Mengenal program 3D modelling untuk gedung


         Assalamualaikum, Salam sejahtera untuk kita semua. Pada kesempatan ini saya ingin sedikit share pengalaman mengenai 3D modelling. Menggambar bangunan dengan 3D sebenarnya adalah ranah dari kawan-kawan kita di jurusan Arsitek, tapi karena sifat keingintahuan alami manusia , kitapun ingin juga menguasai menggambar bangunan dengan bentuk 3D. Untuk kawan-kawan di teknik sipil, tidak ada salahnya menguasai sedikit teknik ini untuk menggambar gedung dengan komplektisitas yang rendah. Atau kalau yang hobi, bisa masuk ke ranah advance seperti yang ditekuni kawan-kawan kita di jurusan Arsitek.

Menggambar dengan bentuk 3D,? semua juga tidak asing dengan program-program seperti AutoCad, ArchiCad, Google Sketchup, 3DsMax, dll. Tapi bukan program-program itu yang ingin saya bahas disini, melainkan program open source, yang sering digunakan untuk animasi film, yang bernama program “blender”.

        Awalnya saya mengenal program ini, sekitar 3 minggu yang lalu, ketika mengikuti pelatihan di dinas perindustrian dan perdagangan (Disperindag) provinsi Jawa Tengah yang diselenggarakan oleh IKITAS, coba cek web ini http://www.ikitas.com/. Pada pelatihan itu kami lebih ditekankan untuk membuat animasi bergerak seperti di film-film yang sering kita lihat, contoh sederhana Toy Story, Kungfu Panda, Cars, dll. Dengan hasil yang sangat bagus tersebut, apabila kita terapkan untuk modelling gedung yang kita rencanakan pasti juga akan tampak bagus juga, yang mungkin setara dengan program 3DsMax, Maya,dll program yang sering digunakan untuk membuat animasi. Tapi kelebihan program blender ini adalah “free” dan open source, sehingga apabila kita gunakan untuk desain proyek yang agak besar yang perlu keorisinilan program yang kita gunakan, tentu sangat mengirit budget kita daripada membeli program asli seperti 3DsMax atau Maya yang mungkin sampai berpuluh-puluh juta / install ke satu komputer.

Contoh desain saya dengan program blender, awalnya ingin membuat pos satpam tetapi malah terlihat seperti klenteng karena pengaruh warna merah yang berlebihan.

          Mungkin bagi yang sudah tidak asing dengan modelling 3D akan menganggap mudah untuk menggambar seperti ini. Tetapi untuk pemula seperti saya, tentu sudah merasa terbantu dengan adanya program ini. Bagi seorang teknik sipil seperti saya dapat menggambar sebuah gedung dan menghitung konstruksi adalah suatu kepuasan tersendiri🙂. Jika ingin mendownload program ini bisa di download di situs resminya http://www.blender.org

Untuk contoh lain saya juga melakukan colouring dan lighting untuk model yang sudah dibuat oleh tentor saya, bernama Mas Aaq . Model ini diberi nama oleh beliau yaitu” Bola Transformer”

Untuk tutorial saya belum bisa memberi karena saya masih di tingkat basic, maka saya akan sedikit memberi rekomendasi link yang mungkin bisa membantu anda untuk belajar program ini, khususnya untuk membuat gedung.

http://www.sangguru.com/

Link di atas sekarang sedang tidak aktiv, mungkin belum perpanjangan langganan web nya , semoga cepat berfungsi kembali

Wassalamualaikum,

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 07/11/2012, in Software. Bookmark the permalink. 2 Komentar.

  1. belajar itu tidak ada batasnya dan melalui internet kita makin banyak terbantu ya..
    sukses selalu

  2. mas untuk mengetahui gaya dalam maksimum balok pada etabs bagaimana caranya ya?
    desain gedung saya 10 lantai, jadi ada banyak balok yang tipenya sama .jadi untuk mengetahui yang maksimum bagaimana caranya ya?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: