana diketahui, setiap pengembangan wilayah pantai hampir dipastikan akan menelan biaya besar dan memerlikan teknologi tinggi, karenaterkait dengan berbagai kepentingan. Pendek kata pekerjaan pengembangan wilayah pantai merupakan suatu megaproyek, baik dari sisi investasi dan wujud fisik struktur yang ditangani.

hanya sekedar review, tidak mengulas detail, suwun.

sumber : technokonstruksi majalah

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 25/08/2011, in lain-lain. Bookmark the permalink. 1 Komentar.

  1. Kalau Bandara A Yani di Semarang itu ntar jadinya kira2 seperti apa ya. Itu kan kabarnya juga sedang dirombak dengan konsep bandara terapung?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: