Pondasi Telford


Jenispondasi ini terbuat dari batu belah ukuran 15 – 25 cm dengan batu pengunci. Batu belah tersebut diatas diatur pada bagian lapisan pasir setebal 10 cm dengan tujuan lapisan pasir dipakai untuk keperluan kemungkinan drainasi. PEngaturan batu belah dilakukan dengan sistem manual dan diusahakan agar rongga-rongga yang terjadi di antara batu belah tersebut sekecil mungkin. Untuk memperkuat berdirinya batu belah tersebut, di sela-sela batu belah dipasang pasak-pasak batu kemudian digilas. Batu-batuan yang kecil ditebarkan di bagian atasnya untuk mengisi rongga-rongga yang terjadi di antara batu belah tersebut kemudian di lakukan penggilasan lagi.Gambar konstruksi Telford

Pada saat pelaksanaan penggilasan, kadang kala diberi air secukupnya dengan tujuan agar batu-batu kecil dapat masuk ke dalam sela-sela batu belah yang ada. Kekuatan jenis konstruksi telford ditimbulkan oleh gesekan antar batu-batu tersebut, sehingga kekuatan konstruksi ini sangat tergantung pada bidang-bidang kontak antar batu serta permukaan batu harus kasar. Semakin besar bidang kontak dan semakin kasar permukaan batu, maka akan memberi daya dukung yang besar pula. Maka untuk konstruksi Telford dipergunakan batu belah yang memberikan gesekan yang lebih besar.Apabila bidang kontak permukaan batu tersebut kecil atau tidak ada sama sekali maka konstruksi Telford akan rusak.

Hal-hal yang dapat menyebabkan kerusakan pondasi Telford antara lain :

  1. Penopang tepi pada pondasi terlepas
  2. Batu yang dipakai ternyata tidak tahan aus
  3. Beban yang diderita terlalu besar, sehingga gesekan yang tersedia untuk melawan beban tersebut tidak mencukupi.

From : Buku Rekayasa Jalan Raya , Hendra Suryadharma & Benidiktus Susanto.

About sanggapramana

Mahasiswa S1 angkatan 2009 jurusan teknik sipil, Universitas Islam Sultan Agung Semarang.

Posted on 26/07/2010, in Jalan Raya. Bookmark the permalink. 4 Komentar.

  1. Batu 5/7 diganti hamparan sirtu. .bisa engga?buat pengunci,baru digilas

  2. Apakah ada perbedaan terhadap kualitas jalan, seandainya batu 10/15 yang harusnya terpasang ‘tegak’ dipasang menjadi ‘tidur’? Trimsa

    • sanggapramana

      tentu ada, pengaruh momen inersianya
      misalkan saja penggaris plastik yang bisa pecah, anggap sebagai jembatan. Kalo posisinya tegak dan posisi tidur mana yang lebih mudah pecah/putus ?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: