Category Archives: Seminar Teknik Sipil

Brosur Seminar Nasional Teknologi Pengembangan Jaringan Koneksi Antar Pulau


Iklan

Seminar ATPW 28 Juli 2010 ITS Surabaya


Sesuai dengan janji saya, Fuuhhh

Alhamdulillah, seminar di ITS tanggal 28 Juli berjalan lancar. Cuman ngantuknya bukan maen.wkwkwkwkwk. Apalagi waktu pak Ir.Ismanto,Msc selaku staf ahli KementrianPU bidang keterpaduan pembangunan dan Pak Suji selaku kabid Bappeda Provinsi Jatim mempresentasikan power pointnya,.wkwkwkwk.(ampun pak)

Gambar persiapan seminar

Oke, langsung saja. Saya ucapkan Terima kasih yang sebesar-besarnya pada

  1. Tuhan YME
  2. Orang tua saya
  3. dan Mas Tatas , dosen d3 ftsp ITS, tanpa mas Tatas saya tidak akan sampai ke ITS menur, mungkin kesasar.hehe. Dan berkat mas Tatas saya dapat mengikuti presentasi pemakalah untuk konsentrasi PSDA. Terima kasih.

Langsung saja

Sambutan pertama oleh Rektor ITS, waw, ,Humoris banget orangnya Cuy, n karismatik ( menurutku). .wkwkwk. Pak Rektor ini gak mau kalah, karena temanya tentang teknik sipil, sedikit perkataan pak rektor mengulas tentang Perkerasan jalan beton, dengan slab beton precast (pratekan). menyebabkan slib pada Wetsnya ( Wets apa ya ???aku g tau .hehe). Lalu juga tiang pancang dengan diameter 1000 mm ( sama dengan 1 meter) ckckck.( kira-kira hammer nya seberapa ya ???wkwkwk). Pak Rektor lalu meresmikan bahwa Seminar ATPW ini telah di buka, karena adanya seminar nasional tentang nuklir bersamaan dengan seminar ini, maka sekian sambutan rektor.Dilanjutkan dengan sambutan dari Dekan ftsp d3 ITS.

Eiittzzz, sebelum masuk ke pembicara pertama, nih anak-anak d3 ftsp ITS, ternyata praktek membuat paving dan tralis sendiri lhoo. . . neh selengkanya :

Praktek kerja baja ( membuat tralis)

  1. Pengukuran bingkai : maksudnya kita ngukur kira-kira tralisnya mau dipasang horisontal kusen apa vertikal.
  2. Pengukuran pelat baja
  3. Pemotongan pelat baja
  4. Pekerjaan gerenda
  5. Pekerjaan perakitan
  6. Pekerjaan pengelasan
  7. Pekerjaan pemasangan

Pekerjaan membuat Batako & Paving (tanpa semen)

  1. Bahan : Batu pecah 0,5 cm ; Pasir ; Abu batu
  2. Alat : Dolak ; Matras cetakan batako ; Matras cetakan paving
  3. Valet paving/batako
  4. 1 set mesin paving batako

gambar bahan-bahannya dulu ya

nih hasilnya :

Gambar paving tanpa semen

Gambar Detail Tulisan di atas

wetz tunggu dulu, ada juga batako 60% campuran kulit kerang, .wkwkwk .lucu ya, nih tak kasi liat fotonya

Gambar batako 60% kulit kerang

season 1

by

AP.Ir.Dr.Muhd Fadhil Nuruddin

Universitas Teknologi Petronas, Malaysia

Begini cuy, berhubung beliau mempresentasikan with english dan makalahnya juga english too. hoho

, saya ya mudeng gak mudeng gitu. .hehe. Yah, sepenangkapan saya dari pembicaraan dan presentasi beliau .

  1. Bahwa di dunia ini sengguh sangat rentan dengan polusi global, salah satu penyebab polusi global adalah dengan pembakaran dalam pembuatan semen.Kita tahu bahwa beton sekarang digunakan dimana-mana di seluruh dunia untuk pembangunan.
  2. Atas permasalahan di atas pak Muhd ini memberikan suatu bahan pengganti semen yaitu, fly ash (abu terbang), silica fume , Rice Husk Ash ( dari nama rice : nasi ).
  3. Membahas tentang kandungan lumpur lapindo oleh tim teknik sipil Universitas teknologi Petronas , telah mengambil sample dari lumpur tsb. Dan setelah di tes lumpur tersebut mengandung zat kimia semen, yaitu Silisium. Setelah dilakukan pemrosesan beton dengan unsur utama lumpur lapindo pada umur 28 hari lebih kuat daripada lumpurl-lumpur  biasa
  4. Aplikasi Green concrete ( beton hijau ), yang dimaksud disini bukan beton diberi pewarna hijau, tetapi dengan menggunakan tumbuh-tumbuhan. Contoh : Atap sebuah gedung adalah padang rumput.
  5. dll

untuk lebih jelasnya dapat download makalah seminar utama di bagian akhir artikel ini !!!

Session 2

M.Sigit Darmawan

Dosen Program Diploma Teknik Sipil ITS Surabaya

Membahas tentang korosi pada beton akibat terkena udara/air laut. Pertama udara/air laut mengenai beton, lalu beton(cover tulangan ) terkelupas, akhirnya mengenai tulangan , tulangan jadi korosi dan kuat beton menurun dan dapat mengalami keruntuhan.

sebab terjadinya korosi pada tulangan beton

  1. Rendahnya kualitas pekerjaan beton, menghasilkan beton yang tidak padat (poreus)
  2. Ketebalan selimut ( cover ) tulangan tidak memenuhi persyaratan teknis.
  3. dll

Session 3

Ir.Wilfred A

Direktur Utama Wijaya Karya

waduh baca ndiri wae lah makalahnya

oke2. . . .

bis Pak Wilfred dilanjutkan oleh Pak Isanto perwakilan dari Kementrian PU karena Sekjen PU nya berhalangan hadir dan Pak Suji perwakilan dari  gubernur jatim karena pak gubernur juga berhalangan hadir.

Nih, isi dari seminar nya

download disini

MAKALAH UTAMA

Lanjutan

setelah seminar utama tersebut selesai dilanjutkan dengan isoma (istirahat,shalat, makan) lalu ada pembagian kelas-kelas nih, untuk para pemakalah mempresentasikan makalahnya.

Pada kelas ini dikelompokkan, misal ruang 1 untuk kelas bangunan struktur, kelas 2 untuk bidang sipil keairan, 3 untuk bidang manajemen konstruksi dan masih banyak lainnya.

Berhubung saya tertarik dengan dengan yang berair ( wkwkwkk) ya saya masuk di ruang 2 untuk sipil keairan.Kalo gak ada mas tatas saya gak jadi masuk kayaknya, karena rata-rata pemakalah udah s2 cuy, wkwkwkwk

Mudeng g mudeng, para pemakalah rata-rata sudah s2 cuy, wkwkwk. belum mengerti apa yang mereka bicarakan, tapi gak papa, tambah-tambah teman dan pengetahuan. Untung ada mas Tatas dosen d3 ftsp yang berada di sebelah saya, jadi saya tanya aja kalo gak mudeng.wkwkwkwk. Maksih ya mas Tatas.

Udah, ni langsung download aja contoh makalah kemarin untuk semua bidang :

Ups, ternyata makalahnya mau di upload lama banget,

udah yang mau ntar nge e-mail aku aja ya Mbex_funlove@yahoo.com

ntar tak kirim,

see ya

Sipil Indonesia Jaya

SEMINAR NASIONAL ATPW ( ITS – SURABAYA )


SEMINAR NASIONAL ATPW ( ITS – SURABAYA )


Seminar Nasional 1 juli 2010 Politeknik Negri Semarang ( Part 2 )


Seminar part 2 ini, mengenai

“PENGGUNAAN GEOSINTETIK PADA TEKNOLOGI JALAN TAMBANG”

Yang di bawakan oleh, “Didiek Djarwadi”

Memperkenalkan geosintetik sebagai bahan bantu dalam pelaksanaan pembuatan jalan tambang.Jalan tambang di Kalimantan sering harus melewati daerah rawa yang memiliki daya dukung tanah yang rendah.Dalam kondisi demikian geosintetik diperlukan untuk meningkatkan daya dukung jalan dan waktu pelaksanaan yang lebih cepat, dan lebih murah dibandingkan dengan cara penimbunan konvensional.

Pada pelaksanaan pekerjaan jalan tambang tanpa lapis aus, funsi geosintetik yang sering digunakan adalah sebagai fungsi media pemisah ( separation ) antara subgrade tanah dengan lapisan perkerasan seperti sub-base coarse agar kedua bahan tersebut tidak tercampur oleh karena terjadi proses pumping oleh beban kendaraan secara berulang.

PENGERTIAN GEOSINTETIK

adalah dari kata “GEO” dan “SINTETIK”, “GEO” menunjukkan bahwa bahan tersebut berhubungan dengan perbaikan kinerja pada konstruksi teknik sipil yang berhubungan dengan tanah, sedangkan kata “SINTETIK” menunjukkan bahwa bahan tersebut merupakan bahan sintetis dari crude petroleum oil, meskipun bahan lain seperti karet, fiberglas juga kadang digunakan.

KELEMAHAN GEOSINTETIK

SINAR ULTRAVIOLET, karena bahan geosintetik akan mengalami degradasi yang cepat dibawah terik sinar matahari.

PENGGUNAAN GEOSINTETIK PADA TEKNOLOGI JALAN TAMBANG

Geosintetik sebagai Separator

Pada pelaksanaan pekerjaan jalan, fungsi geosintetik yang sering digunakan adalah sebagai fungsi media pemisah (separation) antara subgrade tanah dengan lapisan perkerasan seperti sub-base atau base-course agar kedua bahan tersebut tidak tercampur oleh karena terjadi proses pumping oleh beban kendaraan secara berulang.

CARA PEMASANGAN GEOTEXTILE

Metode (Cara) Pemasangan Geotextile (Geotekstil) :

  1. Geotextile harus digelar di atas tanah dalam keadaan terhampar tanpa gelombang atau kerutan.
  2. Aturan untuk overlapping dan penyambungan Geotextile adalah :Metode (Cara) Pemasangan Geotextile Overlapping
  3. Pada daerah pemasangan yang berbentuk kurva (misalnya tikungan jalan), maka Geotextile dipasang mengikuti / searah kurvaMetode (Cara) pemasangan Geotextile di tikungan
  4. Jangan membuat overlapping atau jahitan pada daerah yang searah dengan beban roda (beban lalu lintas).
  5. Jika Geotextile dipasang untuk terkena langsung sinar matahari maka gunakan geotextile yang berwarna hitam.

Seminar Nasional 1 juli 2010 Politeknik Negri Semarang


Terima kasih buat para pengisi Seminar “APLIKASI TEKNOLOGI GEOSISTEM DAN BAJA BONDEK DALAM KONSTRUKSI”

Langsung saja, saya masuk kira-kira jam 9 waktu itu, karena nunggu yang bawa tiket ( hahaha ) Rezki Nurhikmah, ko telat ?? gw gak bisa masuk donk, (hahaha) ,padahal seminar mulai jam 8, Tapi Alhamdulillah ternyata Isi Seminar dimulai pada saat saya masuk, (Sebelum masuk masi berisi sambutan-sambutan gitu).

Pertama-tama isi seminar dibawakan oleh Bapak Didiek Djarwadi ( maaf pak saya lupa gelar dan tempat kerja bapak, ,maaf sekali) tentang

Geosintetik sebagai Perkuatan Konstruksi Jalan Diatas Tanah Lunak”

Pada pelaksanaan konstruksi jalan diatas tanah lunak dengan perkuatan geotextile (Salah satu macam Geosintetik) dapat menghindarkan terjadinya keruntuhan lokal pada tanah lunak karena rendahnya daya dukung tanah.Keuntungan dari penggunaan geotextile sendiri adalah kecepatan dalam pelaksanaan dan biaya yang relatif lebih murah dibandingkan dengan metode penimbunan konvensional.

dapat dilihat gambar geotextile,

Dalam Penggunaan geotextile pun tidak bisa sembarangan, maka kita harus menetapkan perkuatan sebesar apa yang dibutuhkan, faktor-faktor penetapan geotextile

  • Jenis Geotextile
  • Sifat Hubungan dan Regangan
  • Sifat Pembebanan
  • Kondisi Lingkungan
  • Bahan Timbunan

JENIS GEOTEXTILE

Jenis geotextile ada 2 ,yaitu

  1. Woven Geotextile (Anyaman)
  2. Non-Woven Geotextile (Nir-Anyam)

Penggunan Woven Geotextile akan memberikan hasil yang lebih baik sebab arah gaya dapat disesuaikan dengan arah serat, sehingga deformasi dapat dikontrol dengan baik.

Pada non-Woven Geotextile arah serat dalam struktur geotextile tidak terarah, sehingga apabila dibebani, maka akan terjadi deformasi yang sangat besar, dan sulit dikontrol.

Sifat hubungan-hubungan Tegangan Pada Geotextile

dipengaruhi oleh polimer dari bahan pembuat geotextile seperti : PA (Polymaide), PP (Polypropelene), PE (Polyethelene), dan PET (Polyester) yang mempunyai perbedaan panjang rangkaian molekulnya.Untuk bahan perkuatan dapat dipilih bahan yang mempunyai kekuatan (Tensile Strength) yang tinggi dengan regangan (strain) yang kecil.Hal ini diperlukan agar deformasi yang terjadi pada konstruksi perkuatan kecil.Hal yang perlu diperhatikan dalam pemilihan bahan untuk perkuatan adalah ultimate tensile strength dan elongtion at break.

Dimensi konstruksi perkuatan dan sifat pembebanan juga akan mempengaruhi besaran ultimate tensile strength dari geotextile.Pada konstruksi perkuatan dinding tegak lebih tinggi akan memerlukan tensile strength yang lebih besar, demikian pula perkuatan di atas tanah lunak, beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.

Sifat Pembebanan

Perkuatan di atas tanah lunak, beban timbunan yang lebih besar akan memerlukan perkuatan dengan tensile strength yang lebih besar pula.Pada konstruksi perkuatan permanen yang mempunyai umur rencana (service life) yang lama akan memerlukan tensile strength yang lebih besar dibandingkan dengan konstruksi perkuatan yang bersifat sementara.

Kondisi Lingkungan

Berpengaruh pada pengurangan terhadap tensile strength geotextile, akibat dari terjadinya reaksi kimia antara bahan geotextile dan sekitarnya.Perubahan cuaca, air laut, kondisi asam atau basa serta mikro organisme seperti bakteri akan mengurangi kekuatan geotextile.